Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Not a member yet
5673 research outputs found
Sort by
Analisis Rasionalitas Peresepan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih Dengan Metode Gyssens di Rumah Sakit X Samarinda
Infeksi saluran kemih disebabkan oleh perkembangbiakan mikroba yang terjadi di sepanjang sistem saluran kemih, termasuk ginjal. Memberikan gambaran profil peresepan pasien infeksi saluran kemih di Rumah Sakit X Kota Samarinda dan menilai rasionalitas peresepan antibiotik untuk pasien infeksi saluran kemih di Rumah Sakit X Kota Samarinda. Desain penelitian ini menggunakan observasional deskriptif analitik dengan desain Cohort retrospektif. Pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Subyek penelitian ini adalah semua pasien ISK Yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian yang dirawat di RS X Kota Samarinda selama periode Januari 2020-Agustus 2022. Pasien ISK di Rumah Sakit X Kota Samarinda tahun Januari 2020 - Agustus 2022 sebanyak 55 pasien (rekam medis).Berdasarkan temuan penelitian ini, antibiotik Ceftriaxone merupakan antibiotik paling banyak digunakan sebanyak 53,37%, diikuti Levofloxacin (10,44%), Terfacef (5,97%), Ciprofloxacin (5,97%), Cefixime (2,98%), Cefoperazone Sulbactam (2,98%), Baguinor (1,49%), Ceftazidime (1,49%), Gentamisin (1,49%), Meropenem (1,49%), Urotractin dan Azithromycin (1,49%). Semua berjumlah 67 regimen ditemukan memiliki ketidakrasionalan dengan rincian adalah kategori IIB sebanyak 68,65% (46 regimen) kategori IIA sebanyak 64,17% (43 regimen), kategori IIIB sebanyak 62,68% (42 regimen), Kategori V sebanyak 4,47% (3 regimen), kategori IIIA sebanyak 1,49% (2 regimen) dan IIC sebanyak 1,49% (2 regimen)
Uji Aktivitas Hepatoprotektor Ekstrak Etanol Herba Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) terhadap Tikus Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Isoniazid
Hepatoprotektor merupakan suatu senyawa yang memiliki kemampuan untuk melindungi hati dari kerusakan akibat senyawa-senyawa hepatotoksik. Kerusakan hati dapat diamati melalui peningkatan kadar enzim serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT). Enzim tersebut akan meningkat jumlahnya dalam darah saat organ hati mengalami stres oktsidatif. Beberapa senyawa bahan alam yang memiliki potensi sebagai agen hepatoptotektor adalah flavonoid, fenol alkaloid dan terpenoid. Salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa tersebut adalah tapak liman (Elephatopus scaber L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi efek hepatoprotektor dari ekstrak etanol herba tapak liman pada rentang dosis 150 mg/kgBB – 300mg/KgBB pada hewan uji tikus wistar jantan yang telah diinduksi agen hepatotoksik berupa isoniazid. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan desain pretest and postest control group dengan menggunakan sebanyak 24 ekor tikus yang terbagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok I (kontrol normal), kelompok II (isoniazid 50mg/kgBB), kelompok III (kurkuminoid 100mg/kgBB, isoniazid 50mg/kgBB), kelompok IV (tapak liman 150mg/kgBB, isoniazid 50mg/kgBB), kelompok V (tapak liman 300mg/kgBB, isoniazid 50mg/kgBB), dan kelompok VI (tapak liman 450mg/kgBB, isoniazid 50mg/kgBB), yang diinduksi secara peroral selama 14 hari. Pengkuran kadar SGOT dan SGPT dilakukan tiga kali pengulangan pada hari ke 0, 7, dan 14. Hasil pengukuran kadar SGOT dan SGPT pada hari ke-7 secara statistik menunjukkan adanya kenaikan yang signifikan pada kelompok II-VI akibat pemberian isoniazid. Pada hari ke-14, kelompok kontrol positif maupun kelompok ekstrak herba tapak liman secara signifikan mengalami penurunan kadar SGOT dan SGPT yang mendekati nilai normal
Face Gender Classification using Combination of LPQ-Self PCA
