E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI COMMUNITY BASED TOURISM PADA PROGRAM DESA WISATA
Pariwisata merupakan sektor yang dapat memberikan peranan besar bagipembangunan suatu daerah sekaligus memberikan kontribusi bagi perolehan devisa,mendorong kegiatan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun penciptaankesempatan kerja. Pariwisata berbasis masyarakat sebagai sebuah pendekatan pemberdayaanyang melibatkan dan meletakkan masyarakat sebagai pelaku penting dalam konteksparadigma baru pembangunan yakni pembangunan yang berkelanjutan.Pengembangan desawisata semestinya direncanakan dengan hati- hati dengan perencanaan yang matang supayadampak yang timbul dapat terkontrol. Perlu perencanaan strategi, pendekatan, maupun modelpengembangan desa yang sesuai dengan keadaan masyarakat dan geografis desa.Pengembangan sebuah potensi wisata dalam suatu kawasan diharapkan memberikan dampakpositif serta memiliki dampak negatif seminimal mungkin. Hasil penelitian menunjukanbahwa : 1. Menentukan (define) topik utama atau tema pemberdayaan yang bisa dilakukanoleh Pokdarwis dalam mengembangkan Desa Wisata. 2. Pada tahap ini yaitu menemukan(discovery) berbagi aset dan potensi wilayah yang bisa dikembangkan oleh Pokdarwispada program Desa Wisata. 3. Metode yang ketiga yaitu memimpikan (dream) masa depan, inimerupakan hal terpenting dalam proses pemberdayaan berbasis pada masyarakat. Dalam faseini masyarakat diajak untuk mengungkapkan hal terbaik apa yang hendak di capai dalambeberapa waktu ke depan. 4. Kegiatan selanjutanya yaitu merancang atau perencanaan(design) dilakukan setelah masyarakat menentukan goal atau tujuannya pada fase dream.Kegiatan ini menentukan siapa saja yang dilibatkan, waktu, tempat, dan beberapa logistik yangdiperlukan untuk memulai aksi program. 5. Kegiatan yang telah disepakati dan direncanakanbersama para anggota Pokdarwis pada tahap perencanaan, dapat dilakukan (destiny) dandiimplementasikan di tahap ini. Semua stakeholder harus mendukung kegiatan yang telahdirencanakan oleh Pokdarwis. DOI : https://doi.org/10.33005/jbi.v13i1.307
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PT. MITRA BISNIS KELUARGA VENTURA WILAYAH MALANG
This research aims to determine the effect of leadership and work motivation either partially or simultaneously on employee performance at PT. Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura in Malang Region. Employee performance can be improved if the company pays attention to the leadership and work motivation experienced by each employee. A controlled leadership style and level of motivation are able to enable employees to perform their duties and responsibilities properly according to what is directed by the leadership of the company. Besides that, it can also make employees increase the intensity of their performance. The data in this study were analyzed using quantitative methods with a total number of respondents as many as 61 employees and using five formulas, namely Multiple Regression Analysis, Correlation Analysis, T-test, F-Test and Determination Coefficient Test (R2). The results of this study indicate that the variables of leadership and work motivation affect employee performance by 84.6% and 15.4% are influenced by other variables which are not included in this study. Simultaneously and partially show that there is an influence between leadership and work motivation on the performance of employees of PT. Mitra bisnis Keluarga (MBK) of the Malang Region.. DOI : https://doi.org/10.33005/jbi.v13i1.308
ANALISIS PENINGKATAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI SUMATERA UTARA PADA KONDISI PANDEMI COVID 19
Abstract Indeks Pembangunan Manusia adalah salah satu indikator dalam mengukur tingkat keberhasilan pembangunan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa seberapa besar kualitas indeks pembangunan manusia (IPM) dipengaruhi oleh proporsi pengeluaran rumah tangga bidang makanan dan bukan makanan, dan proporsi pengeluaran pemerintah bidang pendidikan. Dalam mengukur dan menganalisa digunakan data runtun waktu (time series) dan silang tempat (cross section) atas 25 Kabupaten/ kota periode 2019 - 2020 (triwulan). Analisa data menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antar proporsi pengeluaran rumah tangga bidang makanan dan bukan makanan, proporsi pengeluaran pemerintah bidang pendidikan, terhadap indeks pembangunan manusia di Sumatera Utara. Besarnya pengaruh tersebut telah ditunjukkan oleh nilai koefisien variabel-variabel bebas, yakni : -0,004 untuk variabel proporsi pengeluaran rumah tangga bidang makanan, 0,037 untuk variabel proporsi pengeluaran rumah tangga bidang bukan makanan, 0,051 untuk variabel proporsi pengeluaran pemerintah bidang pendidikan, 0,005. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia; Pengeluaran Rumah Tangga bidang makanan dan bukan makanan; Pendidikan Abstract The Human Development Index is one of the indicators in measuring the success rate of human development. This study aims to analyze how much the quality of the human development index (HDI) is influenced by the proportion of household spending on food and non-food, and the proportion of government spending on education. In measuring and analyzing, time series and cross-sectional data are used for 25 districts/cities for the period 2019 - 2020 (quarterly). Data analysis using panel data regression. The results of this study indicate that there is a significant effect between the proportion of household expenditure on food and non-food, the proportion of government expenditure on education, on the human development index in North Sumatra. The magnitude of this influence has been shown by the coefficient values of the independent variables, namely: -0.004 for the proportion of household expenditures in the food sector, 0.037 for the proportion of household expenditures in the non-food sector, 0.051 for the variable proportion of government expenditures in the education sector, 0.005. Keywords: Human Development Index; Household Expenditures in the food and non-food sectors; Education DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v12i1.279
INOVASI PELAYANAN PUBLIK DI ERA PANDEMI COVID-19: BEST PRACTICES DI PROVINSI JAWA BARAT
ABSTRAK Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah merubah berbagai tatanan kehidupan, tanpa kecuali Bangsa Indonesia. Sistem perekonomian, kesehatan, sosial dan budaya bahkan pemerintahan di Indonesia ikut berubah menyesuaikan dengan kondisi akibat pandemi tersebut. Pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah turut berubah menyesuaikan kondisi agar pelayanan publik tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19. Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (PIKOBAR), Pelayanan Administrasi Kependudukan Kota Bandung dan MOPELING SARASA (Motor Pelayanan Keliling Saba Rahayat Desa) Kabupaten Sukabumi merupakan beberapa contohnya. Ketiga pelayanan ini mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat di kala pandemi Covid-19. Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan best practices inovasi pelayanan publik di masa pandemi Covid-19 di Provinsi Jawa Barat, menganalisis prasyarat keberhasilan inovasi pelayanan publik di masa pandemi Covid-19 dan mengetahui tantangan dalam implementasi inovasi pelayanan publik tersebut. Tulisan ini menggunakan metode studi pustaka yaitu pengumpulan data dan informasi dengan telaahan berbagai referensi, literatur dan jurnal penelitian yang relevan dengan topik penulisan. PIKOBAR Provinsi Jawa Barat, Pelayanan Administrasi Kependudukan Kota Bandung dan MOPELING SARASA Kabupaten Sukabumi terbukti dapat memberikan kemudahan dalam pelayanan di kondisi pandemi Covid-19. Di saat berbagai hal serba terbatas, ketiga inovasi tersebut dapat membantu masyarakat untuk tetap mendapatkan pelayanan dari pemerintah. Berdasarkan inovasi diatas prasyarat keberhasilan inovasi pelayanan publik di masa Pandemi Covid-19 diantaranya komitmen pimpinan, sinergitas antar pihak, berorientasi output dan dukungan teknologi informasi. Sedangkan tantangan yang dihadapi dalam implementasi inovasi pelayanan publik tersebut adalah sumber daya, partisipasi masyarakat dan keberlanjutan inovasi. Kata kunci: Pelayanan Publik, Inovasi, Inovasi Pelayanan Publik, Pandemi Covid-19[1] [2] , Best Practices ABSTRACT Due to the Covid-19 pandemic, the world has experienced changes in every part of life, such as economy, health, social and cultural systems. The Indonesian government has changed the public services system, in order to run the public services smoothly in the midst of pandemics. In the West Java Province, at least three innovation was developed in order to ease the public services, these are; Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (PIKOBAR), Pelayanan Administrasi Kependudukan form Bandung Municipality dan MOPELING SARASA (Motor Pelayanan Keliling Saba Rahayat Desa) Sukabumi Regency. These three innovations are able to provide services to the community during the Covid-19 pandemic. Therefore, the aims of this paper are to describe the best practices of public service innovation in the West Java Province and analyze the prerequisite for innovation success and explore the challenges in the innovations’ implementation. The literature method was used in this article, data was gathered from various references, literature, journals, and articles related to the research topic. PIKOBAR West Java Province, Pelayanan Administrasi Kependudukan Bandung Municipality dan MOPELING SARASA Sukabumi Regency provide public services with convenience and easiness during the pandemic and helps the community to get the service from the government. Based on the analysis of innovation best practices, the authors found that the commitment from the leaders, collaboration, output-oriented, and information technology improvement are the prerequisite for innovation success. While the innovation faced the challenge in terms of resources, community participation and innovation continuity. Keywords: Public Services, Innovation, Public Services Innovation, Pandemic Covid-19, Best Practices DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v12i1.297
