Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
pengaruh literasi keuangan dan persepsi kemudahan terhadap keputusan penggunaan gopay pada mahasiswa pendidikan ekonomi
Seiring berkembangnya teknologi, terdapat berbagai macam e-walletnyangnpopuler di kalangan masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan penggunaan GoPay dan persepsi kemudahan terhadap keputusan penggunaan GoPay pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif secara kuantitatif dan teknik pengambilan data menggunakan angket. Teknik pengambilan sampel memakai teknik purposive sampling, dengan sampel sebanyak 96 responden. Teknik uji validitas dan reliabilitas yang digunakan yaitu pearson product moment dan Alpha Cronbach. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Uji Prasyarat Analisis: Analisis Statistik Deskriptif, Uji Normalitas, Uji Linearitas, Uji Multikolinearitas, Uji Heterokedastisitas. Uji Hipotesis: Analisis Regresi Berganda, Uji t, Koefisien Determinasi. Semua data diolah menggunakan software SPSS 24. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara literasi keuangan terhadap keputusan penggunaan GoPay pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi kemudahan terhadap keputusan penggunaan GoPay pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi
MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) BERBANTU QUESTION CARD DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ekonomi di SMAN 1 Cineam. Rendahnya hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya yaitu pendidik, terutama dalam memilih model/metode pembelajaran yang tepat untuk memberikan kemudahan dalam pemahaman materi pelajaran agar hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model Numbered Head Together (NHT) berbantu Question Card pada pretest dan posttest; 2) Perbedaan hasil belajar peseta didik yang menggunakan metode ceramah pada pretest dan posttest; 3) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model Numbered Head Together (NHT) berbantu Question Card dengan yang menggunakan metode ceramah pada posttest. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain Quasi Eksperimental Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model Numbered Head Together (NHT) berbantu Question Card pada pretest dan posttest; 2) Terdapat perbedaan hasil belajar peseta didik yang menggunakan metode ceramah pada pretest dan posttest; 3) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model Numbered Head Together (NHT) berbantu Question Card dapat meningkatakan hasil belajar yang lebih tinggi dibanding dengan metode ceramah pada posttest
Strategi Edukasi Cagar Budaya Kota Banjarmasin Melalui Digitalisasi Berbasis Flipbook
The low awareness of Generation Z towards cultural heritage poses a potential threat to its preservation and utilization in the future. The lack of education about the values and history of cultural heritage is one of the main factors contributing to the youth's lack of awareness about the importance of cultural preservation. Banjarmasin, as a city with rich cultural heritage, requires innovation in the dissemination of cultural information and education to remain relevant to the younger generation. This study aims to develop the digitalization of cultural heritage based on flipbooks as an effort to provide easier access to information about Banjarmasin's cultural heritage. The research method used is a qualitative approach with descriptive analysis through observation, literature review, and interviews with relevant stakeholders, including the community, academics, and policymakers. The results of the study show that flipbook-based digitalization can be an effective strategy in raising awareness and understanding among Generation Z about cultural heritage. Digital flipbooks allow for the presentation of information in a more interactive, engaging, and easily accessible manner, which can increase Generation Z's interest in understanding and preserving local culture. Furthermore, digitalization also contributes to the preservation of cultural heritage by documenting historical information more systematically and sustainably. This research contributes to the development of digital-based education strategies for cultural preservation and opens up opportunities for further innovation in the use of digital technology in education and culture. Thus, the digitalization of cultural heritage through flipbooks not only serves as an educational medium but also as a concrete effort to maintain the continuity of cultural heritage in the digital era
