E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
ANALISIS EFISIENSI DAN KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI PADI DENGAN SISTEM SALIBU
This study aims to analyze the level of efficiency and financial feasibility of salibu rice farming compared to conventional systems of rice farming. The research was conducted in May - July 2018 with a total sample of 5 farmers using the Salibu system and 5 farmers using the conventional system. The data collected is primary data obtained through direct interviews with respondents and secondary data obtained from the local sub-district office and from related offices. Data analysis methods include analysis of costs, revenue and income of farming, as well as farm efficiency analysis with R / C ratio and analysis of farm financial feasibility with B / C ratio. The results showed that the fixed costs and variable costs of rice farming in the Salibu system were lower than the conventional system. The amount of revenue and income from the Salibu system of rice farming shows a higher value than the conventional system. Based on the calculation of R / C ratio and B / C ratio, it is shown that the salibu system is more efficient and more feasible to run than the conventional system. Testing through the T test proves that there is a significant difference between the income of rice farming in the Salibu system and the conventional system. DOi : https://doi.org/10.33005/adv.v10i1.257
DETEKSI KELELAHAN MENTAL DENGAN MENGGUNAKAN SINYAL EEG SATU KANAL
Kondisi kelelahan mental dapat menimbulkan kecelakaan kerja khususnya pada bidang pekerjaan dengan tingkat konsentrasi tinggi. Kondisi ini perlu ditangani dengan serius untuk menghindari risiko kecelakaan kerja. Banyak metode dikembangkan untuk mengukur tingkat kelelahan mental. Namun pengukuran fisiologis dianggap lebih obyektif dan akurat. Sinyal gelombang otak atau electroencephalogram (EEG) merupakan biosinyal yang digunakan sebagai alat ukur fisiologis. Akan tetapi, pemanfaatannya belum banyak diteliti. Penelitian ini memanfaatkan sinyal EEG satu kanal dikombinasikan dengan segmentasi untuk mendeteksi kondisi kelelahan mental. Ciri mean absolute value (MAV), absolute power (AVP), dan standar deviasi (SD) diambil dari setiap segmen. Algoritma klasifikasi Linear Discriminant Analysis (LDA) dan Support Vector Machine (SVM) digunakan untuk mengklasifikasikan kondisi kelelahan mental. Hasil penelitian didapatkan nilai akurasi sebesar 78,13%. Nilai tersebut didapatkan dengan memanfaatkan sinyal EEG dengan segmentasi 60 detik menggunakan Fisher LDA. Penelitian ini menunjukkan sinyal EEG dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi kelelahan mental dengan baik meskipun menggunakan ekstraksi ciri sederhana. DOI : https://doi.org/10.33005/sibc.v14i2.265
Peran Foundation for Education and Development Terhadap Pekerja Migran Myanmar di Thailand Selatan 2015-2018 Melalui Participation, Empowerment dan Mediator (PEM)
Abstract Thailand is the largest destination country for migrant workers from Myanmar. Migration is carried out because of the necessities of living, work and natural disasters. However, the life of Myanmar migrant workers in Thailand is vulnerable and does not rid of problems as exploitation, violence, discrimination, HIV AIDS, abortion. Moreover, they commonly also work in unskilled sector due to the low level of education and the quality of human resources. FED, an NGO, as a non-state actor comes to assist in solving these problems. FED seeks to support the needs of migrant workers, especially in improving education and human resources. This paper will explain the role of the FED towards Myanmar migrant workers in Thailand in 2015-2018. To analyze it, the writer used the role of NGO theory which consists of participation, empowerment and mediator. The results in the study show that the FED has met three roles as an NGO. The role of participation is manifested in activities that require the activeness of migrant workers through educational programs, especially for children. Second, the