E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Kerjasama Perdagangan Indonesia dengan Negara Mitra di Masa Pandemi Covid-19
Abstract Globalization encourages every country to move to develop innovation. The emergence of globalization certainly has an impact on the life of a country, including Indonesia. Diversification and expansion of exports to non-traditional countries in accordance with the policy direction of Indonesia's international trade cooperation. The expansion of exports to non-traditional markets is one of the strategies undertaken by the Government to anticipate the current global trade conditions, this condition provides an opportunity for Indonesia to open up greater market access and rise faster during this pandemic. This analysis aims to see the effectiveness of international trade cooperation during the COVID-19 pandemic. The research method used are desk research and comparison study, by comparing Indonesia's trade with partner countries that have and have not conducted trade cooperation. Use secondary trade data from the Central Bureau of Statistics before and during the pandemic. Based on this analysis, there are indications that the cooperation carried out by partner countries that have been explored cannot run optimally by looking at the structure of trade value as well as the growth of exports and imports of Indonesia with partner countries. Keywords: International Trade Cooperation, Pandemic Covid 19, Export ImportGlobalisasi mendorong setiap negara untuk bergerak mengembangkan inovasi. Munculnya globalisasi tentunya membawa dampak bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Diversifikasi dan perluasan ekspor ke negara non tradisional sesuai dengan arah kebijakan kerjasama perdagangan internasional Indonesia. Perluasan ekspor ke pasar non tradisional tersebut merupakan salah satu strategi yang dilakukan Pemerintah guna mengantisipasi kondisi perdagangan global saat ini, kondisi ini memberikan kesempatan Indonesia untuk membuka akses pasar yang lebih besar serta bangkit lebih cepat di masa pandemi ini. Analisis ini bertujuan untuk melihat efektivitas kerjasama perdagangan internasional dimasa pandemi covid 19. Metode penelitian yang akan digunakan adalah comparison studydan desk research, dengan membandingkan kerjasama Inonesia dengan negara lain tanpa adanya perjanjian perdagangan. Data perdagangan menggunakan sekunder dari Badan Pusat Statistik sebelum dan saat pandemi. Berdasarkan analisis ini terdapat indikasi bahwa kerjasama yang dilakukan oleh negara mitra yang sudah dijajaki tidak dapat berjalan optimal dengan dengan melihat struktur nilai perdagangan serta pertumbuhan ekspor dan impor Indonesia dengan negara mitra. Kata kunci: Kerjasama Perdagangan Internasional, Pandemic Covid 19, Ekspor Impor DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i2.300
KARAKTERISTIK TAWAS BERBAHAN DASAR KALENG MINUMAN ALUMINIUM BEKAS
Penggunaan kaleng minuman aluminium bekas sebagai bahan dasar pembuatan tawas ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat timbunan sampah yang tidak bisa terurai. Produk yang dihasilkan pada penelitian ini merupakan tawas alum kalium, KAl(SO4)2.12H2O. Tawas ini dapat membantu proses penjernihan air karena perannya sebagai koagulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari tawas yang dihasilkan dari bahan dasar kaleng minuman aluminium bekas. Proses pembuatan tawas dari kaleng ini diawali dengan pemotongan kaleng dengan ukuran yang seragam. Kemudian potongan kaleng dilarutkan dengan KOH 30% dengan variasi volume selama 30 menit lalu dilakukan filtrasi. Filtrat diendapkan kembali dengan penambahan H2SO4 sebanyak 30ml dengan variasi konsentrasi. Endapan kemudian dicuci dan dikeringkan dalam oven. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tawas berbahan dasar kaleng minuman aluminium bekas yang terbaik pada volume KOH 50ml dengan konsentrasi H2SO4 8M dengan karakteristik berupa padatan berwarna putih dengan pH sebesar 3,5 dan kadar KAl(SO4)2.12H2O sebesar 91,9%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.348
Planned resilience, Adaptive resilience, dan enterprises performance di Kota Berastagi
Tujuan penelitian ini mengetahui instrumen dari tiap variabel yang paling tinggi dan lemah yang dijawab oleh responden penelitian untuk dikaji. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif bertujuan untuk mengetahui variabel yang memiliki indikator dan dimensi yang paling tinggi dan paling rendah sehingga dijelaskan secara statistic. Variabel pada penelitian ini yaitu Planned resilience, Adaptive resilience, dan enterprises performance. Kajian penelitian ini membahas model ketahanan UMKM yang terdampak Covid-19 di sekitar objek Wisata. Kajian penelitian ini dilakukan pada UMKM yang melakukan aktifitas bisnis disekitar objek wisata Kota Berastagi pada tahun 2022. Analisis data yang digunakan yaitu SPPS. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pertanyaan yang memiliki respon tertinggi adalah kami memiliki rencana yang telah dilatih dan di uji ketika akan adanya bencana/musibah yang akan datang (PR2). Pertanyaan dari variabel planned resilience yang memiliki respon terendah adalah memiliki fokus bisnis apabila ada terjadi bencana/musibah di bisnis kami (PR3). Kedua, pertanyaan yang memiliki respon tertinggi adalah Kami mampu pempertahankan sumberdaya bisnis yang kami miliki selama covid-19 (AR1). Ketiga, pertanyaan yang memiliki respon tertinggi adalah kami memiliki kinerja bisnis yang baik selama covid-19 (EP1). Keywords: Planned resilience, Adaptive resilience, dan enterprises performanc
