Portal Jurnal Elektronik UPG 1945 NTT (Universitas Persatuan Guru)
Not a member yet
85990 research outputs found
Sort by
Pengaruh Perceraian Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak di Desa Lame Kecematan Wewiku Kabupaten Malaka: Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Perceraian Orang Tua terhadap pendidikan anak di Desa Lamea Kecematan Wewiku Kabupaten Malaka. Penelitian ini menggunaka metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini berlokasi di Desa Lamea, Kecematan Wewiku, Kabupaten Malaka, dengan jumlah populasi sebanyak 185 orang. Sampel dalam penelitian ini 40 orang, Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner dan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian ada pengaruh perceraian orang tua terhadap pendidikan anak di Desa Lamea Kecematan Wewiku Kabupaten Malaka. Karena berdasarkan hasil penelitian, F tabel 0,05 = 0.312 > F hitung 0,05 = 170.264, maka hipotesis Ha ada pengaruh yang signifikan antara perceraian orang tua terhadap pendidikan anak. Dengan adanya pengaruh perceraian orang tua terhadap pendidikan anak. Berdasarkan perhitungan statistik F hitung < F tabel. Hal ini berarti membuktikan bahwa dengan adanya perceraian orang tua dapat berdampak pada pendidikan anak.
This study aims to determine the effect of parental divorce on children's education in Lamea Village, Wewiku District, Malaka Regency. This study uses a quantitative descriptive research method. This study was located in Lamea Village, Wewiku District, Malaka Regency, with a population of 185 people. The sample in this study was 40 people. The sampling technique in this study used a saturated sampling technique. The data collection technique used in the study was a questionnaire and the data analysis technique used was simple linear regression. The results of the study showed the effect of parental divorce on children's education in Lamea Village, Wewiku District, Malaka Regency. Because based on the results of the study, F table 0.05 = 0.312> F count 0.05 = 170,264, then the hypothesis Ha there is a significant effect between parental divorce on children's education. With the influence of parental divorce on children's education. Based on statistical calculations F count <F table. This means that it proves that parental divorce can have an impact on children's education
Dari Hati ke Kelas: Strategi Membangun Sekolah yang Emosional Sehat dengan SEL
Pendidikan memiliki tujuan untuk tidak hanya mencetak individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang matang secara sosial dan emosional. Seiring dengan semakin meningkatnya tantangan seperti stres akademik, perundungan, dan rendahnya empati, perhatian terhadap kesejahteraan emosional siswa menjadi sangat penting. Pembelajaran sosial emosional (Social Emotional Learning/SEL) merupakan pendekatan yang dapat membantu menciptakan individu yang sadar diri, memiliki kontrol emosi, empatik, serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan SEL di SD Inpres Liman, Kabupaten Timor Tengah Selatan, untuk menciptakan lingkungan belajar yang emosional sehat. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis penerapan SEL melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SEL telah terintegrasi dalam kurikulum, interaksi sosial di kelas, dan kebijakan sekolah, yang menghasilkan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan sosial emosional siswa. Program SEL ini juga meningkatkan kualitas hubungan guru-siswa, empati di kalangan siswa, serta kesejahteraan emosional mereka. Namun, tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru dan partisipasi orang tua masih perlu diatasi. Penelitian ini menyarankan penguatan pelatihan bagi guru, peningkatan keterlibatan orang tua, dan pengembangan kebijakan yang lebih mendalam terkait implementasi SEL untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih emosional sehat
PENINGKATAN KETEPATAN SERVIS BADMINTON MELALUI LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN BAGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 KOTA KUPANG
Penelitia ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan kekuatan otot lengan terhadap peningkatan ketepatan servis bulu tangkis pada siswa kelas XI SMA Negeri 7 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test satu kelompok. Sampel penelitian sebanyak 10 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes push-up untuk mengukur kekuatan otot lengan dan tes ketepatan servis bulu tangkis. Data dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan ketepatan servis yang signifikan setelah diberikan latihan kekuatan otot lengan, dengan nilai t hitung sebesar 28,7 lebih besar dari t tabel 1,833 pada taraf signifikansi 5%. Latihan kekuatan otot lengan terbukti efektif dalam meningkatkan ketepatan servis bulu tangkis dan disarankan untuk diterapkan secara rutin dalam pembelajaran
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL: Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses internalisasi pendidikan karakter berbasis nilai kearifan lokal di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan, (2) mengetahui dampak integrasi nilai-nilai kearifan lokal terhadap peserta didik dalam mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan (3) mengetahui pencapaian pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal terhadap peserta didik pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian kualitatif ini berfokus pada proses dan dampak pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Subjek penelitian adalah SMA Negeri 1 Amanuban Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kearifan lokal dilakukan melalui pembelajaran terintegrasi, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal memberikan dampak positif pada sikap dan perilaku peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran sejarah. Pencapaian pengintegrasian terlihat dari peningkatan kesadaran, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai luhur budaya lokal oleh peserta didik
UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI PESERTA DIDIK MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PETA KONSEP DIKELAS Vlll SMP NEGERI 5 KUPANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metode peta konsep serta menganalisis peningkatakan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 5 Kupang melalui metode tersebut. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 5 Kupang pada semester II tahun ajaran 2024/2025, dengan subjek penelitian siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan siswa, guru, dan kepala sekolah, serta analisis dokumen arsip dan foto kegiatan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Langkah-langkah metode pembelajaran peta konsep meliputi persiapan, pemilihan peran, penjelasan materi, metode pelaksanaan, diskusi dan analisis, serta evaluasi dan kesimpulan. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) IPS Kelas VIII SMP Negeri 5 Kupang ditetapkan 74, dengan persentase ketuntasan klasikal minimal 74%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah dua siklus perlakuan. Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I adalah 68% dan meningkat menjadi 93% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Peta Konsep berhasil meningkatkan kemampuan dan hasil berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VIII SMP Negeri 5 Kupang
Tradisi Belis Dalam Adat Perkawinan Masyarakat Desa Waiholo Di Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan makna tradisi "Belis" dalam perkawinan adat masyarakat Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling. Informan terdiri dari informan kunci dan informan biasa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta melibatkan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan "Belis" di Desa Waiholo telah mengalami pergeseran makna dari tujuan aslinya, sehingga sering dianggap sebagai beban. Meskipun demikian, "Belis" memiliki makna sosial (persatuan dan kesatuan), makna budaya (pengetahuan, kepercayaan, adat istiadat), makna ekonomi (kesejahteraan dan kemakmuran), dan makna agama/religi (sistem keimanan). Keempat makna ini menjadi alasan utama tradisi "Belis" tetap dipertahankan dan dilestarikan sebagai warisan leluhur, dengan upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Sumba
EVALUASI PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI TERHADAP PERTUMBUHAN ANAK USIA DINI 0-5 TAHUN DI PUSKESMAS SONRAEN AMARASI SELATAN
Masalah dalam penelitian ini untuk memahami tantangan, dalam pelaksanaan pemberian makanan bergizi di puskesmas untuk pertumbuhan anak usia dini. Berkaitan dengan permasalah diatas maka, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk memastikan bahwa anak-anak menerima asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif . Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 23 orang . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian makanan bergizi berdampak positif terhadap pertumbuhan anak usia dini.Berdasarkan hasil penelitian ini , Peneliti menyimpulkan bahwa, Pelayanan Puskesmas pemberian makananbergizi melalui program Puskesmas Sonraen berdampak positif terhadap pertumbuhan anak usia dini. Adapun keterbatasan peneliti yang di alami adalah pengambilan surat penelitian 
PERAN GURU PJOK UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN UKS DI SMA NEGERI 5 KUPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam meningkatkan pelayanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMA Negeri 5 Kupang. UKS merupakan program penting di sekolah dalam mendukung terwujudnya lingkungan belajar yang sehat dan kondusif. Guru PJOK memiliki tanggung jawab strategis dalam menyukseskan program UKS melalui kegiatan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dasar, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru PJOK, kepala sekolah, dan tim pelaksana UKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PJOK Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keterlibatan guru PJOK sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan UKS di sekolah. Dukungan dari pihak sekolah dan kerjasama lintas sektor menjadi faktor penunjang keberhasilan program tersebut. memiliki peran aktif dalam pelaksanaan program UKS, baik sebagai pendidik, fasilitator, maupun motivator. Guru PJOK memberikan edukasi kesehatan kepada siswa, membantu layanan pertolongan pertama, serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat
PERAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER UNTUK GURU PJOK
Pembentukan karakter guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) menjadi aspek fundamental dalam menghasilkan pendidik yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan kepramukaan sebagai media pembentukan karakter bagi guru PJOK, serta mengidentifikasi nilai-nilai kepramukaan yang relevan dengan kompetensi pedagogik dan kepribadian guru PJOK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara mendalam terhadap 15 guru PJOK yang memiliki latar belakang kepramukaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola pembentukan karakter melalui aktivitas kepramukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kepramukaan berperan signifikan dalam membentuk karakter guru PJOK melalui lima dimensi utama: (1) kepemimpinan dan tanggung jawab, (2) kedisiplinan dan ketaatan pada aturan, (3) kerjasama dan solidaritas, (4) kemandirian dan inisiatif, serta (5) cinta alam dan lingkungan. Nilai-nilai kepramukaan seperti kejujuran, keberanian, dan pengabdian terbukti meningkatkan kualitas pedagogik guru PJOK sebesar 78%
Peran Guru Dalam Pembentukan Karakter Kerja Sama Siswa dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif di SMP Negeri Satap Eirobo: Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk (1) pembentukan karakter kerja sama siswa dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif pada siswa kelas VII-A di SMP NEGERI SATAP EIROBO (2) mengetahui peran guru dalam pembentukan karakter kerja sama siswa dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif pada siswa kelas VII-A SMP NEGERI SATAP EIROBO. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian mengemukakan bahwa (1) pelaksanaan tindakan telah dilaksanakan selama dua, dan pada siklus II menunjukkan hasil yang baik, yat terdapat peningkatan dengan nilai rata-rata 78,70 persen dBerdasarkan hasil penelitian siklus I dan II terdapat relevansi dengan teori-teori yang dijadikan acuan dalam penelitian ini, Fokus penelitian adalah peran guru dalam pembentukan karaktegan ketuntasan klasikal mencapai 87,09 persen. (2) peran guru terbukti sangat penting dalam meningkatkan karakter kerja sama siswa dikelas, hal ini terlihat dari cara guru membimbing siswa dengan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, memberikan perhatian kepada siswa yang tidak bisa fokus selama proses pembelajargemukakan pendapatnya. Berdasarkan hasil peneltian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa penerapan metode pembejalajara kooperatif mampu membentuk karakter kerja sama siswa dikelas dan hal ini tidak luput dari peran guru yang mampu membimbing dan memotivasi siswa selama proses pembelajaran. Saran dari penelitian kepada pihak sekolah agar dapat memberikan pelatihan terkait penggunaan metode pembelajaran, dan bagi guru diharapkan metode kooperatif dpat digunakan untuk membentuk karakter kerja sama siswa di kelas