E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
Implementation Of Village-Owned Enterprises (BUMDES) In Sibalung Village, Kemranjen District, Banyumas Regency
ABSTRACT This research is entitled Implementation of Village Owned Enterprise Management (Bumdes) in Sibalung Village, Kemranjen District, Banyumas Regency. That the role of village economic development is very important in building community welfare. Rural development is one way to eradicate poverty. Village development can be improved through developing the potential of the village economy and becoming a forum for rural communities to develop themselves and their environment independently and in a participatory manner. Village communities have the same rights to participate in growing and developing in building an equitable order of life and welfare. One of the new approaches that is expected to be able to become a driving force for development and the wheels of the village economy is through the establishment of village community economic institutions called Village-Owned Enterprises (BUMDes) as one of the mainstay programs in increasing village economic independence. This study uses a qualitative research method with a case study approach. Where the location of this research is in Sibalung Village, Kemranjen District, Banyumas Regency, which is a village that has a BUMDes which is currently developing. The results of this study are based on the approach to implementing policies and organizational management. The aspect of policy implementation looks at the management of BUMDes in terms of policies, target groups, and environmental factors, of which the three aspects have been going quite well in the implementation of BUMDes in Sibalung Village. Keywords: BUMDes, Policy Implementation ABSTRAK Penelitian ini berjudul Implementasi Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Di Desa Sibalung Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Bahwa peran pembangunan ekonomi Desa menjadi sangat penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Pembangunan pedesaan merupakan salah satu cara dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Pembangunan desa dapat ditingkatkan melalui pengembangan potensi perekonomian desa dan menjadi wadah bersama masyarakat pedesaan dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri dan partisipatif. Masyarakat desa memiliki hak yang sama untuk ikut tumbuh dan berkembang dalam membangun tatanan kehidupan dan kesejahtraan secara merata. Salah satu pendekatan baru yang diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan dan roda perekonomian desa adalah melalui pendirian kelembagaan ekonomi masyarakat desa yang disebut dengan istilah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu program andalan dalam meningkatkan kemandirian perekonomian desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dimana lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Sibalung Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, yang mana merupakan desa yang memiliki BUMDes yang saat ini sedang berkembang. Hasil penelitian ini di dasarkan pada pendekatan implementasi kebijakan dan manajemen organisasinya. Adapaun aspek implementasi kebijakan melihat pengelolaan BUMDes dari sisi kebijakan, kelompok sasaran, dan faktor lingkungan, dimana dari tiga aspek tersebut sudah berjalan cukup baik pada pelaksanaan BUMDes di Desa Sibalung. Kata Kunci: BUMDes, Implementasi Kebijaka
Implementation Of The Jogo Tonggo Program In Karangnangka Village, Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas
ABSTRACT Important instruments in policy implementation are institutions and structures to achieve goals effectively and efficiently as expected. WHO declared COVID-19 as a pandemic until September 6, 2020. There were 26,468,031 cases of COVID-19 and 871,166 deaths worldwide. The Central Java Provincial Government has issued Instruction Number 1 of 2020 concerning Community Empowerment in Accelerating the Handling of COVID-19 at the Level of Community Units (RW) through the Establishment of the Jogo Tonggo Task Force. This research uses a qualitative method with a descriptive approach through the collection of words and pictures. The research design was carried out using a case study approach where the researcher developed a description and in-depth analysis of program implementation. Implementing the Jogo Tonggo program in Karangnangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency has been going well and effectively. This paper studied the aspect of an ideal policy per the rules and regulations of the central government, which is supported by policies at the local government level so that the program can realize properly. Target groups for affected communities by involving collaboration. The elements of the village government, village institutions, and the participation of the community. Implementing organizations comprise village government, village health, Dasa Wisma, village institutions, and communities. Environmental support maintains a culture of cooperation, both socially and economically. Keywords: Implementation, Jogo Tonggo, Collaboration, Institutions ABSTRAK Instrumen yang penting dalam implementasi kebijakan adalah kelembagaan dan struktur untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien sesuai dengan yang diharapkan. WHO mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi hingga tanggal 6 September 2020 tercatat jumlah kasus COVID-19 sebanyak 26.468.031 dan kasus meninggal sebanyak 871.166 di seluruh dunia. