E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
    909 research outputs found

    Development Of Resource Sharing E-Magazine At SMKN 3 Payakumbuh Using PHP Programming Language

    No full text
    The school magazine at SMK N 3 Payakumbuh still a print magazine that is affixed to wall and less attractive to students. The existence of online media such as e-Magazine as a resource sharing and substitute for print magazine are expected to disseminate information up to date is also made more attractive and spread information quickly without having to look directly magazine that there was a wall at school. Based on these problems then do a needs assessment to collect data as well as interviews, ADDIE methodology used. It can be concluded that it has succeeded in making e-Magazine on SMK 3 Payakumbuh. The goal is to enhance the reader's interest in school magazine and can help provide solutions in development of school magazines. With eMagazine of school easier to disseminate new information about school

    Real Election Count Application; Case Study: The 2nd Round Padang Election 2014

    No full text
    The author has conducted research in Padang Commission with the aim of knowing the addition of the current system to make it more optiomal future. In this study the authors use the method of Field Research is to conduct research directly into the field, in this case the authors plunge into Citizens and Agencies KPU Alone. From the results of the data collected, then the author uses Research laboratory methods that process the results of the research data in a computer laboratory. made the development of the information generated from the old system and there is the workings of the system itself by utilizing the computer as a means of replacing the tools and software used in data processing. This design is expected sistemyang authors can replace the old system, in order to achieve the level of effectiveness and efficiency higher. so that the design can be useful for the Commission Padang to obtain accurate results

    Televisi dan Kepentingan Pemilik Modal dalam Perspektif Teori Ekonomi Politik Media

    No full text
    Salah satu media dalam komunikasi massa yang paling besar pengaruhnya terhadap pembentukan opini publik adalah televisi. Televisi berperan besar dalam proses demokratisasi sebuah negara. Dalam kasus jelang Pemilihan Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu, media televisi memfokuskan perhatian masyarakat pada kampanye yang sedang berlangsung serta berbagai informasi seputar calon presiden dan isu politik lainnya. Dalam perspektif demokrasi, televisi merupakan salah satu media yang berfungsi sebagai penyangga. Televisi dapat menyediakan informasi politik sehingga bisa dipergunakan oleh masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya. Dalam proses demokratisasi, publik di Indonesia saat ini sangat menggantungkan diri pada program berita yang ditayangkan oleh stasiun televisi untuk mendapatkan informasi dalam proses perjalanan Indonesia menjadi negara demokratis. Kultur berita yang dibangun oleh media televisi seharusnya lebih diarahkan kepada promosi mengenai demokrasi dan pembentukan masyarakat yang lebih bertanggung jawab. Dalam teori ekonomi politik media menurut McQuail, kepemilikan media menyumbang akibat bagi keburukan masyarakat. Perspektif ekonomi politik melihat bahwa media tidak lepas dari kepentingan pemilik modal, negara atau kelompok lainnya. Media menjadi alat dominasi dan hegemoni masyarakat. Akibat dari monopoli kepemilikan media dikhawatirkan mampu mengancam kebebasan pers dan pilihan bagi konsumen. Kata Kunci : Televisi, Pemilik Modal, Ekonomi Politik Medi

    PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU BERSALIN DI BPS KOTA PADANG TAHUN 2013

    No full text
    Salah satu perubahan yg terjadi di masa  nifas (post partum) pada alat reproduksi yaitu terjadi involusi. Involusi uterus atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil. Involusi uteri dapat juga dikatakan sebagai proses kembalinya uterus pada keadaan semula atau keadaan sebelum hamil11. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi involusi uterus antara lain senam nifas, mobilitas dini ibu post partum, inisiasi menyusu dini, gizi, psikologis dan faktor usia serta faktor paritas13. Inisiasi menyusu dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan selama 1 jam. Tujuan penelitian adalah diketahui pengaruh pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) terhadap involusi uterus pada ibu bersalin di BPS Kota Padang.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik  dengan disain Kohort Prospektive. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di BPS Kota Padang tahun 2013 dengan teknik pengembilan sampel dengan concecutive sampling. Variabel-variabel yang dipelajari dalam penelitian ini adalah variabel terikat dan variabel bebas. Variabel terikat yang diteliti adalah Involusi uterus Variabel bebas yang diteliti adalah inisiasi menyusu dini (IMD). Penelitian ini menggunakan analisis data secara kuantitatif yaitu: analisis univariabel dan analisis bivariabel dengan menggunakan uji t (t test).Hasil penelitian menunjukan bahwa rata rata Tinggi Fundus uteri pada ibu nifas hari ke 6 yang dilakukan Inisisasi Menyusu Dini (IMD) adalah 10,54 cm dengan standar deviasi 1,103 cm sedangkan tinggi fundus uteri pada ibu n ifas yang tidak dilakukan IMD adalah 13,33 dengan standar deviasi 1,129. Dari hasil uji statistik didapatkan perbedaan rata rata tinggi fundus uteri antara yang dilakukan IMD dan tidak IMD adalah dengan nilai p 0,000 dengan 95% CI 2,143-3,440.Terdapat perbedaan tinggi fundus uteri yang signifikan antara yang dilakukan IMD dan tidak dilakukan IMD pada ibu bersalin di BPS Kota Padang. Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya bidan agar dapat melakukan pertolongan persalinan dengan IMD.Doi: 10.22216/jit.2014.v8i3.