Konflik Dalam Kebijakan Revitalisasi Pasar Tradisional Tunjungan Kota Surabaya: Stakeholder dan Dinamika
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa konflik dalam kebijakan revitalisasi Pasar Tradisional Tunjungan Kota Surabaya. Pendekatan análisis stakeholder dari Mark S. Reed dan Paul Wehr digunakan sebagai pisau analisa untuk melihat peran serta pemetaan bentuk konflik dari para stakeholder yang terlibat pada kebijakan revitalisasi. Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan paradigma interpretatif. Fokus penelitian ini berkaitan dengan konflik kebijakan revitalisasi Pasar Tradisional Tunjungan Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah dua belas orang dengan teknik sampling purposive untuk penentuan informannya. Hasil analisis dengan pendekatan analisis stakeholder menghasilkan beberapa temuan terkait. Pertama, Key players: para stakeholder dari unsur eksekutif, Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Tim Monitoring dan Evaluasi BUMD; kedua, para stakeholder dari unsur Legislatif, DPRD Kota Surabaya, khususnya Komisi B Bagian Perekonomian. Ketiga, para stakeholder dari unsur Direksi PD Pasar Surya Kota Surabaya. Context setters: Pemerintah Kota Surabaya dan Narasumber Pemerintah Kota Surabaya. Subjects: Kepala Pasar Tunjungan dan Pengurus Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T). Terakhir, Crowd: Pedagang Pasar Tunjungan yang dibagi dalam delapan tipe pedagang. Sementara itu, hasil analisis dengan pendekatan teori pemetaan konflik menghasilkan beberapa temuan terkait dengan dinamika konflik, yaitu penyebab munculnya konflik adalah pada saat Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T) melakukan gugatan kepada PD Pasar Surya dan Pemerintah Kota Surabaya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Hasil analisis lain menunjukkan bahwa para aktor yang berkonflik, baik dari unsur Pemerintah Kota maupun Direksi PD Pasar Surya lebih banyak melakukan bentuk-bentuk kolaborasi, akomodasi dan kompromi di dalam niatan menangani konflik yang muncul
Analisis E-Readiness Pemerintah Desa dalam Pengembangan E-monografi Desa
Abstract— Peran pemerintah desa dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sangatlah penting. Oleh karena itu perbaikan manajemen data desa sangatlah diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan tersebut. Data desa memiliki posisi yang sangat strategis dan sangat dibutuhkan untuk setiap proses pembangunan yang dilakukan. E-monografi desa sebagai wujud inovasi yang dilakukan oleh pemerintah desa Kedungpeluk sebagai upaya perbaikan proses pengelelolaan data desa (mulai pengumpulan, pengelolaan/pengolahan, penyajian, pemanfaatan dan update data desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis e-readiness Pemerintah Desa Kedungpeluk dalam pengembangan E-monografi desa. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif melalui wawancara, survei lapangan/observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga indikator yaitu kesiapan infrastruktur teknologi, kesiapan sumber daya manusia dan kesiapan kebijakan (Peter dalam Staletic, et.al. 2020) di Desa Kedungpeluk sudah cukup siap. Dari aspek kesiapan infrastruktur teknologi diperlukan penambahan unit yang diperuntukkan khusus untuk pengembangan dan pemanfaatan e-monografi desa melalui pengalokasian anggaran desa dan melalui kerjasama dengan pihak lain. Sedangkan dari aspek kesiapan sumber daya manusia diperlukan penambahan jumlah perangkat desa yang memiliki latar belakang pendidikan yang dibutuhkan dan pembentukkan taks force atau bagian/sub-bagian dalam struktur pemerintah desa yang memiliki tugas pengembangan dan pemanfaatan e-monografi desa, dan mengirimkan perangkat desa dalam program pelatihan terkait dengan e-government atau e-monografi desa. Terakhir dari aspek kesiapan kebijakan diperlukan penetapan peraturan Desa Kedungpeluk terkait dengan petunjukan teknis dalam pengembangan dan pemanfaatan e-monografi desa. Hal tersebut perlu diperhatikan untuk mendukung keberhasilan pengembangan e-monografi secara optimal. Keywords— E-monograph, E-readiness, Pemerintah Desa, dan Data Desa) Abstract— The role of the village government in encouraging the acceleration of national development is very important. Therefore, improvement of village data management is needed to support the acceleration of development. Village data has a very strategic position and is needed for every development process carried out. Village e-monographs as a form of innovation carried out by the Kedungluk village government as an