E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
    1885 research outputs found

    Efektivitas kinerja aparatur gampong dalam pelayanan publik di gampong bumi sari kecamatan beutong kabupaten nagan raya

    No full text
    The purpose of this study was to determine the effectiveness of Gampong apparatus performance in public services. Besides that, by doing this research, the writer can find out the causes of ineffective public service activities in the keuchik's office. In writing this article used a qualitative method with a descriptive approach in the form of observation and interviews with informants. Informants for this study were Gampong Bumi Sari officials including service managers, keuchik and the community. In this study, interviews, observations, and documentation were used to collect data. The results of this study indicate that the level of effectiveness of Gampong apparatus performance in public services in Gampong Bumi Sari has not been effective, such as the absence of timeliness in providing services, the lack of quality human resources, the absence of service productivity, the level of service quality which is still lacking, the lack of responsiveness in services . Obstacles to the performance of Gampong apparatus in administering public services, namely Gampong apparatus have not carried out service innovations, infrastructure factors, limited network access, lack of community participation in supervising the performance of Gampong apparatus. It was concluded that the Gampong Bumi Sari apparatus was already responsible for its performance in accordance with the established rules and procedures, but in this case the implementation was still not optimal, for example Gampong apparatus were often late for work and did not arrive on time, and there were still Gampong apparatus who did not understand what their duties were. and the positions assigned.AbstraksiTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kinerja aparatur Gampong dalam pelayanan publik. Selain itu dengan dilakukannya penelitian ini maka penulis dapat mengetahui penyebab aktivitas pelayanan publik di kantor keuchik tidak efektif. Dalam penulisan artikel ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif berupa observasi dan wawancara dengan informan. Informan untuk penelitian ini adalah aparatur Gampong Bumi Sari meliputi pengelolah pelayanan, keuchik dan masyarakat. Dalam penelitian ini, wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat efektivitas kinerja aparatur Gampong dalam pelayanan publik di Gampong Bumi Sari belum efektif, seperti belum adanya ketepatan waktu dalam memberikan pelayanan, minimnya kualitas sumberdaya manusia, belum adanya produktivitas pelayanan, tingkat kualitas layanan yang masih kurang, kurangnya daya tanggap dalam pelayanan. Kendala kinerja aparatur Gampong dalam penyelenggaraan pelayanan publik yaitu aparatur Gampong belum melakukan inovasi pelayanan, faktor infrastruktur, terbatasnya akses jaringan, kurangnya tingkat partisipasi masyarakat mengawasi kinerja aparatur Gampong. Disimpulkan bahwa aparatur Gampong Bumi Sari sudah bertanggungjawab terhadap kinerjanya sesuai dengan aturan dan prosedur yang ditetapakan, namun dalam hal ini pelaksanaannya masih belum optimal, seperti aparatur Gampong sering terlambat masuk kerja dan tidak datang tepat waktu, dan masih ada aparatur Gampong yang tidak mengerti apa tugasnya dan jabatan yang diberikan

    COLLABORATIVE GOVERNANCE DI DESA SAMBIRATA, KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS (STUDI TENTANG PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA KAPULAGA)

