E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
Dampak Pariwisata Terhadap Perubahan Sikap Masyarakat Desa Penyangga Taman Wisata Alam Kawah Ijen
ABSTRACT The current trend in the success of tourism development is based on the growth in the number of tourist arrivals. The existence of the tourist attraction of the Ijen Crater Natural Park with the uniqueness of the blue fire is a popular tourist attraction. The number of visits that continues to increase every year has an impact on life around tourist attractions. The impact of changing people's attitudes is the component most quickly affected by the high increase in the number of tourist visits. This research is important because the location of Ijen Crater is between two districts so that it can affect local communities from different administrative locations. Attitude changes were analyzed using the Irridex theory developed by Doxey on the stages of changing people's attitudes towards tourism development. This research was conducted using a qualitative descriptive research methodology with data collection methods in the form of observation, in-depth interviews and questionnaires to support qualitative data. From the theoretical analysis of Irridex Doxey, it provides an illustration that the development and increase in the number of tourists in the Ijen Crater Nature Park have an impact on changes in people's attitudes, namely at the Apathy and Annoyance stages. Changes in attitude also occur due to the entry of new capital owners outside the community. Minimizing the impact of the tourism development of Ijen Crater is very necessary to reduce changes in people's attitudes towards antagonism that lead to unsustainable tourism. Keywords: Ijen Crater, Changes in Community Attitudes, Tourism Impact ABSTRAK Tren keberhasilan perkembangan pariwisata saat ini yang didasarkan pada pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan. Keberadaan daya tarik wisata Taman Wisata Alam Kawah Ijen dengan keunikan blue fire menjadi daya tarik kunjungan yang populer. Jumlah kunjungan yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya memberikan dampak terhadap kehidupan disekitar daya tarik wisata. Dampak perubahan sikap masyarakat menjadi komponen paling cepat terpengaruh dari tingginya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Penelitian ini menjadi penting dikarenakan lokasi Kawah Ijen berada di antara dua kabupaten sehingga dapat mempengaruhi masyarakat lokal dari letak administrasi yang berbeda. Perubahan sikap dianalisis dengan teori Irridex yang dikembangkan oleh Doxey tentang tahapan perubahan sikap masyarakat terhadap perkembangan pariwisata. Penelitian ini dilakukan menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan kuesioner sebagai pendukung data kualitatif. Dari analisis teori Irridex Doxey memberikan gambaran bahwa perkembangan dan peningkatan jumlah wisatawan di Taman Wisata Alam Kawah Ijen berdampak pada perubahan sikap masyarakat yaitu pada tahap Apatis dan Annoyance. Perubahan sikap terjadi juga diakibatkan dengan masuknya pemilik modal baru diluar lingkungan masyarakat. Meminimalisir dampak perkembangan pariwisata Kawah Ijen sangat diperlukan untuk mengurangi perubahan sikap masyarakat menuju antagonism sehingga menyebabkan pariwisata yang tidak berkelanjutan. Kata Kunci: Kawah ijen, Perubahan Sikap Masyarakat, Dampak Pariwisata DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v11i1.252
Koordinasi Pemerintah Daerah dan Instansi Vertikal dalam Meningkatkan Stabilitas Keamanan di Wilayah Perbatasan Indonesia-Filipina (Studi di Kabupaten Kepulauan Sangihe)
