E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
    909 research outputs found

    SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN BIAYA BIMBEL (Studi Kasus : Bimbel GAMA)

    No full text
    Bimbel Gama merupakan salah satu lembaga bimbingan belajar di provinsi Sumatera Barat yang memiliki peminat yang cukup banyak, baik tingkat SD, SMP maupun SMA. Saat ini bimbel Gama sudah memiliki cabang di kota Padang, Bukittinggi, Solok dan Pariaman. Dalam melakukan pengolahan data, terutama data pendaftaran dan laporan keuangan masih menggunakan MS Excel sehingga data tidak tersimpan secara terstruktur dan aman. Termasuk dalam pembuatan slip pembayaran biaya bimbel masih menggunakan kwitansi manual yang ditulis tangan, sehingga bisa menyebabkan terjadinya kesalahan oleh petugas. Untuk mengatasi kesalahan yang mungkin terjadi maka penulis mencoba untuk membangun sebuah system informasi berbasis desktop untuk pengolahan data pendaftaran dan pembyaran biaya bimbel, dimana akan menggunakan MySQL sebagai DBMSnya

    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENGOLAHAN DATA DI BALAI WILAYAH SUNGAI SUMATERA V KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

    No full text
    RESEARCH THAT THE AUTHOR DID IN THE SUMATRA RIVER REGION HALL V MINISTRY OF PUBLIC WORKS AND PUBLIC HOUSING OF WEST SUMATRA PROVINCE AIMS TO BUILD AN INFORMATION MANAGEMENT SYSTEM FOR DATA PROCESSING PAYING ORDERS AND FUND DISBURSEMENT WARRANTS. THE METHOD USED IS A FIELD STUDY THAT IS CONDUCTING DIRECT INTERVIEWS WITH COMMITMENT MAKING OFFICIALS OF GROUNDWATER AND RAW WATER I, THEN STUDY LIBRARIES AND LABORATORY STUDIES USING VB.NET 2013. THE RESULTS OF THE RESEARCH ARE TO FACILITATE THE DATA PROCESSING. SO THAT CONCLUSIONS CAN BE OBTAINED, WITH THIS MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM, IT CAN FACILITATE THE PROCESSING DATA OF PAYING ORDERS AND FUND DISBURSEMENT WARRANTS TO PRODUCE INFORMATION AND REPORT MAKING CORRECTLY, QUICKLY AND ACCURATELY

    SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT MENULAR DENGAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR

    No full text
    Abstract Infectious diseases have harmful effects if left unchecked. The limited number and working hours of health workers and the queue of patients makes handling and provision of first aid for patients to be not optimal. Then an expert system was developed which can help in diagnosing and allowing patients based on the facts experienced by the patient and cannot be directly with the doctor. In this study the method of forward chaining method to compile rules and based on certainty factor (CF) method is used to calculate the value of certainty so that the results are decided more clearly. The development phase of this method begins by gathering knowledge from experts or experts from various organizations and facts that build the knowledge base and provide CF values for each type of disease. Available information and problems based on the symptoms experienced by the patient. From the results of system testing, trials were conducted on 20 users, which resulted from the trial and compared with expert claims. This is 85% accurate with error 15%, showing the results of this infectious expert system can help doctors diagnose infectious diseases. based on the events experienced by patients and can provide first aid or early diagnosis by providing solutions to users.Keywords: Expert System, Health, Forward Chaining, Certainty Factor.  Abstract Penyakit menular mempunyai efek yang berbahaya jika dibiarkan. Terbatasnya jumlah dan jam kerja tenaga kesehatan dan banyaknya antrian pasien membuat penanganan dan pemberian pertolongan pertama kepada pasien menjadi tidak optimal. Maka dibuat sistem pakar yang dapat membantu dalam mendiagnosis dan memberikan solusi kepada pasien berdasarkan gejala penyakit menular yang dialami pasien sehingga pasien tidak harus berkonsultasi langsung dengan dokter. Pada penelitian ini digunakan metode forward chaining untuk penyusunan rule dan ditambahkan metode certainty factor (CF) yang digunakan untuk menghitung nilai kepastian agar hasil yang diputuskan lebih jelas. Tahapan pembangunan metode ini dimulai dengan mengumpulkan pengetahuan dari tenaga ahli atau pakar berupa nama penyakit dan gejala penyakit kemudian membangun basis pengetahuan dan memberikan nilai CF pada setiap jenis penyakit. Sehingga didapatkan informasi dan solusi berdasarkan gejala-gejala yang dialami pasien. Dari hasil pengujian sistem yang dilakukan ujicoba kepada 20 orang user dengan tingkat error sebesar 15%, dimana hasil dari ujicoba tersebut dan dibandingkan dengan pendapat dokter diperoleh nilai akurasi dari sistem ini adalah 85% akurat, menunjukan bahwa hasil sistem pakar penyakit menular ini sudah dapat membantu dokter dalam mendiagnosis jenis penyakit menular berdasarkan gelaja-gejala yang dialami pasien dan dapat memberikan pertolongan pertama atau diagnosis dini dengan memberikan solusi kepada user.Kata Kunci : Sistem Pakar, Kesehatan, Forward Chaining, Certainty Facto