concept of empowerment is realized through training programs in an effort to develop the capacity of migrant workers. Lastly is the role as a mediator, namely FED's efforts to bridge the migrant worker with the global community through its programs both through digital and non-digital mediation. Keywords : Migran workers, FED’s roles, Participation, Empowerment, Mediator Abstrak Thailand menjadi negara destinasi terbesar pekerja migran asal Myanmar. Migrasi dilakukan karena faktor kebutuhan hidup, pekerjaan dan bencana alam. Namun kehidupan pekerja migran Myanmar di Thailand rentan dan tidak luput dari permasalahan-permasalahan seperti eksploitasi, kekerasan, diskriminasi, penyakit HIV AIDS, aborsi. Selain itu, mereka umumnya juga bekerja di sektor yang masuk kualifikasi unskilled. Hal ini dikarenakan rendahnya pendidikan dan kualitas sumber daya manusia. FED, sebuah NGO, sebagai aktor non negara hadir untuk membantu dalam penyelesaian masalah tersebut. FED berusaha untuk menyokong kebutuhan pekerja migran khususnya dalam peningkatan pendidikan dan sumber daya manusia. Tulisan ini akan menjelaskan peran FED terhadap pekerja migran Myanmar di Thailand tahun 2015-2018. Untuk menganalisisnya, penulis menggunakan teori peran NGO yang terdiri dari participation, empowerment dan mediator. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa FED telah menjadi tiga peran sebagai NGO. Peran participation diwujudkan dengan kegiatan-kegiatan yang menuntut keaktifan pekerja migran melalui program-program pendidikan khususnya untuk anak-anak. Kedua, konsep peran empowerment diwujudkan melalui program- program pelatihan dalam upaya pengembangan kemampuan para pekerja migran. Terakhir adalah peran sebagai mediator yaitu upaya FED menjembatani pekerja migran Thailand dengan masyarakat global melalui program-programnya baik melalui mediasi digital maupun non digital. Kata Kunci : Pekerja Migran, Peran FED, Participation, Empowerment, Mediato
KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI BERBAGAI MACAM PATI BIJI BERAS DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN
Penggunaan plastik untuk pengemas makanan yang tidak sesuai dapat memicu rusaknya jaringan tubuh manusia bahkan memicu kanker. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan plastik berbahan dasar gas alam dan minyak bumi. Hingga saat ini, bahan tersebut masih digunakan namun mulai dikurangi kuantitasnya karena tidak ramah lingkungan serta berpotensi mengganggu kesehatan. Salah satu inovasi plastik yang dapat diterapkan yaitu plastik dari bahan organik yang dapat dimakan (Edible Film). Pengembangan bahan edible film diantaranya adalah senyawa polimer dari tumbuhan seperti pati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi terbaik dalam pembuatan edible film menggunakan berbagai macam biji beras dengan rasio pemberian kasein dan kitosan cangkang udang. Pati yang digunakan berasal dari biji beras putih, biji beras merah, biji beras hitam, biji beras ketan putih dan biji beras ketan hitam. Biji beras yang telah dihaluskan disaring dengan 100 mesh dan dilakukan pengadukan bersama kasein, kitosan dan gliserol untuk menjadi edible film. Studi pembuatan edible film dilakukan dengan variasi jenis biji beras dan variasi penambahan kitosan : kasein dengan rasio = 20:4, 25:4, 30:4, 35:4, 40:4 dalam gram. Pengujian menunjukkan semakin tinggi kandungan kitosan dan amilosa pada pati, akan meningkatkan nilai Tensile Strength (TS) edible film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film terbaik didapatkan dari pati beras ketan putih dengan variasi kitosan 1,25 gram. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.284
SISTEM INFORMASI REKOMENDASI PAKET PRODUK PERTANIAN
