Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Not a member yet
5673 research outputs found
Sort by
Kekerasan Seksual Berbasis Gender Online Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual
AbstractGender-Based Violence Online (KBGO) is a form of sexual violence that occurs due to technological advances. KBGO can occur in men or women because KBGO does not see gender. Victims of KBGO can cause psychological disorders, economic losses, and physical losses. Prior to Law Number 12 of 2022 concerning Crimes of Sexual Violence (UU TPKS), online sexual violence was regulated using Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (UU ITE). This study aims to find out the philosophical basis of the Law on Sexual Violence and find out the differences in the regulation of Online Gender-Based Violence in Law Number 12 of 2022 (UU TPKS) and Law Number 11 of 2008 (UU ITE). This study uses a normative juridical method, where the data obtained uses literature studies or secondary data, namely by using books, journals, regulations and the results of previous research. The results of the study show: 1. The philosophical foundation of the TPKS Law is the second and fifth precepts of Pancasila. 2. Differences in KBGO arrangements in the perspective of the TPKS Law and the ITE Law are found in the granting of rights to victims which are regulated in the TPKS Law, while the ITE Law only regulates the sentencing of perpetrators. Therefore, the TPKS Law regulates sexual violence in more detail. It is expected that the state can provide restitution to victims of sexual violence, including direct KBGO, because restitution is already the right of victims of sexual violence. Keywords: sexual violence, gender-based violence online, UU TPKS, UU ITE AbstrakKekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) merupakan bentuk dari sebuah kekerasan seksual yang terjadi karena adanya kemajuan teknologi. KBGO bisa terjadi pada laki-laki atau perempuan karena KBGO tidak melihat gender. Korban KBGO dapat menyebabkan gangguan psikologis, kerugian ekonomi, dan kerugian fisik. Sebelum adanya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), Kekerasan Seksual secara online telah diatur menggunakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui landasan filosofis dari Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan mengetahui perbedaan pengaturan Kekerasan Berbasis Gender Online dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 (UU TPKS) dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 (UU ITE). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dimana data-data yang diperoleh menggunakan studi kepustakan atau data sekunder, yaitu dengan menggunakan buku-buku, jurnal, perundang-undangan dan hasil dari penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Landasan filosofis UU TPKS adalah Sila kedua dan sila kelima Pancasila. 2. Perbedaan pengaturan KBGO dalam perspektif UU TPKS dan UU ITE terdapat dalam pemberian hak terhadap korban yang diatur dalam UU TPKS sedangkan UU ITE hanya mengatur mengenai pemidanaan terhadap pelaku saja. Oleh karena itu, UU TPKS mengatur mengenai kekerasan seksual yang lebih rinci diharapkan negara dapat memberikan restituti terhadap korban kekerasn seksual termasuk KBGO secara langsung, karena restitusi sudah menjadi hak korban kekerasan seksual. Kata kunci: kekerasan seksual, kekerasan berbasis gender online, UU TPKS, UU IT
Tinjauan Hukum Terhadap Pernikahan Anak Perempuan Diluar Perkawinan Oleh Ayah Biologisnya Menurut Hukum Islam
AbstractIn Islam, the marriage of a girl outside of a legitimate marriage by her biological father is related to the validity of the marriage status. This research aims to examine the Islamic law perspective regarding the validity of the marriage status of a girl outside of a legitimate marriage by her biological father and the legal protections afforded to them. The research will employ a normative legal method to analyze Islamic legal texts and relevant legislation. Data sources will include Islamic legal texts, legislation, scholarly opinions, and Islamic legal literature, using a descriptive and comparative analysis approach to data analysis. The research findings indicate that in Islamic law, the validity of the marriage of a girl outside of a legitimate marriage, officiated by her biological father as the guardian, is a complex and debated issue. Invalid marriages in Islamic law and the Marriage Law have legal and social consequences, particularly concerning the rights of the girls involved. Legal protection for girls born outside of marriage in Islamic law in Indonesia involves various aspects. In Islam, children are revered as trusts that must be cared for and provided with protection and affection, especially by their biological