E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
Analisis Margin Pemasaran dan Strategi Pemasran Kompetitif Agroindustri Tahu di Desa Jampes Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk
Agriculture is a source of raw materials for the agricultural product processing industry (agro-industry) such as tofu agro-industry. This study aims to improve marketing margins and competitive marketing strategies for Tofu Agroindustry in Jampes Village, Pace District, Nganjuk Regency. The research was conducted in 2022 with the survey location being the Tofu Agro-industry UMKM in Jampes Village, Pace District, Nganjuk Regency. The data is divided into primary data and secondary data. Primary data is obtained from interviews using structured data (questionnaire) on respondents represented by 2 UMKM Agroindustry Tofu owners. The analytical method used in this research is marketing margin analysis and SWOT analysis. The results of this study are that there are two marketing channels in Mr. Sumadi's UMKM Tofu, the first channel is from the producer directly to the end consumer. And channel II, namely from producers then distributed to retailers and resold to consumers. The longer the marketing channel, the lower the price offered to farmers. Based on market performance analysis, deep tofu marketing in that area is less efficient. This can be seen from the marketing margins on all major marketing channels, the distribution of margins is not evenly distributed, the share of prices received by farmers is still low, the ratio benefits and costs vary. DOI : https://doi.org/10.33005/agridevina.v11i2.352
Analysis of Variables Affecting Cassava Chips Production Results in UMKM DF Darungan Village, Selorejo District, Blitar Regency
This study aims to determine what variables affect the production of cassava chips and determine the variables that affect the production of cassava chips in UMKM DF Darungan Village, Selorejo District, Blitar Regency. The variables contained in this study are capital, labor, and raw materials, these variables that can affect the results of cassava chips production in UMKM DF Darungan Village, Selorejo District, Blitar Regency. The method used in this study is a multiple linear quantitative method. Data collection was carried out for two months at the research site with a predetermined format. The data analysis technique used is the classical assumption test (autocorrelation test, normality test, heteroscedasticity test and multicollinearity test), multiple linear test (t test, f test). The results of the study show that the dependent variable (capital, labor, raw materials) has passed the classical assumption test. Furthermore, the labor variable has a partial effect on the production of cassava chips in UMKM DF. Furthermore, the variables of workers, machines, and raw materials have a simultaneous effect on the production of cassava chips in UMKM DF. DOI : https://doi.org/10.33005/agridevina.v11i2.347
PERAN GUGUS FUNGSI PADA ADSORPSI ZAT WARNA MENGGUNAKAN PASIR SUNGAI
Konsumsi zat warna sintetik sangat besar karena biasa digunakan di berbagai jenis industri seperti industri tekstil, kosmetik, makanan, kertas, karpet dan plastik. Keberadaan zat warna tersebut di lingkungan yang berasal dari limbah cair dapat membahayakan kesehatan manusia. Penelitian ini menguji kemampuan pasir sungai dalam mengadsorpsi zat warna. Digunakan pasir sungai dengan pertimbangan ketersediaan yang melimpah dengan harga yang sangat murah. Lima jenis zat warna diuji pada penelitian ini yang terdiri dari 2 macam zat warna cationic yaitu methylene blue dan basic blue, dan 3 macam zat warna anionic yaitu methyl orange, acid blue, acid violet. Adsorpsi dilakukan secara batch pada suhu dan tekanan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi dan persen removal pada adsorpsi zat warna cationic lebih tinggi disbanding zat warna anionic. Adanya gugus hidroksil, dan alkil pada pasir sungai yang dapat terdisosiasi menjadi bermuatan negatif menimbulkan terbentuknya ikatan etlektrostatik yang kuat antara pasir sungai dan zat warna cationic. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.348
EDIBLE FILM DARI PEKTIN KULIT PEPAYA DAN KITOSAN DARI KULIT UDANG SEBAGAI PELAPIS MAKANAN
Masalah kesehatan dan lingkungan dapat disebabkan dari limbah plastik yang berlebihan, untuk itu permintaan kemasan ramah lingkungan yang dapat menjamin keamanan produk pangan seperti edible film mulai meningkat. Edible film dapat diproduksi dari bahan alami seperti pektin yang terdapat pada tumbuhan pepaya dan kitosan pada udang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan komposisi terbaik dalam pembuatan edible film dengan menggunakan pektin dari limbah kulit pepaya dan kitosan dari limbah kulit udang dengan penambahan gliserol. Kemudian dilakukan metode RSM (Response Surface Methodology) yaitu metode gabungan antara teknik matematika dan teknik statistika untuk mendapatkan hasil optimum. Pektin dan kitosan diaduk bersama gliserol untuk menjadi edible film. Berdasarkan penelitian ini didapatkan karakteristik edible film meliputi nilai kuat tarik tertinggi terdapat pada rasio kitosan-pektin 7:3 dengan konsentrasi gliserol 1% yaitu sebesar 1,947 MPa dan nilai persen elongasi tertinggi terlihat pada rasio kitosan-pektin 3:7 dengan konsentrasi gliserol 3% yaitu sebesar 19,30%. Nilai persen biodegradable semua edible film yang diperoleh sudah sesuai dengan standar yaitu di atas 50%. Berdasarkan RSM didapatkan hasil optimum yaitu berada pada rasio komposisi kitosan-pektin 5:5 dengan konsentrasi gliserol 2,5% dengan nilai kuat tarik sebesar 0,392 MPa, nilai elongasi sebesar 9,466% dan biodegradable sebesar 84,12%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.348
