Al-Mishbah (E-Journal)
Not a member yet
106 research outputs found
Sort by
ANALISIS KATA SERAPAN DAN ISTILAH ASING PADA TUTURAN SISWA
Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tuturan pada siswa-siswi. Penelitian pada analisis kata serapan dan istilah asing pada tuturan siswa menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti mengambil data penelitian ini pada tuturan siswa. berupa wujud kosakata serapan, wujud kosa kata istilah asing. Sumber data dalam penelitian ini adalah data berupa tuturan siswa. Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam menganalisis tuturan siswa tersebut menggunakan teknik simak, teknik rekam, teknik catat. Instrument penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar korpus data yang terdiri atas korpus data wujud kosakata serapan, korpus data wujud kosakata istilah asing. Tahap menganalisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara, 1.Mentanskripsikan data,2.Mereduksi data, 3.Mengklasifikasikan data, 4.mendeskripsikan data, dan 5.Menyimpulkan data. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil tuturan yang berupa kosakata serapan sebanyak 11 Data, kosakata istilah asing sebanyak 10 Data. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian mengenai kata serapan dan istilah asing, khususnya kata asing dari berbagai bahasa sebagaimana layaknya yang dialami manusia dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat bahasa selalu mengalami perkembanga
DAMPAK INOVASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID 19
The Covid-19 pandemic has hit many countries around the world. Almost all activities have been limited with the aim of preventing the corona virus from spreading, one of which has felt the impact is educational activities. Since 2019 until today, Indonesia has carried out an online learning process. With online learning, it opens our thinking horizons for the enormous potential of information and communication technology (internet) which previously was not used optimally in various lines of life, especially in the field of education, without being limited by space and time, educational activities can be carried out anywhere and anytime. In addition, while there is no certainty when this pandemic will end, strong learning is an absolute necessity that must be met by all Indonesian people
MAKNA PESAN BUDAYA MAKU GAWENE DALAM PERILAKU KOMUNIKASI ORANG TERNATE
Cultural messages are only captured with genuine appreciation and understanding by the cultural stakeholders themselves. The owner of culture will be able to feel the meaning because of living it in the environment even since childhood. This cultural message is then translated into values of life in society. The meaning contained in the cultural message of Maku Gawene contains about the principles of life to love each other, protect each other in the communication process. Simply Maku Gawene can be interpreted as a sense of mutual love and from this feeling is the basis for the formation of social solidarity as well as glue for any differences that exist. The meaning of Maku Gawene's cultural message then makes the communication behavior of Ternate people to be inclusive and full of love, so that they can accept others as part of themPesan budaya hanya ditangkap dengan penghayatan dan pemahaman murni oleh pemangku budaya sendiri. Pemilik budaya akan bisa merasakan makna karena menghayatainya dalam lingkungan bahkan sejak kecil. Pesan budaya ini kemudian diterjemahkan menjadi nilai-nilai hidup dalam masyarakat. Makna yang terkandung dalam pesan budaya Maku Gawene berisikan tentang prinsip-prinsip hidup untuk saling menyayangi, saling melindungi dalam melakukan proses komunikasi. Secara sederhana Maku Gawene dapat diartikan adanya rasa saling cinta dan dari rasa inilah yang menjadi dasar terbentuknya solidaritas sosial sekaligus perekat atas tiap perbedaan yang ada. Makna pesan budaya Magu Gawene kemudian membuat perilaku komunikasi orang Ternate menjadi inklusif dan penuh rasa cinta, sehingga bisa menerima orang lain sebagai bagian dari merek
JIHAD DALAM KONTEKS DAKWAH KEKINIAN
