E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
909 research outputs found
Sort by
Relaksasi Benson Untuk Durasi Tidur Pasien Penyakit Jantung Koroner
Coronary Arterial Disease (CAD) is one of cardiovaskular disease that remain leading cause death and disability. Short sleep duration is the major symptoms in patients with CAD, during recovery period after cardiac events and during cardiac rehabilitation. Benson’s relaxation is one of relaxation as modalities therapy to increase sleep duration, however few studies related to this technique in planned intervention. This study was to measured the effectiveness of Benson’s relaxation in short sleep duration of CAD patients during cardiac rehabilitation. It was a quasi experimental pretest posttest control group design. This study included 29 respondens in Dr.M.Djamil Hospital were assigned to intervention group which receiving Benson’s relaxation technique (n=15) and control group with routine care (n=14). Benson’s relaxation technique was administered for 5 days 2 times a day, each 20 minutes to intervention group. Short sleep duration was measured using sleep diary (self report). The result indicated significant increasing in mean of sleep duration before and after Benson’s relaxation in intervention group (p value < 0,001). The study concluded that Benson’s relaxation technique is an effective non-pharmacological intervention to increase sleep duration in CAD patients.Penyakit jantung koroner menjadi masalah kardiovaskular yang mengakibatkan angka mortalitas yang tinggi. Durasi tidur pendek termasuk salah satu keluhan utama pasien penyakit jantung koroner pada masa recovery setelah serangan dan menjalani rehabilitasi fase 2. Relaksasi Benson merupakan teknik relaksasi sebagai terapi modalitas untuk mengurangi keluhan durasi tidur pendek, namum belum banyak penelitian terkait intervensi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh relaksasi Benson terhadap durasi tidur pasien penyakit jantung koroner yang menjalani rehabilitasi fase 2. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan pendekatan control group pretest posttest design pada 29 responden di RSUP. Dr.M.Djamil Padang yang dibagi dalam dua kelompok (kelompok intervensi dan kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan rerata durasi tidur yang signifikan antara sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi Benson pada kelompok intervensi (p value < 0,001). Simpulan hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu terapi modalitas bagi perawat untuk mengatasi masalah durasi tidur pendek pada pasien penyakit jantung koroner
FAKTOR PENYEBAB PERILAKU LAKI-LAKI SUKA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN LAKI- LAKI (LSL) DI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2016
West Sumatera ranked 13thout of 33 provinces of HIV/AIDS cases in Indonesia by 2003. Bukittinggi occupied the second highest rank after Padang.HIV/AIDS cases are dominated by the age of 20-29 years. In 2014, 188 case of HIV/AIDS recorded, in West Sumatera, 156 people died, 73people from Padang, 15 people from Bukittinggi, and 11 people from Agam Regency. This study aims to determine the factor wich cause Male sex behavior with another man(LSL) in Bukittinggi by 2016. This is a qualitative research. Informant consisted of 2 LSL men, 7 conselours, and 8 LSL.The data was gained from the in-depth interviews focus group discussion. The cause of LSL from parental upbringing using the three parenting patterns, authoritarian, permissi, and democratic. From the aspect of psychodynamics, they were closer to the older siter. The role of father in effective, lack of love, violence, to the were looking for father figure outside the house. Mother would prefer a daughter and impose her child to behave like a women. From social sexual aspects, the experience being sexualy a bused by the same sex in yunior and senior high school and also teacher. The cause of LSL from parental upbringing, psychodynamics and sexual aspects.Pada tahun 2013 Provinsi Sumatra Barat menduduki rangking ke 13 dari 33 propinsi di Indonesia. Kota Bukittinggi menduduki rangking kedua terbanyak kasus HIV/AIDS setelah kota Padang. Kasus HIV/AIDS didominasi usia 20- 29 tahun. Pada tahun 2014 tercatat 188 kasus. Jumlah HIV/AIDS yang meninggal di Sumbar 156 orang yang berasal dari Padang 73 orang, Bukittinggi 15 orang, Kabupaten Agam 11 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab perilaku laki-laki suka berhubungan seks dengan laki-laki(LSL) di Kota Bukittinggi Tahun 2016. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif. Informan adalah 2 orang laki-laki yang suka berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) 7 orang konselor, 8 orang LSL. Tekhnik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Penyebab LSLdari pola asuh orangtua menggunakan ketiga pola asuh yaitu otoriter, permisif dan demokratis. Dari aspek dinamika psikologis,lebih dekat kepada kakak perempuan. Peran ayah tidak efektif, kurang kasih sayang, kekerasan, sehingga mencari sosok ayah diluar rumah.Ibu lebih menginginkan anak perempuan dan memberlakukan anaknya seperti perempuan. Aspek pengalaman seksual, informan pernah mengalami kekerasan seksual dengan jenis kelamin sama waktu masih sekolah SMP,SMA serta guru. Penyebab perilaku laki-laki suka berhubungan seks dengan laki-laki adalah faktor pola asuh orangtua, dinamika psikologis dan pengalaman seksual
