Portal Jurnal Elektronik UPG 1945 NTT (Universitas Persatuan Guru)
Not a member yet
85990 research outputs found
Sort by
PENGARUH BERMAIN SEPAK BOLA TERHADAP KESEGARAN JASMANI SISWA KELAS VIII SMP KIHAJAR DEWANTORO KUPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain sepak bola terhadap kesegaran jasmani siswa kelas VIII di SMP Kihajar Dewantoro Kupang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya aktivitas fisik dalam meningkatkan kebugaran jasmani, serta sepak bola sebagai olahraga yang melibatkan berbagai komponen fisik seperti kekuatan, daya tahan, kelincahan, dan kecepatan. Melalui kegiatan bermain sepak bola yang dilakukan secara rutin, diharapkan siswa dapat mengalami peningkatan dalam kesegaran jasmani mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah 14 siswa kelas VIII yang mengikuti program bermain sepak bola selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Data dikumpulkan melalui tes kesegaran jasmani sebelum dan sesudah perlakuan, yang mencakup lari cepat, sit-up, pull-up, dan shuttle run. Analisis data dilakukan dengan uji t untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata kesegaran jasmani siswa setelah mengikuti program bermain sepak bola. Hal ini membuktikan bahwa bermain sepak bola memberikan pengaruh positif terhadap kebugaran jasmani siswa. Oleh karena itu, disarankan agar permainan sepak bola dijadikan bagian dari kegiatan rutin dalam pendidikan jasmani untuk menunjang kesehatan dan kebugaran peserta didik
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE PADA KELAS X SMA KRISTEN LOLI KECAMATAN POLEN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X SMA Kristen Loli pada mata pelajaran sejarah melalui model pembelajaran Learning Cycle. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan siswa kelas X SMA Kristen Loli sebagai subjek penelitian. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa setelah penerapan model Learning Cycle. Pada siklus I, ketuntasan motivasi belajar siswa mencapai 90,47%, yang dinilai kurang optimal karena siswa masih menyesuaikan dengan model baru. Namun, pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan hingga mencapai ketuntasan 100%. Ini menunjukkan bahwa model Learning Cycle efektif dalam meningkatkan motivasi belajar sejarah siswa.
Kata kunci: Motivasi belajar, Learning Cycle, Upaya peningkata
KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA MELALUI LATIHAN ZIG-ZAG PADA SISWA KELAS IV SD INPRES TANAH MERAH KABUPATEN BELU
Masalah utama yang dihadapi oleh para siswa di tanah merah kabupaten belu adalah teknik menggiring bola. Berkaitan dengan permasalahan di atas maka, peneliti terterik untuk melakukan penelitian, dengan tujuan untuk mengetahui Keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak bola, melalui latihan zig-zag. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan naturalistik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 262 orang. Sampel penelitian ini berjumlah orang. Tenik analisis data dalam penelitian ini adalah trigulansi. Hasil dalam penelitian ini adalah keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak bola yang di pelajari siswa kelas IV A SD Inpres Tanah Merah II Atambua karena sudah diterapkan dalam kurikulum dan menjadikan olahraga prioritas di Sekolah Dasar Inpres Tanah Merah II Atambua Kabupaten Belu. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bawah, proses pembelajaran dan pengembangan bakat dan minat para siswa dalam permainan sepak bola melalui latihan lari zig-zag untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola, latihan ini juga membantu para siswa dalam peningkatan kemampuang menggiring bola. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah waktu, biaya dan tempat penelitian
LATIHAN MENEMBAK BERPASANGAN MENINGKATKAN KETEPATAN FREE THROW PERMAINAN BOLA BASKET PESERTA EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 2 KUPANG
Masalah dalam penelitian ini siswa kurang menguasai materi pada saat penyampaian materi dalam teori permainan bola basket di kelas dan ada anak kurang berperan aktif pada saat praktek berlangsung. Karena teknik dasar shooting itu penting maka penulis melakukan penelitian ini dengan judul Latihan menembak berpasangan untuk meningkatkan ketepatan free throw permainan bola basket peserta ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Kupang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan ketepatan free throw melalui latihan menembak bola berpasangan pada peserta ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Kupang . Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment (perlakuan) tertentu.Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 15 orang. Tenik analisis data dalam penelitian ini mengunakan data statistik yang di hitung menggunakan rumus. Hasil analisis data menunjukkan bahwa latihan menembak berpasangan dapat meningkatkan ketepatan ketepatan free throw permainan bola basket peserta ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Kupang . Peningkatan yang signifikan tersebut disebabkan karena pelatihan yang diberikan 3 kali seminggu selama 8 minggu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode latihan menembak berpasangan secara signifikan dapat meningkatkan ketepatan tembakan free throw pada pemain. Penerapan latihan ini terbukti efektif dengan adanya peningkatan akurasi sebesar 73,8 % setelah pelaksanaan program latihan
FUNGSI RUMAH ADAT DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT MASYARAKAT TIMOR DI DESA NOEBANA KECAMATAN NOEBANA
Penelitian ini berjudul "Fungsi Rumah Adat dalam Upacara Perkawinan di Desa Noebana" yang disusun oleh Yefri Haki dengan Nomor Induk Mahasiswa 2187201063. Skripsi ini dibimbing oleh Bapak Temy Ingunau, S.Pd., M.M. sebagai Dosen Pembimbing I dan Bapak Omiano Sabu, S.Pd., M.Pd. sebagai Dosen Pembimbing II. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam fungsi esensial rumah adat dalam rangkaian upacara perkawinan yang dilaksanakan di Desa Noebana. Lokasi penelitian ini secara spesifik berada di wilayah Desa Noebana, yang menjadi fokus utama dalam penggalian data dan informasi terkait tradisi lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang memungkinkan peneliti untuk mengungkapkan fakta-fakta sosial secara ilmiah dan mendalam. Pendekatan kualitatif dipilih karena memberikan keleluasaan dalam memahami konteks budaya, makna simbolis, serta interpretasi partisipan terhadap fungsi rumah adat dalam upacara perkawinan. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi langsung di lapangan. Pemilihan informan didasarkan pada pertimbangan peneliti mengenai individu-individu yang memiliki pengetahuan luas dan mendalam tentang upacara rumah adat suku Timor, serta mereka yang terlibat langsung dalam pelestarian adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun. Teknik wawancara memungkinkan penggalian perspektif dan pengalaman pribadi informan, sementara observasi langsung memberikan gambaran nyata tentang praktik dan interaksi yang terjadi di dalam rumah adat selama upacara perkawinan.
Penelitian ini juga secara khusus menyoroti peran sentral tokoh adat di Desa Noebana. Tokoh adat tidak hanya berfungsi sebagai representasi dan penjaga warisan budaya, tetapi juga sebagai agen pelestarian adat yang aktif dalam mengembangkan nilai-nilai positif budaya yang telah menjadi pedoman hidup bagi kelompok masyarakat setempat. Keberadaan dan kiprah tokoh adat sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan tradisi, termasuk dalam konteks upacara perkawinan. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap ritual dan praktik adat dilaksanakan sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menguraikan fungsi fisik rumah adat, tetapi juga makna sosial dan budaya yang melekat padanya, serta bagaimana interaksi antara rumah adat, upacara perkawinan, dan peran tokoh adat saling berkaitan dalam membentuk identitas budaya masyarakat Desa Noebana. Melalui analisis ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang pentingnya pelestarian rumah adat sebagai bagian integral dari warisan budaya tak benda masyarakat Timor
Penerapan Model Contekstual Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMK Bina Karya Tuapakas
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMK Bina Karya Tuapakas sebelum penerapan model pembelajaran Contextual Learning; (2) mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran Contextual Learning dalam pembelajaran Sejarah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMK Bina Karya Tuapakas; dan (3) mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran Contextual Learning dalam pembelajaran Sejarah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMK Bina Karya Tuapakas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Bina Karya Tuapakas. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara guru dan siswa, serta observasi kegiatan di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan berpikir kritis siswa sebelum tindakan tergolong rendah; (2) penerapan model Contextual Learning dilaksanakan melalui dua siklus dengan peningkatan ketuntasan klasikal dari 18,75% pada pra-tindakan menjadi 75% pada siklus I, dan meningkat signifikan menjadi 96,25% pada siklus II; (3) model pembelajaran Contextual Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMK Bina Karya Tuapakas.
