E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENERAPAN POLA FREEMIUM DALAM MODEL BISNIS APLIKASI STEAMING MUSIK SPOTIFY (STUDI KASUS MODEL BISNIS FREEMIUM PADA APLIKASI SPOTIFY)
Seiring kemajuan teknologi, konsumsi dan distribusi musik dunia telah bergeser ke digital. Musik dengan format digital bisa dipindah, disalin, atau bahkan dihapus sehingga masih dijumpai lagu bajakan yang diputar di berbagai negara. Salah satu alternatif penyelamat bagi industri musik adalah hadirnya aplikasi streaming musik, yang merupakan cara sah untuk mendengarkan musik dengan membayar lisensi karena perusahaan bekerja sama dengan perusahaan rekaman. Spotify merupakan salah satu aplikasi streaming musik yang merupakan contoh dari model bisnis freemium yang dapat digunakan pengguna secara gratis atau berbayar. Penelitian ini berfokus pada analisis penerapan model bisnis freemium terhadap aplikasi Spotify. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dimana data diambil data sekunder berupa informasi perusahaan antara lain; profil perusahaan, layanan yang diberikan aplikasi Spotify, business model canvas Spotify, model bisnis perusahaan, serta review pengguna yang termuat dalam Google Playstore. Hasil yang diperoleh yakni masih ditemui pengguna yang mengeluh mengenai sistem yang sering mengalami gangguan seperti lagu tiba-tiba berhenti dan aplikasi mogok terus menerus, sehingga pengguna menyayangkan karena telah membayar layanan tersebut tetapi tidak sesuai yang diharapkan. Selain itu, masih ditemukan pengguna yang kesulitan dalam melakukan pembelian Freemium melalui aplikasi yang terkesan rumit dan kesulitan untuk tersambung. Di samping banyaknya keluhan yang masuk, masih juga ditemui respon pelanggan yang mengapresiasi baik dari segi harga yang ditawarkan oleh Spotify yang ramah di kantong pelajar serta adanya fitur-fitur menarik dibandingkan pesaing yang lain seperti tersedianya fitur lirik yang sangat membantu, opsi untuk shuffle dan masih banyak lainnya DOI : https://doi.org/10.33005/jbi.v13i2.344
PEMBANGUNAN RUANG TERBUKA HIJAU MELALUI BUDIDAYA TANAMAN SECARA VERTIKULTUR DI KAWASAN PERKOTAAN KELURAHAN WONOREJO KECAMATAN TEGALSARI KOTA SURABAYA
Kota Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, artinya pertambahan penduduk relatif padat. Sehingga di Surabaya banyak alih fungsi lahan kosong menjadi lahan pemukiman dan bangunan publik. Hal tersebut menjadi suatu masalah terutama dalam hal lingkungan hidup yang memungkinkan penghijauan sulit dilakukan. Pertanian Perkotaan atau Urban Farming merupakan metode bercocok tanam di wilayah Perkotaan dengan lahan yang relatif sempit. Salah satu contoh Urban Farming yang marak di Indonesia adalah vertikultur. Vertikultur merupakan budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Pemanfaatan dinding rumah warga melalui vertikultur media botol bekas dapat dijadikan alternatif budidaya tanaman pada kondisi lahan terbatas. Sistem ini mampu menyelesaikan masalah penghijauan khususnya di wilayah Wonorejo. Indikasi keberhasilan dari program kerja ini adalah antusias warga dan manfaat dari segi estetika, kesehatan, dan ekonomi. DOI : https://doi.org/10.33005/jbi.v13i2.344
PERAN DINAS SOSIAL SOSIAL DALAM REHABILITASI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI JOMBANG
This study aims to determine 1. How is the role of the social service in handling ODGJ in Jombang Regency. 2. Obstacles experienced by the Social Service in handling ODGJ in Jombang Regency. 3. Effectiveness of ODGJ Rehabilitation at the Social Service of Jombang Regency. This type of research is qualitative, this type of research does not use calculation procedures or numbers and does not use measuring instruments. This qualitative method only describes an event or events. Sources of data used are primary and secondary sources. The results showed that the role of the Social Service in handling ODGJ patients was quite good. In addition, the Social Service has carried out its role in handling ODGJ sufferers in Jombang Regency, namely providing skills guidance, physical guidance, and spiritual guidance. Constraints faced in handling ODGJ are due to lack of human resources, inadequate infrastructure, low community participation, lack of budget, this is the obstacle why until now the handling of the Rehabilitation of People with Mental Disorders (ODGJ) is still not fully effective. the Ministry of Social Affairs is also experiencing problems due to lack of funds.Keywords: Role, Rehabilitation, ODGJ AbstraksiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1. Bagaimana peran dinas sosial dalam penanganan ODGJ di Kabupaten Jombang. 