    No full text
    At the end of 2019 to 2021 the Covid-19 pandemic has stopped several marketing supply chains that are usually carried out by farmers. One of them is Sambirata Village, Cilongok District, where the majority of the population work as farmers. It is the impact of Covid'19 that has given rise to several other problems including: cardamom production is increasing but sales prices are decreasing, cardamom residues are still not managed properly and seriously, village-owned enterprises cannot become economic institutions in terms of capital and marketing, apart from that they have not been able to partner with other agencies to help increase the sale and purchase of cardamom. This study aims to explain and describe how Collaborative Governance in Sambirata Village, Cilongok District, Banyumas Regency in increasing Community Economic Empowerment through Cardamom Cultivation. The method used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that Collaborative Governance in Sambirata Village, Cilongok District, Banyumas Regency (a study of community economic empowerment through cardamom cultivation), has not been maximized, but so far the efforts made by the Village Government and Private Government (PT.Sido Muncul) have been sufficient good for helping in efforts to empower the community's economy, both in terms of increasing human resource capacity, as well as the limited facilities and infrastructure. The role of the Department of Agriculture and Food Security of Banyumas Regency in distributing free fertilizer assistance to cardamom and DOM farmers has been carried out, as well as some assistance from PT.Sido Muncul and BRI Bank which provided assistance with cardamom dryers, then reduced fertilizer distribution and there were still many people who Human resources are still lacking in managing cardamom cultivation. AbstraksiPada akhir tahun 2019 hingga 2021 pandemi Covid-19 telah menghentikan beberapa rantai pasok pemasaran yang biasa dilakukan oleh para petani. Salah satunya Desa Sambirata Kecamatan Cilongok yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Dampak Covid'19 inilah yang menimbulkan beberapa permasalahan lain antara lain: produksi kapulaga meningkat tetapi harga jualnya menurun, ampas kapulaga masih belum dikelola dengan baik dan serius, Badan Usaha Milik Desa tidak dapat menjadi lembaga ekonomi dalam hal permodalan dan pemasaran, selain itu mereka belum bisa bermitra dengan instansi lain untuk membantu meningkatkan jual beli kapulaga. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan bagaimana Collaborative Governance di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Kapulaga. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Collaborative Governance di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas (kajian pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya kapulaga), belum maksimal, namun sejauh ini upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa dan Pemerintah Swasta (PT .Sido Muncul) sudah cukup baik untuk membantu dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, baik dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun keterbatasan sarana dan prasarana. Peran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas dalam menyalurkan bantuan pupuk gratis kepada petani kapulaga dan DOM sudah terlaksana, serta beberapa bantuan dari PT.Sido Muncul dan Bank BRI yang memberikan bantuan alat pengering kapulaga, kemudian berkurang distribusi pupuk dan masih banyak masyarakat yang Sumber Daya Manusianya masih kurang dalam mengelola budidaya kapulaga

    Manajemen Strategi Pengembangan BUMDES bagi Perekonomian Desa

    No full text
    Village-Owned Enterprises, hereinafter referred to as BUMDes, are business entities whose capital is wholly or substantially owned by the Village through direct participation originating from Village assets which are separated to manage assets, services, and other businesses for the greatest possible welfare of the Village community. . However, for various reasons, both administrative procedures and economic feasibility, there are still many villages in Indonesia that pay little attention to establishing these village economic institutions. So that a lot of the economic potential of the villages cannot be used optimally by the village to improve the economy and welfare of the community. The results of several studies show that there are many BUMDes that fail, there are also many BUMDes that are successful and independent. This research is a qualitative research using library research methods, namely research conducted in libraries, which usually conduct literature reviews, especially on research that has been done before, journals, and other sources available in libraries. Results and Discussion: the establishment of BUMDes has been successful, while others have failed in helping the village economy. The failure of BUMDes is due to planning paralysis (paralysis in planning). This situation shows that the Village in establishing BUMDes is only based on achieving the targets of the program determined by the Central Government, so it does not dig deeper into the needs of the village. As a result, the management strategy used is a directionless strategy. On the other hand, BUMDes are successful because their planning strategy is ready (in the sense that they can determine their core business). It can be concluded that each village is not too hasty in determining the dam to build BUMDes. In strategic management, villages must know their economic potential which can be developed into BUMDes. AbstraksiBadan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUMDes, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa. Namun dengan berbagai alasan baik prosedur administrative dan kelayakan ekonomis masih banyak desa di Indonesia kurang memberikan perhatian untuk membentuk lembaga ekonomi desa tersebut. Sehingga banyak sekali potensi ekonomi desa-desa tidak dapat dimanfaat secara optimal oleh desa untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hasil beberapa penelitian menunjukkan ada banyak BUMDes yang gagal, banyak pula BUMDes yang berhasil dan mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian perpustakaan , yaitu Penelitian yang dilakukan di perpustakaan, yang biasanya melakukan kajian terhadap literatur, terutama pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, jurnal, dan sumber-sumber lain yang tersedia di perpustakaan. Hasil dan Pembahasan : berdirinya BUMDes ada yang berhasil adapula yang gagal dalam membantu perekonomian desa, Kegagalan BUMDes disebabkan karena adanya planning paralysis (kelumpuhan dalam perencanaa). Keadaan ini terlihat bahwa Desa dalam membuat BUMDes hanyalah didasarkan pada pencapaian target dari program yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat, sehingga tidak menggali lebih dalam kebutuhan desanya. Akibatnya, manajemen strategi yang digunakan berupa Strategi Tanpa Arah (directionless strategies). Sebaliknya BUMDes yang berhasil disebabkan karena strategi perencanaannya sudah siap (dalam arti sudah bisa menentukan core bisnisnya). Dapat disimpulkan bahwa setiap Desa tidak terlalu terburu dalam menentukan dam membangun BUMDes. Secara manajemen strategi, Desa harus mengetahui potensi perkonomiannya yang bisa dikembangkan menjadi BUMDes