Kata kunci: Model Contextual Learning; Kemampuan Berpikir Kritis; Pembelajaran Sejara
Penerapan pendekatan induktif dalam pembelajaran sejarah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Sma Kristen 1 Soe
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan induktif dalam pembelajaran sejarah pada siswa kelas X SMA Kristen 1 Soe. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Kristen 1 Soe. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran krusial dalam pendidikan, khususnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah. Guru harus menjadi teladan sikap tanggung jawab, memberikan tugas yang menantang dan bermakna dalam penerapan pendekatan induktif, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Dengan demikian, siswa dapat membentuk sikap tanggung jawab dan memahami materi Sejarah yang disampaikan
MELESTARIKAN SAU NIKI: MENGGALI MAKNA DAN RELEVANSI TRADISI PANEN KELELAWAR PADA MASYARAKAT TOHELETEN DALAM KONTEKS MODERNISASI
Tradisi Sau Niki yang dijalankan oleh masyarakat Suku Toheleten di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, bukan hanya kegiatan berburu kelelawar, tetapi juga ritual adat yang sarat makna. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi makna tradisi Sau Niki dan mengkaji tantangan pelestariannya dalam konteks perubahan sosial dan modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) makna Sau Niki melampaui aktivitas panen kelelawar semata; ia mencerminkan kosmologi leluhur yang hidup dalam praktik ritual, solidaritas komunal yang terbangun melalui gotong royong, serta prinsip konservasi alam berbasis adat, (2) tradisi Sau Niki menghadapi tantangan serius akibat pergeseran nilai budaya, pengaruh agama formal, dan komodifikasi budaya di era modern. Untuk menjaga keberlanjutannya, diperlukan pelibatan aktif generasi muda, pendidikan budaya kritis, dan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, serta akademisi agar tradisi ini tetap hidup sebagai bagian dari identitas dan panduan hidup komunitas
the Analisis Kinematik Footwork dan Positioning Goalkeeper Saat Menghadapi One-on-OneSituation Berbasis Video Analysis Kinovea pada Klub Indonesia Muda Football Akademi (IMFA) Semarang: Analisis Kinematik Footwork dan Positioning Goalkeeper Saat Menghadapi One-on-OneSituation Berbasis Video Analysis Kinovea pada Klub Indonesia Muda Football Akademi (IMFA) Semarang
Tujuan: Menganalisis karakteristik kinematik footwork dan positioning goalkeeperIndonesia Muda FootBall Akademi (IMFA) dalam situasi one-on-one menggunakanvideoanalysis Kinovea untuk mengembangkan model optimal positioning dan meningkatkanefektivitas performa goalkeeper. Metode: Penelitian mixed methods dengan sequentialexplanatory design melibatkan 12 goalkeeper Indonesia Muda FootBall Akademi (IMFA)yang dikategorikan berdasarkan pengalaman (novice n=4, intermediate n=4, advancedn=4). Data kinematik dikumpulkan melalui 16 sesi testing selama 8 minggu menggunakandualcamera system dan dianalisis dengan software Kinovea. Parameter yang diukur meliputifootwork (step frequency, ground contact time, approach velocity), positioning (bodyangle, coverage angle, confrontation distance), dan temporal factors (reaction time, decisiontime). Data dianalisis menggunakan ANOVA, correlation analysis, dan multiple regression. Hasil:Terdapat perbedaan signifikan parameter kinematik antar level pengalaman (p<0.05). Advanced goalkeeper menunjukkan step frequency tertinggi (3.12±0.42 steps/sec), groundcontact time terpendek (170.0±31.2 ms), dan approach velocity optimal (4.23±0.61m/s). Model regresi berganda mengidentifikasi step frequency (β=0.542), balance recoverytime(β=-0.413), body angle (β=-0.391), dan coverage angle (β=0.408) sebagai prediktorsignifikan save success rate (R²=0.789, p=0.017). Advanced goalkeeper memiliki success ratetertinggi (72.6±13.9%) dibanding intermediate (61.2±11.7%) dan novice (42.3±9.8%). Kinovea menunjukkan reliabilitas excellent (ICC>0.90) dan akurasi tinggi (r>0.96) dibandinggold standard. Intervensi 4 minggu berbasis video analysis meningkatkan save success ratesecara signifikan dari 54.3% menjadi 67.2% (p=0.015). Kesimpulan: Penelitianmengidentifikasi pola kinematik optimal untuk performa goalkeeper dalamsituasi one-on-one, dengan technical efficiency, positioning accuracy, decision speed, dan spatial awarenesssebagai komponen utama. Teknologi Kinovea terbukti reliable dan cost-effective untukanalisis performa goalkeeper di level klub. Model yang dikembangkan dapat digunakanuntukprogram pelatihan evidence-based dan individual development plans, memberikan foundationilmiah untuk peningkatan performa goalkeeper secara sistematis
Kemampuan Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman Pribadi Siswa Kelas XI SMA Negeri 7 Kota Kupang Merujuk Pada Unsur-Unsur Kebahasaan Tahun Pelajaran 2023/2024: Indonesia
Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman dan menemukan penulisan kata dan kesalahan penggunaan tanda baca yang ada. Teori yang digunakan teori struktural sastra untuk mengarah kepada unsur-unsur pembangun dalam cerpen. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode ini di uraikan semua fakta yang di temukan. Data yang di ambil dari hasil kerja siswa, setelah itu di deskripsikan dan di analisis. berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa hasil kemampuan menulis cerpen berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dari 69 siswa yang di teliti terdapat 27 siswa dengan presentase 39,58 yang termasuk kategori baik, kategori cukup sebanyak 37 siswa dengan presentase 50,42 kategori kurang sebanyak 5 siswa dengan presentase 10 . Dari kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 7 Kota Kupang, merujuk pada unsur-unsur kebahasaan dengan jumlah keseluruhan siswa yang mendapat nilai sesuai unsur intrinsik cerpen dan unsur kebahasaan dari 69 siswa adalah siswa yang termasuk kategori sangat baik adalah 2 orang dengan prsentase 10 , siswa yang termasuk dalam kategori baik sebanyak 40 orang dengan prsentase 54,5 , siswa yang termasuk kategori cukup sebanyak 27 orang dengan presentase 35,5