2. Kendala yang dialami oleh Dinas Sosial dalam penanganan ODGJ di Kabupaten Jombang. 3. Efektivitas Rehabilitasi ODGJ pada Dinas Sosial Kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif yang jenis penelitiannya tidak menggunakan prosedur perhitungan atau angka-angka dan tidak menggunakan alat ukur, Metode kualitatif ini hanya memaparkan suatu peristiwa atau kejadian. Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan juga sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Dinas Sosial dalam penanganan penderita ODGJ sudah cukup baik, Selain itu Dinas Sosial telah menjalankan perannya dalam penanganan Penyandang ODGJ di Kabupaten Jombang yaitu memberikan bimbingan keterampilan, bimbingan fisik, dan bimbingan kerohanian. Kendala yang dihadapi dalam penanganan ODGJ ini karena masih Kekurangan sumber daya manusia, Sarana prasarana yang kurang memadai, Rendahnya Partisipasi masyarakat, Minimnya Anggaran, hal inilah yang menjadi hambatan mengapa sampai saat ini penanganan Rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih belum efektif sepenuhnya, Dinas Sosial juga mengalami hambatan karena kurangnya dana. Kata Kunci: Peran, Rehabilitasi, ODGJ.
AKUNTABILITAS DALAM PENGAWASAN PENYALURAN PERUMAHAN SUBSIDI DAN TINGKAT KETEPATAN SASARAN PENERIMA RUMAH SUBSIDI DI KOTA PALANGKA RAYA
Abstract-This research aims to determine the accountability of supervising the distribution of subsidized housing and the accuracy of its targets in Palangka Raya City. The research approach used is of a qualitative type using service quality theory, accountability theory and public policy theory and data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of the study indicate that the function of supervising the distribution of subsidized housing in Palangka Raya City is carried out directly by the central government without involving local government, it then becomes one of the factors causing the lack of accuracy in the distribution of targets because there is no supervisory function from the local government or local provincial government. The lack of strict supervision of channeling banks is also one of the factors causing the government's lack of accountability in supervising the distribution itself, infrequent inspections or checks in the field also lead to deviations from the recipients of subsidized housing such as houses that are not occupied until they are transferred or rented to third parties, which of course violates existing regulations, indicators of accountability in the implementation of the distribution of subsidized housing have been fulfilled but are still not optimal considering that aspects of supervision and accountability are actually held by the implementing bank in an area for distributing subsidized housing.Keywords: Supervision Accountability, Subsidized housing-Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akuntabilitas pengawasan penyaluran rumah subsidi dan ketepatan sasarannya di Kota Palangka Raya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah tipe kualitatif dengan menggunakan teori kualitas pelayanan, teori akuntabilitas dan teori kebijakan publik serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pengawasan pendistribusian rumah subsidi di Kota Palangka Raya dilakukan langsung oleh pemerintah pusat tanpa melibatkan pemerintah daerah, hal tersebut kemudian menjadi salah satu faktor penyebab kurang tepatnya dalam pendistribusian target. karena tidak ada fungsi pengawasan dari pemerintah daerah atau pemerintah provinsi setempat. Kurangnya pengawasan yang ketat terhadap bank penyalur juga menjadi salah satu faktor penyebab kurangnya akuntabilitas pemerintah dalam mengawasi penyaluran itu sendiri, jarangnya pemeriksaan atau pengecekan di lapangan juga menyebabkan terjadinya penyimpangan dari penerima rumah subsidi seperti rumah yang tidak ditempati. sampai dialihkan atau disewakan kepada pihak ketiga, yang tentunya menyalahi peraturan yang ada, indikator akuntabilitas dalam pelaksanaan penyaluran rumah subsidi sudah terpenuhi namun masih belum optimal mengingat aspek pengawasan dan pertanggungjawaban benar-benar dipegang oleh pelaksana. bank di kawasan penyaluran perumahan subsidi.Kata kunci: Akuntabilitas Pengawasan, Perumahan Subsid
