E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
Not a member yet
    909 research outputs found

    HUBUNGAN DETEKSI DINI (PAP SMEAR) DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS DI POLI OBGYN

    No full text
    Cervical cancer is the number one killer in Indonesia, according to the Department of health RI 2010 cervical cancer to reach 100/100,000 per year. This figure will continue to rise 25% over the next 10 years if preventative measures are not undertaken.This type of analytical observational studies, cross sectional research study design, the number of samples 45 respondents. Sampling techniques is the Accidental sampling. Data obtained from the results of the univariate analysis and questionnaires with the frequency distribution and bivariat use chi-square statistic test, the value of p value < 0.05. The results showed the incedence cervical cancer (68,9 %) and respondents who never do early detection (pap smear) (88,9%). The statistical test showed that there was a significant correlation between early detection (pap smear) and the incidence of cervical cancer.Kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia, menurut Depkes RI tahun 2010 kanker serviks mencapai angka 100/100.000 per tahun. Angka ini akan terus meningkat 25% dalam kurun waktu 10 tahun mendatang jika tindakan pencegahan tidak dilakukan. Jenis penelitian analitik observasional, desain penelitian cross sectional study, jumlah sampel  45 responden. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data diperoleh dari hasil kuesioner dan analisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square, nilai p value < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan kejadian kanker serviks (68,9 %) dan responden yang tidak pernah melakukan deteksi dini (pap smear) (88,9 %). Uji statistik menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara deteksi dini (pap smear) dengan kejadian kanker serviks.

    Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Penurunan Berat Badan Ibu Menyusui

    No full text
    Exclusive breastfeeding is breastfeeding without providing other foods and beverages to infants from birth to six months old, except drugs and vitamins. However, there are still many mothers who do not want to breastfeed exclusively on their babies because they think that breastfeeding can increase weight, while the impact of weight gain in mothers and breastfeeding is obesity that can cause various diseases such as brain disorders, disorders respiratory tract, diabetes mellitus, heart, cholesterol, stroke and even death. This study aims to determine whether there is a relationship of exclusive breastfeeding with weight loss of breastfeeding mothers in the work area of Sidomulyo Puskesmas Pekanbaru. This type of research uses quantitative data with cross sectional design. Sampling technique using consecutive sampling, population in this study amounted to 375 people and the sample amounted to 193 people. Data collection using primary data with checklist sheet. Data processing done by SPSS include editing, coding, scoring, tabulating. The analysis used is univariate and bivariate. The result of chi square test stated that the value of Pvalue is 0,003 <0,05. It is concluded that there is a significant relationship between Exclusive Breastfeeding and Weight Loss in Breastfeeding Working Area of Sidomulyo Pekanbaru Health Center of 2017.ASI Eksklusif adalah memberikan ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur enam bulan, kecuali obat dan vitamin. Akan tetapi hingga saat ini masih banyak ibu yang tidak mau memberikan ASI secara Eksklusif pada bayinya karena mereka beranggapan bahwa menyusui dapat meningkatkan berat badan, adapun dampak kenaikan berat badan pada ibu bersalin dan menyusui adalah obesitas yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan otak, gangguan saluran pernapasan, diabetes mellitus, jantung, kolestrol, struk bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan penurunan berat badan ibu menyusui diwilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Jenis penelitian menggunakan data kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling, populasi dalam penelitian ini berjumlah 375 orang dan sampel berjumlah 193 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan lembar checklist. Pengolahan data dilakukan dengan cara SPSS meliputi editing, coding, skoring, tabulating. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil uji chi square menyatakan nilai  Pvalue yaitu 0,003 < 0,05.maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara Pemberian ASI Ekslusif dengan Penurunan Berat Badan Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 201