Analisis Bentuk dan Fungsi Pada Tuturan Belian Namang dalam Ritual Pengobatan Orang Sakit di Desa Kedang Ipil
Penelitian ini mengkaji bentuk dan fungsi tuturan dalam mantra Belian Namang yang digunakan dalam Ritual Pengobatan Orang Sakit oleh masyarakat suku Kutai Adat Lawas di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Banun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Mantra merupakan rangkaian kata atau ucapan yang dipercaya memiliki kekuatan gaib serta kesaktian, yang berfungsi untuk penyembuhan penyakit dan perlindungan dari gangguan roh gaib. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi mantra Belian Namang dalam konteks ritual pengobatan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, pencatatan, penyimakan, dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data mencakup reduksi data, transkripsi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra Belian Namang memiliki empat bentuk utama yang dapat dianalisis, yaitu: terdiri dari rangkaian kata dengan unsur rima (persajakan) dan ritme, bersifat lisan atau magis, memiliki karakter asoferik (menggunakan bahasa khusus antara pembicara dan pendengar), serta menggunakan kata-kata yang jarang ditemukan dalam bahasa sehari-hari. Berdasarkan analisis fungsi, mantra ini berperan sebagai alat pengendali sosial, sarana untuk membangun toleransi, media berdoa, serta upaya pelestarian budaya lokal masyarakat Kutai Adat Lawas. Penelitian ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam mengenai bentuk dan fungsi mantra Belian Namang saja, tetapi juga berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan, khususnya dalam kajian bahasa, budaya, dan kearifan lokal. Melalui penelitian ini, pengetahuan mengenai struktur dan makna mantra dapat digunakan dalam pendidikan bahasa dan sastra, terutama dalam memahami kekayaan linguistik dan estetika bahasa lisan. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam mata pelajaran seperti antropologi, sosiolinguistik, dan budaya lokal, sehingga mendorong pelestarian tradisi serta meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya nusantara. Dengan demikian, penelitian ini berperan dalam memperkaya wawasan akademik serta memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum berbasis budaya di lingkungan pendidikan
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA BANDUNG
Setiap organisasi memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan organisasi lain, sehingga membentuk identitas yang membedakannya. Budaya organisasi dapat membantu meningkatkan kinerja karyawan dengan menciptakan motivasi yang tinggi bagi karyawan untuk memberikan yang terbaik dalam memanfaatkan peluang yang diberikan oleh organisasi. Budaya organisasi perlu memiliki nilai, norma, dan pedoman yang harus dilaksanakan. Nilai dan keyakinan tersebut akan tercermin dalam perilaku karyawan sehari-hari di tempat kerja. Permasalahan yang terjadi di Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung antara lain kecenderungan kerja individualistis, miskomunikasi yang mengakibatkan inefisiensi dalam bekerja, dan pendelegasian tugas. Permasalahan ini bermula dari belum sepenuhnya diterapkannya budaya organisasi berdasarkan karakteristik fundamentalnya. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus yang melibatkan seluruh 50 karyawan di Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap kinerja karyawan di Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung. Tantangan yang dihadapi Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung antara lain kurangnya kolaborasi dalam bekerja, yang membatasi potensi inovasi dan mengurangi efisiensi dalam penyelesaian tugas, keterlambatan, dan pendelegasian tugas yang menghambat kinerja individu. Upaya yang dilakukan Dinas Ketenagakerjaan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain dengan mendorong komunikasi yang terbuka, membentuk tim kerja yang solid, menyelenggarakan pelatihan kerja sama tim, meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam pelaksanaan tugas, serta menetapkan prosedur kerja yang jelas agar setiap karyawan memahami peran dan tanggung jawabnya. Untuk mengatasi tantangan tersebut, komunikasi yang terbuka harus didorong untuk meningkatkan efisiensi kerja, dan kolaborasi harus ditekankan agar tugas lebih strategis dan efisien waktu