Besarnya sektor pertanian di Indonesia memberikan peluang bagi usaha dagang yang dikelola warga setempat untuk menyediakan berbagai keperluan penunjang kegiatan pertanian. Maraknya toko pertanian membuat persaingan bisnis di bidang usaha pertanian cukup kompetitif. Maka dari itu diperlukan sebuah strategi pemasaran yang dapat meningkatkan penjualan berbagai macam produk pertanian yang dipasarkan. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah Association Rule Mining dengan menggunakan algoritma FP-Growth. Metode tersebut diterapkan untuk memperoleh association rules yang digunakan sebagai acuan dalam membuat rekomendasi paket produk pertanian pada toko pertanian untuk meningkatkan penjualan. Alur kerja sistem dimulai dari preprocessing data untuk membentuk itemset yang kemudian diproses mengunakan algoritma FP-Growth. Langkah selanjutnya adalah dengan menentukkan nilai minimum support dan minimum confidence sebagai batasan dalam perhitungan algoritma FP-Growth. Sistem akan mengeleminasi sejumlah itemset yang tidak memenuhi ambang batas yang ditentukan untuk menghasilkan frequent itemset yang kemudian ditambang menjadi rules sebagai acuan untuk membentuk paket produk pertanian yang paling direkomendasikan. Dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa terdapat 3 itemset yang hampir selalu muncul dan paket produk pertanian yang paling direkomendasikan adalah Prowl 250 ml (Herbisida) yang berasosiasi dengan Antracol 70wp 1 kg (Fungisida) dengan nilai support 6,38% dan nilai confidence 85,71% serta nilai lift ratio 8,95. DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v16i1.253
PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN UNIVERSITAS MENGGUNAKAN METODE AHP DAN SWOT PADA UNIVERSITAS XYZ
Universitas XYZ merupakan universitas yang telah menerapkan ICT (Information and Communication Technologies) dalam operasional akademik maupun non akademik. Oleh karena itu, universitas wajib mendayagunakan sepenuhnya guna mendukung universitas dalam mempercepat pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan sehingga penerapan ICT menjadi selaras dengan kepentingan bisnis Universitas XYZ. Perlunya dilakukan penyelarasan ICT dengan strategi bisnis menjadi kebutuhan yang sangat mendesak mengingat semakin hari semakin banyak kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemenristek Dikti yang harus diakomodasi melalui ICT. Maka universitas wajib menyusun rencana strategis sistem informasi /teknologi informasi (SI/TI) karena strategi informasi akan menjadi sebuah kebijakan informasi yang berisi tujuan, sasaran dan kegiatan-kegiatan yang akan dicapai dalam periode yang telah ditentukan. Tujuan utamanya adalah untuk mengelola, menerapkan, dan memelihara sumber-sumber informasi, serta mendukung basis pengetahuan organisasi yang penting dengan sistem dan teknologi yang tepat. Berdasarkan kebutuhan dan permasalahan tersebut maka dari sinilah awal ide perlunya dilakukan penelitian berjudul Perumusan Strategi Pengembangan Universitas Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) Pada Universitas XYZ yang diproyeksikan selama tiga tahun kedepan. Dengan perencanaan strategis sistem informasi dan teknologi informasi diharapkan dapat memberikan arahan bagi Universitas XYZ dalam pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang akan mendukung tujuan bisnis institusi. DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v16i1.232
KARAKTERISTIK GUGUS FUNGSI PADA POLIMERISASI SILIKA SELULOSA
bangannya. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mencari kondisi terbaik dalam prosesmendapatkannya. Silika selulosa didapatkan dari polimerisasi. Polimerisasi silika selulosa dipengaruhioleh kondisi modulus sodium selulosa (Na2.nSiO2), dimana n adalah rasio molar SiO2 dan Na2O. Padapenggunaan modulus yang rendah tidak dapat terjadi polimerisasi, di sisi lain dengan peningkatankosentrasi NaOH berpengaruh terhadap kemurnian silika sehingga menyebabkan tidak dapat terjadipolimerisasi. Untuk menghindari gagalnya proses polimerisasi maka ditambahkan Carboxy MethylCellulose (CMC) yang berfungsi sebagai zat pengikat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui karakteristik gugus fungsi pada polimerisasi silika selulosa pada berbagai modulus sodiumselulosa. Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap yaitu ekstraksi silika dari geothermal sludge, prosespolimerisasi silika selulosa, proses gellin, dan uji FTIR untuk mengetahui gugus fungsi penyusun silikaselulosa. Hasil yang didapatkanyaitu terdapat 4 gugus fungsi penyusun silika selulosa, antara lainalkohol (- OH) dengan rentang panjang gelombang 3433,98 – 3362,84(cm-1 ) ,karboksilat (-COOH)1637,20 – 1617,54 (cm-1 ), siloksan (Si-O-Si) 1065,89 -1042,73 (cm-1 ), dan silanol (Si-OH) 796,63 –788,43 (cm-1).DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.255