ABSTRAK Di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Republik Filipina yang menjadi bagian wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe masih banyak pelintas batas illegal tanpa melalui Pos Lintas Batas Marore sehingga rawan dimanfaatkan untuk praktek penyelundupan, terorisme, penjualan senjata, narkotika, dan perdagangan manusia. Permasalahan lainnya yang masih terjadi adalah pencurian ikan oleh nelayan Filipina. Untuk mengatasinya dibutuhkan koordinasi yang efektif antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan Instansi-Instansi Vertikal dalam rangka meningkatkan stabilitas keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana koordinasi pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan instansi vertikal dalam meningkatkan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Ditinjau dari 9 syarat koordinasi yang efektif yaitu: hubungan langsung; kesempatan awal; kontinuitas; dinamisme; tujuan yang jelas; organisasi yang sederhana; perumusan wewenang dan tanggung jawab yang jelas; komunikasi yang efektif; dan kepemimpinan dan supervisi yang efektif. . Hasil penelitian menunjukan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Instansi Vertikal dalam upaya meningkatkan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, belum memenuhi semua syarat sebagai koordinasi yang efektif. Kata Kunci: Koordinasi, Stabilitas Keamanan, Wilayah Perbatasan ABSTRACT In the border area of the Republic of Indonesia-the Republic of the Philippines, which is part of the Sangihe Islands Regency, there are still many illegal border crossers without going through the Marore Border Post so that they are prone to be exploited for the practice of smuggling, terrorism, arms sales, narcotics and human trafficking. Another problem that still occurs is illegal fishing by Filipino fishermen. To overcome this, it requires effective coordination between the Sangihe Islands Regency Government and vertical agencies in order to improve security stability. This study aims to analyze how the coordination of the local government of Sangihe Islands Regency and vertical agencies in improving security stability in border areas. This research uses qualitative methods with data collection through interviews, observation and documentation. Judging from the 9 requirements for effective coordination, namely: direct relationship; chance early; continuity; dynamism; clear objectives; simple organization; clear formulation of authorities and responsibilities; effective communication; and effective leadership and supervision. . The results showed that the coordination between the Sangihe Islands Regency Government and Vertical Agencies in an effort to improve security stability in the border area, has not fulfilled all the requirements for effective coordination. Keywords: Coordination, Security Stability, Border Areas DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v11i1.253
STUDI LITERATUR KAITAN ANTARA REKAYASA KEBUTUHAN DAN REKAYASA SISTEM
Rekayasa dalam perangkat lunak sangat penting untuk dilakukan. Terlebih lagi banyak tahap yang perlu dilewati sebelum sebuah perangkat lunak benar-benar siap untuk digunakan. Salah satunya adalah rekayasa kebutuhan dan rekayasa sistem. Untuk mengetahui lebih lanjut keterkaitan antara rekayasa kebutuhan dan rekayasa sistem, akan dikaji lebih dalam pada karya tulis ini. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan literature terkait guna mendapatkan informasi tentang rekayasa kebutuhan maupun rekayasa sistem. Dari literatur tersebut akan disimpulkan apakah kaitan antara rekayasa kebutuhan dan rekayasa sistem. DOI : https://doi.org/10.33005/sibc.v14i1.2080Rekayasa dalam perangkat lunak sangat penting untuk dilakukan. Terlebih lagi banyak tahap yang perlu dilewati sebelum sebuah perangkat lunak benar-benar siap untuk digunakan. Salah satunya adalah rekayasa kebutuhan dan rekayasa sistem. Untuk mengetahui lebih lanjut keterkaitan antara rekayasa kebutuhan dan rekayasa sistem, akan dikaji lebih dalam pada karya tulis ini. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan literature terkait guna mendapatkan informasi tentang rekayasa kebutuhan maupun rekayasa sistem. Dari literatur tersebut akan disimpulkan apakah kaitan antara rekayasa kebutuhan dan rekayasa siste
Sistem Informasi Geografis Pelaporan Kerusakan Dan Perbaikan Jalan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Berbasis Web Dan Android
