Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram - Open Journal System
Not a member yet
1728 research outputs found
Sort by
DESAIN PENYAJIAN MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DI SMP BERORIENTASI KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI
The purpose of this literature studies is to gain knowledge in designing straight line equation material in middle school oriented to higher order thinking skills. The theory used in this study is constructivism in mathematics learning and the concept of higher order thinking skills. The presentation design of straight line equation material is designed through a presentation in the form of four problem situations are gradient, straight line equations, characteristics of straight line equations and applications of straight line equations. The four problem situations, based on theoretical studies, can be said to have fulfilled the three basic principles in constructing mathematical knowledge and three aspects of higher order thinking skills. The three basic principles in constructing mathematical knowledge are active student construction of mathematical knowledge, students construct new mathematical knowledge from the results of a physical and mental reflection and mathematical knowledge is formed by students through discussion and dialogue in their social learning environment. The three aspects of higher order thinking skills are deep understanding, reasoning and problem solving. The results of this literature studies can be concluded that the presentation design of straight line equations material in middle school in this study can be said to be oriented to higher order thinking skills. This is because theoretically able to generate activities that are oriented towards higher-order thinking skills, so that there is a great opportunity to equip students with the thoughts needed to form quality human resources in the 21st century
Utilizing A New Technology of English Discoveries Platform in Implementation of Blended Learning to Improve English Speaking Performance
This research focused on the implementation of blended learning through the platform of English Discoveries to analyze the relationship between blended learning to take an effort to improve self-regulated learning and learning outcomes in speaking skill. This research used a qualitative approach. The subjects were 20 students of the second semester in speaking class at Muhammadiyah University of Surabaya. The result showed that the implementation of blended learning model can improve self-regulated learning and learning outcomes in speaking skill. Therefore the blended model can be implemented successfully
Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Negeri 38 Ampenan
This study aims to improve student motivation and learning outcomes by using group work methods on Christianity at SD Negeri 38 Ampenan. This research method uses classroom action research methods with research subjects namely fourth grade students of SD Negeri 38 Ampenan. The research instrument used observation and tests. The research data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. The results of this study indicate that the learning process using group work methods can increase student motivation so that it has a positive impact on the final grades obtained by students. Based on the results of observations in cycle I and cycle II, it was found that all students liked the way of learning and were motivated to learn using the group work method on the grounds that the learning process was fun and did not make it saturated
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Berbantuan Modul pada Siswa SMA Negeri 2 Labuapi
This study aims to improve student learning outcomes by using the Jigsaw learning method assisted by the hydrocarbon material module. This research is a classroom action research which consists of two cycles. Each cycle consists of planning the action, implementing the action, observing and reflecting. The subjects of this study were students of class XI MIPA 1 SMA Negeri 2 Labuapi. The data sources came from teachers and students. Data obtained through interviews, observation, tests, and questionnaires. The data analysis technique used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The results showed that the module-assisted Jigsaw learning method could improve: (1) student learning outcomes in cognitive aspects from 41.5% in cycle I to 72.3% in cycle II and in affective aspects from 68.92% in cycle I to 77.56% in cycle II. The conclusion of this research is that the use of the module-assisted Jigsaw learning method can improve student learning outcomes on the subject matter of hydrocarbons in class XI MIPA 1 SMA Negeri 2 Labuapi
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERMAIN PASIR