Implementasi Sapta Pesona di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin
ABSTRAK Kabupaten Merangin memiliki berbagai objek wisata yang kaya akan cagar budaya, makanan khas serta keindahan panorama alam yang patut untuk dikunjungi baik itu Objek Wisata Alami maupun Objek Wisata Buatan, tak hanya pesona alamnya saja yang indah. Namun Kabupaten Merangin juga mempunyai situs warisan dunia dengan berbagai macam jenis fosil yang dikenal dengan Goepark Merangin yang merupakan Sebuah kawasan konservasi, dan edukasi yang menjadi ikon dari Kabupaten Merangin. Salah satu lokasi objek wisata Goepark di Kabupaten Merangin yang memiliki koleksi berbagai Fosil dari daun, kayu, akar, hewan, dan juga kerang-kerangan adalah kawasan objek Wisata Mengkarang Purba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Sapta Pesona di Objek Wisata Mengkarang Purba Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin serta Hambatan dan Upaya mengatasi Hambatan Tersebut. Metode penelitian dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 7 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sapta pesona dengan tujuh unsur aman, tertib, bersih, indah, sejuk, ramah tamah dan kenangan di objek wisata mengkarang purba Desa Bedeng Rejo belum terlaksana dengan baik, hal ini dikarenakan ada beberapa hambatan. Adapun hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tujuh unsur sapta pesona di objek wisata mengkarang purba adalah belum terlaksananya unsur aman untuk meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik. Pada unsur bersih belum tersedianya pakaian khusus untuk petugas kebersihan serta penampilan petugas yang seadanya. Pada unsur kenangan, yaitu belum tersedianya aneka cendera mata dan tempat kuliner. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut adalah dengan melakukan gotong royong bersama masyarakat setempat untuk memperbaiki jalan yang rusak,memberikan seragam kepada anggota pokdarwis dan menyediakan kerajinan lokal. Kata kunci: Implementasi, Sapta Pesona, Objek Wisata, Mengkarang Purba. ABSTRACT Merangin Regency has various tourist objects that are rich in cultural heritage, special food and beautiful natural scenery that deserves to be visited, both Natural Tourism Objects and Artificial Tourism Objects, not only its beautiful natural charm. However, Merangin Regency also has a world heritage site with various types of fossils known as the Merangin Goepark which is a conservation and educational area that has become an icon of Merangin Regency. One of the locations of the Goepark tourist attraction in Merangin Regency which has a collection of various fossils from leaves, wood, roots, animals, and shellfish is the area of the Ancient Mengkarang Tourism object. The purpose of this study was to determine the implementation of Sapta Pesona in the tourism object of mengkarang ancient in Bedeng Rejo Village, West Bangko District, Merangin Regency and the obstacles and efforts to overcome these obstacles. The research method used a descriptive method through a qualitative approach, while the sample in this study were 7 people with a purposive sampling technique. The results showed that the implementation of sapta charm with seven elements of safe, orderly, clean, beautiful, cool, friendly and memorable in the ancient composing tourist attraction of Bedeng Rejo Village has not been carried out well, this is because there are several obstacles. The obstacles faced in implementing the seven elements of sapta charm in ancient composing tourist objects are that the safe elements have not been implemented to minimize the risk of accidents in the use of public facilities. On the element of cleanliness, there is no special clothing available for cleaning officers as well as the appearance of officers who are modest. On the element of memory, namely the unavailability of various souvenirs and culinary places. Efforts made to overcome these obstacles include working together with the local community to repair damaged roads, provide uniforms to pokdarwis members and provide local handicrafts. Kata kunci: Implementasi, Sapta Pesona, Objek Wisata, Mengkarang Purba DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v11i1.249