PENURUNAN KADAR TSS DAN BOD PADA LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI
Air buangan sisa detergen dapat menimbulkan permasalahan serius karena produk detergen dan bahan-bahan kimianya dapat berakibat toxic bagi kehidupan dalam air. Komposisi kimia dalam detergen yaitu zat aktif permukaan (surfaktan), bahan penguat (builder) dan bahan-bahan lainnya (pemutih, pewangi dan bahan penimbul busa). Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar TSS dan BOD pada limbah cair laundry dan untuk mencari jarak tiap elektroda dan kecepatan pengadukan yang terbaik dalam proses elektrokoagulasi pada kadar TSS dan BOD pada limbah cair laundry. Metode dalam penelitian ini adalah elektrokoagulasi dengan mixed reaktor secara batch dan menggunakan elektroda alumunium dengan variabel kecepatan pengadukan 120, 240, 360, 480, 600rpm dan jarak elektroda 1, 2, 3, 4, 5cm selama 60 menit. Hasil yang diperoleh yaitu kadar TSS dan BOD mengalami penurunan terbaik berturut-turut yaitu sebesar 20 mg/L dan 42 mg/L pada jarak elektroda sebesar 1cm dengan kecepatan pengadukan sebesar 600rpm dan sudah memenuhi standar baku mutu (60 mg/L untuk TSS dan 75 mg/L untuk BOD). DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.348
PERBANDINGAN MOL CaCl2 DENGAN ETILEN GLIKOL TERHADAP SINTESIS PRECIPITATED CALCUM CARBONATE
Limbah yang ditimbulkan pada produksi pupuk ZA yang merupakan tepung kristal kalsit mengandung CaO dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan precipitated calcium carbonat (PCC), saat ini sedang dikembangkan sebagai material maju berukuran kurang dari 100nm disebut nano-PCC. Metode yang digunakan adalah kopresipitasi bottom-up yaitu dengan mencampurkan larutan filtrat CaCl2 (dari reaksi CO dan HCl), larutan polimer etilen glikol, larutan NaOH (untuk netralisasi) dan Na2CO3. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan rasio mol CaCl2 dengan etilen glikol pada berbagai suhu. Sintesis PCC ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu persiapan bahan, pencampuran, pengaturan pH, pengendapan, dan pengeringan. Variable yang digunakan adalah perbandingan rasio mol CaCl2 : etilen glikol (1:8); (1:9); (1:10); (1:11); (1:12) dan peubah suhu (30; 40; 50; 60; 70ºC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan rasio mol CaCl2 : etilen glikol dan suhu sangat berpengaruh terhadap hasil ukuran partikel CaCO3, dimana semakin kecil perbandingan rasio mol CaCl2 : etilen glikol, maka ukuran partikel PCC yang terbentuk semakin berukuran nano seiring peningkatan suhu. Hasil terbaik didapatkan pada perbandingan mol CaCl2 : etilen glikol (1:8) pada temperatur 70ºC didapatkan ukuran partikel nano-PCC sebesar 5,044 nm dengan yield sebesar 75,9%, serta didapatkan kristal aragonit-kalsit dengan bentuk batang dan prismatic serta kandungan CaCO3 sebesar 81,69%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.348
PENGARUH KEPEMIMPINAN KETUA POKTAN TERHADAP EFEKTIVITAS POKTAN DI KABUPATEN PACITAN
Tujuan penelitian yaitu: mengkaji kepemimpinan ketua poktan, mengkaji tingkat efektivitas poktan, mengkaji hubungan antara kepemimpinan ketua poktan dengan efektivitas poktan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan menggunakan metode deskriptif. Populasi yang digunakan, semua anggota poktan yang tergabung dalam 105 poktan. Penentuan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Terpilih 20 poktan dengan sampel 2 orang di setiap poktan. Poktan terdapat tingkatan kelompok pemula, lanjut, madya dan utama. Sampel yang digunakan 40 responden. Metode analisa yang digunakan adalah Uji Korelasi Koefisien Rank Spearman (rs). Hasil penelitian Kepemimpinan Ketua Poktan dengan Efektivitas poktan di Kecamatan Pacitan menyatakan bahwa: Kepemimpinan ketua poktan di Kecamatan Pacitan termasuk dalam kategori sedang dengan nilai 70%. Efektivitas poktan di Kecamatan Pacitan termasuk dalam kategori sedang dengan nilai 65%. Hasil uji Rank Spearman dan uji signifikansi pada taraf kepercayaan 95%, diperoleh hasil bahwa hubungan Kepemimpinan Ketua Kelompok Tani dengan Efektivitas Poktan memiliki hubungan yang signifikan. DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v11i1.325