effort to improve the village data management process (starting from collecting, managing/processing, presenting, utilizing and updating village data. This study aims to analyze the e-readiness of the Kedungluk Village Government in developing E-monographs). - village monograph The method used is a qualitative approach through interviews, field surveys/direct observations and documentation. The results show that of the three indicators, namely technological infrastructure readiness, human resource readiness and policy readiness (Peter in Staletic, et.al. 2020 ) in Kedungluk Village, it is quite ready. From the aspect of technological infrastructure readiness, it is necessary to add units specifically designated for the development and utilization of village e-monographs through the allocation of village budgets and through collaboration with other parties. Meanwhile, from the aspect of readiness of human resources, it is necessary to increase the number village officials who have the required educational background and the formation of a tax force or section/sub-section within the village government structure that has the task of developing and utilizing village e-monographs, and sending village officials in training programs related to e-government or e-monographs village. Finally, from the aspect of policy readiness, it is necessary to stipulate Kedungluk Village regulations related to technical guidance in the development and use of village e-monographs. This needs to be considered to support the success of optimal e-monograph development. Keywords— E-monograph, E-readiness, Village Government, and Village Dat
OPTIMASI REKOMENDASI RANGKING HOTEL MENGGUNAKAN RETRIEVAL MODEL TENSORFLOW
Beberapa orang memilih hotel untuk liburan mereka namun beberapa diantara mereka kesulitan untuk menentukan hotel mana yang cocok dan bagus untuknya, ada banyak rekomendasi hotel yang merekomendasikan berdasarkan harga termurah atau hotel terpopuler. Namun, faktanya tidak semua orang menginginkan hotel hanya berdasarkan harga termurah atau bahkan berdasarkan popularitas dari sebuah hotel. Beberapa orang ada yang memilih hotel berdasarkan user preferences nya atau berdasarkan lokasi terdekat user dengan sebuah hotel. Optimasi rekomendasi rangking hotel ini menggunakan Retrieval Model dan package TensorFlow untuk memberikan rekomendasi hotel yang sesuai dengan preferences user sehingga output dari rekomendasi hotel setiap user dapat berbeda-beda. Hasil dari penelitian ini akan memudahkan user untuk memilih hotel yang cocok untuknya. Sehingga memudahkan user untuk mengambil keputusan saat memilih hotel untuk liburanny
PEMBUATAN GIM “PENCAK SILAT: ART OF FIGHT” MENGGUNAKAN UNITY
Perkembangan game mobile di Indonesia merupakan salah satu perkembangan platform game yang sedang besar-besarnya, bahkan dapat menghasilkan dari memainkan game mobile tersebut. game bertema fighting merupakan salah satu tema pada game yang lumayan populer dikalangan dunia, yang mempertarungwkan karakter 1 lawan 1 pada sebuah arena bertarungnya. Tentunya industri pengembang game di Indonesia juga tidak mau kalah dipersaingan dunia, maka dari itu terciptalah game “Pencak Silat: Art of Fight” karya anak bangsa yang memiliki konsep Pencak Silat sebagai karakter utama dan bertema game fighting melawan 1 lawan 1 dengan pengguna beladiri lain seperti karate dan taekwondo. Game ini dibangun menggunakan aplikasi bantuan bernama Unity Game Engine, yang sudah lumrah digunakan para pengembang game yang sedang merintis sebagai aplikasi penunjang pembuatan game
Investasi Generasi Muda Dalam Surat Berharga Negara Ritel Sebagai Wujud Bela Negara
State defense is the right and obligation of every citizen to be carried out both physically and non-physically. The development of various government infrastructure is inseparable from financing constraints in the APBN in the form of a financial gap that can be overcome, among others, by foreign loans which have the consequence of increasing the burden on the APBN every year if there is a depreciation of the Indonesian currency against the foreign currency used. In addition, the choice of strategy through portfolio investment by foreign investors through the purchase of SBN carries a risk that massive selling of SBN in the secondary market can lower the price of SBN and have an impact on the credibility of the government. As an alternative solution, it is necessary to intensify the deepening and inclusion of the domestic financial market as a manifestation of defending the country, especially the contribution of the younger generation in national development through the purchase of retail SBN. However, the challenge faced is the low level of public financial literacy to increase the domestic investor base in retail SBN ownership. The method in this research is to conduct an assessment of the concepts and theories used based on the availability of literature from scientific journal articles, books, and regulations. The results of the analysis show retail investors as the targeted target considering the