    Pengaruh Terapi Akupuntur terhadap Tingkat Kesembuhan Pasien Post Stroke di Pusat Rehabilitasi Stroke Singkarak

    No full text
    Pemulihan pasca stroke merupakan proses panjang yang dapai berlangsung selama beberapa tahun dan tergantung jenis stroke yang diderita. Upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan diantaranya terapi alternatif bagi penderita stroke seperti akupunktur, Arornaterapi, Hidroterapi, Yoga, dan Terapi nutrisi. Pusat Rehabilitasi stroke Singkarak cukup banyak dikunjungi pasien stroke, dengan rata-rata pasien 620 orang per bulan. Rehabilitasi di sini dilakukan dengan menggunakan metode akunpuntur, yang ditawarkan melalui paket perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupuntur terhadap tingkat kesembuhan pasien post stroke di Pusat Rehabilitasi Stroke Singkarak Tahun 2012.Jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain Pre-test and Post-test design. Populasi adalah seluruh pasien post stroke yang menjalani terapi akupunktur di Pusat Rehabilitasi Stroke Singkarak. Sampel diambil purposive sampling, sebanyak 10 orang. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi.Hasil analisa univariat diketahui rata-rata tingkat kesembuhan pasien post stroke yang menjalani terapi akupunktur sebelum intervensi adalah 1,1, dan rata-rata tingkat kesembuhan pasien post stroke yang menjalani terapi akupunktur sesudah intervensi adalah 2,4. Hasil analisa bivariat terdapat pengaruh bermakna pelaksanaan terapi akupunktur terhadap tingkat kesembuhan pasien post stroke, nilai p=0.022.Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bermakna pelaksanaan terapi akupunktuf terhadap tingkat kesembuhan pasien post stroke. Diharapkan kepada pusat rehabilitasi agar dapat melakukan pendekatan secara psikologis bagi pasien yang takut dan tidak patuh dalam pelaksanaan terapi akupunktur agar terapi dapatterlaksana secara efektif sejakpertama kali dilakukan.Kata Kunci : Therapy Akupuntur, Tingkat Kesembuhan Stroke, Rehabilitas

    Work Family Conflict dan Stress Kerja Perempuan Bekerja

    No full text
    Perubahan secara demografis pada angkatan kerja di beberapa negara di  antara lain berupa bertambahnya kaum ibu yang bekerja, meningkatknya masalah masalah keluarga – pekerjaan di dalam lingkungan kerja. Walaupun   work family conflict  (konflik keluarga –pekerjaan) dikenal sebagai masalah pria dan wanita, namun isu tersebut berlanjut hingga penempatan tanggung jawab bagi wanita karier. Perbedaan tanggung jawab disebabkanoleh peranan wanita secara tradisional, yang semula dianggap harus lebih bertanggung jawab daripada pria dalam masalah-masalah rumah tangga. Tanggung jawab wanita yang besar terhadap pekerjaan dan keluarga menimbulkan apa yang di sebut dengan stress,ketidak puasan kerja, absensi, perputaran kerja. Dengan demikian perusahaan harus serius manangani masalah ini.Kata kunci : konflik keluarga-pekerjaan, wanita-bekerja, stress kerja, kinerja karyawan Change in demography of the work force in American and some countries in Asia, such as the increase number of working mother has increase the work-family issue in work environment. Although work-family conflict is known as a man and women issue, but this issue is continues to place different responsibilities for working women. The different responsibilities is because of the tradisional role of women, who take more responsibilities than man for the domestic matter. Work-family issues forced organizations to adopt some policies in order to solve this issue, such as family-friendly policy. Some research acknowledge that organization abilities to adopt this kind of policy influence employee respon to their work life, such as job stress, job satisfaction/dissatisfaction, absence, and turnover. It is become clear that organizations have to be serious in handling this issue.Key words: Work-family conflict, work-women, work stress,job performanc