PENGARUH PROPORSI ENZIM MIX (INULINASE:GLUKO-AMILASE) DAN LAMA SAKARIFIKASI TERHADAP KARAKTERISTIK HIGH FRUCTOSE SYRUP DARI UMBI BENGKUANG
Permintaan terhadap gula tebu terus meningkat sehingga diperlukan alternatif pengembangan produksi gula. Salah satu prospek baik yang dapat mensubstitusi gula pasir adalah gula dari pati, yaitu sirup glukosa dan fruktosa. Sirup fruktosa atau High Fructose Syrup (HFS) merupakan pemanis yang tersusun dari fruktosa, glukosa, dan oligosakarida. HFS diproduksi dari hidrolisis pati, akan tetapi proses tersebut tidak efisien. Akhir-akhir ini peneliti menemukan cara memproduksi HFS dengan cara lain menggunakan inulin yang lebih efisien, inulin merupakan poli-frukosa yang larut dalam air. Keterbatasan sumber bahan baku yang mengandung inulin kadar tinggi menjadi tantangan produksi HFS di Indonesia, diperlukan bahan baku yang mengandung inulin dan pati. Salah satu bahan baku potensial adalah bengkuang. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh dan perlakuan terbaik proporsi enzim inulinase:glukoamilase (0,1%:1,5%,0,55%:1,5%,1%:1,5%) dan lama sakarifikasi (24,36,48 jam) terhadap kadar fruktosa dan karakteristik HFS yang dihasilkan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisa ragam, jika terdapat perbedaan nyata maka dan dilakukan uji lanjut dengan DMRT. Hasil analisa menunjukan bahwa perlakuan terbaik pada konsentrasi enzim mix (1%:1,5%) dan lama sakarifikasi 36 jam dengan hasil rendemen 53,028%, total padatan terlarut 16%, kadar gula reduksi 17,151%, DE 22,012, viskositas 38 mPa.s, kadar fruktosa 3,21% dan glukosa 8,575%.Kata kunci : Gula, Enzim Mix, Fruktosa, Inulinase, Bengkuang DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.316
IDENTIFIKASI BAHAN PENGAWET DAN PEWARNA NON PANGAN PADA SAUS SAMBAL KEMASAN YANG BEREDAR DI SURABAYA
Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus ada pada pangan yang akan dikonsumsi oleh manusia. Natrium benzoat banyak digunakan sebagai pengawet makanan salah satunya saus sambal serta penggunaan pewarna rhodamin B pada saus sambal masih saja ditemukan. Tujuan penelitian ini :1) mengidentifikasi karakteristik pedagang, pengaruh harga terhadap jumlah pembelian per hari saus sambal kemasan plastik; 2) mengidentifikasi secara kualitatif dan kuantitatif kandungan natrium benzoat pada saus sambal kemasan plastik yang dijual di PD Pasar Surya Surabaya wilayah Utara;3) mengidentifikasi penggunaan rhodamin B pada saus sambal kemasan plastik yang tersebar di pasar surya Surabaya wilayah Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua saus sambal kemasan plastik yang dijual di PD Pasar Surya Surabaya wilayah Utara. Pengumpulan data dengan cara wawancara jenis saus sambal yang dijual, harga, jumlah penjualan serta analisa natrium benzoat secara kualitatif dan kuantitatif dan analisa Rhodamin B secara kualitatif (benang wool). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 saus sambal (100%) teridentifikasi menggunakan Natrium Benzoat sebagai bahan pengawet, dan kadar Natrium Benzoat tersebut masih memenuhi standar batas menurut BPOM RI No.11 Tahun 2019 dengan pemakaian maksimum yaitu ≤ 1000mg/kg bahan, selain itu 18 sampel saus sambal kemasan plastik tidak teridentifikasi mengandung pewarna sintetis Rhodamin-B. Kata kunci : benzoat, rhodamin-B, saus kemasan plastik, pasar, surabaya DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.318
PENERAPAN METODE DEMPSTER SHAFER UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT AUTISME PADA ANAK
Autisme adalah salah satu gangguan perkembangan yang mengakibatkan hambatan dalam bersosialisasi, komunikasi, dan juga perilaku. Gangguan yang pada umumnya memberikan gejala sebelum anak berusia sekitar 3 tahun. Oleh karena itu indikasi autisme sering kali tidak dapat dikenali secara pas dikarenakan kurangnya faktor seorang pakar yang bisa memberikan informasi mengenai autisme dengan tepat. Pengenalan secara visual memiliki kekurangan yaitu sulit membedakan apakah benar anak tersebut terindikasi autisme atau tidak, sehingga berdampak pada kurang akurat nya terhadap informasi tersebut. Pada penelitian ini, dibangun suatu sistem yang dapat mendiagnosa penyakit autisme pada anak menggunakan metode dempster shafer menggunakan model perancangan prototyping. Tahap pengujian ini dilakukan dengan cara menguji tingkat kebenaran sistem dalam proses penentuan diagnosa sesuai dengan nilai bobot dan aturan yang sudah ditentukan sebelumnya. Pengujian dilakukan menggunakan 23 data yang telah diujikan terhadap pakar dan sistem, untuk anak yang terkena autisme dan sesuai dengan validasi pakar dan sistem adalah 21 anak dan yang tidak sesuai adalah 2 anak. Sehingga untuk tingkat kesesuaian berdasarkan hasil validasi pakar (dokter) dan sistem, diperoleh dengan persentase sebesar 91.30%.Kata kunci: Autisme, Sistem Pakar, Dempster Shafer. DOI : https://doi.org/10.33005/sibc.v15i1.262
