Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Not a member yet
5673 research outputs found
Sort by
Patterns of Teacher Pedagogical Creativity in Cultural Arts and Crafts Subjects in Elementary Schools
This research aims to reveal the creativity of teacher pedagogy with creative and participatory learning in provoking the curiosity, activeness and enthusiasm of students. The application of pedagogical creativity as a search or an effective way to develop pedagogical creativity makes it possible to establish that innovative technologies have great potential in developing pedagogical creativity . Method The qualitative method was chosen to explore and give in-depth meaning to the data obtained and to be able to present more meaningful pedagogic creativity research results. Data analysis used descriptive analysis, starting with grouping the same data, then interpretation was carried out to give meaning to each sub-aspect and the relationship between one another. To carry out an analysis or interpretation of all aspects to understand the meaning of the relationship between one aspect and another which is the focus of further research is interpreted or interpreted. development of pedagogical creativity of teachers and students. The research findings show that many challenges to pedagogical creativity in pedagogical practice are manifested in the pattern of: 1) the effective application by a person of the experiences created in new conditions; 2) in repair known according to the new task; in the development of science and development; 3) in the ability to prove intuitive and pre-prepared decisions; 4) in the ability to dream, see near and distant prospects; 6) in the ability to develop ideas and see a series of options in their decisions; 7) to reveal the unknown regularity of previous training and education; 8) in the ability to conduct experiments, deeper research work. Thus, these findings can become the basis for further studies on improving and creating new approaches to the development of pedagogical creativity in the process of arts and culture craft education
Pengujian Pengelasan Plat Stainless Steel JIS SS304 Menggunakan Mikro Struktur
Failure in the welding process will result in a drop in quality and a risk to worker safety. Small cavities were frequently detected during welding. In order to identify the origin of the damage, the goal of this study is to investigate the presence of small circular cavities that are grouped in the welding region of gas tungsten arc welding (GTAW) welding outcomes. The research technique involves categorizing changes in electric current on JIS SS 304 stainless steel material with a thickness of 10 mm: GTAW 80 A root (low current), 100 A Filler (mid electric current), and 120 A Capping (high current). Based on investigations into the use of electric current for Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) welding and the interpretation of discontinuity in the outcomes of welding on JIS SS 304 stainless steel material, on JIS SS 304 plate material with a thickness of 10 mm. learn about the welding methods GTAW and HAZ GTAW at the point of the microstructure as components that have thermal impact
Analisis Penentuan Suhu Mesin Induction Pada Proses Laquering
Proses laquering adalah proses pelapisan pada area hasil welding kaleng yang bertujuan untuk melindungi bagian welding dari karat. Proses ini sangat penting supaya kaleng terhindar dari korosi dan meminimalisir ledakan, karena kaleng aerosol merupakan kaleng yang berisi gas bertekanan tinggi dengan daya tekan 10bar. Mesin Induction memiliki peran penting pada proses ini, yang mana mesin harus mengeringkan lapisan laquer dengan maksimal tanpa merusak poduct. Salah satu masalah jika pada peroses pengeringan laquer terjadi kendala dimana lapisan laquer tidak kering sempurna (basah), hal ini akan menyebabkan terjadinya jammed pada center pad mesin can-o-mat. Sebaliknya jika lapisan laquer dipanaskan dengan suhu yang tinggi akan menyebabkan timbulnya gelembung (bubble) bahkan lapisan laquer bisa terbakar. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat menentukan suhu yang ideal untuk mesin induction pada proses laquering sehingga dapat di jadikan refrensi untuk kedepannya. Pada penelitian ini untuk menentukan suhu yang ideal pada mesin induction menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan experimen atau percobaan secara bertahap. Hal ini terbukti dengan dilakukannya pengaturan suhu secara bertahap dapat menentukan suhu yang diinginkan pada proses pengeringan lapisan laquer. Dari hasil percobaan ini didapatkan suhu ideal yaitu 70°C, 80°C, dan 95°C yang mampu membuat lapisan laquer kering tanpa menimbulkan gelembung (bubble) atau membakar lapisan laque
