Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Not a member yet
5673 research outputs found
Sort by
Pencemaran Laut dan Kejahatan Lingkungan akibat Tumpahan Minyak: Kajian Green Criminology dan Prisma Kejahatan
Kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan menimbulkan kerusakan lingkungan dan merupakan kejahatan lingkungan. Tumpahan minyak di perairan laut terjadi karena berbagai penyebab seperti aktivitas pengeboran minyak di lepas pantai, emisi transportasi laut, dan kecelakaan kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan cakupan analisis terhadap kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metodologi kajian literatur untuk mengumpulkan data sekunder. Berdasarkan kajian literatur, cakupan analisis kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan dapat diperluas melalui perspektif green criminology dan prisma kejahatan. Pengembangan topik tersebut bertujuan untuk memahami berbagai aspek kejahatan lingkungan (pendefinisian kejahatan, pelaku, respon sosial, dan tingkat viktimisasi). Hasil analisis menemukan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tumpahan minyak berperan terhadap terjadinya kasus dan perlu bertanggung jawab atas tindakannya. Analisis prisma kejahatan turut menjelaskan bahwa korban dan kerugian bersifat masif, menyeluruh, dan berdampak jangka panjang
Pengaruh Substitusi Larva Magot (Hermetia illucens) terhadap Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy)
Pertumbuhan ikan lambat dan biaya pakan yang tinggi merupakan permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya ikan gurami. Ikan gurami membutuhkan waktu pemeliharaan lebih dari satu tahun untuk mencapai berat minimal 500 gram. Biaya pakan dalam budidaya ikan hampir mencapai 60% dari biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi larva magot (Hermetia illucens) terhadap pertumbuhan ikan, retensi protein, dan efisiensi pakan, serta menentukan kombinasi substitusi larva magot yang menghasilkan pertumbuhan, retensi protein, dan efisiensi pakan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah: P1 (pemberian 100% pakan komersial); P2 (pemberian kombinasi larva magot 25% dan pakan komersial 75%); P3 (pemberian kombinasi larva magot 50% dan pakan komersial 50%); P4 (pemberian kombinasi larva magot 75% dan pakan komersial 25%); dan P5 (pemberian larva magot 100%). Benih ikan gurami dengan bobot rata-rata 7 - 10 gram dipelihara dalam jaring berukuran 50 x 50 x 50 cm dengan kepadatan 8 ekor/unit percobaan selama 42 hari. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari pada pukul 07.00 dan 16.00 WIB dengan feeding rate 5% dari biomasa ikan. Variabel penelitian meliputi laju pertumbuhan spesifik ikan, retensi protein dan efisiensi pakan. Data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam, dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larva magot (Hermetia illucens) sebagai substitusi pakan ikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan, retensi protein, dan efisiensi pakan. Kombinasi larva magot 25% dan pakan komersial 75% (P2) menghasilkan pertumbuhan ikan, retensi protein, dan efisiensi pakan tertinggi, berturut-turut sebesar 3,3 ± 0,1 gram/hari; 73,16 ± 7,47%; dan 79,44 ± 7,18%
Model Berbasis Case Similarity dalam Penentuan Jenis Ikan Air Tawar Berdasarkan Kualitas Air dan Kondisi Wilayah
Identifikasi jenis ikan air tawar berdasarkan kualitas air dan kondisi wilayah merupakan tantangan penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Dalam penelitian ini, metodologi Case-Based Reasoning (CBR) digunakan untuk mengembangkan model untuk mengidentifikasi jenis ikan air tawar dengan menganalisis kemiripan kasus (case similarity). Model ini memanfaatkan data historis yang mencakup parameter kualitas air seperti pH, suhu, oksigen terlarut, kandungan ammonia, total padatan terlarut, serta faktor lingkungan seperti suhu udara dan ketinggian daratan. Setiap jenis ikan memiliki preferensi lingkungan spesifik, sehingga pendekatan berbasis kasus memungkinkan untuk membandingkan kondisi saat ini dengan kasus-kasus sebelumnya yang memiliki karakteristik serupa. Dengan menggunakan algoritma kemiripan berbasis metrik, model mengambil kasus terdekat dan menawarkan prediksi jenis ikan yang paling sesuai dengan parameter kualitas air dan kondisi wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model berbasis case similarity dapat dijadikan dasar pengembangan sistem sebagai alat bantu dalam manajemen ekosistem perairan tawar