    PENGGUNAAN BLOCKCHAIN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA ORGANISASI PUBLIK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

    Full text link
    Network-based technology in governance has begun to be widely used. One of them is the use of Blockchain which is a database that stores information electronically in a digital format. This paper aims to analyze the potential use of blockchain technology in the public sector. Blockchain offers solutions to existing public problems such as transparency, legitimacy and trust. With a qualitative approach, the authors analyze secondary data and existing literature to answer questions about the prospects for implementing blockchain use in the public sector, especially in Indonesia. In addition, this paper also uses the Policy Capacities approach. The results found in this study are that there are still obstacles in Blockchain development in a number of aspects, namely readiness, human resource capabilities, sufficient support from the community, and sufficient support from the government. To overcome this, researchers recommend a review of the institutional role of NGOs and development agencies in adopting Blockchain. ABSTRAKSITeknologi berbasis jaringan dalam tata kelola pemerintahan telah mulai banyak digunakan. Salah satunya adalah penggunaan Blockchain yang merupakan database yang menyimpan informasi secara elektronik dalam format digital. Paper ini bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan teknologi blockchain di sektor public. Blockchain menawarkan solusi dari permasalahan publik yang ada seperti transparansi, legitimasi dan kepercayaan. Pendekatan kualitatif, penulis menganalisis data-data sekunder dan literatur yang ada untuk menjawab pertanyaan bagaimana prospek implementasi penggunaan blockchain di sektor publik khususnya di Indonesia. Selain itu, paper ini juga menggunakan metode pendekatan Policy Capacities (Kapasitas Kebijakan). Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah masih ditemukannya hambatan dalam pengembangan Blockchain di sejumlah aspek, yaitu kesiapan, kemampuan sumber daya manusia, dukungan yang cukup dari masyarakat, dan dukungan yang cukup dari pemerintah. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti merekomendasikan pengkajian ulang terhadap peran kelembagaan LSM dan lembaga pembangunan dalam pengadopsian Blockchain

    ADOPSI TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DI SEKTOR PUBLIK: PELUANG PEMBENTUKAN SISTEM IDENTITAS DIGITAL NASIONAL DI ERA VUCA

    Full text link
    Digital identity is a community needs in the era of the Industrial Revolution 4.0 as it is now. The use of the E-KTP identity system in bureaucratic affairs has been considered less effective and efficient. Blockchain as a cutting-edge invention can be an alternative solution. This article aims to analyze the potential adoption of blockchain as a digital identity system. Researchers used descriptive research methods with a qualitative approach to analyze this potential. By looking at the condition of Indonesia's identity system and analyzing literature sources from international journals and articles, it can be said that it is time for Indonesia to need a new national digital identity system. The Ministry of Communication and Informatics is preparing a national digital identity system (E-KTP Digital) to manage the personal data of citizens in the digital world. This digital e-KTP has been integrated and verified with NIK. To support this security, the use of blockchain technology can be applied. The blockchain model that can be applied in the national digital identity system in Indonesia is the claim identity model proposed and described by Xiaohui Yang and Wenjie Li. The use of blockchain can increase the security and privacy of digital identities. The government needs to prepare a regulatory framework and its instruments

    Pembuatan Gim Endless Fight "Steal My Cheese" Menggunakan Construct 3

    Full text link
    Gim adalah salah satu wujud dari perkembangan teknologi di bidang hiburan dan juga industri. Jumlah pemain gim di Indonesia sangatlah besar, yang membuat Indonesia menjadi ladang subur bagi para pengembang gim untuk bersaing memasarkan gimnya di Indonesia. Namun sayangnya pasar gim di Indonesia didominasi oleh pengembang luar yang memang sudah besar dan memiliki reputasi yang bagus. Pengembang gim lokal masih belum bisa bersaing dengan pengembang luar karena memang industri pengembangan gim di Indonesia masih tergolong baru. Sebagai langkah awal, penulis belajar membuat gim sendiri yang diberi judul “Steal my Cheese” dengan Construct 3 game engine dengan harapan bisa membantu memajukan pengembangan gim di Indonesia

    SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA PENGELOLA APLIKASI BALI BACKPACKER DENGAN METODE MVC

    Full text link
    Pulau Bali adalah salah satu destinasi wisata paling digandrungi banyak orang baik dalam negeri maupun luar negeri. Sistem pemanduan wisata masih berbentuk konvensional dimana sistem pemanduan masih menggunakan brosur atau Google Maps, sehingga diperlukan kemajuan berupa aplikasi yang dapat memberikan panduan kepada wisatawan. Aplikasi yang dibuat juga perlu didukung oleh sistem informasi berbasis web yang membantu pengelola aplikasi Bali Backpacker untuk mengelola tempat wisata nya. Sistem informasi ini dibangun menggunakan framework Laravel dan MySQL. Ditinjau dari segi kelayakan dan kebutuhan maka pengelola aplikasi Bali Backpacker di Bali telah memenuhi syarat untuk memanfaatkan web sehingga akses informasi lebih efektif dan juga mempermudah wisatawan untuk mengetahui tempat wisata di Bali. Sistem informasi berbasis web ini terintegrasi dengan aplikasi yang digunakan oleh wisatawan sehinggan hubungan antar wisatawan dengan pengelola aplikasi Bali Backpacker terasa organik dan tepat. Aplikasi telah berhasil dibuat dan website untuk pengelola telah dihosting dengan berbagai fitur yang ditawarkannya

    PEMANFAATAN KITOSAN DARI CANGKANG RAJUNGAN SEBAGAI BIOKOAGULAN PADA AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU

    Full text link
    Cangkang rajungan mengandung senyawa kitin dan kitosan yang dapat digunakan sebagai biokoagulan, yaitu biopolimer yang dapat digunakan secara komersial untuk membran yang berfungsi sebagai bahan koagulan dan flokulan. Kandungan kitin pada cangkang rajungan mencapai 22,66%. Zat kitin pada cangkang rajungan diproses menjadi biokoagulan untuk menyerap kandungan senyawa organik di dalam limbah produksi tahu, sehingga nilai chemical oxygen demand (COD) di dalam limbah tahu akan berkurang. Konsentrasi COD pada limbah produksi tahu mencapai 1017,35 mg/L, sehingga akan mengakibatkan pencemaran perairan. Penambahan biokoagulan dengan metode koagulasi-flokulasi dapat mengurangi kadar COD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dosis optimum dalam pembuatan biokoagulan. Metode penelitian menggunakan tiga tahapan yaitu demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel limbah dari hasil produksi tahu dan ditambahkan biokoagulan menggunakan metode koagulasi dan flokulasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh penambahan biokoagulan 0,4 g:250 ml memiliki efisiensi yang terbaik yaitu 99,5%, sehingga dapat menurunkan kadar COD sebesar 1017,35 mg/L menjadi 4,893 mg/L. Hal ini telah sesuai dengan standar baku mutu yang telah ditetapkan, sehingga pencemaran lingkungan perairan berkurang. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.378

    Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan melalui E-Klampid di Kelurahan Ngagel Rejo Surabaya