Analisis Hubungan Perkembangan Emosional Anak Umur 8 – 12 Tahun Terhadap Kejadian Sibling Rivalry
Sibling rivalry is a competition or rivalry, jealousy and anger between siblings Sibling rivalry is seen at 3-5 years of age (preschool) and will recur when 8-12 years (school age). The incidence of sibling rivalry in school age is quite high 55%.This study aims to analysis the relationship between emotional developmentand with sibling rivalry in children aged 8-12 years. The type of research is descriptive correlation with cross sectional approach. The population in this study is all children aged 8-12 years with a sample of 68 respondents. Sampling in this study was done in total sampling. Data collection using sibling rivalry questionnaire and GSS EAS.The statistical test used is Spearman Rho. The statistical test used is Spearman Rho. The results showed that there was a low correlation between emotional development with sibling rivalry where p value = 0.001 with r -0.378. So it can be concluded that there is a relationship between the emotional development of children at 8-12 years old with sibling rivalry. Suggested to the school and parents can give attention by using a counseling approach in helping children to improve their emotional development, especially in children who have sibling rivalry.Sibling rivalry merupakan kompetisi atau persaingan, kecemburuan serta kemarahan antar saudara. Sibling rivalry terlihat ketika usia 3-5 tahun (prasekolah) dan akan timbul kembali ketika 8-12 tahun (usia sekolah). Angka kejadian sibling rivalry di usia sekolah cukup banyak yakni 55%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara perkembangan emosional dan pola asuh orang tua dengan sibling rivalry pada anak usia 8-12 tahun. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi. Populasi pada penelitian ini sebanyak 68 responden (total sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner sibling rivalry, dan UNIT GSS EAS. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang rendah antara perkembangan emosional dengan sibling rivalry dimana nilai p value = 0,001 dengan nilai r -0,378. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perkembangan emosional anak umur 8 – 12 tahun dengan sibling rivalry. Disarankan kepada sekolah dan orang tua dapat memberi perhatian dengan menggunakan pendekatan konseling dalam membantu anak meningkatkan perkembangan emosinya khususnya pada anak yang mengalami sibling rivalry
PENGARUH ENTERPRISE RISK MANAGEMENT DISCLOSURE DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
This study aims to examine the effect of enterprise risk management disclosure, board commissaries independent, and committed audit on firm value. The samples of this study are thirty companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) selected by using purposive sampling method. The method of data analysis used in this study is panel regression models . Based on the hypotheses testing result, that the enterprise risk management disclosure significantly no effect on firm value, meanwhile board commissaries independent, and community audit have positive significant effect on firm valuePenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Enterprise Risk Management Disclosure, Dewan Komisaris Independen dan Komite Audit terhadap Nilai Perusahaan. Sampel dalam penelitian ini adalah tiga puluh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling, Metode analisis yang digunakan adalah model regresi panel. Berdasarkan hipotesis hasil pengujian bahwa Enterprise risk management disclosure tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan Dewan komisaris independen dan komite audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaa
PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK AIR TANAH KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU
The purpose of this research is to know the implementation of ground water taxation in the Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. This research uses interview method and questionnaire. The author conducted an interview to the Head of Regional Revenue Service (Kadispenda) Pekanbaru City. For the questionnaire the author distributed as many as 20 respondents. This research indicates the existence of public ignorance of the enactment of local government regulation (Perda) Pekanbaru City No.112 of 2011 on Ground Water Tax (PAT). PAT collection in particular hotels located in Kecamatan Tampan Pekanbaru City there are still not paid PAT and also there are businessmen who have not register their business to Dispenda Pekanbaru City. Because they thought it was not necessary to pay for the PAT. PAT collection based on city regulation Pekanbaru number 12 of 2011 on PAT is one way to increase local revenue (PAD).Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan pungutan pajak air tanah di kecamatan tampan Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunanakan metode wawacara dan kuesioner. Penulis melakukan wawancara kepada Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kota Pekanbaru. Untuk kuesioner penulis membagikan sebanyak 20 responden. Penelitian ini menunjukkan adanya ketidaktahuan masyarakat terhadap telah diberlakukannya peraturan pemerintah daerah (Perda) Kota Pekanbaru no.12 tahun 2011 tentang Pajak Air Tanah (PAT). Pemungutan PAT khususnya Hotel yang berada di kecamatan Tampan Kota Pekanbaru masih ada yang belum membayarkan PAT dan juga para usahawanada yang belum mendaftarkan usahanya ke DispendaKota Pekanbaru. Karena mereka mengira tidak perlu untuk membayar PAT terebut.Pemungutan PAT berdasarkan peraturan daerah kota pekanbaru nomor 12 tahun 2011 tentang PAT merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)
ANALISIS KOMPARASI PERILAKU ETIS MAHASISWA AKUNTANSI STIE SAKTI ALAM KERINCI DENGAN STIE SUMATERA BARAT DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
This study aims to see the comparison of ethical behavior of accounting students of STIE Sakti Alam Kerinci with accounting students of STIE Sumatera Barat. This study will also look at the comparative ethical behavior between male students and female students as well as the ethical behavior of individuals who have internal locus of control factors with individuals who have external locus of control factors separately from each college. In addition, this study will also look at the effects of equity sensitivity (X1) and culture (X2) on the ethical behavior of accounting students. This study uses primary data collected by using questionnaires. The method of testing the comparative hypothesis in this study is T-test, then multiple linear regression is used to analyze the influence of equity sensitivity (X1) and culture (X2) on ethical behavior (Y). This study found that (1) the accounting students of STIE Sumatera Barat have more ethical behavior than accounting students of STIE Sakti Alam Kerinci, (2) there are no differences of ethical behavior among male students and female students of STIE Sakti Alam Kerinci as well as STIE Sumatera Barat, (3a) The accounting students of STIE Sakti Alam Kerinci have internal locus of control factors has more ethical behavior than accounting student have external locus of control factors, (3b) there is no difference of ethical behavior among accounting students of STIE Sumatera Barat based on locus of control factors, (4a) Equity sensitivity and culture affect the ethical behavior of accounting students of STIE Sakti Alam Kerinci, (4b) equity sensitivity affects the ethical behavior of accounting students of STIE Sumatera Barat, but culture does not affect the ethical behavior of accounting students of STIE Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat komparasi perilaku etis mahasiswa akuntansi STIE Sakti Alam Kerinci dengan mahasiswa akuntansi STIE Sumatera Barat. Penelitian ini melihat komparasi perilaku etis antara mahasiswa dengan mahasiswi akuntansi serta perilaku etis individu yang memiliki faktor internal locus of control dengan individu yang memiliki faktor eksternal locus of control secara terpisah dari masing-masing perguruan tinggi. Selain itu, penelitian ini juga melihat pengaruh dari equity sensitivity (X1) dan budaya (X2) terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Metode pengujian hipotesis komparatif dalam penelitian ini adalah T-test, kemudian regresi linear berganda digunakan untuk menganalisa pengaruh equity sensitivity (X1) dan budaya (X2) terhadap perilaku etis (Y). Penelitian ini menemukan bahwa (1) mahasiswa akuntansi STIE Sumatera Barat memiliki perilaku yang lebih etis dibandingkan mahasiswa akuntansi STIE Sakti Alam Kerinci, (2) tidak terdapat perbedaan perilaku etis antara mahasiswa dan mahasiswi akuntansi STIE Sakti Alam Kerinci maupun STIE Sumatera Barat, (3a) mahasiswa akuntansi STIE Sakti Alam Kerinci yang memiliki faktor internal locus of control memiliki perilaku lebih etis dibandingkan mahasiswa akuntansi yang memiliki faktor eksternal locus of control, (3b) tidak terdapat perbedaan perilaku etis antara mahasiswa akuntansi STIE Sumatera Barat berdasarkan faktor locus of control, (4a) equity sensitivity dan budaya mempengaruhi perilaku etis mahasiswa akuntansi STIE Sakti Alam Kerinci, (4b) equity sensitivity mempengaruhi perilaku etis mahasiswa akuntansi STIE Sumatera Bara