STRATEGI BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA “KEDAI ANEKA JUS” GRESIK
The development of the era can affect the development of technology. With the development of this technology, it affects the marketing industry in Indonesia. The emergence of relatively small companies and relatively large companies. In this way, the marketing mix strategy will increase in increasing sales volume at Kedai Aneka Jus Gresik. The marketing mix strategy has the concept of marketing success to support the resulting product. And with this marketing mix, Kedai Aneka Jus optimizes services, and makes various product innovations and flavors that are always consistent and at affordable prices that can attract consumers' interest. And take advantage of opportunities to increase sales. In this study, the researcher used a qualitative type of research. In this qualitative research, it is carried out by field research and can also be considered a broad approach as a method for collecting qualitative data. This type of qualitative research is used to examine the sample and research population, the sampling technique is generally done by purposive sampling, while the data collection is usually done by in-depth interview sampling technique. The informants in this study were (1) the owner of the Assorted Juice Shop, and (2) the Consumers of the Assorted Juice Shop. DOI : https://doi.org/10.33005/jbi.v13i1.307
Sistem Pelaporan Pajak Dengan E-filing Sebagai Inovasi Pelayanan Publik Dengan Prinsip Penerapan Technology Acceptance Model (TAM)
AbstrakPembayaran dan pelaporan pajak juga semakin dimodernisasi. Prinsip pelayanan publik memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi saat ini sebagai wujud inovasi sektor publik khususnya inovasi pelayanan pajak. Teknologi modern dinilai dapat memberikan kemudahan dalam kinerja pemerintahan baik bentuk kearsipan dan memberikan kemudahan pelayanan pada masyarakat. Pelayanan publik harus memiliki keterkaitan dengan seluruh sektor kehidupan masyarakat. Arah penyelenggaraan pelayanan publik terus dikembangkan dengan mengikuti perkembangan teknologi dan mengutamakan norma-norma standart pelayanan. Praktik pelayanan publik perlu memprioritaskan inovasi atau pembaharuan dengan memperhatikan norma-norma standart pelayanan agar meminimalisir praktik mal-administrasi. Termasuk pada penerapan sistem e-filling perlu mengutamakan norma standrt pelayanan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber kepustakaan menjadi data utama penelitian seperti jurnal ilmiah, buku, dan berita. Data diolah menggunakan teknik analisa yaitu : data collection (pengumpulan data), data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification (pengambilan keputusan/penarikan kesimpulan). Penggunaan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini dilakukan karena sesuai dengan tujuan untuk menganalisis penerapan inovasi sektor publik dalam modernisasi perpajakan yang diwujudkan melalui E-Filing dengan prinsip Model Technology Acceptance Model (TAM). E-filing memberikan keunggulan berupa kemudahan masyarakat sebagai wajib pajak dan e-filing juga memberikan manfaat untuk masyaraka sebagai pengguna. Penilaian ini disesuaikan dengan prinsip dan indikator Technology Acceptance Model (TAM).Kata kunci : E-filing, TAM, Inovasi Pelayanan Publik, PajakAbstractTax payments and reporting are also increasingly modernized. The principle of public service utilizes current technological and information developments as a form of public sector innovation, especially tax service innovation. Modern technology is considered to be able to provide convenience in government performance both in the form of archives and provide convenience in providing services to the community. Public services