IMPLEMENTASI PROGRAM SIPAJAKDADI DALAM PELAYANAN INFORMASI KEPESERTAAN PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN DAERAH DI KABUPATEN SUMEDANG
Sistem Informasi Pelayanan Jaminan Kesehatan Daerah Daftar Di tempat (SIPAJAKDADI) adalah pelayanan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Daerah (PBI-JK) yang diselenggarakan Dinas Sosial Kabupaten Sumedang berdasarkan keputusan Bupati Sumedang Nomor 440/Kep.210DINSOSPPPA/2018 tentang perubahan atas keputusan Bupati Sumedang Nomor 440.Kep.461-DinsosPPPA/2017. SIPAJAKDADI merupakan pelayanan kepesertaan PBI-JK cara baru berbasis IT yang lebih efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelayanan informasi PBI JK melalui aplikasi SIPAJAKDADI dan untuk mengetahui apa saja kendala serta upaya dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian kualitatif dengan penentuan informan menggunakan purposive sampling dan teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, serta teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik analisis data. Penelitian ini menggunakan satu variabel yang berpedoman pada teori Edward III yang menjadi pengukuran keberhasilan implementasi kebijakan yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pelayanan informasi PBI JK melalui aplikasi SIPAJAKDADI dapat dikatakan cukup baik. Namun masih terdapat beberapa kendala yang terjadi seperti dalam anggaran untuk pengembangan aplikasi, jaringan, dan masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat terkait alur pendaftaraan PBI JK melalui SIPAJAKDADI
SUMBAR MADANI ; LOCAL WISDOM LEADERSHIP IN THE VUCA ERA
The world is currently facing the VUCA era characterized by rapid change, uncertainty, complexity, and ambiguity. Local wisdom-based leadership is an approach that can be used to increase the resilience of communities and organizations in facing this era. This study uses a library research method by reviewing relevant literature sources. Data were collected from books, journals, government documents, and other references that discuss leadership and policy implementation based on local wisdom. The results of the study show that Mahyeldi's leadership as Governor of West Sumatra for the 2019-2024 period emphasizes the philosophy of Adaik Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK). The programs implemented, such as the development of sharia economics, social assistance, local content curriculum, and national literacy movements, contribute to increasing the cultural and social resilience of the community. However, there are challenges in implementing the program, such as the complexity of inter-agency coordination, uncertainty in long-term effectiveness, and ambiguity in the transition to a sharia economic system. Although several programs have shown success, better management is still needed to increase community resilience in facing challenges in the VUCA era. Government support and active community participation are important in ensuring the sustainability of the program. Local wisdom-based leadership has great potential in strengthening community resilience in the VUCA era. Continuous evaluation and adaptive policies are needed to ensure the sustainability and effectiveness of programs that have been implemented
STRATEGI PEMASARAN AGROINDUSTRI TAHU DI KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN
Permintaan yang tinggi terhadap pasokan tahu menimbulkan banyaknya agroindustri tahu, hal tersebut menimbulkan adanya persaingan dalam segi pemasaran pada agroindustri tahu di Padaherang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh agroindustri tahu di kecamatan Padaherang dan untuk mengetahui alternatif strategi pemasaran yang relevan digunakan oleh agroindustri tahu di kecamatan padaherang dengan alat analisys yaitu analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pengambilan data secara langsung dari responden penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor internal yang ada pada agroindustri tahu ini yaitu terdiri dari beberapa kekuatan dan kelemahan, kekuatan yang ada berupa kualitas tahu yang baik, menggunakan kedelai impor, lokasi yang strategis, harga relatife murah, pelayanan ramah dan cepat, tidak menggunakan pengawet dan bisa di pesan oleh perorangan, sedangkan kelemahannya produk cepat basi, terbatasnya sarana pemasaran, biaya produksi yang tinggi, kurangnya inovasi produk dan minimnya promosi. Faktor eksternal terdiri dari peluang dan ancaman yang ada, peluang meliputi kebutuhan pasokan tahu yang tinggi, pemasaran yang luas, permintaan peternak terhadap ampas tahu, terjalinnya hubungan baik dengan konsumen, sedangkan ancaman yang ada berupa melonjaknya harga bahan baku pembuatan tahu, persaingan agroindustri, permintaan pasar yang tidak menentu dan selera pelanggan. Alternatif strategi yang dapat digunakan oleh para pelaku usaha agroindustri tahu di kecamatan Padaherang adalah dengan strategi yang progresif yaitu dengan mempertahankan kualitas produk serta menjaga kesetabilan harga, memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan volume produksi serta melakukan promosi melalui pemanfaatan teknologi informasi