    FAKTOR RISIKO UTAMA MATERNAL PENYEBAB ABORTUS DI PUSKESMAS KECAMATAN IV KOTO KABUPATEN AGAM

    Get PDF
    The purpose of this study to determine the main factors abortion in area of Agam Regency with 119 pregnant mothers in 2016 by using cross sectional approach and logistic binary regression test analysis. The results found that 14.3% of mothers encountered abortion. There were six variables that had significant relationship to major risk factors; mother’s education level (OR 6.161), mother’s occupation (OR 8,000), family economic status (OR 0.138), mother’s psychology (OR 5,497), husband’s role (OR 0, 95) and Ante Natal Care (ANC) quality (OR 10,714). Meanwhile mother’s age and parity were considered insignificant. The result of logistic regression test found that ANC quality p = 0,021, 95% CI, Exp B 6.871 was the major risk factor of abortion and the confounding factors were mother’s education level, family economic status and husband role due to change of OR> 10% in Agam regency in 2016. Concultion is the implementation quality of ANC can decrease abortion. Researcher expects that the Head of Health Department  do coaching health workers to improve the quality of integrated ANC.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor utama abortus di wilayah kabupaten Agam kepada 119  ibu hamil tahun 2016 dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan analisis uji regresi logistic binary. Hasil penelitian ditemukan 14,3% ibu mengalami abortus, variabel tingkat pendidikan ibu (OR 6.161), pekerjaan ibu (OR 8.000), status ekonomi keluarga ibu (OR 0.138), kondisi psikologis ibu (OR 5,497), peran suami (OR 0,95) dan kualitas Ante Natal Care (ANC) (OR 10,714)terdapat hubungan yang bermakna sebagai faktor risiko abortus. Dan variabelusia ibu, paritas tidak menjadi faktor risiko penyebab abortus. Hasil uji regersi logistic ditemukan kualitas ANC p=0,021, CI 95%, Exp B 6.871 adalah faktor risiko utama abortus dan variabel tingkat pendidikan ibu, status ekonomi keluarga dan peran suami menjadi faktor confounding karena perubahan OR> 10% di Kecamatan IV Koto tahun 2016. Kesimpulan  pelaksanaan ANC berkualitas dapat menurunkan kejadian abortus, Harapan peneliti kepada dinas kesehatan untuk melakukan pembinaan sumber daya kesehatan untuk meningkatkankan kualitas ANC terpadu

    HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI PERAH DENGAN PRAKTEK PEMBERIAN ASI PERAH

    No full text
    Background: Breastfeeding on Working Mothers is hampered at breastfeeding as the intensity of the mother and baby encounters decreases. The alternative that can be taken is the provision of ASIP. Objective: To know the Education Relationship and Knowledge of ASIP with ASIP Assessment on Working Mother in Desa Tanjung Aur Kelurahan Balai Gadang Work Area of Cold Water Health Center Year 2017. Method: Cross sectional design cross sectional study was conducted in Tanjung Aur Village Balai Gadang District Working Area of Puskesmas Cold Water 2017. Data collection dated 3-7 July 2017. Population of all working mothers with infants aged ≥ 2-11 months sampled as many as 36 people total sampling technique. Result: Data collection with questionnaire and chi-square statistic test. Univariate was found from 36 respondents, 25 people (69,4%) did not give ASIP to their babies, 21 people (58,3%) low education level, 29 people (80,6%) low knowledge level. In bivariate analysis obtained p value <α, there is correlation of education with giving ASIP (P value = 0,002) and there is correlation of knowledge with giving ASIP (P value = 0,001). Conclusion: Mothers Working in breastfeeding in the village of Tanjung Aur Kelurahan Balai Gadang Working Area Cold Water Health Center partially did not provide ASIP to the baby. Suggested to Health Center to increase health promotion about ASIP. Latar belakang : Pemberian ASI pada Ibu Bekerja terhambat pada waktu menyusui karena intensitas pertemuan Ibu dan Bayi berkurang. Alternatif yang bisa ditempuh adalah pemberian ASIP. Tujuan : untuk mengetahui Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan tentang ASIP dengan Pemberian ASIP pada Ibu Bekerja di Desa Tanjung Aur Kelurahan Balai Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Tahun 2017. Metode : Penelitian bersifat analitik desain cross sectional dilaksanakan di Desa Tanjung Aur Kelurahan Balai Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin 2017. Pengumpulan data tanggal 3-7 Juli 2017. Populasi seluruh Ibu bekerja yang memiliki bayi usia ≥ 2-11 bulan sampel sebanyak 36 orang teknik total sampling. Hasil : Pengumpulan data dengan kuesionerdan uji statistic chi-square. Univariat ditemukan dari 36 orang responden, 25 orang (69,4%) tidak memberikan ASIP pada Bayinya, 21 orang (58,3%) tingkat pendidikan rendah, 29 orang (80,6%) tingkat pengetahuan rendah. Pada analisa bivariat didapatkan  p value < α, ada hubungan pendidikan dengan pemberian ASIP ( P value = 0,002) dan ada hubungan pengetahuan dengan pemberian ASIP ( P value = 0,001). Simpulan : Ibu-Ibu Bekerja menyusui di Desa Tanjung Aur Kelurahan Balai Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin sebagian tidak melakukan pemberian ASIP pada Bayinya. Disarankan kepada Puskesmas meningkatkan Promosi kesehatan tentang ASIP

    KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DAN KERENTANAN LARVA NYAMUK Aedes spp DI KECAMATAN LUBUK BASUNG

    No full text
    Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an acute febrile infectious disease caused by four virus serotypes of the genus Flavivirus that is transmitted to humans through the bites of infected Aedes mosquitoes.Lubuk Basung District is a DHF endemic with the most number of cases, namely 91 cases. The purpose is to analyze the environmental risk factors and to determine a description susceptibility of Aedes larvae in Lubuk Basung District. The study is an observational analytic with case-control design. The sample size was 81 cases and 81 control. The research was conducted in the Lubuk Basung District. Bivariate analysis result showed that the habit of hanging clothes (p=0,000 ; OR = 3,44 ; CI 95 % = 1,60–8,23), and the habit of not using mosquito repellent had a significant correlation with incidence of dengue (p = 0,026 ; OR = 2,07 ; CI 95 % = 1,08–4,12).  The results of susceptibility testing larvae in Lubuk Basung District included in the vulnerable category that is>98%. Conclusion is the habit of hanging clothes, the habit of not using mosquito repellent were risk factor of DHF in Lubuk Basung District.Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi demam akut yang disebabkan oleh empat serotipe virus dari genus Flavivirus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes spp yang terinfeksi. Kecamatan Lubuk Basung merupakan kecamatan endemis DBD dengan jumlah kasus terbanyak pada tahun 2014 yaitu 91 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor risiko lingkungan dan mengetahui gambaran kerentanan larva nyamuk Aedes spp di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam.Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan rancangan studi kasus kontrol dengan responden sebanyak 81 kasus dan 81 kontrol. Hasil analisis statistik menunjukkan variabel yang bermakna terhadap kejadian DBD di Kecamatan Lubuk Basung adalah kebiasaan menggantung pakaian (p=0,000 ; OR = 3,44 ;dan CI 95 % = 1,60–8,23), dan kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk (p = 0,026 ; OR = 2,07 ; dan CI 95 % = 1,08–4,12). Hasil uji kerentanan larva di kelima Nagari Kecamatan Lubuk Basung termasuk dalam kategori rentan yaitu >98 %. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan kebiasaan menggantung pakaian dan kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk dengan kejadian DBD di Kecamatan Lubuk Basung

    KENYAMANAN DAN KEPUASAN PASIEN DALAM PROSES INTERAKSI PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSUD PETALA BUMI