fathers. Fathers have obligations for financial support, education, protection, and affection towards their children, including those born outside of marriage, as well as moral responsibilities in teaching religious and ethical values.Keywords: Islamic law, position of children out of wedlock, rights of children out of wedlock. AbstrakDalam Islam, pernikahan anak perempuan di luar perkawinan oleh ayah biologisnya berkaitan dengan keabsahan status perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan hukum Islam terkait keabsahan status perkawinan anak perempuan di luar perkawinan oleh ayah biologisnya serta perlindungan hukum diberikan kepada mereka. Penelitian ini akan menggunakan metode hukum normatif untuk menganalisis teks-teks hukum Islam dan peraturan perundang-undangan terkait. Sumber data meliputi teks-teks hukum Islam, peraturan perundang-undangan, pendapat ulama, dan literatur hukum Islam, dengan pendekatan analisis deskriptif dan komparatif dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, keabsahan perkawinan anak perempuan di luar perkawinan yang sah yang dinikahkan oleh ayah biologisnya sebagai wali nikah menjadi subjek perdebatan yang kompleks. Perkawinan yang tidak sah dalam hukum Islam dan UU Perkawinan memiliki konsekuensi hukum dan sosial terutama terkait dengan hak-hak anak perempuan. Perlindungan hukum terhadap anak perempuan yang dilahirkan di luar perkawinan dalam hukum Islam di Indonesia melibatkan berbagai aspek. Dalam Islam, anak-anak dihormati sebagai amanah yang harus dijaga dan diberikan perlindungan serta kasih sayang, terutama ayah biologis. Ayah memiliki kewajiban nafkah, pendidikan, perlindungan, dan kasih sayang terhadap anak-anak, termasuk yang lahir di luar perkawinan, serta tanggung jawab moral dalam pengajaran nilai-nilai agama dan etika.Kata kunci: hukum islam, kedudukan anak di luar nikah, hak anak di luar nikah
Upaya Mengoptimalkan Kerajinan Seng Kuningan untuk Asesoris Pakaian Adat Palembang
Pengabdian Masyarakat dalam konteks politik merupakan pendekatan ekonomi yang dilakukan untuk mendorong masyarakat agar mampu menggali potensi ekonomi yang dimilikinya. Pengabdian kepada masyarakat dalam pembuatan Kerajinan Seng Kuningan ini dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan produk kerajinan aksesoris pakaian adat palembang dan upaya memasarkannya melalui media sosial, sehingga kerajinan seng tersebut semakin dikenal masyarakat. Saat ini masyarakat di Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel belum intensif membuat kerajinan tersebut. Usaha pembuatannya dilakukan dengan sistem tradisional dan penjualannya langsung ke Pasar 16 Ilir Palembang, setiap satu minggu sekali. Tujuan pengabdian kepada masyarakat, adalah mengoptimalkan kerajinan seng kuningan, agar masyarakat Tanjung Batu semakin semangat dan optimis, serta memberdayakan masyarakat Tanjung Batu untuk melestarikan seng kuningan secara berkelanjutan. Responden dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kelompok pengrajin seng kuningan di Desa Tanjung Batu. Metode yang digunakan adalah dengan mengidentifikasi produk kerajinan seng yang menjadi kekuatan pengrajin di Tanjung Batu, mengetahui pola penjualan, teknik pembuatannya, serta mendiskusikan strategi perbaikan produk kerajinan dan pemasarannya. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini, produk kerajinan yang menjadi kekuatan pasar adalah aksesoris pakaian tradisional. Metode penjualan dan teknik pembuatannya masih tradisional. Harapannya, dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini, masyarakat semakin yakin terhadap peluang ekonomi kerajinan ini, serta memiliki strategi pembuatan dan penjualan yang lebih modern. Tujuan akhirnya adalah masyarakat dapat mandiri secara ekonomi
Inovasi Baju Kateter untuk Kenyamanan Pasien Rawat Jalan dengan Gangguan Perkemihan Terpasang Kateter
Katerisasi urine adalah tindakan untuk membantu pasien berkemih. Ada banyak penyebab dilakukan tindakan ini salah satunya adalah kompleksitas pengobatan dan keparahan penyakit. Penggunaan jangka panjang pada kateter menimbulkan ketidaknyamaan pada pasien. Sedangkan kenyamanan merupakan aspek penting dalam proses penyembuhan dan kuliatas hidup pasien. Melihat hal tersebut maka diperlukan inovasi baju kateter untuk membantu memberikan kenyamanan pada pasien terpasang kateter. Tujuan penelitian ini untuk membuat baju kateter dan mengujikan produk pada ahli desain, ahli Kesehatan dan akademisi agar menghasilkan produk akhir yang layak. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) atau penelitian dan pengembangan yang merupakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk membuat atau menghasilkan suatu produk tertentu. Hasil uji kelayakan produk dengan analisis CVI didapatkan hasil S-CVI sebesar 1,00 dan S-CVI-UA sebesar 1,00 dengan 4 pakar menunjukan bahwa produk sudah layak, serta hasil uji kelompok terbatas oleh 10 orang mahasiswa didapatkan pernyataan bahwa produk baju kateter sudah layak. Produk baju kateter yang layak digunakan sebagai baju untuk membantu memberikan kenyamanan pada pasien rawat jalan yang terpasang kateter