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengadaan, pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan, penerapan sistem manajemen mutu dan pengendalian mutu pelaksanaan pekerjaan penyediaan dan pengujian bahan dan peralatan serta keselamatan dan baik fungsi jalan dan jembatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Permasalahan yang dihadapi BBPJN VIII saat ini ialah pelaporan kerusakan dan perbaikan jalan masih menggunakan metode tertulis, dengan menggunakan media tersebut akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan data laporan kerusakan jalan dari petugas penilik jalan, dan metode penanganan jalan yang rusak masih menggunakan buku manual. Sistem yang dibangun berbasis Web dan Android, sistem berbasis Admin Web akan mendapatkan semua akses dari menambahkan, mengedit, hingga menghapus pegawai, satker, ppk, ruas, kategori kerusakan, detail kerusakan, jenis kerusakan dan kriteria kerusakan, dapat juga men-tracking pegawai serta dapat melihat kerusakan dan perbaikan jalan dalam bentuk peta Google Maps. Sedangkan sistem berbasis Web dan Android digunakan oleh pegawai seperti aktor Satker, PPK, dan Penilik yang digunakan sebagai pelaporan dan perbaikan kerusakan jalan, melihat penanganan jalan yang rusak, melihat data kerusakan dan perbaikan jalan berbentuk Google Maps hingga dapat meng-export data tersebut. DOI : https://doi.org/10.33005/sibc.v14i1.240
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Rhizopus oligosporus DAN Rhizopus oryzae PADA TEMPE ASAL BEKASI
Tempe yang berkualitas memiliki kandungan gizi tinggi seperti protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh. Dalam proses fermentasi tempe terdapat kapang Rhizopus sp. yang paling dominan. Adanya Rhizopus sp. sebagai agen untuk menghasilkan berbagai macam enzim yang dapat mengurai senyawa kompleks protein menjadi lebih sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kapang Rizhopus sp. dari beberapa tempe di Bekasi. Metode yang digunakan dengan cara tanam langsung pada media PDA. Pengamatan makroskopis dilakukan dengan mengamati warna konidia dan miselium, sedangkan pengamatan mikroskopik dilakukan dengan teknik slide culture yaitu mengamati bentuk Spora, kolumela, Sporangiospora dan hifa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat isolat kapang R. oligosporus dan R. oryzae. Inokulum tempe didominasi oleh kapang R. oligosporus. Kata kunci: tempe, isolasi, identifikasi, R oligosporus, R. Oryzae DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.274
PENGARUH KONSENTRASI PROPOLIS TERHADAP MUTU KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK YOGHURT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi propolis terhadap mutu kimia, mikrobiologis, dan organoleptik yoghurt. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal yang terdiri atas (kosentrasi: 0%, 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, dan 0,5%). Parameter yang diamati yaitu sifat kimia (kadar protein dan nilai total asam laktat) sifat mikrobiologi (total BAL), dan sifat organoleptik (rasa, warna, dan aroma). Data hasil pengamatan dianalisis keragaman dengan taraf nyata 5% dengan menggunakan Co-Stat. Apabila terdapat beda nyata, dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (parameter organoleptik), sedangkan untuk paramater mikrobiologis dan sifat kimia dilakukan uji lanjut menggunakan polynomial orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi propolis memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap total BAL, Total Asam laktat, kadar protein, namun tidak berbeda nyata terhadap sifat organoleptik sifat organoleptik aroma (hedonik dan skoring), warna (hedonik dan skoring), rasa (hedonik dan skoring) dari yoghurt. Yoghurt dengan penambahan propolis 0,5% merupakan perlakuan terbaik dengan BAL 1,5 x 108CFU/g, Total asam laktat 1,44 %, Kadar protein 3,04%, warna, rasa, dan aroma diterima panelis. Kata Kunci : Antioksidan, Propolis, Yoghurt DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.274
GASTRODIPLOMASI SEBAGAI SEBUAH STRATEGI INDONESIA DALAM MEMPERKENALKAN BUDAYA KULINER DI PERANCIS