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN SERBUK KOMBUCHA DARI DAUN ASHITABA (Angelica keiskei), KERSEN (Muntingia calabura), DAN KELOR (Moringa oleifera)
Minuman serbuk merupakan jenis produk pangan yang mudah untuk disajikan atau dikonsumsi dalam waktu yang relatif singkat. Kombucha adalah produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter kultur kombucha (Acetobacter xylinum dan Saccharomyces cereviseae serta beberapa jenis khamir lainnya) dan difermentasi selama 7-14 hari. Selama proses fermentasi, kombucha menghasilkan asam-asam organik seperti asam glukoronat, asetat, laktat, amino dan enzim lainnya. Kombucha memiliki manfaat sebagai antioksidan, antibakteri, dapat mendetoksifikasi dan memperbaiki liver karena mengandung asam glukoronat. Penggunaan daun ashitaba (Angelica keiskei), daun kersen (Muntingia calabura), dan daun kelor (Moringa oleifera), dapat menjadi diversifikasi produk kombucha karena mengandung antioksidan dan komponen bioaktif lainnya. Minuman kombucha akan lebih praktis jika dibuat menjadi bentuk serbuk dengan menggunakan maltodekstrin dan gum arab sebagai bahan pengisi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bahan baku daun kaya antioksidan serta proporsi maltodekstrin dan gum arab sehingga dihasilkan produk minuman serbuk dengan kualitas yang baik dan dapat diterima oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah jenis bahan baku daun ashitaba, kersen dan kelor. Faktor II adalah proporsi bahan pengisi maltodekstrin dan gum arab (90:10), (75:25), (60:40). Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan Uji Duncan (DMRT) 5%. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik dari aktivitas antioksidannya adalah perlakuan menggunakan daun kersen dengan proporsi maltodekstrin dan gum arab (60:40). Perlakuan terbaik ini mempunyai kadar air 3,72%, kadar abu 0,33%, vitamin C 123,16 mg/100g, pH 4,02, total fenol 6,21 mgTAE/g, aktivitas antioksidan 44,13%, total asam 0,41%, total gula 12,57%, Total mikroba 4,35x105 cfu/ml, kelarutan 93,81% . Hasil uji organoleptik hedonik didapatkan nilai rasa 4,12 (suka), aroma 4,16 (suka), tekstur 3,4 (agak suka). Kata kunci : Kultur kombucha, daun ashitaba, daun kersen, daun kelor, antioksidan DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.272
ANALISIS KESEJAHTERAAN PETANI PADI DI DESA PASIRIAN, KECAMATAN PASIRIAN, KABUPATEN LUMAJANG, PROVINSI JAWA TIMUR
Tingkat pendapatan berpengaruh terhadap kesejahteraan ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani berdasarkan pendapatan usahatani padi di Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Penelitian dilaksanakan bulan November-Desember 2019. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan survei atau observasi dan wawancara. Data dianalisis untuk mengetahui total biaya, penerimaan, dan pendapatan. Pendapatan dibagi dengan jumlah anggota keluarga untuk mengetahui pendapatan pertahun yang selanjutnya dibandingkan dengan Upah Minimum Kota (UMK) sebagai indeks kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan petani dari usahatani padi sebesar 517.260.00/tahun dengan rata-rata sebesar Rp 17.242.000/tahun jika dilihat perbulan sebesar Rp 1.436.833,33/bulan. Sedangkan UMK di Kabupaten Lumajang sebesar Rp 1.826.831,72/bulan. Dapat disimpulkan bahwa petani padi di Desa Pasirian belum dikatakan sejahtera karena jumlah pendapatan petani masih dibawah jumlah pendapatan UMK kabupaten Lumajang. DOi : https://doi.org/10.33005/adv.v10i1.171