    No full text
    Population Administration is one of the services that must be carried out by the local government. With so many complaints by the public regarding population administration services, the Surabaya City Government has created an innovation, namely E-Klampid. E-klampid is an online service for managing birth certificates, death certificates, moving in and out for Indonesian citizens, as well as marriage certificates and divorce certificates for non-Muslims. The type of research used is descriptive qualitative by collecting, processing and analyzing data from research results. The focus of the research is e-klampid innovation in population administration services in the Ngagel Rejo Village, Surabaya. The theory used in analyzing is the attribute theory of innovation according to Rogers, namely relative advantage, ease of observation, suitability, complexity, and possibility of trying. The results of the research that has been carried out, namely the E-Klampid Program at the Ngagel Rejo Sub-District Office have been able to provide benefits in the form of easier service because it is enough to get to the village, you don't need to come to the Population and Civil Registry Office. In the kelurahan there is also no need to incur costs, it is faster and saves energy because there is no need to come over and over again. The implementation of E-Klampid in improving population administration facilities is in accordance with the applicable SOPs, and the implementation of E-Klampid is in accordance with the needs of the community in obtaining population administration service facilities. The implementation of E-Klampid in the Ngagel Rejo Village, Surabaya, has no complications when it is being operated. However, for people who feel that complexity only occurs in people who lack technological knowledge. Through the implementation of E-Klampid, the community can easily observe how far the service process for making population administration documents that have been registered is by accessing the klapid.surabaya.go.id web. AbstraksiAdministrasi Kependudukan merupakan salah satu pelayanan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Dengan banyaknya keluhan oleh masyarakat terkait pelayanan administrasi kependudukan maka Pemerintah Kota Surabaya membuat sebuah inovasi yaitu E-Klampid. E-klampid merupakan layanan online dalam pengurusan akta kelahiran, akta kematian, pindah datang dan pindah keluar bagi WNI, serta akta perkawinan dan akta perceraian bagi masyarakat non-muslim. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data dari hasil penelitian. Fokus penelitian yaitu inovasi e-klampid dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Ngagel Rejo Surabaya. Teori yang digunakan dalam menganalisis yaitu Teori atribut inovasi menurut Rogers yaitu Keuntungan relatif, Kemudahan diamati, Kesesuaian, Kerumitan, dan Kemungkinan dicoba. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu Program E-Klampid di Kantor Kelurahan Ngagel Rejo telah mampu memberikan keuntungan yakni berupa pelayanan menjadi lebih mudah karena cukup sampai dikelurahan saja tidak perlu datang ke dispendukcapil. Di kelurahan juga tidak perlu mengeluarkan biaya, lebih cepat dan hemat tenaga karena tidak perlu berkali-kali datang. Implementasi E-Klampid dalam peningkatan kemudahan administrasi kependudukan telah sesuai dengan SOP yang berlaku, serta implementasi E-Klampid telah sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dalam memperoleh kemudahan pelayanan administrasi kependudukan. Implementasi E-Klampid di Kelurahan Ngagel Rejo Surabaya tidak memiliki kerumitan saat sedang dioperasikan. Namun, untuk masyarakat yang merasa kerumitan hanya terjadi pada masyarakat yang kurang memiliki pengetahuan teknologi. Melalui implementasi E-Klampid masyarakat dapat dengan mudah mengamati sejauh mana proses pelayanan pembuatan dokumen administrasi kependudukan yang telah didaftarkan, yaitu dengan cara mengakses web klampid.surabaya.go.id

    KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN : PERAN KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN DAERAH YANG DINAMIS (SUATU TINJAUAN KRITIS DAN ANALITIS) DI PEMERINTAH KOTA DEPOK

    Full text link
    The purpose of this research is to find out and analyze the role of government leadership in realizing dynamic regional governance, which is one of the analytical and critical reviews of the City Government of Depok. The research method used in this research is descriptive research with a qualitative approach. The data collection technique was carried out by means of in-depth interviews with a number of informants related to the research problem as well as secondary data collection from various literature that supports the research. The results of this study explain that the role of government leadership in terms of the aspects of interpersonal roles, informational roles and decision-making in realizing a dynamic regional government that has been implemented although not yet optimal and some that must be considered and improved, Depok City government leadership must develop sustainable/sustainable leadership, empowerment, develop a culture of innovation and transformational leadership that can redirect and integrate planning, programs and policies so that Depok City becomes a City efficient and independent. Planning and budgeting must be consistent and gender-based in meeting the basic needs of society, not based on fav sectoral oritism.ABSTRAKSITujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis peran kepemimpinan pemerintahandalam mewujudkan pemerintahan daerah yang dinamis merupakan salah satu tinjauan analitis dankritis di Pemerintah Kota Depok.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif denganpendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara secara mendalamterhadap sejumlah informan yang terkait dengan permasalahan penelitian juga pengumpulan datasecara sekunder dari berbagai literatur yang mendukung pada penelitian.Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa peran kepemimpinan pemerintahan yang ditinjaudari aspek peran antar pribadi, peran informasional dan pengambilan keputusan dalam mewujudkanpemerintahan daerah yang dinamis sudah terimplementasikan walaupun belum optimal danbeberapa yang harus menjadi perhatian dan ditingkatkan,Kepemimpinan pemerintahan Kota Depok harus mengembangkan kepemimpinanberkelanjutan/berkesinambungan, pemberdayaan, mengembangkan budaya inovasi dankepemimpinan transformasional yang dapat mengarahkan dan memadukan kembali antaraperencanaan, program dan kebijakan sehingga Kota Depok menjadi Kota efisien dan mandiri.Perencanaan dan penganggaran harus konsisten dan berbasis gender dalam memenuhi kebutuhandasar masyarakat, tidak berdasarkan favoritisme sektoral

    1,629

    full texts

    1,885

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