Identifikasi Senyawa Flavonoid Daun Jinten (Plectranthus amboinicus) Menggunakan Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) dan Potensinya sebagai Antikanker Secara In-Vitro
Penelitian ini mengungkapkan potensi senyawa flavonoid dalam daun jinten (Plectranthus amboinicus) sebagai agen antikanker. Melalui identifikasi menggunakan Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS), ditemukan delapan senyawa flavonoid, termasuk Kaempferol 3-(5''-feruloylapioside), Kaempferol 3-(6''-caffeoylglucoside), dan Kaempferol 3-glucosyl-(1 2)-galactosyl-(1 2)-glucoside. Senyawa-senyawa ini telah terbukti memiliki potensi antikanker melalui penelitian sebelumnya. Metode LC-MS dipilih untuk identifikasi senyawa karena memberikan data yang informatif, termasuk informasi tentang massa molekul senyawa yang teridentifikasi. Proses penelitian melibatkan beberapa langkah, mulai dari pembuatan simplisia daun jinten, pembuatan ekstrak melalui maserasi, fraksinasi, hingga identifikasi senyawa menggunakan LC-MS. Temuan ini mengindikasikan bahwa daun jinten memiliki potensi sebagai sumber senyawa antikanker yang bernilai, yang dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam memanfaatkannya dalam terapi kanker
Analisis Karakteristik Fisik dan Mikrobiologi pada Sirup
Sirup merupakan cairan kental, yang pada biasanya terbentuk dari kombinasi air dan gula yang direbus sehingga menghasilkan larutan yang pekat. Untuk menjamin keamanan pangan produk dilakukan pengawasan kualitas. Pengawasan kualitas penting dilakukan untuk mencegah kontaminasi, menjaga proporsi bahan-bahan yang tepat, memastikan bahwa produk memenuhi standar keamanan pangan dan memenuhi harapan konsumen terkait cita rasa, warna, dan aroma yang khas. Analisis karakteristik fisik dan mikrobiologi pada produk sirup dilakukan menggunakan 3 parameter yaitu; viskositas, brix dan juga mikrobiologi. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dan mikrobiologi sirup. Metode yang dilakukan yaitu dengan observasi lapangan, pengukuran viskositas, pengukuran brix, pengecekan mikrobiologi dengan parameter Angka Lempeng Total (ALT), kapang-khamir, coliform, e.coli, dan salmonella. Berdasarkan hasil analisis viskositas sirup sebesar 143,2 Mpa.s, minggu ke-3 sebesar 122 Mpa.s dan minggu ke-4 sebesar 125,1 Mpa.s, brix sebesar 68°, 68°, dan 68°, ALT 4×10¹ CFU/mL, 1×10¹ CFU/mL dan 1×10¹ CFU/mL, kapang-khamir <10¹ CFU/mL, <10¹ CFU/mL, dan <10¹ CFU/mL, serta coliform, e.coli dan salmonella yang negatif. Karakteristik fisik sirup belum memenuhi standar viskositas perusahaan, dan karakteristik mikrobiologi sirup sudah memenuhi standar SNI 3544:2013, sehingga sudah aman untuk dikonsumsi
Analisis Kadar Benzoat, Sorbat, dan Sakarin pada Sampel Makanan Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta
Kemajuan teknologi mendorong berkembangnya industri-industri yang bergerak di bidang pangan semakin canggih dalam pengolahan produknya. Produk yang beragam yang dijual di pasaran akan meningkatkan pola konsumsi masyarakat. Maka dari itu, dibutuhkan pengawasan dan pengamanan tentang pangan olahan yang ditujukan untuk meminimalisir maraknya penggunaan bahan tambahan pangan yang beragam yang kemungkinan keluar dalam pengawasan. Pemerintah dalam hal ini BPOM dengan jajarannya yaitu BBPOM/BPOM/Loka POM secara rutin melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap bahan tambahan pangan pada produk yang akan dipasarkan maupun yang ditemukan dipasaran. Tujuan analisis pada pelaksanaan kerja praktik di BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Yogyakarta Laboratorium Kimia Pangan adalah untuk mengetahui analisis kadar pengawet benzoat dan sorbat serta pemanis sakarin yang ditambahkan dalam bahan pangan. Metode analisis kadar benzoat, sorbat, dan sakarin pada sampel dilakukan menggunakan KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi). Sampel pengujian sebanyak tiga sampel yaitu jenang dodol, wajik kletik, dan keripik. Hasil analisis kadar benzoat, sorbat, dan sakarin terhadap tiga sampel menunjukkan bahwa sampel jenang dodol dan wajik kletik positif benzoat (Tidak Memenuhi Syarat) serta keripik negatif benzoat (Memenuhi Syarat). Hasil pengujian kadar sorbat dan sakarin ketiga sampel negatif (Memenuhi Syarat). Kemudian dapat disimpulkan bahwa sampel makanan yang diuji ada dua sampel jenang dodol dan wajik kletik yang belum memenuhi standar pemakaian pengawet benzoat dan sorbat serta pemanis sakarin, sehingga tidak aman dikonsumsi.