Merespon Tantangan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Melalui Model Sustainable Organization
ABSTRAK Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka menjadi sarana untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia usaha dan dunia industri serta meningkatkan kompetensi mahasiswa menjadi SDM unggul. Perlu adanya kesiapan dari berbagai pihak di dalam Perguruan Tinggi khususnya untuk mempersiapkan dosen sebagai penggerak dalam mengimplementasikannya agar program ini memiliki keberlanjutan. Tujuan penelitian ini untuk memahami kondisi nyata di lapangan dalam pengimplementasian Program MBKM yang dialami oleh SDM di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Perhatian dari pimpinan universitas memastikan dosen mendapatkan fasilitas, motivasi intrinsik dan ekstrinsik menjadi kunci untuk meningkatkan partisipasi dosen dalam jangka panjang dan meningkatkan employee engagement pada pelaksanaan progam ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dengan memaparkan bagaimana proses dari Program MBKM berjalan dan menjelaskan apa yang dialami oleh SDM di lingkungan UAJY. Untuk menganalisis kondisi tersebut maka penelitian ini menggunakan Model of Sustainable Organization yang dikemukakan oleh Grecu & Ipiña (2015). Sampel yang digunakan adalah dosen, mahasiswa, dan mitra yang terlibat langsung dalam implementasi program MBKM, dan data primer yang digunakan berupa hasil focus group discussion. Melalui penelitian ini ditemukan beberapa evaluasi atas kesiapan UAJY dalam Implementasi Program MBKM. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar perbaikan terus menerus untuk memastikan Implementasi Program MBKM lebih baik di masa mendatang. Kata Kunci : Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Employee Engagement, Partisipasi, Sustainable Organization, Kualitatif Deskriptif ABSTRACT Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program is a means to bring students closer to the business and industry, improving student competencies to become superior human resources. Various parties inside university, need to prepare lecturers as drivers to implement this program to become sustainable. The purpose of this study is to understand the real conditions in implementing MBKM Program experienced by HR at Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). The attention from university leaders to ensure lecturers receive facilities, intrinsic and extrinsic motivation is the key to increase long term participation and employee engagement in the implementation of this program. This study uses a qualitative descriptive analysis approach by explaining how the process of the MBKM program runs and explaining what is experienced by HR in the UAJY environment. To analyze these conditions, this study uses the Model of Sustainable Organization proposed by Grecu & Ipiña (2015). The sample used is lecturers, students, and partners who are directly involved in the implementation of the MBKM program, and the primary data used is the results of focus group discussions. Through this research, several evaluations were found on the readiness of UAJY in the Implementation of the MBKM Program. The evaluation results are the basis for continuous improvement to ensure better implementation of the MBKM Program in the future. Keywords: Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Employee Engagement, Participation, Sustainable Organization, Descriptive Qualitative
PENGUKURAN TINGKAT KAPABILITAS MANAJEMEN SDM PADA LEMBAGA XYZ MENGGUNAKAN COBIT 5
Sumber daya manusia (SDM) termasuk salah satu faktor yang menunjang kesuksesan proses bisnis. Adanya sumber daya manusia yang memadai harus dikelola dengan baik agar hasilnya maksimal. Salah satu cara mengukur keberhasilan dalam manajemen sumber daya manusia ini adalah melalui audit. Salah satu penilaian audit yang terkait dengan hal ini adalah domain Align, Plan and Organise pada COBIT 5. Beberapa kebijakan dan aturan yang terkait manajemen sumber daya manusia telah tercatat, terproses, dan terdokumentasikan dengan cukup baik di lembaga XYZ, terutama yang berkaitan dengan evaluasi performa kinerja pegawainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kapabilitas manajemen sumber daya manusia yang telah diterapkan di lembaga XYZ menggunakan domain APO07 pada COBIT 5. APO07 dipilih karena merupakan domain yang paling sesuai dengan IT-Related Goals nomor 16 yaitu Competent and motivated business and IT personnel. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan beberapa metode yaitu observasi, wawancara, dan pengumpulan bukti berupa dokumen pendukung audit. Penelitian ini menghasilkan tingkat kapabilitas pada manajemen sumber daya manusia di lembaga XYZ yang diukur menggunakan domain APO07 berada pada tingkat kapabilitas 1 dengan nilai sebesar 65,28%. Hal tersebut menjadi bahan yang dapat dipertimbangkan dalam meningkatkan manajemen sumber daya manusia kedepannya agar pengelolaan sumber daya manusia dapat berjalan dengan optimal pada lembaga XYZ
PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DESA PULAU KAYU
AbstrakPemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari pembangunan ekonomi di Indonesia. Sebagai salah satu strategi untuk memberdayakan masyarakat adalah dengan adanya alokasi dana desa oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, dengan metode observasi,wawancara serta dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Peran Pemerintah Dalam Pemberdayaan Perempuan Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat. Hasil penelitian ini menyatakan dengan pelatihan kepada masyarakat akan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam program pemberdayaan perempuan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa agar mengetahui program pemberdayaan perempuan. Selesai pelatihan dan sosialisasi maka akan terus dilakukan pendampingan dan pengembangan kepada masyarakat untuk mengimplementasikan program pemberdayaan perempuan sesuai dengan tujuan pemerintah ingin meningkatkan perekonomian masyarakat melalui program pemberdayaan perempuan. Dan melalui partisipasi masyarakat agar dapat terus berjalan dan digunakan oleh Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya serta melakukan perbaikan dan pengembangan program apabila terdapat kekurangan. AbstractCommunity empowerment is part of economic development in Indonesia. As one of the strategies to empower the community is the allocation of village funds by the government. This study uses a qualitative methodology, with the method of observation, interviews and documentation. The purpose of this study was to determine and analyze the role of the government in empowering women to improve the community's economy. The results of this study state that training to the community will increase the community's ability in women's empowerment programs and conduct outreach to rural communities to find out about women's empowerment programs. After the training and socialization, assistance and development will continue to be carried out to the community to implement women's empowerment programs in accordance with the government's goal of improving the community's economy through women's empowerment programs. And through community participation so that it can continue to run and be used by Pulau Kayu Village, Susoh District, Southwest Aceh Regency and make improvements and program developments if there are deficiencies
CONSUMER PREFERENCES OF ORGANIC RICE AT THE TOKOPEDIA MARKETPLACE
Preference is subjective taste for various choices of existing product attributes. Consumer preferences need to be known so that producers can target their consumers in a more focused manner. Therefore, this study aims to analyze consumer preferences for the attributes of organic rice. This study was conducted at Tokopedia marketplace. The sampling method in this study used a non-probability sampling method, namely purposive sampling and obtained 65 respondents. The analysis used in this study is Importance and Performance Analysis (IPA). The results showed that the attributes of organic rice that had the highest importance were the cleanliness of organic rice from objects other than rice, the color of organic rice that was not too white, and the integrity of the grains of organic rice. This means that consumers preferences for organic rice in the Tokopedia marketplace are clean organic rice, organic rice colors that are not too white, and whole grains of organic rice. DOI : https://doi.org/10.33005/agridevina.v11i2.347
Kerjasama Pembangunan Indonesia dengan Singapura Dalam Program 3 Jembatan
International assistance is carried out by one country to another through international cooperation. International assistance can be in the form of money, technology, weapons, or in the form of infrastructure development cooperation. International assistance can be provided by countries that have had bilateral relations before, such as Indonesia and Singapore. Currently, the two countries are designing new cooperation in the infrastructure sector to facilitate the cooperation in the tourism sector that has been carried out previously, using bilateral types of international assistance. Cooperation between the two countries also has a program called "three bridges" and this program is the latest form of international assistance carried out by the two countries. In order to strengthen the cooperative relationship between Indonesia and Singapore.Keyword: International Aid, Development, Bilateral