Pengujian Kadar Aspartam pada Sampel Minuman Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar POM Yogyakarta
Aspartam adalah pemanis buatan yang banyak digunakan dalam industri minuman karena rendah kalori dan tidak meningkatkan kadar gula darah, tetapi berisiko menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Pengujian kadar aspartam pada produk minuman penting untuk memastikan keamanan konsumen. Penelitian ini menguji kadar aspartam pada tiga sampel minuman di Yogyakarta menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar POM (BBPOM) Yogyakarta. Tiga sampel (minuman bubuk instan dan dua minuman berbasis air berperisa) diekstraksi dan dianalisis menggunakan KCKT. Semua sampel positif mengandung aspartam dan masih di bawah batas maksimum yang diperbolehkan (600 mg/kg) oleh Perka BPOM Nomor 11 Tahun 2019. Kadar aspartam terendah ditemukan pada sampel 153 (30,58 mg/kg), tertinggi pada sampel 161 (95,42 mg/kg), dan sampel 171 (58,91 mg/kg) di tengah-tengah. Ketiga sampel minuman aman untuk dikonsumsi karena kadar aspartamnya masih dalam batas yang diizinkan
Knowledge, Attitudes, and Practices of Health Workers in Medical Waste Management During the COVID-19 Pandemic
Medical waste (MW) has the potential to be hazardous due to the presence of dangerous microbes. During the COVID-19 pandemic, MW had exploded, particularly in healthcare facilities. The lack of knowledge, attitudes, and practices related to medical waste management (MWM) among health workers will have a substantial influence on public health and environmental health concerns. The objective of this research is to evaluate health workers' knowledge, attitudes, and practices encompassing MWM at the health center during the Covid-10 pandemic. This cross-sectional study was done from March to May 2023, involving direct interviews with healthcare workers at the Manggis I Karangasem Health Center. A total of 36 participants responded (100% response rate). The results demonstrate that the respondent's knowledge (n=34 [68.0%]) and attitude (n=44 [88.0%]) were considered good. Solid MWM practices in the emergency room (ER) were suitable (64.0%); liquid MWM in the ER were suitable (66.5%); solid MWM in polyclinic were suitable (64.0%); liquid MWM in polyclinic were suitable (83.0%); solid MWM in pharmacy were suitable (67.5%); liquid MWM in pharmacy were suitable(50.0%). In general, health workers' knowledge, attitudes, and practices in MWM were beneficial. Statutory requirements require periodic examinations of the necessity of handling medical waste in health facilities
Kajian Penggunaan Ketorolak sebagai Antinyeri di Ruang Intensif Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon
Nyeri merupakan pengalaman sensoris dan emosional tidak menyenangkan, Ketorolak adalah salah satu analgetik yang sering digunakan untuk mengatasi nyeri tetapi mempunyai efek samping menimbulkan iritasi pada saluran cerna dan menurunkan fungsi ginjal. Penggunaan yang tepat dan rasional dapat meningkatkan efektifitas terapi dan meminimalkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola mengatasi nyeri serta DRPs yang terjadi atas penggunaan ketorolak injeksi. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental, bersifat retrospektif dilakukan dengan cara mengambil data rekam medis pasien ruang intensiv RSD Gunung Jati Kota Cirebon pada rentang waktu bulan Februari- April 2022. Data yang diamati adalah identitas pasien, skala nyeri, dosis, durasi dan obat penyerta serta DRPs yang terjadi. Hasil penelitian dari total 151 kasus didapatkan pola penggunaan ketorolak parenteral didasarkan dari adanya rasa nyeri dengan skor 4 sampai skor 10 dengan dosis extra 30 mg sekali sehari 4,6%, dosis 30 mg setiap 12 jam 65% dan dosis 30mg setiap 8 jam 30,4%. Sedangkan lama pemberian didapatkan kurang dari 3 hari 23,1%, 3 hari, 4 hari dan 5 hari masing-masing 19,9%, lebih dari 5 hari 17,2%. Kejadian DRPs berupa iritasi saluran cerna tidak terjadi karena 100% pemberian selalu dibarengi dengan obat gastro intestinal, Kejadian DRPs berupa kurang tepat obat juga tidak terjadi karena pemberian didasarkan skor nyeri yang dilaporkan. Didapatkan data durasi pemberian yang lebih dari 3 hari sebanyak 57% yang berpotensi menimbulkan pendarahan saluran cerna dan penurunan fungsi ginjal
The use of Iron Sand as Filtration Media for Slaughterhouse Wastewater Treatment
An increase in slaughtering animals will have an impact on increasing the liquid waste produced. The resulting RPH liquid waste can damage the environment if it is not treated, so it is necessary to conduct research to reduce pollutant levels so that it is suitable for disposal into the environment. The technique used in processing RPH wastewater is iron sand filtration method. Iron sand filtration is a filtering process using renewable media, namely iron sand. Iron sand is known to contain the mineral magnetite (Fe3O4) which has the ability to absorb colloidal solids, so it has the potential to be used to remove pollutant content of RPH liquid waste. This research objective to determine the effect of variations in the thickness of the filtration media (cm) and grain size (mesh) on pollutant parameters. The thickness variations used were 20, 25, and 30 cm, with grain sizes of iron sand 40, 60 and 100 mesh. The experimental results showed that the iron sand filtration method was able to reduce Chemical Oxygen Demand (COD) and Total Suspended Solid (TSS) levels, increase the Dissolve Oxygen Meter (DO) value, and change the pH value. The highest reduction in COD was in the thickness variation of 30 cm with 100 mesh. the percentage of decrease in the value of Chemical Oxygen Demand (COD) was 95.05%, the highest decrease in Total Suspended Solid (TSS) value was in the media thickness variation of 30 cm with 100 mesh, the percentage of TSS value reduction was 97.11%, the pH value increased in the thickness variation media 30 cm with a mesh number of 100 from 5.8 to 7.4, and the value of Dissolve Oxygen Meter (DO) increased with variations in thickness of 30 cm with 100 mesh, increased from 1.2 to 15.2. Based on the parameter test results, it was concluded that iron sand filtration is effective in reducing pollutant levels below the quality standard, so that it is expected to be applied directly on a larger scale
Optimalisasi Perkiraan Beban Listrik untuk Penerangan Dek Penumpang di Kapal Ro-Ro 1500 GT
Penelitian ini memfokuskan pada evaluasi penggunaan lampu LED sebagai pengganti lampu fluorescent (neon) di kapal Ro-Ro 1500 GT yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Tujuan utamanya adalah untuk menilai potensi pengurangan konsumsi daya generator melalui penggunaan lampu LED yang lebih hemat energi. Dengan menggunakan metode lumen, tingkat pencahayaan di dek penumpang dinilai secara detail. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan dalam konsumsi daya, dari 9,83 kW menjadi 2,45 kW ketika menggunakan lampu LED. Temuan ini menegaskan efisiensi dan efektivitas lampu LED dalam lingkungan maritim serta mendorong keberlanjutan industri kapal laut. Dengan memberikan kontribusi pada upaya meningkatkan efisiensi energi dan keberlanjutan, studi ini menjadi penting dalam konteks praktik operasional kapal laut yang ramah lingkungan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan lebih lanjut dalam penerapan teknologi energi yang lebih efisien dalam industri maritim