Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram - Open Journal System
Not a member yet
1728 research outputs found
Sort by
UPAYA MEMBELAJARKAN PESERTA DIDIK MENJADI PEBELAJAR REFLEKTIF
Pebelajar reflektif umumnya menjadi harapan bagi kalangan pendidik, sehingga banyak cara bagi para pendidik untuk menanamkan nilai-nilai refleksi selama proses pembelajaran kepada peserta didiknya agar dapat berhasil dalam belajar. Tujuan kajian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh para pendidik dalam implementasi pembelajaran agar menjadikan peserta didik menjadi pebelajar yang reflektif. Kajian ini merupakan reviu literatur dengan menggunakan metode deduktif dan induktif atas kajian hasil penelitian maupun kajian teoritis. Kajian ini menghasilkan berbagai upaya untuk menjadikan pebelajar reflektif yaitu: (1) memilih pendekatan/model/metode/strategi yang terintegrasi dengan penyajian fenomena konflik kognitif, penyajian fenomena anomali, penyajian fenomena/peristiwa/konsep secara lebih mendalam (internalisasi), maupun dengan penyajian fenomena baru dan memiliki keterkaitan dengan yang dipelajari, (2) menanamkan/menerapkan proses refleksi pada peserta didik, (3) mendorong refleksi pada peserta didik, dan (4) pengintegrasian refleksi dalam praktek pengajaran. Dengan demikian, refleksi merupakan satu-satunya proses yang dapat melatihkan peserta didik agar menjadi pebelajar reflektif, pendidik harus pandai dan cermat untuk melihat karakterisasi peserta didiknya dalam belajar sehingga dapat memilih dan menerapkan upaya yang tepat untuk membelajarkan peserta didik menjadi pebelajar reflektif
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajran berbasis inkuiri yang layak untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Kelayakan perangkat pembelajaran terukur dari kevalidan perangkat, kepraktisan (keterlaksanaan pembelajaran; aktivitas siswa; dan angket respon siswa) serta keefektifan perangkat. Perangkat pembelajaran berbasis inkuiridan instrumen pendukungnya dinyatakan valid dan layak digunakan untuk melakukan penelitian oleh dua validator dengan rerata skor total 3,13 dengan kriteria valid, sedangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dinyatakan valid dengan skor rata-rata 3,25 dengan kriteria valid. Pada tahap uji coba untuk mengetahui kepraktisan perangkat yang terukur dari keterlaksanaan pembelajaran aktivitas siswa yang diamati oleh dua observer selama dua kali pertemuan dan respon siswa. Pada pertemuan pertama persentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 77,89% dengan kriteria terlaksana dengan baik, sedangkan pertemuan kedua persentase keterlaksanaan sebesar 74,20% dengan kriteria terlaksana dengan baik. Pada pertemuan pertama aktivitas belajar siswa memiliki persentase rata-rata sebesar 83,12% dengan kriteria aktivitas tinggi dan pada pertemuan kedua persentase rata-rata sebesar 75% dengan kriteria aktivitas tinggi. Respon siswa terhadap perangkat pembelajaran berbasis inkuiri menyatakan bahwa siswa sangat setuju dengan persentase rata-rata 84,65%. Pada tahap efektifitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan hasil analisis pre-tes dan post-test menyatakan bahwa perangkat pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan rerata skor pre-test 23 dan rerata skor post-test 73,13
Sintesis Metil Ester Nitrat dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L)
Research on the synthesis of methyl ester nitrate from nyamplung seed oil (Calophyllum inophyllum L.). The aims of study are to are to determine the nitrate methyl ester can be synthesized from nyamplung seed oil determine the yield of the transesterification and nitration reaction from nyamplung seed oil. In this study nyamplung seed oil was obtained from pressing nyamplung seeds using a hydraulic press, then the crude oil obtained was subsequently degumming to remove gum. Free oil of the etherified gum then transesterification with methanol. The transesterification results are then titrated and produce nitric methyl esters. Characterization of nitric methyl ester by spectrophotometer IR shows functional groups C-ONO2, C=C dan C-NO2 at wave number 1635,64 cm-1 1550,77 cm-1 dan 1365, 60 cm-1. The yield of transesterification of nyamplung oil was 64.66% and the nitration yield was 10.6%