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pemberdayaan Masyarakat Dalam Percepatan Penanganan COVID-19 di Tingkat Rukun Warga (RW) Melalui Pembentukan Satgas Jogo Tonggo. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui pengumpulan berupa kata-kata dan gambar. Desain penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi kasus dimana peneliti mengembangkan deskripsi dan analisis mendalam tentang implementasi program. Implementasi Progam Jogo Tonggo di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas sudah berjalan dengan baik dan efektif. Hal ini dikaji melalui aspek kebijakan yang ideal sesuai dengan aturan dan regulasi dari pemerintah pusat yang didukung dengan kebijakan pada level pemerintah daerah sehingga jalannya program dalam terrealisasi dengan baik. Kelompok sasaran kepada masyarakat terdampak dengan melibatkan kolaborasi unsur pemerintah desa, kelembagaan desa serta peran serta dari masyarakat. Organisasi pelaksana yang terdiri Pemerintah Desa, kesehatan desa, Dasa Wisma, kelembagaan desa dan masyarakat. Dukungan lingkungan yang mempertahankan budaya gotong royong baik sosial maupun ekonomi warga. Kata Kunci: Implementasi, Jogo Tonggo, Kolaborasi, Kelembagaan
MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PERAKITAN KOMPUTER DASAR UNTUK JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Saat ini, sarana dan prasarana sudah disediakan oleh lembaga pendidikan seperti fasilitas lab komputer memang sudah ada namun peralatan praktikum masih kurang sehingga perlu alat media pembelajaran untuk belajar dasar-dasar contohnya pada perakitan dasar komputer di SMK. Hal ini perlu dilakukan agar proses belajar jadi lebih menarik dan tidak membosankan, dapat dilakukan kapan, dan dimana saja, serta meningkatkan kualitas belajar dari siswa. Media pembelajaran ini diharapkan menjadi alat bantu dapat siswa dan guru. Dalam pembuatan media interaktif, metode yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle(MDLC). Software yang digunakan untuk membuat simulasi ini adalah Adobe Flash. Seperti animasi kartun, animasi interaktif, aplikasi permainan, profil sekolah, media presentasi, video tutorial, dan bentuk informasi interaktif lainnya. Hasil akhir berupa aplikasi yang memiliki ukuran 92,22MB dengan format APK, yang sudah diuji dengan materi dan black box dengan hasil 88,73% sehingga layak untuk dipulikasikan
IMPLEMENTASI CLEAN ARCHITECTURE MVVM DAN REPOSITORY PATTERN UNTUK PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID JUAL BELI BARANG BEKAS “SECONDHAND”
Model View ViewModel atau yang biasa disingkat MVVM merupakan salah satu desain arsitektur yang sering digunakan dalam pengembangan aplikasi mobile khususnya android. MVVM memiliki beberapa tujuan, dari segi penulisan kode arsitektur ini bertujuan untuk mempermudah dalam penulisan kode dan melakukan testing, dari segi fitur arsitektur ini dibuat untuk bisa bertahan dalam perubahan konfigurasi pada aplikasi. Penerapan MVVM terkadang juga diikuti dengan penerapan repository pattern, repository pattern adalah sebuah desain arsitektur dalam pengembangan software, di mana repository pattern bertujuan untuk memisahkan data layer dari keseluruhan aplikasi, sehingga bagian lain akan ‘buta’ terhadap sumber data yang diberikan. Aplikasi SecondHand mengimplementasikan dua arsitektur ini dengan tujuan agar bisa membangun sebuah aplikasi yang bersih dari segi kode, dan kokoh dari segi fitur
Proses Collaborative Governance Dalam Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Digital (Studi di Kabupaten Banyumas)
Collaborative governance is the government's effort in dealing with an increasingly occurring problem. The government's efforts that are considered effective, especially in the post-covid-19 era, are implementing several digitalization programs. One of the efforts to digitize the program was carried out by the Banyumas Regency Government as an innovation in dealing with the waste problem. By establishing a synergy between the Banyumas Regency Government through the Banyumas Regency Environmental Service, PT Banyumas Investama Jaya (BIJ), and Non-Governmental Organizations (KSM) and the general public, it is hoped that they can encourage digital-based waste management programs that meet the expectations of all parties. The purpose of this article is to describe the collaborative governance process in digital-based waste management in Banyumas Regency. The method used is descriptive qualitative with data collection, namely interviews, observations and documentation. The results show that collaborative governance in digital-based waste management in Banyumas Regency is running well. The