Penggunaan Kata Sapaan Kekeluargaan di Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk penggunaan kata sapaan kekeluargaan pada anak usia 5-20 tahun; dan (2) faktor-faktor yang melatarbelakagi terjadinya penggunaan kata sapaan kekeluargaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa ujaran atau kata-kata yang diujarkan oleh anak usia 5-20 tahun khususnya dalam kata sapaan kekeluargaan di Kecamatan Siulak Mukai. Jumlah responden yaitu 48 orang, berusia 5-20 tahun. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian yaitu: (1) bentuk kata sapaan kekeluargaan yang digunakan oleh anak usia 5-20 tahun di Kecamatan Siulak Mukai, untuk kata sapaan kekeluargaan anak pertama: akak, abang, uni, dan uwo, kata sapaan anak kedua: abang, uni, dan ngah, kata sapaan anak ketiga: pandak, kata sapaan ayah: papi, abi, papa dan apak kata sapaan ibu: , mama, mami, ummi,bunda dan amak, kata sapaan kakek: oppa, kakek, grandpa, dan nytan, kata sapaan nenek: omma, nenek, grandma, dan tino, kata sapaan ayah dan ibu dari kakek dan nenek: munyang kata sapaan saudara laki-laki dari ayah: pak itek dan pak cik, kata sapaan saudara perempuan dari ayah: onty, tante, latung,, kata sapaan saudara laki-laki dari ibu: oom, paman, dan tuan dan sapaan saudara perempuan dari ibu: mak itek dan tante. (2) faktor yang melatarbelakagi terjadinya penggunaan kata sapaan di Kecamatan Siulak Mukai yaitu faktor tingkat pendidikan, dan kelas sosial masyarakat. Penggunaan kata sapaan kekeluargaan di Kecamatan Siulak Mukai merupakan fenomena yang menarik dalam perkembangan bahasa, dalam hal ini penggunaan kata sapaan kekeluargaan pada anak usia 5-20 tahun. Kajian mengenai penggunaan kata sapaan kekeluargaan pada anak usia 5-20 tahun di Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci, dapat menambah hasil penelitian kualitatif dibidang sosiolinguistik, kajian dialektologi khususnya yang berhubungan dengan penelitian penggunaan kata sapaan
Penerapan Media Live Worksheet dalam Pembelajaran Teks Artikel Opini pada Peserta Didik Kelas XII SMA
Teknologi berkembang pesat dalam dunia pendidikan, termasuk penggunaan media Live Worksheet sebagai solusi pembelajaran digital yang memperluas akses sumber belajar. Media ini memudahkan peserta didik mengakses materi secara tidak terbatas dan menarik, menjadikannya pelengkap yang tidak membosankan dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi efektivitas media Live Worksheet dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan motivasi peserta didik serta untuk mengetahui sejauh mana media ini dapat menjadi alat bantu yang efektif bagi guru dalam proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sumber data diperoleh dari peserta didik dalam pembelajaran materi teks artikel opini dengan menggunakan media Live Worksheet. Teknik analisis data dengan mendeskripsikan dan menyimpulkan data berdasarkan hasil pengamatan. Hasil penelitian ini terdapat peningkatan motivasi belajar, kemudahan akses materi, pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan dalam menerapkan media pembelajaran Live Worksheet
Persepsi Siswa kelas VIII SMPN 2 Pariaman terhadap Model Direct Method Berbantuan Aplikasi FonBi dalam Pembelajaran Menyaji Teks Laporan Pengamatan
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap pelaksanaan, pengevaluasian, dan terhadap guru yang menerapkan model direct method berbantuan aplikasi FonBi dalam pembelajaran menyaji teks laporan pengamatan di SMPN 2 Pariaman. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian mixed methods atau metode campuran. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya, yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penggunaan metode ini diharapkan dapat membantu menjawab pertanyaan penelitian, memungkinkan penelitian metode campuran untuk mendapatkan pengetahuan dan validasi yang tinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Pariaman dengan sampel siswa kelas VIII.5 berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi kuesioner atau angket, dan wawancara. Teknik penganalisisan data dalam penelitian ini terdapat dua tahap, yaitu analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Terdapat tiga hasil penelitian yang kemudian menjadi simpulan. Ketiga hsil tersebut menunjukan persepsi siswa kelas VIII SMPN 2 Pariaman secara umum memiliki persentase 89,65% dengan kualifikasi ”Tinggi”. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan model direct method berbantuan aplikasi FonBi efektif dalam pembelajaran menyaji teks laporan pengamatan