must have links with all sectors of community life. The direction of public service delivery continues to be developed by following technological developments and prioritizing service standard norms. Public service practices need to prioritize innovation or renewal by paying attention to service standard norms in order to minimize mal-administration practices. Including the implementation of the e-filling system, it is necessary to prioritize service standard norms. This study uses a descriptive type of research using a qualitative approach. Sources of literature are the main research data such as scientific journals, books, and news. The data is processed using analytical techniques, namely: data collection (data collection), data reduction (data reduction), data display (data presentation), and conclusion drawing/verification (decision making/drawing conclusions). The use of this type of descriptive research with a qualitative approach in this study was carried out because it was in accordance with the aim of analyzing the application of public sector innovation in tax modernization which was realized through E-Filing with the Principles of the Technology Acceptance Model (TAM). E-filing provides advantages in the form of convenience for the community as taxpayers and e-filing also provides benefits for the community as users. This assessment is adjusted to the principles and indicators of the Technology Acceptance Model (TAM). Keyword : E-filing, TAM, Public Policy Innovation, Tax DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v12i1.255
Upaya Bela Negara di Indonesia melalui Keikutsertaan Program Vaksinasi Covid-19
Abstrak Pandemi Covid-19 telah satu tahun berada di muka bumi. Tak terkecuali Indonesia, juga merasakan dampak dari virus tersebut. Beragam upaya Pemerintah Indonesia lakukan untuk menghambat laju penyebaran Covid-19 di masyarakat. Diantaranya adalah pembatasan kegiatan, ditutupnya fasilitas-fasilitas umum, adanya larangan perjalanan jauh, hingga diselenggarakannya program vaksinasi. Namun seluruh rangkaian peraturan yang dikeluarkan Pemerintah tidak berjalan mulus dan menuai beberapa pro kontra dalam pelaksanaannya. Termasuk program vaksinasi yang juga menuai beberapa penolakan dari masyarakat. Program vaksinasi dilaksanakan dengan tujuan untuk melindungi masing-masing individu dari adanya virus Covid-19. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa keikutsertaan dalam vaksinasi merupakan bagian dari bela negara. Dengan menggunakan metode penelitian dengan bahan sekunder dan penarikan kesimpulan dengan metode analisis yuridis kualitatif. Dalam hal ini, penulis menyimpulkan bahwa kegiatan vaksinasi merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dapat dikatakan sebagai upaya bela negara karena dampak dari vaksinasi adalah terbentuknya antibody dalam setiap manusia yang meminimalisir terjadinya penularan antar manusia dalam lingkup masyarakat. Sehingga dapat menekan angka penyebaran Covid-19. Kata Kunci: Bela negara, vaksinasi, covid Abstract The Covid-19 pandemic has been on earth for a year. Indonesia is no exception and also feels the impact of the virus. The Indonesian government has made various efforts to prevent the spread of Covid-19 in the community. These include restrictions on activities, closure of public facilities, a ban on long-distance travel, and the implementation of a vaccination program. However, the whole series of regulations issued by the Government did not run smoothly. They reaped several pros and cons in their performance, including the vaccination program, which also reaped some rejection from the community. The vaccination program is carried out to protect each individual from the Covid-19 virus. The purpose of this study, among others, is to inform the public that participation in vaccination is part of defending the country by using research methods with secondary materials and drawing conclusions with qualitative juridical analysis methods. In this case, the authors conclude that vaccination activities are a form of activity that can be regarded as an effort to defend the country because the impact of vaccination is the formation of antibodies in every human being, which minimises human-to-human transmission within the community, so that it can reduce the spread of Covid-19. DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v12i1.252