collaboration process that has been carried out has been seen from the dialogue carried out between sectors, the building of trust and commitment between each stakeholder, and a sense of mutual understanding, as well as the provisional results and the collaboration process carried out. Abstraksi-Collaborative governance menjadi upaya pemerintah dalam menangani suatu permasalahan yang kian terjadi. Upaya pemerintah yang dirasa efektif terutama di era pasca pandemi covid 19 adalah dengan menerapkan beberapa program digitalisasi. Salah satu upaya program digitalisasi tersebut diakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas sebagai inovasi dalam menangani persoalan sampah. Dengan membentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, PT Banyumas Investama Jaya (BIJ), dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) serta masyarakat umum diharapkan dapat mendorong program pengelolaan sampah berbasis digital yang sesuai harapan semua pihak. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan proses collaborative governance dalam pengelolaan sampah berbasis digital di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan menggunakan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa collaborative governance dalam pengelolaan sampah berbasis digital di Kabupaten Banyumas berjalan cukup baik. Proses kolaborasi yang dilakukan sudah terlihat dari dialog yang dilakukan antar sektor, terbangunnya kepercayaan dan komitmen antara setiap stakeholder, dan adanya rasa saling memahami, serta adanya hasil sementara dan proses kolabrasi yang dilakukan.Kata kunci: Collaborative governance , Pengelolaan Sampah Digital, Era Adaptasi Kebiasaan Baru.Kata kunci: kinerja guru UKS, budaya dan nilai spiritua
STUDI PENDAHULUAN KADAR LEMAK, KADAR PROTEIN DAN KADAR KAROTENOID PADA SUBSTRAT AMPAS KELAPA YANG DIFERMENTASI DENGAN NEUROSPORA SPP
Proses fermentasi dengan kapang Neurospora mampu meningkatkan kualitas gizi bahan pangan. Ampas kelapa adalah limbah bahan pangan yang dapat difermentasi sehingga kualitas nilai gizinya meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji kadar lemak dan kadar protein dan kadar karoten ampas kelapa yang difermentasi dengan jamur Neurospora sp. Ampas kelapa difermentasi selama 2, 3, 4 dan 5 hari dengan inokulum Neurospora sp. Ampas hasil fermentasi masing-masing kemudian diuji kadar protein dan kadar lemak mengacu pada metode SNI 01-2891-1992 dan SNI 01-2891-1992. Hasil pengukuran menunjukkan terjadinya peningkatan kadar protein dan penurunan kadar lemak pada ampas kelapa selama masa fermentasi. Kenaikan kadar protein paling tinggi sebesar 69.27% dicapai pada hari ke-2 fermentasi dan penurunan kadar lemak paling tinggi sebesar 26.21% dicapai pada hari ke-5 fermentasi. Proses fermentasi juga menaikan kadar karotenoid ampas dari tidak terdeteksi menjadi 1.95 µmol/L. Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa kualitas gizi ampas kelapa dapat ditingkatkan melalui proses fermentasi menggunakan jamur Neurospora sp DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.245
POTENSI BUBUK BIJI SRIKAYA DAN BUBUK DAUN JAMBU BIJI SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN WADER (Rasbora lateristriata) SELAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH
Ikan wader merupakan salah satu jenis ikan air tawar lokal Indonesia yang dikonsumsi oleh masyarkat sebagai sumber protein hewani. Ikan wader termasuk bahan pangan yang mudah rusak sehingga perlu dilakukan penyimpanan yang tepat. Bubuk biji srikaya mengandung alkaloid dan tanin, dan daun jambu biji mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Campuran kedua pengawet alami tersebut diharapkan menghasilkan aktivitas antimikroba yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan terbaik antara konsentrasi campuran bubuk biji srikaya dan bubuk daun jambu biji serta lama penyimpanan terhadap kualitas ikan wader pada suhu rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi campuran bubuk biji srikaya dan bubuk daun jambu biji (0%, 10%,20% dan 30%) dan lama penyimpanan (0, 3, 6 dan 9 hari). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA , jika ada perberbedaan nyata dilanjut dengan Uji Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik adalah perlakuan konsentrasi campuran bubuk biji srikaya dan bubuk daun jambu biji 30% serta lama penyimpanan 9 hari menghasilkan ikan wader dengan karakteristik: kadar air 77,01%, total mikroba 5,36 cfu/g, TVBN 26,06 mg/100g, WHC 57,60%, tekstur 27,80 mm/g/detik dan uji organoleptik skoring meliputi warna 7,10 (tidak kusam) dan aroma 7,07 (aroma ikan). DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.244
IMPLEMENTASI WONDERSHARE QUIZ CREATOR DALAM PEMBELAJARAN ONLINE BERBASIS E-LEARNING DI PRODI MTU POLTEKBANG SURABAYA