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT DAN BIJI PETAI (Parkia speciosa Hassk.) DENGAN METODA DPPH (1,1-diphenil-2-picryhidrazyl)
The research about the antioxidant activity of the ethanol extract of the petai (Parkia speciosa Hassk.) peel and seeds have been conduct. The petai peel and seed were extracted using maceration method. Condensed extract was tested against DPPH (1,1-diphenyl-2-picrilhydrazil) as the free radical DPPH by measuring absorbance at a wavelength of 513 nm using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the ethanol extract of the plant petai peel has a strong antioxidant activity with results IC50 at the concentration of 68,79 µg/mL. The ethanol extract of petai seeds having an antioxidant activity very weak with IC50 at a concentration 12743,71 µg/mL. This study used vitamin C as a comparison and found that vitamin C has a strong antioxidant activity with IC50 values at a concentration of 58,87 µg/mL. Ethanol extract petai peel has antioxidant activity similar to the activity of the antioxidant vitamin C.Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol kulit dan biji tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.) yang diekstraksi menggunakan metoda maserasi. Ekstrak kental yang diperoleh diuji terhadap DPPH (1,1-diphenyl-2-picrilhydrazil) sebagai radikal bebas dengan mengukur absorban DPPH pada panjang gelombang 513 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit tanaman petai memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 pada konsentrasi 68,79 µg/mL. Ekstrak etanol biji tanaman petai memilik aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 pada konsentrasi 12743,71 µg/mL. Dalam penelitian ini digunakan vitamin C sebagai pembanding dan diperoleh bahwa vitamin C memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 pada konsentrasi 58,87 µg/mL. Ekstrak etanol kulit tanaman petai memiliki aktivitas antioksidan yang hampir sama dengan aktivitas antioksidan vitamin C
PENGARUH PIJAT ENDORPHINE TERHADAP SKALA NYERI PADA SISWI SMA YANG MENGALAMI DISMINORE
The woman is a being that has a pretty unique reproductive system. One of them is they are experiencing menstruation each month that are not experienced by men. Women who are experiencing menstruation usually complain of symptoms in the first two days as disminore. Disminore is a pain in the abdomen that was felt shortly before or at the time of menstruation. This research aims to look at the influence of endorphine massage against the scale of pain students high school. This research is quantitative research using the method of Experimental Design approach Quasy Nonequivalent Control Group Design. Sampling technique used was purposive sampling with samples of 12 people comprising 6 intervention group and the control group 6. Statistical tests used are the dependent T-test. The results of this research obtained p = 0.004 (p < 0.05), it means there is a significant difference between massage endorphine against pain scale disminore. There are means so that it can influence pain scale endorphine massage against disminore on the school girl. For health workers should start applying massage therapy endorphine when disminore from the use of drugs in pain-lowering. Wanita merupakan makhluk yang memiliki sistem reproduksi cukup unik. Salah satunya adalah mereka mengalami haid setiap bulannya yang tidak dialami oleh pria. Wanita yang mengalami haid biasanya mengeluhkan gejala-gejala dalam dua hari pertama seperti disminore. Disminore merupakan nyeri pada abdomen yang dirasakan sesaat sebelum atau pada saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pijat endorphine terhadap skala nyeri siswi SMA yang mengalami disminore. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode Quasy Experimental Design dengan pendekatan Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel sebesar 12 orang yang terdiri dari 6 kelompok intervensi dan 6 kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah T-test dependent. Hasil penelitian ini didapatkan p = 0,004 (p < 0,05), artinya ada perbedaan yang signifikan antara pijat endorphine terhadap skala nyeri disminore. Sehingga dapat disimpulakan ada pengaruh pijat endorphine terhadap skala nyeri siswi SMA yang mengalami disminore. Diharapkan bagi tenaga kesehatan hendaknya mulai menerapkan terapi pijat endorphine saat disminore dari pada menggunakan obat-obatan penurun rasa nyeri
