Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
    8739 research outputs found

    Pragmatic Analysis of Illocutionary Act Used in Quarrelling Scene of “Ted 2” Movie

    Get PDF
    This research examines the use of illocutionary speech acts in the quarrelling scenes of the film "Ted 2," employing a pragmatic approach to analyze how characters communicate emotions and intentions during conflicts. Understanding speech acts in cinematic dialogue is crucial for comprehending character dynamics and narrative development. The research aims to identify the types and functions of illocutionary acts present in the film's argumentative exchanges. Using a qualitative descriptive methodology, the study analyzes transcripts of selected quarrelling scenes, focusing on verbal interactions and contextual cues. Data analysis follows Searle's classification of illocutionary acts: assertive, directive, expressive, commissive, and declarative. Findings reveal a predominance of assertive and expressive speech acts in the analyzed scenes, reflecting characters' tendencies to state facts and express emotions during conflicts. Directive acts are also significant, indicating attempts to influence others' behavior. The study concludes that the distribution and functions of illocutionary acts in "Ted 2" contribute to the portrayal of character relationships and conflict escalation. This analysis enhances our understanding of how language functions in conveying relational conflicts within cinematic narratives, offering insights into the pragmatic aspects of film dialogue

    Pelatihan Public Speaking Untuk Ibu-Ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Soaial (PKK) di Kedaung Wetan, Kota Tangerang

    Get PDF
    Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada penyelenggaraan Pelatihan Public Speaking bagi ibu-ibu PKK di Desa Kedaung Wetan, Kota Tangerang. PKK sebagai wadah pemberdayaan perempuan desa memiliki peranan penting dalam mendorong kemajuan masyarakat, terutama dalam konteks desa wisata yang menyimpan potensi alam cukup besar. Desa Kedaung Wetan sendiri memiliki keunggulan potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai sumber daya ekonomi. Namun, realitas sosial yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih bergantung pada aktivitas memulung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPU) Rawa Kucing sebagai mata pencaharian. Kondisi ini menuntut adanya peningkatan kapasitas komunikasi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, agar mampu berperan aktif dalam mengomunikasikan potensi desa kepada pihak luar serta mendukung perubahan pola pikir masyarakat menuju pemanfaatan potensi desa secara lebih produktif. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kepercayaan diri dan keberanian dalam berkomunikasi dengan pihak luar. Oleh karena itu, tim pengabdian menawarkan solusi berupa pelatihan Public Speaking yang difokuskan pada peningkatan keterampilan komunikasi, teknik presentasi, dan kemampuan berbicara di depan umum. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam forum rutin PKK dengan pendekatan partisipatif melalui simulasi, praktik, dan diskusi interaktif. Target dari program ini adalah meningkatnya keterampilan berbicara di depan umum bagi ibu-ibu PKK, sehingga mereka mampu mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi agen perubahan dalam proses pemberdayaan desa. Selain itu, luaran dari kegiatan ini mencakup publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi sebagai bentuk kontribusi akademik. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan terjadi penguatan kapasitas komunikasi masyarakat desa yang mendukung transformasi sosial-ekonomi, memperkuat peran PKK, dan meningkatkan citra desa wisata Kedaung Wetan secara berkelanjutan.Kata kunci: Public Speaking, Pemberdayaan Masyarakat, Desa Wisata, Keterampilan Komunikasi, Transformasi Sosia

    Pengabdian Masyarakat di Sanggar Bimbingan Aisyiyah Malaysia

    Get PDF
    Sanggar bimbingan belajar Aisyiyah di Malaysia ini termasuk salah satu satuan pendidikan di luar sekolah atau non formal. Dalam menjalankan perannya senantiasa bekerja sama dengan berbagai pihak baik dalam bentuk magang maupun kuliah kerja nyata dan praktek kerja lapangan. Program pengabdian dilaksanakan berupa pemberian materi yang dikombinasikan dalam metode ceramah, permainan dan praktik. Penggunaan metode kombinasi ini dilakukan secara kooperatif. Adapun materi yang diberikan berupa materi kepemimpinan dan kemandirian serta pengenalan budaya Sunda. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk: meningkatkan kapasitas diri peserta didik di sanggar bimbingan belajar Aisyiah Malaysia; meningkatkan kualitas peran dan kemandirian  peserta didik; serta meningkatkan rasa cinta terhadap budaya di Indonesia. Hasil evaluasi kegiatan secara umum menunjukan bahwa program kegiatan telah terlaksana dengan baik, bahkan dua indikator kinerja dari empat indikator tercapai melebihi target yang telah ditetapkan. Berdasarkan capaian tersebut maka kegiatan pengabdian di sanggar bimbingan belajar Aisyiyah Malaysia ini perlu dilanjutkan dengan program-program lainnya dengan harapan  dapat memberikan dampak yang lebih baik lagi