Implementasi Wondershare Quiz Creator (WQC) bertujuan untuk menunjukkan tingkat kepuasan taruna dalam kemajuan teknologi informasi yaitu berupa penggunaan evaluasi pembelajaran secara online menggunakan E-learning dan memanfaatkan perangkat lunak Wondershare Quiz Creator (WQC). Perangkat lunak WQC mempunyai dampak yang posistif bagi dunia pendidikan di bidang teknologi informasi berbasis internet, serta dapat menunjang proses pembelajaran karena memberikan variasi atau pilihan dalam dunia pendidikan. Keunggulan yang ditawarkan juga banyak yaitu dari segi kecepatan mendapatkan informasi, failitas multimedia yang dapat menjadikan pembelajaran semakin menarik minat dari segi visual dan interaktifnya. Dengan berkembangnya teknologi internet, proses pembelajaran pun menjadi bervariasi dan banyak kegiatan yang dapat menujang dengan didukung adanya perkembangan teknologi tersebut. Pada masa pandemi seperti sekarang sekolah dituntut untuk melakukan pembelajaran berbasis on-line. Hal ini tentunya dilakukan dengan pemanfaatan media on-line sebagai penunjang proses pembelajaran. Bukan hanya pembelajaran, pelaksanaan evaluasi pembelajaran juga dilakukan secara on-line DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v16i1.248
Optimalisasi Sektor Unggulan Kota Surabaya dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
ABSTRAK Angka korban akibat pandemi Covid-19 yang melanda Kota Surabaya semakin hari semakin bertambah. Permasalahan yang terjadi di kehidupan masyarakat bahwa kenaikan pendapatan per kapita mungkin tidak menaikkan standar hidup riil masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengembangan ekonomi lokal dalam pemulihan pasca pandemi Covid-19. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Ruang lingkup penelitian adalah optimalisasi sektor unggulan Kota Surabaya dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dengan menggunakan pendekatan Blakely dan Bradesaw (2003) yaitu pengembangan basis ekonomi, kelembagaan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dan pengembangan teknologi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh adalah pengembangan basis ekonomi Kota Surabaya pada masa pandemi sudah menerapkan pertumbuhan ekonomi berbasis lokalitas yang bertumpu pada sektor penyediaan akomodasi dan makan. Dari segi kelembagaan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya sudah saling berkoordinasi dan berkolaborasi melakukan berbagai pelatihan untuk pelaku ekonomi. secara garis besar sudah melaksanakan beberapa pelatihan dan pendampingan kepada UMKM, namun masih ada catatan yang perlu diperbaiki. Faktor yang diperhatikan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Surabaya adalah kendala jaringan usaha. Dengan adanya pandemi yang melanda, banyak sekali jaringan yang sudah terbentuk, mendadak mengalami pengurangan bahkan pemutusan dalam distribusi barang dan jasa. Dalam pengembangan teknologi, Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan pihak swasta dalam mendukung pelaku UMKM. Selain pihak swasta, berbagai pihak seperti peneliti, lembaga penelitian, dunia usaha dan lainnya diupayakan mendukung kegiatan pemerintah. Marketplace merupakan salah satu media penggerak ekonomi nasional era kompetitif global dan di masa pandemi Covid-19. Kata Kunci: Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL), Pandemi Covid-19 ABSTRACT Covid-19 pandemic that struck Surabaya is increasing day by day. The problem that occurs in people's lives is that the increase in per capita income may not raise the real standard of living of the community. The purpose of this study is to analyze the development of the local economy in recovery after the Covid-19 pandemic. Research conducted using qualitative research methods with a descriptive approach. The scope of the research is the optimization of the leading sectors of Surabaya in economic recovery after the Covid-19 pandemic using the Blakely and Bradesaw (2003) approach, namely the development of economic bases, institutions, development of Human Resources, and technology development. Based on the results of research that has been obtained and is the development of the economic base of the Surabaya during the pandemic, it has implemented a locality-based economic growth that relies on the sector of providing accommodation and food. From an institutional perspective, the Surabaya Regional Apparatus Organization (OPD) has coordinated and collaborated to conduct various trainings for economic players. Broadly speaking, it has carried out some training and mentoring to UMKM, but there are still notes that need to be improved. The factor to be considered in the development of Human Resources in Surabaya is the constraints of the business network. With the pandemic that has hit, many networks that have been formed have suddenly experienced a reduction or even cutouts in the distribution of goods and services. In developing technology, the Surabaya City Government collaborates with the private sector in supporting UMKM players. Apart from the private sector, various parties such as researchers, research institutes, the business community and others are made to support government activities. The marketplace is one of the media driving the national economy in the global competitive era and during the Covid-19 pandemic. Keywords: Local Economic Development (LED), Covid-19 Pandemic DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v11i1.248