This article discusses the essence of the meaning of jihad and its actualization in modern life. Basically, jihad has two meanings; First, jihad with the meaning of Islamic da'wah in a manner that is polite, tolerant, peaceful, and far from coercion and violence. Second, jihad with the meaning of war. Jihad in the first sense must be applied anytime and anywhere, while jihad in the second sense can only be applied under conditions of extreme compulsion due to a certain threat from the enemy. The main purpose of jihad is al-amr bi al-ma ' ruf wa al-nahy an al-munkar. For that, when put in the context of today's modern life, then jihad could be interpreted in the sense of a more macro and holistic, so that all forms of al-amr bi al-ma ' ruf wa al-nahy an al-munkar as an effort to increase the level of education community Islam, an effort to improve the welfare of Muslims, both economically, politically and culturally. All of them fall into the category of jihad in Islam, and are more important than physical jihad with war, because for the current context that is what Muslims need.Artikel ini membahas tentang hakekat makna jihad dan aktualisasinya dalam kehidupan modern. Pada dasarnya jihad memiliki dua pengertian; Pertama, jihad dengan pengertian dakwah Islam melalui cara yang santun, toleran, damai dan jauh dari unsur pemaksaan dan kekerasan. Kedua, jihad dengan pengertian perang. Jihad dalam pengertian pertama harus diaplikasikan kapan saja dan dimana saja, sedangkan jihad dengan pengertian kedua hanya boleh diaplikasikan dalam kondisi yang sangat terpaksa karena adanya ancaman yang pasti dari musuh. Tujuan utama dari jihad adalah al-amr bi al-ma‟ruf wa al-nahy an al-munkar. Untuk itu, jika diletakkan dalam konteks kehidupan modern saat ini, maka jihad bisa dimaknai dalam arti yang lebih makro dan holistik, sehingga segala bentuk al-amr bi al-ma‟ruf wa al-nahy an al-munkar seperti usaha meningkatkan tingkat pendidikan ummat Islam,usaha meningkatkan kesejahteraan hidup umat Islam,baik secara ekonomi, politik dan budaya. Semuanya masuk dalam kategori jihad dalam Islam, dan lebih utama dibandingkan dengan jihad fisik dengan perang, karena untuk konteks saat ini hal itulah yang dibutuhkan oleh umat Islam
REKONSTRUKSI KOMUNIKASI SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI INDONESIA
This study aims to provide an educational tool by presenting the problem of handling Covid-19 in Indonesia as well as efforts to unite the community through the reconstruction of social communication to minimize conflicts during the pandemic. The subject of this research includes the realization of the prevention of Covid-19 in Indonesia, social problems in the pandemic era, and reconstruction of social communication as an effort to prevent viruses in society. The research method used is a comparative study learning experience as a medium for data analysis with literature review. The results of this study concluded that efforts to deal with covid-19 in Indonesia were a strategic step but not yet massive so that the number of covid-19 transmissions has increased significantly. Among the causes; weak regulatory discipline, covid-19 information is ambiguous and there is a prejudice oriented towards economic and political interests. These problems can be prevented by reconstructing social communication with structural, cultural, and dialogue approaches.Penelitian ini bertujuan untuk sarana edukasi dengan menyajikan persoalan penanganan covid-19 di Indonesia serta upaya penyatuan masyarakat melalui rekonstruksi komunikasi sosial untuk meminimalisir konflik di masa pandemi. Adapun pokok pembahasan penelitian ini meliputi, realisasi pencegahan covid-19 di Indonesia, Problematika sosial di era pandemi dan rekonstruksi komunikasi sosial sebagai upaya pencegahan virus di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi komparasi learning experience sebagai media analisis data dengan kajian literatur. Hasil penelitian ini menyimpulkan, upaya penanganan covid-19 di Indonesia merupakan langkah strategis namun belum masif sehingga jumlah penularan covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan. Diantara faktor penyebabnya; kedisiplinan aturan yang lemah, informasi covid-19 bersifat ambiguitas serta adanya sikap prasangka yang berorientasi pada kepentingan ekonomi dan politik. Problematika tersebut dapat dicegah melalui rekonstruksi komunikasi sosial dengan pendekatan struktural, kultural dan dialog
METODE DAKWAH DALAM MENGATASI PROBLEMATIKA REMAJA