Abstrak: Anak usia dini adalah individu yang berusia 0-6 tahun yang memiliki beragam potensi yang harus di kembangkan. Diantara potensi-potensi tersebut adalah perkembangan motorik halus. Salah satu cara untuk mengembangkan motorik halus adalah melalui kegiatan bermain pasir. Motorik halus merupakan suatu gerakan yang melibatkan otot-otot kecil anak seperti gerakan jari jemari anak, membutuhkan koordinasi antara mata dengan tangan. Bermain pasir merupakan suatu kegiatan edukatif yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan kegiatan bermain pasir dapat mengembangkan motorik halus anak usia dini. Hasil penelitian pada tahap pengembangan pertama berjalan dengan lancar hanya saja ada beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan kegiatan sehingga kemampuan motorik halus belum berkembang dengan baik. Pada tahap pengembangan kedua terjadi peningkatan di mana hampir semua siswa dapat menyelesaikan kegiatan dengan baik sehingga kemmapuan motorik halus berkembang sesuai dengan harapan. Berdasarkan hasil pengembangan tersebut maka dapat di simpulkan bahwa kegiatan bermain pasir dapat mengembangkan kemampuan aspek motorik halus pada anak usia dini. Kata kunci: Bermain pasir, Motorik Halus. Abstract: Early childhood are individuals aged 0-6 years who have a variety of potentials that must be developed. Among these potentials is fine motor development. One way to develop fine motor skills is through playing with sand. Fine motor skills are movements that involve the child's small muscles such as the movement of a child's fingers, requiring coordination between the eyes and hands. Playing sand is an educational activity that can be used to develop fine motor skills in early childhood. The purpose of this study was to determine whether the application of sand play activities can develop fine motor skills in early childhood. The results of the research at the first development stage ran smoothly, it's just that some students still have difficulty completing activities so that their fine motor skills have not developed properly. In the second development stage, there is an increase in which almost all students can complete activities well so that fine motor skills develop according to expectations. Based on the results of this development, it can be concluded that playing sand can develop fine motor skills in early childhood. Key words: Playing sand, fine motor skill
PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP KETERAMPILAN KOGNITIF ANAK USIA 5 – 6 TAHUN DI PAUD BINA LESTARI MONTONG ARE KECAMATAN KEDIRI
Anak usia dini adalah anak yang memiliki rentang usia 0-6 Tahun menurut sistem pendidikan nasional, agar memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang baik anak belajar melalui kegiatan bermain. Bermain merupakan dunia anak dengan bermain anak mendapatkan stimulus yang tepat dan memahami kehidupan, sehingga aspek perkembangan anak dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Permainan Balok Terhadap Keterampilan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Bina Lestari Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi sebagai metode utama, pengisian angket pengamatan, metode dokumentasi dan wawancara sebagai pelengkap. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Berdasarkan hasil analisis data bahwa t hitung yang diperoleh adalah sebesar 17,27, sedangkan nilai t-tabel (17,27 > 1,833). Hal ini berarti H0 ditolak sedangkan Ha diterima. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah ada Pengaruh Permainana Balok Terhadap Keterampilan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Bina Lestari Tahun Pelajaran 2019/2020 adalah “signifikan”.Kata Kunci : Permainan Balok, Ketrampilan Kogniti
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN MEDIA GAME DOBE FLASH UNTUK MELATIH KEMAMPUAN INTERAKSI SISWA AUTISME
Autisme merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan kegagalandalam interaksi , komunikasi dan perilaku. Anak dengan gangguan ini dikatakan hidup dalamdunianya sendiri. Salah satu penanganan autisme dengan pemberian terapi. Adapun materiyang ada dalam teripi ini dikemas dalam bentuk game adobe flash. Adapun tujuan penlitianini adalah untuk mengetahui efektifitas game adobe flash untuk melihat kemampuan interaksipada anak autisme. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan one group ,pretest-posttest desain. Populasi dalam penelitian ini adalah 3orang siswa autisme di SLBPembina Provinsi NTB. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan observasi dengan ujistatistic Wilcoxon march pairs tes. Adapun hasil yang didapatkan adalah signifikan hal iniditunjukkan berdasarkah adanya perbedaan nilai pretes dan posttest dengan taraf signifikansi5%. Dengan demikian kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan game adobeflash sangat efektif untuk melatih kemampuan interaksi siswa autim
METODE PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN (ALTERNATIF METODOLOGI DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI) BAGIAN 1