PENGARUH PEMBERIAN MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP KADAR HORMON ESTRADIOL DAN KADAR HORMON PROGESTERON PADA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus)
Perubahan pola demografi di negara maju dan negara berkembang, angka kejadian infertilitas di negara maju dilaporkan sekitar 5%-8% dan di negara berkembang sekitar 30%.WHO memperkirakan sekitar 8%-10% atau sekitar 50-80 juta pasangan suami istri di seluruh dunia mengalami masalah infertilitas, sehingga membuat infertilitas menjadi masalah mendesak. Untuk itu diperlukan pengendalian infertilitas, salah satunya adalah kewaspadaan perubahan gaya hidup, perubahan ini juga mempengaruhi pola konsumsi makanan dengan lebih banyak mengkonsumsi jenis makanan cepat saji yang banyak mengandung zat aditif (penyedap rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian monosodium glutamate terhadap kadar hormon estradiol dan kadar hormon progesteron pada tikus putih betina ( Rattus norvegicus ).Penelitian ini menggunakan metode pendekatan post test only control group design, terhadap tikus putih betina dengan berat 200 – 250 gr. Sampel terdiri dari 24 ekor tikus yang dibagi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol ( K ), perlakuan I, II dan III . Kelompok perlakuan diberikan monosodium glutamat dengan dosis masing-masing : 45 mg, 54 mg dan 63 mg setiap hari diberikan peroral yang dilarutkan dengan aquabides 2 ml selama 20 hari yang dimulai pada awal fase proestrus. Setelah 20 hari perlakuan tikus di korbankan dan diambil darahnya. Pemeriksaan kadar hormone estradiol dan progesteron menggunakan Elisa Spectrophotometer. Kemudian hasilnya dianalisa dengan menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison jenis Bonferroni.Hasil penelitian pemberian monosodium glutamat dengan dosis 45 mg/ ekor/ hari, 54 mg/ekor/ hari dan 63 mg/ ekor /hari dapat menurunkan kadar hormon estradiol tikus putih betina (Rattus norvegicus) secara signifikan. Dan pemberian monosodium glutamate dengan dosis 45 mg/ ekor/ hari dapat menurunkan kadar hormon progesteron tikus putih betina (Rattus norvegicus) walaupun tidak berpengaruh secara signifikan , dan pada dosis 54 mg/ekor/ hari dan 63 mg/ ekor /hari memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar hormon progesteron secara signifikan.Dapat di simpulkan ada pengaruh pemberian monosodium glutamat terhadap penurunan kadar hormon estradiol dan kadar hormon progesteron pada tikus putih betina (Rattus norvegicus). Disarankan Untuk pemeriksaan kadar hormon sebaiknya dilakukan segera setelah pengambilan darah.
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penerimaan Calon Karyawan Outsourcing Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Pengambilan keputusan mengenai penerimaan calon karyawan outsourcing yang masih manual menyebabkan penumpukan data lamaran karyawan dan proses penempatan karyawan menjadi terhambat serta penilaian kriteria calon karyawan menjadi tidak real. Dalam menentukan suatu keputusan maka diperlukan kriteria tertentu untuk menilai hasil dari kinerja seseorang. Kriteria ini menjadi tolak ukur apakah calon karyawan ini layak atau tidak diterima pada suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu sistem pendukung keputusan yang dapat membantu perusahaan dalam memberikan untuk menilai dan memilih calon karyawan yang layak atau tidak untuk diterima menjadi seorang karayawan pada perusahaan tersebut. Metode SAW (Simple Additive Weighting) digunakan untuk menghitung bobot kriteria penilaian calon karyawan berdasarkan peringkat tertinggi. Perhitungan ini diambil melalui proses normalisasi. Data calon karyawan outsourcing diinput ke dalam sistem pendukung keputusan. Kemudian data tersebut akan dihitung berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Nilai dari setiap kriteria akan di totalkan sehingga menghasilkan peringkat tertinggi maupun terendah. Hasil dari perhitungan ini hanya memberikan rekomendasi kepada perusahaan layak atau tidaknya calon karyawan ini diterima pada perusahaan tersebut.Decision making on hiring outsourcing employment candidate which still manually has impact on stucking application data, obstacle on placement process and unreal in scoring criteria. In deciding decision needs specific criteria for scoring performance result. This criterion can be standardized in deciding advisable candidate. The purpose of this study is building a decision supporting system, help the company in giving score and choosing new employment. SAW method uses for calculating criteria value base on the highest degree and calculating is taken from normalisation process. The data will be inputted in decision supporting system, and then it will be calculated base on specific criteria. The score from each criterion will be calculated to get the highest score. The result will give recommendation for company in deciding advisable candidate