Visi Agrarianisme Seyyed Hussein Nasr
Krisis ekologi dan krisis pangan telah mendorong lahirnya kesadaran akan pentingya pertanian perkelanjutan. Tulisan ini bermaksud menemukan sebuah konsep pertanian berkelanjutan yang tepat bagi Indonesia, sebuah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Pemikiran Seyyed Hossein Nasr akan didiskusikan dan dijadikan sebagai titik tolak dari upaya tersebut. Pendekatan tafsir agraria akan dipakai untuk menafsirkan pemikiran Nasr. Lewat pendekatan tafsir agraria, penelitian ini menjadikan pemikiran-pemikiran Nasr bersifat inklusif dan menghindarkannya dari jebakan binarisme. Selain itu visi agrarianisme Nasr semakin diperjelas, yaitu Islamic agrarianisme, sebuah praksis pertanian yang memperhatikan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan manusia akan pangan, pelestarian lingkungan serta berdimensi spiritualitas. Praksis pertanian semacam ini tidak hanya menjadi privilage para petani yang berada diwilayah rural dan bergerak disektor produksi pertanian. Islamic Agrarianisme juga bisa dipraktekkan oleh umat muslim yang hidup di wilayah urban lewat gaya hidup mereka terkait dengan makanan maupun lingkungan hidup yang lebih luas
Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Perajin Tepung Bumbu Serbaguna di Desa Pagedangan Bojongsari Purbalingga
Berkah Jaya merupakan salah satu Industri Skala Rumah Tangga yang memproduksi tepung bumbu serbaguna. Daerah pemasaran meliputi Purbalingga, Banjarnegara, Pemalang dan Banyumas. Kapasitas produksi dalam sehari rata-rata menghabiskan bahan tepung 125 kg. Saat ini pembuatan tepung bumbu masih dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia dan alat sederhan seperti ember, centong mengaduk, saringan, timbangan dan chiler packing. Masalah yang dihadapi oleh mitra adalah kemampuan produksi belum memenuhi permintaan pasar dan kualitas campuran kurang homogen. Proses waktu yang lama dan membutuhkan banyak tenaga kerja jika dikerjakan secara manual. Hal ini merupakan permasalahan yang secara tidak langsung mempengaruhi efisiensi produksi. Penerapan teknologi tepat guna pengaturan kecepatan motor modifikasi elektro mekanik untuk proses pengadukan bahan baku diharapkan akan memberikan solusi bagi permasalahan ini. Dari hasil implementasi ibM UMKM, produksi tepung lebih homogen tercampur, kuantitas produksi bertamah, efisiensi produksi bertambah dan pendapatan pertambah
Implementasi Digital Marketing Automation Dan Smart Social Media Marketing di CV. Karya Saputra Lencana Kudus Jawa Tengah
Usaha kuningan di kota Kudus banyak memproduksi lencana dan kepala sabuk. Selain itu ada juga produksi lainnya seperti medali, name-tag, wing, plakat, pengikat hasduk pramuka, door sign, deskname dan lain – lain. Usaha kuningan merupakan usaha telah turun temurun diwariskan oleh orang tuanya yang berasal dari daerah Demaan, Kecamatan Kota. Penghasilan pengrajin kuninan lencana tergantung dari frekuensi pesanan yang ada. Produk kuningan juga bukan produk yang cepat rusak sehingga pelanggan tidak akan memesan dalam waktu dekat. Sementara itu sumber daya yang ada belum mampu mencari tambahan pelanggan secara rutin dan terencana karena kendala biaya dan waktu. Selama ini pemesanan berasal dari pelanggan tetap dan pelanggan musiman yang biasanya memesan produk saat ada kegiatan lomba. Pengusaha berharap untuk memperluas area pemasaran dan menambah pelanggan agar dapat meningkatkan omset perusahaan dan keberlangsungan produksi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu kesulitan pengusaha dalam memperluas pemasaran. Khususnya dengan teknik digital marketing automation. Selain itu tim pengabdian ini akan memberikan pelatihan untuk membuat foto produk yang menarik untuk mendukung tampilan website. Untuk mempopularitaskan website maka pengusaha juga akan dilatih untuk mengoptimasi penggunaan jejaring sosial untuk melakukan pemasaran secara oline dengan teknik smart social media marketing. Luaran dari program pengabdian masyarakat ini adalah website sebagai pusat data produk dan promosi. Akun jejaring sosial yang berfungsi untuk meningkatkan popularitas website dan produk yang dihasilkan, dan pelatihan untuk membuat foto produk yang menarik serta pelatihan optimasi pemasaran melalui jejaring sosia