This study is a qualitative study that attempts to collect data by means of theoretical approaches, both preaching theories, and psychological theories. With both approaches it seeks to reveal answers to the problem of how the method of preaching in overcoming adolescent problems. After conducting research, the most important findings of this study are formulated as follows: Da'wah method in overcoming adolescent problems starting from the material must be in accordance with the needs of adolescents easily understood and must be a problem solving problem faced by adolescents. The intended method is lecture, question and answer, discussion, uswatun hasanah (exemplary), and home visit (home visit).Penelitian ini pembahasannya bersifat kualitatif berupaya mengumpulkan data dengan melakukan pendekatan teori, baik teori-teori dakwah, maupun teori psikologi, Dengan kedua pendekatan tersebut berupaya mengungkap jawaban atas persoalan bagaimana metode dakwah dalam mengatasi problematika remaja. Setelah melakukan penelitian maka temuan terpenting dari kajian ini dirumuskan sebagai berikut: metode dakwah dalam mengatasi problematika remaja dimulai dari materinya harus sesuai dengan kebutuhan remaja mudah dipahami dan harus merupakan problem solving terhadap kesulitan yang dihadapi oleh remaja. Metode yang dimaksudkan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, uswatun hasanah (keteladanan), dan home visit (kunjungan kerumah)
STRATEGI DAKWAH MELALUI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN AN NAHDLAH MAKASSAAR
One of the da'wah in Indonesia is Islamic educational institutions, namely Islamic boarding schools which consistently carry out their da'wah activities by shaping the knowledge, attitudes, and behavior of students in accordance with the guidance of Islamic teachings. The existence of An Anahdlah Islamic Boarding School in the midst of the people of Makassar City is very strategic for the development of Islamic da'wah, especially in urban communities that have been built by modernization. By maintaining the diversity of traditions as one of the teaching values, Islamic Boarding School An Nahdlah has challenges in carrying out Islamic da'wah.Salah satu keberhasilan dakwah yang ada di Indonesia adalah adanya lembaga pendidikan Islam yakni pondok pesantren secara konsisten menjalankan aktivitas dakwahnya dengan membentuk pengetahuan, sikap dan perilaku para santri sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Keberadaan Pesantren An Anahdlah di tengah-tengah masyarakat Kota Makasasar menjadikannya sangat strategis bagi pengembangan dakwah Islam khususnya pada masyarakat kota yang banyak dipengaruhi oleh modernisasi. Dengan tetap mempertahankan tradisi keberagamaan sebagai salah satu nilai yang diajarkan, membuat Pesantren An Nahdlah memiliki tantangan tersendiri dalam melaksanakan dakwah Islam
KH ABDURAHMAN WAHID (1940-2009) DAN DAKWAHNYA DI INDONESIA
Gus Dur's pluralism is closer to social pluralism, but also leads to humanism (respecting the lives of others). Pluralism of this kind emphasizes on building a nation that is unified over the differences. This kind of da'wah pathway can only be realized if Da'wah is not merely understood as a conventional activity. Da'wah should be brought to the wider realm, the political path. Preaching activists moved to the teachings of Islam so that Islam can be made an ideology of the country, or at least every government or state policy always with Islamic values so that Islamic teachings are based on the nation's political life.Pluralisme Gus Dur lebih dekat kepada pluralisme sosial, selain juga mengarah kepada humanisme (menghargai hak hidup orang lain). Pluralisme semacam ini lebih menekankan kepada membangun sebuah bangsa yang bersatu di atas perbedaan. Jalur dakwah semacam ini hanya dapat terwujud jika dakwah tidak semata-mata dipahami sebagai kegiatan yang konvensional. Dakwah harus dibawa ke ranah yang lebih luas, yaitu jalur politik. aktivis dakwah bergerak mendakwahkan ajaran Islam supaya Islam dapat dijadikan ideologi negara, atau paling tidak setiap kebijakan pemerintah atau negara selalu dengan nilai-nilai ajaran Islam sehingga ajaran Islam melandasi kehidupan politik bangsa
METODE DAKWAH PADA KOMUNITAS MARJINAL