    GAMBARAN ERITROSIT PADA SEDIAAN DARAH TEPI PASIEN MALARIA DI PUSKESMAS SUNGAI PANCUR

    No full text
    Malaria is an infectious disease is acute or chronic, caused by Plasmodium that attack the erythrocytes, which erythrocytes are biconcave, basin (concave) function to provide a space in which hemoglobin would bind oxygen. Malaria is transmitted by the bite of a female Anopheles mosquito vectors that have been infected by Plasmodium sp. The  research is descriptive cross sectional design of the research result description the shape, size, and color of blood cells, erythrocytes in blood clots malaria positive patients, using microscopy methods to manufacture thin blood smear stained with Giemsa hereinafter. The  research was conducted in Puskesmas Sungai Pancur Tanjung Piayu Batam district from September to November 2016. Population and sample is positive malaria patients were capillary blood taken from the patient's finger. From the research results Patients with malaria attacked Plasmodium falciparum erythrocyte Normal shape (biconcave), normositer size (±7 Mikron), and color Hipocrom erythrocytes (erythrocytes pale>1/3 part). Patients with malaria Plasmodium vivax attacked Abnormal form erythrocytes (Crenation) is erythrocytes shrink, Makrositer size (>7 Mikron) where erythrocytes enlarged, and colors Hipocrom erythrocytes (erythrocytes pale>1/3 part). Malaria merupakanpenyakitinfeksi yang bersifat akut maupun kronis yang disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang eritrosit, dimana eritrosit yang berbentuk bikonkaf, cekungan (konkaf) berfungsi untuk memberikan ruang pada hemoglobin yang akan mengikat oksigen. Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan vektor nyamuk Anopheles betina yang sudah terinfeksi oleh Plasmodium sp. Penelitian ini ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional yaitu hasil penelitian memberikan gambaran bentuk, ukuran, dan warna sel darah eritrosit pada sediaan darah tepi pasien positif malari, menggunakan metode mikroskop dengan pembuatan apusan darah tipis yang selanjutnya diwarnai dengan giemsa. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sungai Pancur Tanjung Piayu Batam dari bulan September sampai bulan November tahun 2016. Populasi dan sampel merupakan pasien positif malaria yang diambil darah kapiler dari jari tangan pasien. Dari hasil penelitian Penderita penyakit malaria yang diserang Plasmodium falciparum bentuk eritrosit Normal (bikonkaf), ukuran Normositer (± 7 Mikron), dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >1/3 bagian). Penderita penyakit malaria yang diserang Plasmodium vivax bentuk eritrosit Abnormal (krenasi) yaitu eritrosit mengkerut, ukuran Makrositer (> 7 Mikron) dimana eritrosit membesar, dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >1/3 bagian)

    Analisis Pelaksanaan Kemitraan Dengan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu Tahun 2016

    No full text
    Health promotion is very important in anticipating the behavior  to mobilize mothers to Posyandu. Health promotion give partnership, technical rule, human resources, money, method and facility help the mother to visit posyandu. Nanggalo Health Center which has a rate visit new mothers to Posyandu is 43.2% and highest 77.1% in Lubuk Buaya Health Center with a target of 80%. The research has done in January until Juny 2016 was conducted using qualitative research in two Health Centre. The qualitative data was collected using interview guideline to 6 informants, document analysis and observation. Qualitative data processing by triangulation. At two health center there is no technical rule, financial resources, and Region Budget Income and Health Operational Financial. At Nanggalo Health Centre, Health Promotion Officer as posyandu officer, and then at Lubuk Buaya Health Centre Health Promotion Officer as activity coordinator. Lubuk Buaya Posyandu stay at citizen home and facilities are available but in Nanggalo hasn’t. Partnership Lubuk Buaya Health Centre run as expected compare Nanggalo Health Centre cause of that the mother to visit posyandu almost reach of target. Health Centre make technical rule to hold posyandu training, and health promotion manual direction. Promosi Kesehatan sangat penting meningkatkan kunjungan ibu balita ke posyandu. Tujuan promkes mengetahui pelaksanaan kemitraan, petunjuk teknis, SDM, dana, metode, saranadengan tingkat kunjungan ibu balita ke posyandu. Di Puskesmas Nanggalo kunjungan ibu balita terendah (43,2%) dan tertinggi (77,1%) Puskesmas Lubuk Buaya dari target 80%. Penelitian dilaksanakan Januari sampai Juni 2016 dengan metode kualitatif di kedua puskesmas. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam (6 informan), telaah dokumen dan observasi. Pengolahan data dengan triangulasi. Di kedua puskesmas belum ada petunjuk teknis, sumber dana APBD dan BOK. Di Puskesmas Nanggalo, petugas promkes pelaksana posyandu, sedangkan di Puskesmas Lubuk Buaya petugas promkes pengkoordinir kegiatan. Posyandu Lubuk Buaya menetap di rumah warga dan sarana sudah tersedia, sedangkan di Nanggalo belum ada. Kemitraan Puskesmas Lubuk Buaya berjalan baik dibandingkan Puskesmas Nanggalo. Puskesmas membuat petunjuk teknis, mengadakan pelatihan posyandu, dan buku pedoman