The age factor had a significant impact on human faces, potentially influencing the performance of existing gender classification systems. This research proposed a new method that combined local descriptors such as Local Binary Patterns (LBP) and Local Phase Quantization (LPQ) with Self-Principal Component Analysis (Self-PCA) as a feature extraction technique. The use of Self-PCA was chosen for its ability to address the age factor in human facial images, while also leveraging local descriptors to capture features from these images. The primary focus was to compare the performance of Self-PCA with LPQ+Self-PCA, along with the additional comparison of LBP+Self-PCA, in the task of gender classification using facial images. Euclidean distance served as the classifier, and the evaluation was conducted using the FG-Net and ORL datasets. The combination of LPQ+Self-PCA showed an improvement in accuracy by 57.85% compared to the combination of LBP+Self-PCA, which provided an accuracy of 56.47%. Meanwhile, using Self-PCA alone gave an accuracy of 55.37% on the FG-Net. In contrast, on the ORL dataset, both combinations gave the same accuracy result as Self-PCA, which was 90.14%, for images without blurring
Non-linear Kernel Optimisation of Support Vector Machine Algorithm for Online Marketplace Sentiment Analysis
Twitter is a social media platform that is very important in the digital world. Fast communication and interaction make Twitter a vital information center in sentiment analysis. The purpose of this research is to classify public opinion about the presence of marketplaces in Indonesia, both positive and negative sentiments, using a Non-linear SVM algorithm based on 1276 tweets. This research involves the stages of data pre-processing, labeling, feature extraction using TF-IDF, and data division into three scenarios: 80% training data and 20% test data, 50% training data and 50% test data scenario, and 20% training data and 80% test data scenario. The last process, GridSearchCV, combines cross-validation and non-linear SVM parameters for model evaluation using a confusion matrix. The best SVM model resulting from the scenario was 80% training and 20% test data, with hyperparameters Gamma = 100 and C = 0.01, achieving 89% accuracy. When tested on never-before-seen data, the accuracy increased to 90%, with an f1-score of 91%, precision of 88%, and recall of 95% on negative sentiments. In conclusion, evaluating the performance of non-linear SVM kernels with a combination of hyperparameter values can improve accuracy, especially on public response information about online marketplaces and public sentiment
Enhancing Durrotalk Chatbot Accuracy Utilizing a Hybrid Model Based on Recurrent Neural Network (RNN) Algorithm and Decision Tree
DurroTalk, a chatbot for new student admissions at Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah, Semarang, integrates a hybrid model with Recurrent Neural Network (RNN) and Decision Tree. RNN, the base model, employs Natural Language Processing (NLP) to understand sentence structure and context, overcoming vanishing gradient through LSTM layers. The Decision Tree normalizes words, addressing slang and synonyms. The hybrid model boosts chatbot accuracy by 9%, reaching 77% from the initial 68%. This research signifies progress in integrating artificial intelligence into traditional education, showcasing a chatbot adept at handling non-standard language. Decision Tree integration enhances overall performance, making the chatbot proficient in understanding user inputs and generating contextually relevant responses. This study exemplifies the potential of AI, particularly chatbot technology, in modernizing educational processes at traditional institutions
Efek Mediator Regulasi Emosi Terhadap Kesepian dengan Subjective Well-Being Lansia Perempuan
Lansia adalah fase puncak dari perkembangan manusia yang disertai dengan perubahan secara fisik, sosial, dan psikologis yang menyebabkan kecenderungan merasakan kesepian. Secara unik ditemukan bahwa perempuan jauh lebih merasa kesepian dibanding laki – laki. Kesepian berhubungan dengan tingkat subjective well-being yang rendah akibat penilaian negatif disertai emosi negatif, sehingga perlu untuk mengoptimalkan regulasi emosi agar dapat mengendalikan emosi negatif dan dapat merubah penilaian secara positif pada kesepian yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui efek mediasi dari regulasi emosi pada hubungan antara kesepian dengan subjective well-being pada lansia perempuan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 182 responden lansia perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa regulasi emosi memiliki peran untuk memediasi kesepian dengan subjective well-being sehingga tingkat subjective well-being lansia perempuan dapat ditingkatkan.