ANALISIS KOMPARASI KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) MENGGUNAKAN SISTEM KONVENSIONAL DAN BIOFLOK (STUDI KASUS DI DESA SUKASETIA KECAMATAN CIHAURBEUTI KABUPATEN CIAMIS)
CECEP AZIS SOLEHUDIN, 2022. Analisis Komparasi Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Menggunakan Sistem Konvensional Dan Bioflok (Studi Kasus di Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis). Dibawah Bimbingan TRISNA INSAN NOOR dan AGUS YUNIAWAN ISYANTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya total, penerimaan, pendapatan serta nilai R/C dan perbedaannya pada usaha budidaya ikan nila dengan sistem konvensional dan sistem bioflok di Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus dengan menggunakan data primer dan sekunder. Teknik penarikan sampel pada penelitian ini purposive sampling dengan pertimbangan bahwa Desa Sukasetia akan melakukan pengembangan sektor perikanan namun belum menentukan sistem yang akan digunakan. Hasil penelitian didapat biaya total yang diperoleh petani ikan nila dengan sistem konvensional sebesar Rp. 1.941.740, penerimaan sebesar Rp.1.906.666, mengalami kerugian pendapatan sebesar - Rp. 35.074. dan nilai R/C 0,98. Sedangkan biaya total yang dikeluarkan petani ikan nila dengan sistem bioflok sebesar Rp. 3.715.396 , penerimaan sebesar Rp. 4.235.000, pendapatan sebesar Rp.519.604 dengan nilai R/C sebesar 1,14. Hasil pengujian perbedaan seluruh petani ikan nila dengan sistem konvensional dan sistem bioflok di Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis dengan menggunakan uji t tidak berpasangan menggunakan aplikasi SPSS 25 didapat hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan anatara petani ikan nila dengan sistem konvensional dan petani ikan nila dengan sistem bioflok, baik dari segi biaya, penerimaan, pendapatan dan nilai R/C.Kata Kunci : Perbandingan, ikan nila, konvensional, bioflok
STRATEGI PEMASARAN GULA KELAPA DI DESA KARANGSARI KEC PADAHERANG KAB PANGANDARAN
DASMAN. 2024. STRATEGI PEMASARAN GULA KELAPA DI DESA KARANGSARI, KECAMATAN PADAHERANG, KABUPATEN PANGANDARAN. MUHAMAD NURDIN YUSUF dan TIKTIEK KURNIAWATI. Gula kelapa merupakan salah satu pemanis yang berasal dari pengolahan nira kelapa. Produksi gula kelapa yang dihasilkan oleh UMKM Jawa Barat sebesar 86.340 ton/2023 dan Kabupaten Padaherang sebesar 470 ton/2023. Desa Karangsari merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Padaherang, perajin gula kelapa di Desa Karangsari masih dalam skala rumah tangga. Permasalahan yang dialami oleh para perajin yaitu pengolahannya masih tradisional, jangkauan pemasarannya sempit dan kurangnya pembukuan oleh karena itu perlu diketahui strategi yang tepat untuk dapat memasarkan gula kelapa secara maksimal sehingga para perajin memperoleh keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang ada dalam pemasaran gula kelapa serta untuk mengetahui strategi pemasaran yang ada dalam pemasaran gula kelapa di Desa Karangsari. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive dengan jumlah responden sebanyak 7 orang dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan yaitu bahan baku nira melimpah, penjualan produk mudah dan kualitas produk baik, dan kelemahan yaitu manajemen pembukuan kurang, pengolahan masih sederhana dan tradisional, belum ada kegiatan promosi dan jangkauan pemasaran masih sempit. Untuk faktor eksternal yaitu peluang yaitu pemasaran yang luas, adanya event dan pameran lokal, banyaknya pengepul dan pemasaran dengan pemanfaatan media digital, dan ancaman yaitu iklim atau cuaca buruk, pesaing, dan keterbatasan pengetahuan teknologi. Alternatif strategi yang dapat diterapkan yaitu strategi SO dengan strategi optimalisasi dan peningkatan volume produksi, optimalisasi dukungan pemerintah dan pengenalan media digital. Kata Kunci: Gula Kelapa, Faktor Eksternal, Faktor Internal, Strateg