    Hubungan Perilaku Komsumsi Jajanan Pada Pedagang Kaki Lima Dengan Kejadian Diare

    No full text
    School age is the children in the age range 6-12 years. School age children need adequate food in quantity and quality in order to have a good nutritional status. School age children generally spend a quarter of their time in schools, and with the large number of child activities tend to forget the meal times. Children who are not habitual breakfast at home and parents habits give allowance to children is the factor precipitating the emergence of unhealthy street snack behavior in schools. Children often buy snack and choose the kind of haphazard with the low quality of food service and food ingredients. The result of consuming unhealthy foods will cause diarrhea due to interference on digestive’s children. The goal of this research is to know the relation of consumption street snack behavior with diarrhea in children of school age. This is a quantitative research which is used correlation design. This research was conducted in SD Negeri 141 Pekanbaru with 71 children as respondents. The result of this research obtained that school age who behave street snack is about 53 respondents (74.6%) and 28 respondents (39.4%) get effect of diarrhea. The chi square test results obtained the P Value 0.01, this means that there is a relationship of consumption street snack behavior with diarrhea. It’s expected to school authority to observe and monitor the street snack that commercial at school’s surroundings. Anak usia sekolah merupakan anak yang berada pada rentang usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan makanan yang cukup secara kuantitas dan kualitas agar memiliki status gizi yang baik. Anak usia sekolah umumnya menghabiskan seperempat waktunya disekolah, dengan banyaknya aktivitas anak cenderung melupakan waktu makan. Kebiasaan anak yang tidak sarapan dirumah ditambah dengan kebiasan orang tua memberikan uang jajan kepada anak merupakan faktor pencetus munculnya perilaku jajan tidak sehat disekolah. Anak sering membeli jajan sembarangan dan memilih jenis makanan yang menarik dengan kualitas jajanan yang rendah serta bahan makanan yang kurang baik.Akibat dari mengkomsumsi makanan yang tidak sehat akan menimbulkan gangguan pada pencernaan anak yaitu diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku komsumsi jajanan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain korelasi. Penelitian dilakukan di SD Negeri 141 Pekanbaru dengan jumlah sampel sebanyak 71 responden . Hasil penelitian didapatkan bahwa anak usia sekolah yang berperilaku jajan makanan terbuka 53 responden (74,6%), dan yang mengalami diare sebanyak 28 responden (39,4%). Hasil uji chi square didapatkan nilai P Value 0,01 artinya terdapat hubungan perilaku komsumsi jajanan pada pedagang kaki lima dengan kejadian diare. Diharapkan pihak sekolah untuk mengawasi aneka jajanan yang diperjualbelikan di lingkungan sekolah