proportion of the younger generation population is increasing and the character of Indonesian retail investors is generally buy and hold, which is different from the behavior of foreign investors who tend to be profit oriented. Ownership of retail state securities in addition to obtaining a fixed return in the form of a coupon that remains until maturity also has pride as an embodiment of defending the country and love for the homeland has invested in national development. Increasing the younger generation in retail SBN ownership means strengthening the domestic investor base and strengthening the resilience of the nation's and state's economy.Keywords: National Defense, Young Generation, Retail SBN Abstraksi-Bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara untuk dilakukan baik secara fisik maupun nonfisik. Pembangunan berbagai infrastruktur pemerintah tidak terlepas dari kendala pembiayaan dalam APBN berupa financial gap yang dapat ditanggulangi antara lain dengan pinjaman luar negeri yang memiliki konsekuensi menambah beban APBN setiap tahunnya bilamana terjadi depresiasi mata uang Indonesia terhadap mata uang asing yang dipergunakan. Disamping itu pilihan strategi melalui investasi portofolio oleh pemodal asing melalui pembelian SBN memiliki risiko dimana penjualan SBN secara masif di pasar sekunder dapat menurunkan harga SBN dan berdampak terhadap kredibilitas pemerintah. Sebagai alternatif solusi perlu digiatkan pendalaman dan inklusi pasar keuangan domestik sebagai perwujudan bela negara khususnya kontribusi generasi muda dalam pembangunan nasional melalui pembelian SBN ritel. Namun tantangan yang dihadapi yaitu literasi keuangan masyarakat yang masih rendah untuk meningkatkan basis investor domestik dalam kepemilikan SBN ritel. Metode dalam penelitian ini dengan melakukan pengkajian mengenai konsep dan teori yang digunakan berdasarkan pada ketersediaan literatur baik dari artikel jurnal ilmiah, buku, dan peraturan. Hasil analisis menunjukkan investor ritel sebagai target yang dibidik mengingat populasi generasi muda semakin bertambah proporsinya dan karakter investor ritel Indonesia umumnya buy and hold, yang berbeda dari perilaku investor asing yang cenderung profit oriented. Kepemilikan surat berharga negara ritel disamping memperoleh pengembalian tetap berupa kupon yang tetap sampai jatuh tempo juga memiliki kebanggaan sebagai perwujudan bela negara dan cinta tanah air telah berinvestasi dalam pembangunan nasional. Peningkatan generasi muda dalam kepemilikan SBN ritel berarti turut memperkuat basis investor domestik dan memperkuat ketahanan perekonomian bangsa dan negara.
STRUKTUR PASAR BUAH PISANG DI KABUPATEN SUMENEP MARKET STRUCTURE OF BANANA FRUIT IN SUMENEP REGENCY
Buah yang banyak digemari dan dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat adalah pisang dengan berbagai macam jenisnya. Produksi buah pisang di Kabupaten Sumenep tersebar di beberapa wilayah kecamatan, memungkinkan para pelaku usaha (pedagang) buah pisang untuk memaksimalkan pemasaran buah pisang supaya tidak terjadi ketimpangan pasar. Ketimpangan pasar terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara banyaknya penjual dengan pembeli yang hanya ada beberapa di pasar, akibatnya harga ditentukan oleh pihak yang memiliki kekuatan pasar yang besar. Pada kondisi ini dapat mencerminkan apakah struktur pasar berjalan secara sempurna atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis struktur pasar buah pisang di Kabupaten Sumenep. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan wawancara terhadap para pedagang di tiga kecamatan (Pragaan, Batuputih dan Rubaru). Penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analasis data pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar buah pisang di Kabupaten Sumenep dengan pendekatan CR4 dan HHI menuju pada pasar monopolistik. DOI : https://doi.org/10.33005/agridevina.v11i2.347
Kemitraan United State Agency for International Development dan Persatuan Waria Kota Surabaya dalam Penanggulangan HIV-AIDS (2014-2016)
This study aims to understand the social interactions and health services of transwomen HIV/AIDS survivors in Surabaya which are associated with the role of the United State Agency for International Development (USAID) in the Global Health Initiative discourse. This study uses a qualitative approach using interview guidelines and case study methods specifically to answer the research objectives. The information collected is information about the role of the Surabaya City Waria Association (Perwakos) in tackling HIV/AIDS in relations with USAID partners as International Donor Institutions, Program Implementation, Policy Development, Advocacy Assistance and Provision of Health Services. Taking into account the conditions, data was taken from five transwomen who were selected as informants who joined Perwakos using purposive and snowball sampling. This study used a qualitative analysis method through literature analysis and in-depth interviews with several representatives from the Surabaya City Waria Association (Perwakos)