The Assertiveness of Islamic Communication and Broadcasting Students is Seen from Their Confidence
Keterampilan melakukan komunikasi efektif merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Asertifitas merupakan salah satu atribut psikologis yang harus dimiliki untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji mengenai keterkaitan kepercayaan diri dengan asertivitas mahasiswa komunikasi Penyiaran Islam. Penelitian ini memakai jenis penelitian kuantitatif korelasi. Kriteria responden penelitian ialah mahasiswa semester 7 Prodi Komunikasi penyiaran islam, serta rentang usia 19-22 tahun dengan jumlah mahasiswa 105 mahasiswa. Teknik sampling purposif digunakan untuk memilih responden tersebut. Penelitian ini memakai 2 alat ukur yakni skala asertivitas yang terdiri dari 17 aitem, dengan α=0,928, dan skala kepercayaan diri yang terdiri dari 21 aitem, dengan α=0,898. Hubungan antara kepercayaan diri dan asertifitas mahasiswa diuji menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Analisis pendahuluan dilaksanakan untuk meyakinkan apakah asumsi normalitas, linieritas, dan homoscedasticity terpenuhi. Perolehan hasil uji hipotesis terlihat bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara kedua variabel, r=0,383, n= 105, p<0.05. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepercayaan diri mahasiswa, semakin tinggi pula asertifitasnya
Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana dan Pencurian dengan Pemberatan di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus Putusan Nomor 06/Pid.B/2020/PN.Bms)
AbstractThe crime of murder and theft is a form of crime that is rampant in society. Among several types of murders, premeditated murder is the one with special qualifications in its elements. In addition, theft by weighting also has certain elements that make this type of theft have more severe sanctions. This study aims to determine and analyze the judge's considerations and the application of criminal penalties against perpetrators of premeditated murder and theft by weighting based on Verdict Number 06/Pid.B/2020/PN.Bms. The methods used in this research are normative juridical by means of literature study and analysis of the applicable laws and regulations related to the legal issues being studied. The consideration of the panel of judges in this case was appropriate and in accordance with the applicable rules, although there were differences of opinion between the panel of judges at the first level and the level of appeal regarding the duration of the criminal sanction imposed on the defendant. The application of criminal penalties in case number 06/Pid.B/2020/PN.Bms based on Article 340 of the Criminal Code in conjunction with Article 56 paragraph (2) of the Criminal Code and Article 363 paragraph (1) of the 4th Criminal Code. The panel of judges in district sentenced the defendant to life in prison. Keywords: crime, premeditated murder, judge’s verdict AbstrakTindak pidana pembunuhan dan pencurian merupakan suatu bentuk kejahatan yang marak terjadi di masyarakat. Di antara beberapa jenis tindak pidana pembunuhan, pembunuhan berencana merupakan salah satu jenis pembunuhan yang memiliki kualifikasi khusus dalam unsur – unsurnya. Selain itu, pencurian dengan pemberatan juga memiliki unsur tertentu yang membuat jenis pencurian ini memiliki sanksi lebih berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hakim serta penerapan hukuman pidana terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan pemberatan berdasarkan Putusan Nomor 06/Pid.B/2020/PN.Bms. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis normatif dengan cara studi pustaka dan menganalisis peraturan perundang – undangan yang berlaku dikaitkan dengan permasalahan hukum yang sedang diteliti. Pertimbangan majelis hakim dalam perkara ini telah tepat dan sesuai dengan aturan yang berlaku meskipun terjadi perbedaan pandangan antara majelis hakim di tingkat pertama dan tingkat banding mengenai lamanya sanksi pidana yang dijatuhkan terhadap terdakwa. Penerapan hukuman pidana dalam perkara nomor 06/Pid.B/2020/PN.Bms berdasarkan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 56 ayat (2) KUHP dan Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP. Majelis hakim di tingkat pertama menjatuhkan vonis hukuman pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup.Kata kunci: tindak pidana, pembunuhan berencana, putusan haki