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS VIDEO TUTORIAL PADA MATA PELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS
Salah satu cara yang dilakukan untuk mengubah budaya konsumtif menjadi produktif iniyakni mengedukasi masyarakat untuk berwirausaha sejak dini. Dampak yang ditimbulkan pastinyasangat baik karena dapat mengantisipasi merebaknya pengangguran selepas menempuh pendidikan disetiap jenjang. Pemberian softskill yang tepat sejak dini akan meningkatkan keterampilan dan inovasipeserta didik dalam berwirausaha. Menjadi wirausahawan sejak dini secara tidak langsungmengedukasi peserta didik untuk mandiri dan menghargai proses yang dilakukan selama usahatersebut dijalankan. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar berbasis videotutorial yang layak (uji ahli) untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaranPrakarya dan kewirausahaan. Metode penelitian ini termasuk kedalam metode Research AndDevelopment (R & D). Hasil penelitian uji kelayakan pada ahli materi yang terdapat pada tabel 1.,dapat dijelaskan perolehan rerata 3,93 dari ahli materi tegolong “baik. Sementara hasil uji kelayakanpada ahli media yang terdapat pada tabel 2., dapat dijelaskan perolehan rerata 3,67 dari ahli materitegolong “baik”. Sedangkan data angket yang disebarkan kepada 3 orang peserta didik terhadapbeberapa aspek yang terdapat pada angket, dapat jelaskan bahwa bahwa penilaian peserta didikdiperoleh rerata 4,3 (kategori “ sangat baik”). Berdasarkan hasil penelitian tentang uji kelayakan padabahan ajar berbasis video tutorial ini maka dapat disimpulkan bahwa media ini telah layak digunakanuntuk pembelajaran di kelas
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
Matematika merupakan pelajaran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam yang didapat dengan berpikir. Pendidikan matematika harus bisa mengkomunikasikan pengetahuannya. Mengajak peserta didik untuk aktif dan kreatif dalam pelajaran serta dapat berintraksi dengan semua peserta didik, agar tercapainya tujuan pembelajaran. Kesulitan peserta didik untuk mengungkapkan ide-ide ataupun gagagsan suatu pendapat. Kurangnya model pembelajaran yang menarik, aktif, dan inofativ membuat peserta didik kurang mampu dalam menyelesaikan soal-soal dan kurang aktif didalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Model Pmbelajaran Open Ended Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran Matematika yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran open ended. Penelitian ini merupakan penelitian Studi Populasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Shirothol Mustaqim. Dengan jumlah populasi 40 peserta didik. Dalam penelitian ini tidak menarik sampel karena jumlah subyek yang diteliti relatif sedikit. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang terdiri dari 20 item pernyataan. Teknik analisis data menggunakan uji chi square melalui porogram SPSS. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari data penelitian di peroleh hasil analisis chisquare hitung sebesar 28.585 dan nilai chi square tabel dengan taraf signitifikansi 5% dan db = 4 dengan niali sebesar 9.48. ( ℎ228.585 > 29.487). Penulis menyarankan kepada guru agar menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan agar motivasi belajar peserta didik dapat meningkat
EXISTENTIAL AND NON-FACTIVE PRESUPPOSITION IN JANE AUSTEN’S NOVEL SENSE AND SENSIBILITY
Presupposition in Sense & Sensibility is interesting subject because it is a linguistic phenomenon and a typical phenomenon. Presupposition can be analysis in many fields, one of them is a novel. Novel is one of literature field that interested to be learn because the language of the novel is long lives. The focuses in thisstudyare to describe the existential and non-factive presupposition in Sense & Sensibility novel
Hubungan Pergaulan Sosial Remaja dengan Motivasi Belajar Siswa di SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan
The purpose of this study was to determine the relationship of adolescent social promiscuity with the learning motivation of Al-Azhar NW Kayangan Islamic High School students. The population of this research is all students in Al-Azhar NW Kayangan Islamic High School as many as 206 students. Sampling was carried out using Proportional Stratified Random Sampling with a total sample of 42 students. Data is collected using a questionnaire as the main method, documentation as a supplementary method. The research data were analyzed using product moment correlation analysis. The results showed that rhit of 0.621 was greater than rtab of 0.304 with a significance level (α) of 5% which meant that the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. Thus, the conclusion of the analysis in this study is that there is a relationship between adolescent social interaction with students' motivation to learn Al-Azhar NW Kayangan Islamic High School
Meningkatkan Kemampuan Membaca Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw pada Siswa Kelas IV SDN 2 Uebone
One of the efforts to improve Indonesian language learning achievement for fourth grade students in elementary school is by applying the Jigsaw cooperative learning model. The purpose of this study is to determine whether there are differences in learning achievement between students whose learning uses the Jigsaw cooperative learning model. The study design used a pretest-posttest control group design experiment. The population is grade IV students of SDN 2 Uebone Bulan Ampana Tete District. The method of collecting data through tests, before the treatment of each group was given a pretest and after the treatment was given a posttest. From the results of the analysis prove that there are significant differences in the achievement of Indonesian language learning students who are taught using the Jigsaw Cooperative Learning model. There was also a significant difference in the learning achievement of students who were taught using the Jigsaw Cooperative Learning model. From the results of the analysis of this study it was concluded that the best learning model is the Jigsaw Cooperative Learning Model
THE EFFECTIVENESS OF MEMORY TRICKS GAME IN TEACHING GRAMMAR
This research was aimed to find out the effectiveness of Memory Tricks game in teaching grammar. The research was experimental research and the design that was used was pre-test and post-test design. The population of the study was the first grade students of SMKN 1 Kuripan especially in TKJ (TeknikKomputer and Jaringan) course which consisted of three classes. Two classes were chosen as the samples, those were TKJ 1 Class as experimental group consisted of thirty five students and TKJ 3 Class as control group consisted thirty five students. They were chosen by usingSimple Random Sampling technique. Experimental group was treated by Memory Tricks game and control group was treated by Verb Search game. The instrument that was used objective test in forms of completion items test. Then, the scores were analyzed by using statistical analysis. It showed the mean score of experimental group was 76 while the mean score control group was 69.2 and the value of t (t test) = 2,7922 was higher than the value of (t table) = 1.9955 at the significance level of 0.05% and the number of degree freedom (68). Therefore, according to the result of the analysis, it can be concluded that there is a significant difference between student’s grammar scores taught by Memory Tricks game and taught by Verb Search game. In other words, Memory Tricks game is effective in teaching grammar
THE CORRELATION BETWEEN VOCABULARY MASTERY AND READING COMPREHENSION AT THE SECOND YEAR STUDENTS OF SMPN 3 GUNUNGSARI
The research entitled The Correlation Between Vocabulary Mastery and Reading Comprehension aims at finding out there is whether any correlation between vocabulary mastery and reading comprehension at the second year students of SMPN 3 Gunungsari. This research was designed by using descriptive quantitative method. The research took 30 students as sample of this study. To analyses the data this research used statistic computation by product moment correlation, to get the final score. The data found that the mean score of reading comprehension was 54.4 and vocabulary was 53,6. After computing by the statistical analysis of Product Moment, the value shows 1.631 while the t-table was 1.671 and 2.390. This result of this investigation indicated that there is no significant between vocabulary and reading comprehension. The value of t-test was 1.631 is lower than 1.671 and 2.390 in 0.05 and 0.01 significant level. While the degree of freedom (df) = 60. It can be concluded that there is no correlation between vocabulary mastery and reading comprehension