Prediction of Age Loss on 160 KVA Transformer PT. PLN ULP Kenjeran Surabaya using The Linear Regression Method
Distribution transformer is one of the important equipment in the distribution of electricity to consumers. The electricity demand increases every year, so that the transformer works optimally, it must also be considered regarding the loading. According to IEC 354 if the transformer is loaded stable 80% with conditions around 20℃ and the winding temperature is 98℃, but if the ambient temperature is more than 20℃ then the age of the transformer will decrease. With an average loading of 71.75%, based on the calculation that the predicted useful age of the 160 KVA distribution transformer in 2027 will have an age loss index of 1.1 p.u, so it is estimated that the remaining age of the distribution transformer is 12 years and 7 months. Analysis using a statistical approach assisted by SPSS software was also carried out to see how much influence the loading has on the age loss of the transformer
Analisis Rekonstruksi Jaringan dengan Upgrade Jaringan Tegangan Menengah 1 Fasa Menjadi 3 Fasa: Studi Kasus Gardu Induk Jepara Penyulang JP4 Tapping (125/1-42)
Penelitian ini menyajikan analisis rekonstruksi jaringan melalui upgrade jaringan tegangan menengah dari 1 fasa menjadi 3 fasa dengan menggunakan metode kualitatif. Studi ini difokuskan pada kasus spesifik yaitu Gardu Induk Jepara Penyulang JP4 Tapping (125/1-42). Tujuan utama dari penelitian adalah mengevaluasi manfaat dan tantangan yang terkait dengan meningkatkan jaringan menjadi sistem 3 fasa. Aspek teknis seperti keseimbangan beban, kualitas daya, dan kestabilan sistem dianalisis secara mendalam. Selain itu, faktor ekonomi seperti biaya peralatan, instalasi, dan pemeliharaan juga dipertimbangkan untuk menilai kelayakan upgrade tersebut. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi jaringan, peningkatan keandalan, dan pengurangan kerugian daya. Studi ini juga menyoroti potensi untuk ekspansi di masa depan dan integrasi yang lebih baik dari sumber energi terbarukan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan listrik dan operator jaringan yang mempertimbangkan rekonstruksi dan upgrade jaringan serupa
Analisis Gaya Belajar Siswa untuk Pembelajaran Berdiferensiasi
Latar belakang adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya belajar siswa. Hal tersebut disebabkan karena perbedaan keunikan antara masing-masing siswa. Perbedaan itu dipengaruhi faktor lingkungan dan dominasi otak sehingga membentuk gaya belajar yang cenderung mengarah ke penglihatan, pendengaran, atau gerak tubuh. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatatif dengan studi kasus. Penelitian ini menggunakan subjek semua siswa kelas VI SDN Pesantren Kecamatan Mijen tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 19 siswa. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket/kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VI memiliki gaya belajar yang beragam. Terbukti bahwa gaya belajar siswa menunjukkan 47% visual, 31% auditori, dan 21% kinestetik. Perbedaan inilah yang menjadi tantangan guru untuk menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk memfasilitasi siswa agar terpenuhi kebutuhan belajarnya
Analisis Gaya Belajar Peserta Didik pada Hasil Belajar Penjumlahan Pecahan Sekolah Dasar
Salah satu penyebab perbedaan hasil belajar adalah gaya belajar. Penelitian bertujuan mendeskripsikan gaya belajar yang sesuai dengan materi penjumlahan pecahan ditinjau berdasarkan hasil belajar. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VA SDN Purwoyoso 04. Temuan penelitian yaitu terdapat 11 peserta didik memiliki gaya belajar visual (45,83%), 10 peserta didik dengan gaya belajar auditori (41,67%), dan 3 peserta didik gaya belajar kinestetik (12,50%). Berdasarkan hasil ulangan matematika dengan gaya belajar visual memiliki rata-rata 80,00. Gaya belajar auditori 77,00. Sedangkan gaya belajar kinestetik 76,67. Simpulan penelitian yaitu subjek gaya belajar visual mendapatkan hasil belajar terbaik dalam materi penjumlahan pecahan. Pembelajaran yang sesuai berorientasi pada kebutuhan peserta didik yaitu pembelajaran berdiferensiasi