Globalization flow getting stronger forces each individual to adjust to social life, especially in urban areas. In general, urban communities have begun to classify themselves into communities, both cultural and structural, both small and large communities. One of the communities that was born was a marginal community. This community has a very unique character and orientation and is rarely touched by preaching. Starting from here, this research aims to formulate Islamic preaching method that is suitable for the marginalized communities in Indonesian society. The research method used is qualitative research. In fact, qualitative research does not have a standard measure, the framework that is built can still be reconstructed and adapted to the objective conditions in the field. The approach used is phenomenology. This approach allows researchers to describe experiences as best as possible, understand and apply fairly to phenomena as they appear and are felt by experiences. The conclusion of this research is that the Islamic preaching method that is considered suitable for marginalized communities is da'wah bil hal, study centers, open houses, mentoring and advocacy, economic empowerment, educational scholarships, distribution of Zakat Infaq Sodaqoh (ZIS), library parks, health packages, compensation social and educational skills work.Arus globalisasi yang semakin kuat memaksa setiap individu untuk menyesuaikan diri dalam berkehidupan sosial, khususnya di wilayah perkotaan. Secara umum masyarakat perkotaan mulai mengklasifikasikan dirinya pada komunitas-komunitas baik kultural maupun struktural,baik komunitas kecil maupun komunitas besar. Salah komunitas yang lahir adalah komunitas marjinal. Komunitas ini memiliki karakter dan orientasi yang sangat unik serta jarang tersentuk oleh dakwah. Berangkat dari sinilah penelitian ini memiliki tujuan untuk merumuskan metode dakwah yang sesuai deng komunitas marjinal yang ada di masyarakat Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. sejatinya penelitian kualitatif tidak memiliki ukuran yang baku, kerangka yang dibangun masih dapat direkonstruksi dan disesuaikan dengan konsdisi objektif di lapangan. Adapun pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendeskripsikan pengalaman-pengalaman sebaik mungkin, memahami dan berlaku adil terhadap fenomena sebagaimana yang muncul dan dirasakan oleh pengalaman.
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode dakwah yang dianggap cocok untuk komunitas marjinal adalah dakwah bil hal, sanggar belajar, rumah singgah, pendampingan dan advokasi, perberdayaan ekonomi, beasiswa pendidikan, distribusi Zakat Infaq Sedekah (ZIS), taman pustaka, paket kesehatan, santunan sosial dan pendidikan keterampilan kerja
ANALISIS RESEPSI AUDIENS TERHADAP GAYA FASHION DALAM POSTINGAN AKUN INSTAGRAM @JEJOUW
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan resepsi audiens dalam mengartikan, menganalisa, dan membenarkan makna terhadap gaya fashion pada sebuah postingan akun Instagram. Peneliti menggunakan kualitatif deskriptif, digunakan untuk mengetahui intrepretasi audiens tentang fashion yang dibagikan lewat unggahan foto yang ada di Instagram @Jejouw. Sedangkan untuk metodenya menggunakan pendekatan secara kualitatif dimana penelitian ini dipusatkan pada prinsip umum yang didasari dari perwujudan sebauah arti dari gejala sosial yang ada di dalam lingkungan bermasyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemikiran setiap orang dalam merespsikan sebuah postingan itu berbeda – beda tergantung dari pengalaman, lingkungan yang mereka dapat dikeseharian mereka.
Kata kunci : Resepsi, Deskriptif, gaya hidup, konsumtifAbstract
This article aims to determine the audience's reception ability in interpreting, analyzing, and justifying the meaning of fashion style in an Instagram account post. The researcher uses descriptive qualitative, which is used to find out the audience's interpretation of fashion which is shared through photo uploads on Instagram @Jejouw. This study uses a qualitative method or approach where this research focuses on general principles based on the embodiment of a meaning of social phenomena that exist in the community. And the results of this study show that everyone's thoughts in responding to a post are different depending on the experience, the environment they can live in in their daily lives.
Keywords: Reception, descriptive, gaya hidup, consumptiv