Selama ini, penelitian skripsi mahasiswa masih terbatas pada aspek yang berhubungan langsung pembelajaran atau mungkin mengenai pengelolaan kependidikan. Tidak banyak ditemukan skripsi mahasiswa kependidikan yang fokus membahas isu kebijakan. Tulisan ini merupakan tulisan pertama yang mencoba menawarkan alternatif berbeda bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas skripsinya. Metode penelitian kebijakan pada dasarnya adalah sama dengan metode penelitian pada umumnya. Yang membedakannya adalah penelitian kebijakan berarti mengangkat tema mengenai kebijakan. Alternatif metode pertama yang dapat digunakan oleh mahasiswa adalah metode deskriptif, yang terdiri dari 3 jenis, yaitu deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif, dan deskriptif campuran. Pemilihan jenis penelitian akan banyak ditentukan oleh formulasi dari rumusan masalahnya dan jenis data yang akan diperoleh. Data yang biasanya berupa data primer, dapat beralih ke data sekunder, terlebih lagi di era pandemi Covid-19 saat ini. Teknik pengumpulan data yang relevan untuk metode deskriptif ini adalah dokumentasi, dengan tetap memungkinkan untuk menggunakan teknik yang lain, namun diposisikan sebagai teknik pengumpulan data pendukung. Sedangkan untuk analisis datanya, maka alternatif yang tersedia adalah dengan menggunakan statistik deskriptif untuk data kuantitatif dan analisis logis untuk data kualitatif. Dari ketiga jenis penelitian deksriptif ini, jenis yang paling komprehensif adalah jenis campuran, karena peneliti akan dapat memberikan narasi mengenai suatu kebijakan sekaligus memberi tahu pembaca mengenai implementasi dari kebijakan tersebut. Kata kunci: Penelitian Kebijakan, Deskriptif Kuantitatif, Deskriptif Kualitatif, Deskriptif Campura
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 5 BANYUMULEK KABUPATEN LOMBOK BARAT
Tujuan yang ingin dicapai didalam penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 5 Banyumulek dengan menerapkan model Problem Based-Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, observasi, evaluasi dan refleksi. Data aktivitas guru dan siswa diambil menggunakan lembar observasi, sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh melalui tes yang diberikan pada tiap akhir siklus. Dari hasil observasi terhadap aktivitas siswa dan guru pada siklus I dan II menujukkan bahwa, persentasi ketercapaian siswa pada siklus I adalah 53%. Pada siklus II persentasi ketercapaian siswa adalah 80%, sedangkan dari hasil observasi aktivitas terhadap guru pada siklus I dan siklus II menujukkan bahwa persentasi ketercapaian guru pada siklus I adalah 80%, dan pada siklus II persentasi ketercapaian guru adalah 100%, dan hasil evaluasi siswa pada siklus I diperoleh persentasi ketuntasan belajar siswa sebesar 71.42%, sedangkan pada siklus II diperoleh persentasi ketuntasan belajar siswa sebesar 89.29%. Sehingga terjadi peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 17.78%, ini menandakan bahwa dengan penerapan metode Problem Based-Learning dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok pengerjaan hitung bilangan pecahan di kelas V SD Negeri 5 Banyumulek tahun pelajaran 2019/2020. Kata kunci: Prestasi Belajar, Problem Based Learning
Pengembangan Instrumen Pengukuran Nilai Disiplin Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Flores
This study aims to produce an instrument for measuring the value of disciplinary attitudes. This research used research and development methods. The population of this study were students of the Mathematics education study program and the samples were taken randomly, totaling 104 students. The data collection technique was in the form of a questionnaire using a Likert scale and distributed to online students using Google Form. The data analysis technique used in this study was the validity of this instrument theoretically with expert judgment, empirically using construct validity with factor analysis. The use of factor analysis was with the help of the SPSS 16.0 program. The reliability of the instrument was determined by calculating the Cronbach Alpha coefficient. Based on the results of the study, it showed that the results of testing on 104 students obtained a data feasibility test analysis with a KMO coefficient> 0.5 which was equal to 0.780 and the correlation between each item MSA coefficient 'a'>0.5 with an average MSA of 0.823. This showed that the instrument for assessing disciplinary attitudes was declared feasible. The results of the analysis of the construct validity of the self-assessment instrument showed that all values were more than 0.5. therefore, it can be concluded that all of the 40 items are valid and spread into 6 factors with an Alpha value of 0.829. These results indicate that the items of the discipline value instrument in the study are reliable