Analisis Hukum Penerapan Restorative Justice Tindak Pidana Korupsi Dengan Nilai Kerugian Dibawah 50 Juta
AbstractThis study discusses restorative justice associated with corruption cases of under 50 million. Criminal acts of corruption in Indonesia have developed in such a way that they are both carried out by individuals and congregations in a systemic way. Cases of criminal acts of corruption to seek compensation for small-scale state losses, restorative justice is an approach that seeks to resolve criminal acts peacefully by empowering parties who have an interest in resolving these criminal cases. This peaceful settlement can occur if the perpetrator is aware of awareness and is voluntarily willing to provide compensation to the victim. This research concludes with the formulation of the problem, the first is the legal basis regarding the application of restorative justice in criminal acts of minor corruption and the second is a legal analysis of the application of restorative justice in criminal acts of minor corruption. This research method is a normative juridical method and the results of this study are that minor corruption cases still use restorative justice which refers to the prosecutor's regulation number 15 of 2020 concerning termination of prosecution based on restorative justice. Where the perpetrators of corruption only return the money they corrupted. Keywords: restorative justice,minor acts of corruption, judiciary AbstrakPenelitian ini membahas mengenai restorative justice yang diakitkan dengan kasus tindak pidana korupsi dibawah 50 juta. Tindak pidana korupsi di indoneisa tela berkembang sedemikian rupa baik yang dilakukan oleh perorangan maupun berjamaah dengan cara sistemik. Perkara tindak pidana korupsi untuk mengupayakan pengambalian kerugaian negra berskala kecil, restorative justice merupakan pendekatan yang berupaya untuk menyelesaikan tindak pidana secara damai dengan pemberdayaan pada pihak yang memiliki kepentingan dalam penyelesaian perkara tindak pidana tersebut. Penyelesaian secara damai tersebut dapat terjadi apabila pelaku menyadari kesadaran dan dengan sukarela bersedia memberi ganti kerugian pada korban. Penelitian ini disimpulkan rumusan masalah yang pertama landasan hukum tentang penerapan restorative justice dalam tindak pidana kasus korupsi ringan dan yang kedua analisis hukum terhadap penerapan restorative justice dalam tindak pidana korupsi ringan. Metode penelitian ini merupakan metode yuridis normative dan hasil penelitian ini adalah kasus korupsi ringan tetap mengguanakan restorative justice yang merujuk pada peraturan jaksa nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative. Yang dimana pelaku korupsi hanya mengembalikan uang yang dikorupsinya. Kata kunci:restorative justice, tindak pidana korupsi ringan, kejaksaa
Prototipe Sistem Peringatan dan Kontrol Jaring Otomatis Dengan Metode Fuzzy Untuk Mitigasi Risiko Lepasnya Ikan Saat Banjir di Tambak Berbasis IoT
Perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi dan keparahan bencana alam, termasuk banjir, memiliki dampak yang signifikan pada infrastruktur, keuangan, dan tambak ikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe deteksi, peringatan, dan pengendalian banjir tambak ikan secara real-time. Prototipe ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang dilengkapi dengan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk memantau ketinggian air, dan sensor aliran air YF-S201 untuk mendeteksi laju aliran air. Data dari kedua sensor tersebut diproses menggunakan logika fuzzy untuk menentukan tingkat bahaya banjir, yang selanjutnya digunakan untuk mengaktifkan motor servo sehingga jaring tambak dapat diangkat sesuai dengan ketinggian air yang terdeteksi. Selain itu, alarm peringatan banjir akan berbunyi melalui buzzer, dan notifikasi mengenai tingkat bahaya banjir akan dikirim melalui aplikasi Blynk. Dengan sistem ini, para petambak dapat memantau kondisi tambak dari jarak jauh, merespons banjir dengan cepat, dan mengurangi risiko kerugian yang ditimbulkan akibat bencana banjir