Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Not a member yet
5673 research outputs found
Sort by
MODEL SUKSES FAKTOR WIRAUSAHA WANITA DI KECAMATAN KRAKSAAAN KABUPATEN PROBOLINGGO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruh “Pengaruh Modal Usaha, Motivasi, dan Kualitas Hidup Terhadap Faktor Sukses Wirausaha Wanita di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo.” Pendekatan penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik deskriptif untuk menyadari bagaimana satu variabel mempengaruhi faktor lainnya. Sebanyak 300 responden sengaja dipilih untuk dijadikan sampel. Data dievaluasi dengan menggunakan uji instrumen, Koefisien determinasi, pengujian hipotesis klasik, pengujian hipotesis (khususnya uji T parsial), dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa modal usaha (X1), motivasi (X2), dan kualitas hidup (X3) semuanya berpengaruh positif dan besar terhadap faktor sukses wirausaha (Y) pada pengusaha wanita di Kecamatan Kraksaan. Uji t modal perusahaan menunjukkan nilai t estimasi (2,762) lebih besar dari t tabel (1,968), dengan tingkat signifikansi 0,009 < 0,05. Variabel motivasi juga memberikan hasil yang serupa, dengan nilai t hitung sebesar 2,920 melebihi t tabel sebesar 1,968 pada tingkat signifikansi 0,008 < 0,05. Kualitas Hidup mempunyai nilai t hitung sebesar 2,863 lebih tinggi dari t tabel sebesar 1,968 dengan ambang signifikansi 0,004 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sampai batas tertentu, modal usaha, motivasi, dan kualitas hidup mempunyai pengaruh positif dan substansial terhadap unsur kesuksesan wirausaha pada usaha wirausaha wanita di Kabupaten Kraksaa
PERENCANAAN KEBUTUHAN BARANG MILIK NEGARA DITINJAU DARI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 28 TAHUN 2020 DI POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan kebutuhan Barang Milik Negara untuk pengadaan dan pemeliharaan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan untuk mengetahui hambatan dalam perencanaan kebutuhan Barang Milik Negara di Politeknik Negeri Bengkalis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan data yang diperoleh dari wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Sub Bagian Umum Politeknik Negeri Bengkalis. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan kebutuhan Barang Milik Negara untuk pengadaan maupun pemeliharaan sudah sesuai dengan Peraturan yang berlaku. Namun, masih terdapat masalah pada saat penyampaian usulan RKBMN pengadaan dan pemeliharaan ke unit Pembantu Pengguna Barang, dimana usulan RKBMN pengadaan mengalami penolakan terhadap Barang Milik Negara yang diusulkan untuk diadakan pengadaannya, karena tidak tersedianya Barang Milik Negara dilingkungan Pengguna Barang
Factors that Build a Sustainable Family Business for Students of the Entrepreneurship Study Program, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya
The sustainability of a family business plays a crucial role in an entrepreneur's journey within such an enterprise. However, building and maintaining a family business often face numerous challenges due to various inhibiting factors. It's important to identify the necessary factors to ensure the continuity of such a business. This research aims to examine the factors that contribute to building a sustainable family business. The factors to be evaluated include succession, strategic planning, corporate governance, leadership, family business values, family capital, and the business environment.The research targets students in the Entrepreneurship program at the Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya Campus. It employs a quantitative research method with a descriptive-verification approach, utilizing a sample selection technique. The population consists of 200 individuals, with a sample size of 35. The analysis method used in this research is factor analysis, specifically the quantitative second-order confirmatory factor analysis (CFA). Data collection involves a questionnaire based on variables contributing to the sustainability of a family business.This study highlights several factors essential for building a sustainable family business among Entrepreneurship program students at the Universitas Pendidikan Indonesia, Tasikmalaya Campus. It emphasizes the necessity of supportive factors in establishing a family business and the importance of adequate knowledge in building a successful business. This includes strategies, the significance of having a clear vision and mission, the importance of environmental analysis, and the need to develop appropriate strategies to achieve business goals
The Influence of Entrepreneurship Education and Family Environment on Interest in Continuing the Family Business
A family business is a business managed by family members. Family businesses are often passed on to other family members to continue the business that has been built. However, to continue this business, entrepreneurship education, and a supportive family environment are also needed. Because entrepreneurial education and family environment usually influence the knowledge, skills, and how successors manage the family business. Therefore, this research aims to find out a picture of entrepreneurship education and the family environment on interest in continuing the family business. The object of this research is students at Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya, who own a family business. This research uses quantitative methods with a descriptive verification approach. The data collection technique in this research used simple random sampling with a population of 500 Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya students and a research sample of 30 samples. The results of this study indicate that there is no effect of entrepreneurship education on interest in continuing the family business, as well as the influence of the family environment on interest in continuing the family business. This research is expected to generate insight into the importance of entrepreneurship education and the family environment to maintain the continuity of the family business. And entrepreneurship education can also foster the values of an entrepreneur
Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas dan Ketaatan Aturan Akuntansi Terhadap Pencegahan Fraud dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Kecamatan Panekan
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini ingin mengetahui dan menganalisis pengaruh dari transparansi, akuntabilitas dan ketaatan aturan akuntansi terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa. Metode penelitian menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan data primer dengan melakukan penyebaran kuesioner/google form dan untuk teknik analisis data menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan Smart PLS 3. Populasi dalam penelitian ini seluruh aparatur desa yang bekerja di pemerintah desa kecamatan Panekan, sampel dalam penelitian ini 53 aparatur desa dengan Teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa trasnparansi dan akuntabilitas tidak berpengaruh terhadap pencegahan frauddalam pengelolaan dana desa di desa kecamatan Panekan. Sedangkan ketaatan aturan akuntansi berpengaruh signifikan terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa di kecamatan Panekan.ABSTRACTThe purpose of this study is to know and analyze the effect OF transparency, accountability, and compliance with accounting rules on fraud prevention in village fund management. The research method uses data collection techniques using primary data by conducting a questionnaires/google form and for data analysis techniques using structural equation modelling (SEM) with Smart PLS 3. The population in this study was all village apparatus working in the village government of Panekan sub-district, the sample in this study was 53 village apparatuses with simple random sampling technique. The result of this study show that transpararency and accountability have no effect on fraud prevention in village fund management in Panekan sub-district. Meanwhile, compliance with accounting rules has a significant effect on fraud prevention in managing village fund in Panekan sub-district
The Effect of Family Communication on the Succession of Family Business Succession in Entrepreneurship Students of UPI Tasikmalaya Campus
Communication has an important role in family business succession, but in reality, succession failure often occurs among family members involved in the family business. Therefore, the aim of this research is to determine the effect of communication on family business succession. The objects of this research are students of the UPI Tasikmalaya Campus Entrepreneurship Study Program. This research uses quantitative research methods with a descriptive verification approach and sampling using quota sampling techniques. The analytical method used in this research is simple linear regression. The results of this research indicate that communication has a positive influence on family business succession. This research provides an understanding that the success of family succession is influenced by communication between family members
ANALISIS KEHILANGAN AIR PADA JARINGAN DISTRIBUSI PDAM WONOSOBO
Wonosobo sebagai salah satu kota yang sedang berkembang di Provinsi Jawa Tengah memerlukan ketersedian air bersih yang cukup untuk menunjang kebutuhan hidup masyarakat, PDAM sebagai salah satu penyedia air bersih berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pada saat ini pendistribusian air PDAM belum merata masih ada beberapa daerah layanan PDAM yang belum di aliri air secara kontiniu selama 24 jam. Untuk itu perlu di hitung kebutuhan dan kehilangan air untuk saat ini dan untuk masa yang akan datang yaitu tahun 2026 dengan proyeksi jumlah penduduk dan menghitung debit air yang dimanfaatkan PDAM serta proyeksi perkiraan ketersediaan air sampai dengan tahun 2026. Dari hasil penelitian jumlah kebutuhan air bersih PDAM sampai dengan tahun 2026 mengalami peningkatan menjadi 642,65 liter/detik meningkat sebesar 89,29 liter/detik (16%) dari tahun 2021 yang berjumlah 553,36 liter/detik seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk kota Wonosobo, debit air terpakai PDAM kota Wonosobo sampai tahun 2026 berjumlah 851,797 liter/detik meningkat sebesar 88,799 liter/detik (12%) dari data debit air terpakai pada tahun 2021 yang hanya sebesar 762,998 liter/detik, perkiraan kehilangan air sampai dengan tahun 2026 sebanyak 209,15 liter/detik menurun sebesar 0,49 liter/detik (0%) dari tahun 2021 yang hanya sebesar 209,64 liter/detik, dari neraca air dapat disimpulkan bahwa ketersediaan masih mencukupi kebutuhan sampai dengan tahun 2026
ANALISIS ALOKASI AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI TAPUNG KANAN
Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapung Kanan merupakan bagian Sub DAS dari DAS Siak yang terdapat pada Wilayah Sungai Siak, yang mana merupakan salah satu DAS dengan kondisi kritis dan memerlukan prioritas penanganan. Hal ini dikarenakan pemanfaatan sumber daya air yang tidak terkendali sehingga menyebabkan ketersedian air cenderung berkurang dan kualitas air menurun. Akibat dari permasalahan ini, maka diperlukan pengelolaan dan pengalokasian air untuk menyediakan dan merealisasikan kebutuhan air untuk para pengguna air. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk, menganalisis potensi ketersediaan air pada DAS Tapung Kanan, menganalisis kesetimbangan antara potensi ketersediaan air dan kebutuhan air (neraca air) pada DAS Tapung Kanan, dan melakukan alokasi air pada DAS Tapung Kanan dengan prioritas pemanfaatan air berdasarkan rekomendasi teknis dari instansi terkait. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis. Metode analisis ketersediaan air yang digunakan yaitu metode regional. Analisis neraca air dilakukan pada 3 asumsi skenario, meliputi musim kering, musim normal, dan musim basah. Hasil dari penelitian ini yaitu setiap node DAS Tapung Kanan menunjukkan kondisi neraca air surplus pada rencana alokasi air yang akan digunakan berdasarkan prakiraan sifat musim hujan 2022/2023 yang dikeluarkan oleh BMKG yaitu skenario musim normal. Pada musim kering terdapat beberapa node yang mengalami defisit, maka besar air yang dialokasikan perlu dikurangi atau mengatur faktor k
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam segi arah pembebananya serat memiliki arah pembebanan di berbagai arah. Terdapat beberapa tipe dalam serat salah satunya adalah serat dengan pembauatan dari alam. Serat alam merupakan susunan dari serat alami ini yang didapat dari serat yang biasa ditemukan dalam tumbuhan maupun hewan. Serat alami ini sebagai pengganti serat buatan atau serat rekayasa, faktornya terdapat pada keterbaruan dan ketersediaannya bahan pembuatan yang melimpah jika dibandingkan dengan serat sintetis. beberapa serat alami sebagai bahan komposit ramah lingkungan. Serat alami terdapat beberapa sumber seratnya, seperti serat biji (cotton dan kapok), serat batang (jute, flax, rami, kenaf), dan serat daun (sisal dan abaca). Dari banyak sumber serat tersebut, hampir semuanya dapat digunakan sebagai bahan baku komposit. Dari sini dapat diketahui bahan alami apa saja yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan serat dengan proses kimia (sintetik) baik dalam susunan maupun bahannya, serta mengetahui bagaimana sifat yang diberikan dari fleksibilitas, kekuatan, serta ketahanan yang diberikan pada serat alami sehingga mengetahui kelebihan serta kekurangan yang diberikan
Rancang Bangun Sistem Tata Suara Dan Instalasi Audio di Lingkungan Masjid Usman Fahad Al-Mas’ud Desa Bojanegara Kecamatan Padamara Purbalingga.
Tempat ibadah umat Islam merupakan area strategis tempat untuk komunikasi dan media yang efektif untuk menyampaikan pesan moral dari para pembicara, khotib, atau ustad kepada para pengikutnya. Pesan akan tersampaikan baik jika kualitas audio juga baik sehingga jelas untuk didengarkan. Ketika sistem tata suara di masjid buruk misalnya suara tidak jelas, muncul feedback bahkan kerusakan speaker akan menjadi masalah bagi jamaah saat menerima informasi dari penceramah. Pada masjid Usman Fahad Al-Mas’ud yang sedang proses finalisasi pembangunan dibutuhkan sistem instalasi audio yang baik dan berkualitas. Sistem audio yang lama sudah tidak layak, sering mengalami kerusakan karena Speaker dan horn dicatu oleh Amplifier berdaya 120 watt tanpa pengatur audio (mixer), mengakibatkan speaker menjadi rentan terhadap kerusakan ketika ada feecback atau setting volume berlebihan. Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melakukan observasi dan analisis spesifikasi pada peralatan sound sistem yang sudah terpasang. Hasil dari analisis sistem audio tersebut adalah dengan menerapkan sistem audio untuk sound dalam ruangan dengan menggunakan mixer dan amplifer 120 watt, 4 speaker impedansi 4 ohm dan sound untuk luar ruangan dengan amplifier 120 watt , 4 horn berdaya 25 watt impedansi 4 ohm. Hasil penerapan sistem tersebut memberikan kualitas suara yang jelas tanpa distorsi dan kehandalan pada sistem audionya dengan rata rata kuat suara 60-80 desibel.Kata kunci: audio, speaker, masjid, amplifier ABSTRACTPlaces of worship for Muslims are strategic areas for communication and effective media to convey moral messages from speakers, preachers or religious teachers to their followers. The message will be conveyed well if the audio quality is also good so that it is clear to listen to. When the sound system at the mosque is bad, for example, the sound is not clear, feedback appears, and even damaged speakers will become a problem for the congregation when receiving information from the speaker. At the Usman Fahad Al-Mas'ud mosque, which is in the process of finalizing development, a good and quality audio installation system is needed. The old audio system was no longer viable, often damaged because the speakers and horn were powered by a 120 watt amplifier without an audio controller (mixer), causing the speakers to be vulnerable to damage when there was feedback or excessive volume settings. The method used to overcome this problem is to observe and analyze the specifications of the sound system equipment that has been installed. The results of the analysis of the audio system are implementing an audio system for indoor sound using a 120 watt mixer and amplifer, 4 impedance speakers of 4 ohms and outdoor sound with a 120 watt amplifier, 4 horns with a power of 25 watts with an impedance of 4 ohms. The results of implementing this system provide clear sound quality without distortion and reliability in the audio system with an average sound power of 60-80 decibels.