    ANALISIS PENGOLAHAN SAMPAH REDUCE, REUSE, DAN RECYCLE (3R) PADA MASYARAKAT DI KOTA PAYAKUMBUH

    No full text
    The problem of urban garbage has become a problem of the City Government. Based on the Periodic Report of 2014, the volume of garbage transported in Payakumbuh is 193-206 m3 per day or 5,750-5,833 m3 per month, and increased by 235-261 m3 per day or 6,210-6840 m3 per month in 2015. Payakumbuh Government issued Local Regulation Number 4 Year 2014 on garbage management, referring to the Law of the Republic of Indonesia number 18 of 2008. Regional Regulation contains about garbage management by using 3 R method (Reduce, Reuse, Recycle). Implementation of 3 R method involving community participation as garbage producer. The purposeof this research was to analyze community behavior of garbage processing 3R in Payakumbuh. Quantitative method was used in this research, is descriptive analytics with cross sectional design. Results and discussion, univariate analysis known to the respondents who work as much as 54 (56.2%), high knowledge of respondents more 71 (73%), more positive respondents 52 (54.17%), respondents who do processing garbage 3R higher 52 (54,17%). The result of bivariate analysis is known that there is relationship of attitude (p = 0,028) to 3R garbage processing. There is no relationship of job status (p = 0,122), knowledge (p = 0,36) to 3R garbage treatment. The existence of attitude relation on 3R garbage processing. It is hoped empowerment program will be improved, so that the community will be participate on 3 R garbage processing. (Reduse, Reuse, Recycle). Masalah persampahan perkotaan sudah menjadi masalah Pemerintah Kota. Berdasarkan Laporan Periodik perbulan tahun 2014, volume sampah diangkut di Kota Payakumbuh sebesar 193-206 m3 perhari atau 5.750-5.833 m3 perbulan, dan meningkat sebesar 235-261 m3 perhari atau 6.210-6840 m3 perbulan pada tahun 2015. Pemerintah Payakumbuh menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang  pengelolaan sampah, mengacu  pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 Tahun 2008. Peraturan Daerah berisi tentang  pengelolaan sampah  masyarakat dengan menggunakan  metode 3 R (Reduce, Reuse, Recycle). Penerapan metode 3 R yang melibatkan peran serta masyarakat sebagai produsen sampah. Tujuan untuk menganalisis perilaku pengolahan sampah 3R Masyarakat di Kota Payakumbuh.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Hasil dan pembahasan, analisis univariat diketahui responden yang bekerja sebanyak 54  (56,2 %), tingkat pengetahuan responden yang tinggi lebih banyak 71 (73%), sikap responden yang positif lebih banyak 52 (54,17%), responden yang melakukan pengolahan sampah 3R lebih  tinggi 52 (54,17%). Hasil analisis bivariat diketahui ada hubungan sikap (p=0,028) terhadap pegolahan sampah 3R. Tidak ada hubungan status pekerjaan (p=0,122), pengetahuan (p=0,36) terhadap pengolahan sampah 3R.  Adanya hubungan sikap terhadap pengolahan sampah 3R.Diharapkan program pemberdayaan lebih ditingkatkan, agar  terbina kelompok masyarakat dalam melakukan pengolahan sampah 3 R.(Reduse, Reuse, Recycle)

    ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL UHIBBUKA FILLAH (AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH) KARYA RIRIN RAHAYU ASTUTI NINGRUM: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA

    No full text
    Educational values are closely related to literary works. Literary works (including novel) always reveal good values that are beneficial to its readers. Educational values can also be referred to a message. The element of message becomes the idea underlying the creation of the literary works. It is expected to be interpreted by the readers to be used as educational values as well as social control that can be used as a guide to interact in real life. Therefore, the aim of the study was to describe the educational values contained in the novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) by Ririn Rahayu Astuti Ningrum with the approach of literary sociology. Data collection techniques were documentation techniques. The data were analyzed using the content analysis. The results showed that the educational values found in the novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) by Ririn Rahayu Astuti Ningrum consisted of religious, moral, social, and cultural. (1) The values of religious education, encompassing about loving all things must be due to Allah, having resignation, increasing the knowledge of religion, accustoming to fasting and sunnah prayer, covering aurat, and ghadhdhul bashar (holding sight). (2) The values of moral education, including about obedience to parents, good morals, sincerity and honesty. (3) The values of social education, including about love to orphans, help, and keep promises to others. (4) The value of cultural education is about the palace building that has implied meaning. The findings are very well used as the example in shaping positive values in real life. Nilai-nilai pendidikan sangat erat kaitannya dengan karya sastra. Setiap karya sastra yang baik (termasuk novel) selalu mengungkapkan nilai-nilai luhur yang bermanfaat bagi pembacanya. Nilai-nilai pendidikan dalam karya sastra dapat disebut juga sebagai amanat atau pesan. Unsur amanat atau pesan menjadi gagasan yang mendasari diciptakannya karya sastra tersebut. Hal tersebut diharapkan dapat ditafsirkan oleh pembaca agar bisa dijadikan sebagai ilmu atau nilai pendidikan sekaligus kontrol sosial yang bisa dijadikan pedoman berinteraksi dalam kehidupan yang nyata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) karya Ririn Rahayu Astuti Ningrum dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dalam penelitian kualitatif deskriptif ini berupa kata, kalimat, atau wacana yang bersumber dari novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) karya Ririn Rahayu Astuti Ningrum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan content analysis. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan yang ditemukan dalam novel Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah) karya Ririn Rahayu Astuti Ningrum terdiri dari nilai pendidikan agama, moral, sosial, dan budaya. (1) Nilai-nilai pendidikan agama, mencakup ajaran untuk mencintai segala sesuatu harus karena Allah, tawakkal hanya kepada Allah, mendalami ilmu agama, membiasakan puasa dan sholat sunnah, menutup aurat, dan ghadhdhul bashar (menundukkan atau menahan pandangan). (2) Nilai-nilai pendidikan moral, mencakup ajaran untuk taat dan patuh kepada orang tua, berakhlak baik, berbuat tulus dan jujur. (3) Nilai-nilai pendidikan sosial, mencakup ajaran untuk mencintai anak yatim, tolong menolong, dan menepati janji kepada orang lain. (4) Nilai pendidikan budaya antaranya mengenai bangunan keraton yang memiliki makna tersirat. Dari keseluruhan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel ini, sangatlah baik digunakan sebagai contoh dalam membentuk dan menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan nyat