    No full text
    The quality of service nursing influenced by satisfaction and comfort patients .2 of 6 indicators of quality is a cause of patients home force and did not choose the hospital treatment same time of need .This study aims to analyze comfort and satisfaction patients in the interaction nursing service hospital the 2016 petala year .The research is description analytic with samples were 123 patients who were hospitalized in installation .The analysis shows that the patients are in the elderly early ( 25,2 % ) , patients of the female sex ( 57,7 % ) , the senior secondary school / equivalent ( 68,3 % ) , of employment civil servants ( 43,9 % ) , the treatment to 1 - 2 ( 95,1 % ) , the third grade care ( 51,2 % ) , the majority of haripe 1-3 day care ( 73,2 % ) , payment methods patients in installation patient is bpjs ( 63,4 % ) , mostly located in a room a floor III ( 41,5 % ) , berda in the comfortable ( 52,03 % ) and most patients are in the satisfied ( 72,36 %). In the process interaction service nursing .Expected management hospitals can make the most of communication nurse through seminar activities and training related communication effective in interpersonal raising comfort and satisfaction patients Rendahnya mutu pelayanan keperawatan dipengaruhi oleh kepuasan pasien. Pelayanan keperawatan yang bermutu menjadi alasan pasien untuk menggunakan pelayanan kembali. Pelayanan dikatakan bermutu apabila pasien merasa nyaman dan menimbulkan kepuasan serta melebihi harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis kenyamanan dan kepuasan pasien dalam  proses interaksi  pelayanan keperawatan di RSUD Petala Bumi Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskripsi analitik dengan sampel berjumlah 123 pasien yang berada di Instalasi rawat inap. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien berada pada kelompok Lansia awal (25,2 %),  pasien jenis kelamin perempuan (57,7%), tingkat pendidikan SLTA / Sederajat  (68,3%),  Jenis Pekerjaan PNS(43,9 %),  kelompok rawatan ke 1 – 2 (95,1%), kelompok perawatan Kelas III (51,2%),  mayoritas hari rawatan 1-3 hari  (73,2%), Cara Pembayaran pasien di Instalasi Rawat Inap adalah BPJS (63,4%), sebagian besar berada di ruang Lantai III (41,5%), berda pada kategori Nyaman (52,03%) dan sebagian besar pasien berada pada kategori puas (72,36%) dalam proses interaksi pelayanan keperawatan. Diharapkan manajemen rumah sakit dapat mengoptimalkan kemampuan komunikasi perawat melalui kegiatan seminar dan pelatihan terkait komunikasi yang efektif secara interpersonal sehingga meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasie

    Analisa Pelaksanaan Program Penanggulangan HIV Dan AIDS Di Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi

    No full text
    Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS  )isasyndrome inthe formof symptom sand infections thatarise because aperson infect edwiththe Human Immuno deficiency Virus (HIV),Thereport isba sedon the NAC (National AIDS Commission) of West Sumatra, aswell asreportsfromDisease Prevention Section ofWest Sumatra Provincial HealthOffice, Theres earch objective wasto analyze the implementation ofthe HIV and AIDS counte rmeasure program.Thedesig nofthis study use daqualitative approach with the methodo fsystem analysis of the data input, process ,output. Results from the study showed that the absen ceoflocal polici eson the implementation of the HIV and AIDS counterm easure programs, resourc epoweris still lacking and the off icershave double duty, the Departmen to Health does not havea HIV national guide book, also the fund sfrom the goverment budget is not focuse donthe HIV and AIDS, the fund also usedfor P2PL (environmental health and control program), in addition to technical problems, the coordination withvarious programs also has notgone well. It isrecommen ded that local authorities, especially Bukittinggi health department to makes regulations orlaws, which regulate technical implementation of the HIV and AIDS count ermea sure program, eit hermayor policy orregulation,sothat the program can run optimally ,the allocation offund sfrom the goverment budget should befocused specifically for this program.Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan sindrom berupa gejala dan infeksi yang disebabkan karena terinfeksi Human Immuno deficiency Virus (HIV) dapat menyerang dan merusak system kekebalan tubuh manusia.Tujuan penelitian menganalisa pelaksanaan program penanggulangan HIV dan AIDS. Desain penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan metode analisis system dari Data input ,proses ,outpu .Penelitian ini dilakukan di Dinas Kesehatan Kota.Hasil penelitian menunjuk kan bahwa belum adanya kebijakan lokal yang mengatur tentang pelaksanaan program penanggulangan HIV dan AIDS ,sumberdaya tenaga yang masih kurang dan tugas rangkap ,Dinas Kesehatan tidak memiliki buku pedoman nasional manajemen HIV, dan ada dana dari APBD tidak terfokus untuk program penanggulangan HIV dan AIDS menyatu dengan dana pada bidang P2P, Masalah teknis peran serta dan koordinasi dengan linta sprogram dan lintas sektor belum berjalan dengan baik. Disaran kan agar pihak pemerintah daerah khususnya dinas kesehatan kota Bukittinggi membuat regulasi atau peraturan yang mengatur secara teknis pelaksanaan program penanggulangan HIV dan AIDS ini baik berupa kebijakan atau peraturan walikota sehingga program ini dapat berjalan secara maksimal, alokasi dana dari APBD harus terfokus khusus untuk program ini ,diharapkan juga pemerintah khususnya lebih memperhatikan terutama masalah nutrisi para ODHA yang bertugas sebagai penjangkau kasus dilapangan meningkatkan kerja sama lintas program dan sektor serta menguatkan komitmen demi keberhasilan dari program ini