    PROSES PENETAPAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X DI SMA SE-KECAMATAN LUBUK KILANGAN KOTA PADANG

    No full text
    This study aims to look at how the process of determining the minimum completeness criteria (KKM) High School districts namely Lubuk Kilangan 14 SMA N SMA Semen Padang and Padang and What are the obstacles faced in the Determination of minimum completeness criteria (KKM). This study uses kualaitatif. This research informants are teachers, principals, and representatives of the existing curriculum at the high school and high school N 14 Semen Padang Padang using Snawball sampling. Data were collected using observation, interview and documentation. The results of the study found: Minimum completeness criteria setting process (KKM) is: Principal KKM has set a minimum that must be achieved by the subject teachers, Having known the value of the minimum KKM subject teachers at a workshop convened to determine the KKM for Economic Subjects class X which starts from Standard competence, basic competence to later demoted to the indicator. So after KKM determined subject teachers reported the results of the meeting to the representative of the curriculum, the curriculum report to the Vice Principal, principal chief engineer reported the results to the Department of Education and to the Office of Padang province, then disseminated to students and parents in the form of student learning lembarhasil. While the obstacles encountered in the determination of this KKM is: Time penentukan KKM is not planned in accordance with the existing circumstances, When the teacher determines the minimum value of completeness (KKM) is too high then the students do a lot of remedial, When the teacher determines the minimum value of mastery is too low then the student will difficult to get into college. Doi: 10.22216/jit.2014.v8i3.

    Perbaikan Jatuh Tegangan Dengan Pemasangan Automatic Voltage Regulator

    No full text
    Pada jaringan distribusi telah dipertimbangkan kemungkinan-kemungkinan terjadinya penurunan tegangan karena beban puncak akibat penambahan beban dan pelepasan beban disisi konsumen.Dengan adanya variasi beban, maka disisi konsumen pada saat tertentu akan terjadi variasi tegangan yang besarnya berada antara tegangan minimum dan tegangan maksimum. Untuk mengatasi masalah ini, dapat dilakukan dengan pemasangan kapasitor shunt atau pemasangan Automatic Voltage Regulator (AVR). Adapun titik-titik beban tempat pemasangan kapasitor shunt adalah gardu hubung Painan sebesar 600 kVAR. Dengan pemasangan kapasitor ini  profil tegangan di titik beban untuk gardu hubung Painan ke Balai Selasa mengalami kenaikan tetapi belum memenuhi sesuai dengan yang diharapkan karena masih adanya rugi-rugi tegangan gardu hubung Surantih dan Balai Selasa. Oleh karena itu dilakukan pemasangan  Automatic Voltage Regulator (AVR)  diletakkan pada gardu hubung Painan.Setelah pemasangan AVR didapat hasil perhitungan kenaikan tegangan pada gardu hubung Painan sebesar 20,4123 kV, Surantih sebesar 19,5916 kV dan Balai Selasa sebesar 18,6180 kV. Setelah pemasangan Automatic Voltage Regulator  (AVR) dilakukan pada gardu hubung Painan telah memenuhi stendard kecil dari 10% tegangan normal, artinya performansi sistem distribusi akan menjadi lebih baik dan handalKata kunci : Perbaikan faktor daya, AVR

    Analytic Hierarchy Process Implementation As The Best Selection Of Study Program

    No full text
    Developments in the world of IT is increasingly rapidly, is one of the triggers of the social development of the community in the form of a mindset that is logical and structured for fact and de jure. In the world of academia person must choose on the basis of ability, background and not loose all of the facts and de jure in determining decisions of the various forms of options considering the benefits in the present and future. If you do not select a result equally bad for the future of education a person who has participated in the academics to high level. Various assumptions verbally represented in the form of numerical order of facts and data can be calculated scientifically and unacceptable logic anyone. For it decision support System in selecting an option we can use the method of Analytical Hierarchy Process (AHP) assisted with the super decisions software

    183

    full texts

    909

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