    TEACHERS ACCEPTANCE AND INTENTION TO USE ICT IN LEARNING

    Get PDF
    Although ICT could bring many benefit  in learning ,however implementation of ICT in the learning process is not easy. In fact, adoption of ICT in learning, is not only occurs in higher education but also in schools. The aim of This study is to identify the impact of Subjective Norm, Image and Computer Self-Efficacy against the behavior of teachers in using ICT in learning.Technology Acceptance Models (TAM) 2 used in the analysis of the behavior of the reception. Data was collected from high school teachers in the city of Jambi. Data were analyzed using SEM method with applications SmartPLS.This study reveals that the consistency of Perceived Usefulness and Perceived Ease of Use has a direct influence on Intention to Use . Subjective Norm and Image provides indirect influence on Intention to Use Computer Self - Efficacy whereas no effect on of Perceived Usefulness , Perceived Ease of Use and Intention to Us

    PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK MENENTUKAN MATA KULIAH YANG AKAN DIAMBIL ULANG (REMEDIAL) DENGAN METODE FORWARD CHAINING

    Get PDF
    Nilai IP (Indeks Prestasi) merupakan target pencapaian mahasiswa dalam mendapatkan hasil akademik yang nantinya menentukan kepuasan mahasiswa terhadap apa yang telah dikuasai selama perkuliahan. Untuk mencapai nilai IP yang baik dan sangat memuaskan, mahasiswa harus memaksimalkan prestasi akademiknya untuk mendapatkan nilai ujian dengan hasil yang baik terhadap matakuliah yang diambil. Jika terjadi kegagalan nilai atau perbaikan nilai matakuliah maka dibutuhkan prosedur akademik yaitu remedial. Dengan Implementasi sistem pakar dalam menentukan matakuliah remedial akan membantu pihak akademik, dosen maupun pembimbing dalam memberikan kebijakan remedial yang diambil bisa dilanjutkan atau tidak. Rancangan sistem ini menggunakan metode Forward Chaining dengan implementasi sistem menggunakan sistem database Microsoft Access dan Software Development Visual Basic 6.0. Dari rancangan sistem yang dibuat maka dapat diperoleh sebuah kebijakan untuk mahasiswa maupun pertimbangan dari akademik, dosen dan pembimbing atas proses remedial yang dilakukan mahasiswa

    MANAGEMEN KELELAHAN SAAT PERSALINAN MENGGUNAKAN JUS SEMANGKA

    Get PDF
    The condition of fatigue during labor has received little attention for meditative intervention, so it is important in suppressing the adverse effects of fatigue during labor on the mother and fetus, and preventing the incidence of maternal and fetal mortality and morbidity. The purpose of the study to determine the handling of fatigue using watermelon juice in maternal mothers. Anaerobic fatigue was measured using blood lactic acid values, and Visual Analoque Scale-Fatique (VAS-F) quetioner from 68 respondents were divided into 2 groups: treatment and control group were selected concencutive sampling.  Measurement of blood lactate level was performed 2x at before and after treatment. Data analysis was using univariate and bivariate by dependent T test. The results showed that there were significant differences between lactate levels before and after treatment and control group (.003). The VAS-Fatique analysis resulted  the difference in fatigue experienced stage 1 (.015) and  fatigue experienced 24 hour post partum (.001) is lower treatment group compared with the control group. In conclusion, watermelon juice is effective as fatigue handling in maternal mothers, it is recommended that watermelon juice be given to the mother during normal deliver

    183

    full texts

    909

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Kopertis Wilayah X (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