Gastrodiplomasi merupakan bagian dari diplomasi publik yang menggunakan makanan sebagai sarana untuk meningkatkan brand awareness suatu negara. Kementerian Pariwisata Indonesia membuat sebuah program gastrodiplomasi yang berupa Co-Branding Diaspora Restaurant Indonesia pada tahun 2018. Setelah 4 bulan program tersebut berjalan, salah satu restoran diaspora di Perancis yaitu restoran Djakarta Bali menunjukkan keberhasilan sehingga menjadi sorotan utama pemerintah Indonesia. Restoran ini berhasil mendatangkan pengunjung lokal, mendapatkan ulasan positif dari warga Perancis, dan mendapatkan nominasi sebagai restoran terbaik di Paris oleh salah satu situs. Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan bagaimana strategi gastrodiplomasi yang dilakukan Indonesia hingga bisa mencapai keberhasilan di Perancis. Untuk memahami fenomena ini, penulis menggunakan konsep gastrodiplomasi serta memakai metode kualitatif-deskriptif. Penggalian data juga dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi untuk mengetahui keberhasilan strategi gastrodiplomasi yang dilakukan di Perancis pada tahun 2018 – 2019. Hasil temuan penulis adalah terdapat dua strategi yang diterapkan, yaitu Product Marketing Strategy dan Media Relations Strategy. DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.234
Kohesi Voting Negara-Negara Comunidade dos Países de Língua Portuguesa (CPLP) dalam United Nations General Assembly (UNGA) 1997-2018
ABSTRACT Comunidade dos Países de Língua Portuguesa (CPLP) is an international organisation that was founded on the basis of common language dan culture, which are Portuguese. Its members span across four continents and have very diverse socio-political and economic background. Some of them are developed European country of Portugal, big and promising country of Brazil, and small and newly formed country of Timor Leste. CPLP pledges to reach their general objectives, which are political and diplomatic consultation among member states, cooperation in all fields, and promotion of Portuguese language. With diverse backgrounds and seemingly optimist objectives, one wonder how CPLP countries could develop uniform preference of foreign policy over its time of being. In this paper, the writers would like to know how united are these countries of CPLP in United Nations General Assembly (UNGA), through researching their voting cohesion. We start our research from 1997 – a year after CPLP was founded – and ended in 2018. From this research, we conclude that trend of voting cohesion of CPLP countries is increasing. We also find that the highest voting cohesion could be found in resolution regarding middle east issues and the lowest in the resolution regarding human rights issues. Keywords: CPLP, UNGA, Voting Cohesion ABSTRAK Comunidade dos Países de Língua Portuguesa (CPLP) adalah organisasi internasional yang didirikan atas dasar kesamaan bahasa dan budaya, yakni bahasa dan budaya Portugis. Anggota organisasi tersebut terpencar ke empat benua dan memiliki latar belakang sosio-politik dan ekonomi yang sangat beragam. Beberapa diantaranya adalah Portugal yang merupakan negara maju Eropa, Brazil yang merupakan negara besar dan menjanjikan, hingga Timor Leste yang merupakan negara kecil dan baru. CPLP berjanji untuk menggapai tujuan-tujuan utama mereka, yaitu konsultasi politik dan diplomatik antar negara anggota; kerjasama di segala bidang; dan promosi bahasa Portugal. Dengan latar belakang yang berbeda dan tujuan yang tampak optimis ini, kita bertanya-tanya apakah negara-negara CPLP bisa mengembangkan preferensi kebijakan luar negeri menjadi seragam selama waktu keberadaannya. Dalam tulisan ini, penulis ingin tahu seberapa bersatu negara-negara CPLP dalam United Nations General Assembly (UNGA), dengan meneliti kohesi voting mereka. Kami memulai penelitian kami dari 1997 – setahun pasca CPLP didirikan – dan berakhir pada 2018. Dari penelitian ini, kami menyimpulkan bahwa tren kohesi voting CPLP adalah meningkat. Kami juga menemukan bahwa kohesi voting tertinggi ada pada resolusi terkait isu Timur Tengah dan yang terendah ada pada resolusi terkait isu HAM. Kata-Kata Kunci: CPLP, Majelis Umum PBB, Kohesi Voting DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.228