    MODEL HUBUNGAN ANTARA KEBERAGAMAN GENDER, PENDIDIKAN DAN NATIONALITY DEWAN KOMISARIS TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

    No full text
    This research aims to examine the relationship between the diversity of gender, nationality and education commissioner toward disclosure of corporate social responsibility (CSR) is done on all companies listed on the Indonesia stock exchange from 2012 to 2016. Using the data panel and sample selection technique of purposive sampling then samples as much as 260 companies. The model used for this panel data analysis technique is regression model panel. Based on the results from testing the hypothesis found that 1) Board of Directors Gender effect positively and significantly to the disclosure of CSR. 2) Education Board of Directors effect positively and significantly to the disclosure of CSR, 3) there is no effect of Nationality toward the disclosureCSR. The results of this study are consistent with the literature previous that the gender and diversity education is determinants in CSR disclosure on the company's high profile on Indonesia stock exchange. The presence of women as directors of companies can contribute in increasing amount of disclosure of CSR as well as when the company led by individuals who have a high educational level, especially relating with the economy and businesses will also encourage an increase in the number of disclosures of CSRPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antarakeberagaman gender, pendidikan dan nationality dewan komisaris terhadap pengungkapan corporate social responsibility (CSR) yang dilakukan pada seluruh perusahaanyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2012 sampai2016. Dengan menggunakan data panel dan teknik pemilihan sampel purposive sampling maka diperoleh sampel sebanyak 260 perusahaan. Model yang digunakan untuk teknik analisis data panel ini yaitu model regresi panel. Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis ditemukan bahwa 1) Gender dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengungkapan CSR. 2) Pendidikan dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengungkapan CSR, 3) Nationality tidak berpengaruhterhadap Pengungkapan CSR.Hasil penelitian ini konsisten dengan literatur yang menyatakan bahwa keberagaman genderdan pendidikan merupakan faktor-faktor penentu dalam pengungkapan CSR pada perusahaan high profil di Bursa Efek Indonesia. Keberadaan perempuan sebagai direksi perusahaan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan jumlah pengungkapan CSR serta ketika perusahaan yang dipimpin oleh para individu yang memiliki level pendidikan yang tinggi khususnya yang berhubungan dengan ekonomi dan bisnis juga akan mendorong peningkatan jumlah pengungkapan CSR

    Profil Metabolit Sekunder Ekstrak Daun Berenuk (Crescentia Cujete L.)Dan Uji Sitotoksik Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test

    No full text
    Tanaman berenuk (Crescentia cujete L.) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di Indonesia.Secara tradisional daun berenuk digunakan untuk mengobati luka baru dan menurunkan hipertensi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil metabolit sekunder ekstrak daun berenuk dan uji sitotoksik terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan metode brine shrimp lethality test. Uji skrining fitokimia menunjukkan ekstrak daun berenuk mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik dan steroid. Dari hasil identifikasi dengan metode KLT terhadap ekstrak daun berenuk diduga adanya alkaloid dengan nilai Rf 0,82; flavonoid dengan nilai Rf 0,57; fenolik dengan nilai Rf 0,85 dan steroid dengan nilai Rf 0,55. Hasil identifikasi dengan spektrofotometer uv-visible diperoleh empat puncak dengan panjang gelombang 664 nm, 402 nm, 329 nm dan 213 nm. Hasil uji sitotoksik didapatkan nilai LC50 30,54 µg/ml yang berarti ekstrak daun berenuk aktif terhadap ”brine shrimps” dengan level toksisitas yaitu toksi

    183

    full texts

    909

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