    Pemanfaatan Media Sosial sebagai Strategi Pemasaran Produk Penciri Desa Kenderan

    Get PDF
    Kemajuan teknologi informasi telah mendorong perubahan paradigma dalam strategi pemasaran, termasuk dalam pengembangan potensi desa wisata. Desa Kenderan, yang terletak di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu desa wisata yang mengangkat konsep wellness tourism. Desa ini memiliki potensi lokal berupa tanaman pegagan (Centella asiatica) yang telah diolah menjadi produk teh dan masker. Namun, potensi ini belum diiringi dengan kemampuan pelaku lokal dalam memasarkan produk secara digital, khususnya melalui media sosial. Minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam digital marketing menjadi kendala dalam memperluas pasar serta meningkatkan nilai tambah produk unggulan desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kenderan dalam mengelola strategi pemasaran berbasis media sosial. Metode yang digunakan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Sosialisasi bertujuan mengenalkan potensi pegagan sebagai penciri desa. Pelatihan difokuskan pada pembuatan akun media sosial (Instagram, Facebook, TikTok, YouTube), produksi konten digital, serta strategi pemasaran berbasis konsinyasi dengan pelaku pariwisata lokal. Pendampingan diberikan untuk memastikan transfer pengetahuan berjalan optimal, sementara monitoring dilakukan untuk mengukur keberhasilan implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas Pokdarwis untuk mengelola akun media sosial secara mandiri dan memproduksi konten promosi yang menarik. Model pemasaran digital yang dikembangkan mampu memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan permintaan terhadap produk teh dan masker pegagan. Selain itu, strategi konsinyasi turut memperkuat kerja sama antara Pokdarwis dan pelaku wisata lokal. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi desa, peningkatan citra produk lokal, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan potensi alam Desa Kenderan

    Meningkatkan Profitabilitas Melalui Efisiensi Biaya: Strategi Produksi Kelompok UMKM Binaan UP2K Jatibening

    Get PDF
    Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum sepenuhnya memahami konsep-konsep dasar dalam penghitungan biaya produksi, termasuk kelompok UMKM binaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Jatibening. Apabila biaya produksi tidak dihitung dengan benar, maka UMKM tidak akan dapat menentukan harga jual dengan efektif. Solusi dari persoalan yang dihadapi oleh mitra UMKM, tim pengabdian akan melakukan pelatihan dan pendampingan mitra UMKM dalam menentukan biaya produksi yang efisien. Program pengabdian kepada masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemdiktiSaintek) Republik Indonesia melalui Hibah BIMA skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun pendanaan 2025. Mitra UMKM sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan pengetahuan UMKM dalam penghitungan biaya produksi. Harapannya, jika biaya produksi bisa ditekan tanpa mengorbankan kualitas, UMKM bisa menjual produk dengan harga yang lebih kompetitif, meningkatkan keuntungan, dan bertahan di tengah persaingan pasar

    Edukasi Kesehatan dan Pemanfaatan Tanaman Anti Nyamuk dengan Sistem Eco-Friendly dalam Mencegah Penyebaran Penyakit DBD di Wilayah Puskesmas Sangkali

    Get PDF
    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemik di Indonesia yang masih menjadi masalah kesehatan serius, termasuk di Kota Tasikmalaya yang mencatat angka kematian 1,42% pada tahun 2023. Upaya pencegahan berbasis masyarakat sangat diperlukan sebagai pelengkap metode pengendalian konvensional seperti fogging. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat Kelurahan Tamanjaya dalam pencegahan DBD melalui edukasi kesehatan serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan penanaman sereh dan kemangi sebagai tanaman anti-nyamuk, pembuatan spray herbal, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan, ditunjukkan dengan seluruh peserta (100%) memperoleh nilai sempurna pada post-test. Masyarakat juga antusias dalam praktik pembuatan spray dan budidaya tanaman herbal, serta berkomitmen memanfaatkan inovasi ini secara berkelanjutan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui pelibatan mahasiswa, dosen, dan mitra lokal.Kata kunci: DBD, pengabdian masyarakat, tanaman herbal, eco-friendl

    Pengembangan Sistem Otomatisasi Sertifikat Imunisasi Berbasis Website untuk Mendukung Pelayanan Administratif di Puskesmas Kelurahan Pondok Labu

    Get PDF
    Kegiatan MBKM ABN (Aktualisasi Bela Negara) ini bertujuan untuk membantu masyarakat sambil mengamalkan nilai bela negara dan sesuai dengan fokus pendidikan para peserta. Fokus utama dalam program kerja kegiatan MBKM ABN adalah merancang sistem otomatisasi sertifikat imunisasi berbasis website untuk Puskesmas Pondok Labu untuk meningkatkan efisiensi, serta dikembangkan sebagai bagian dari digitalisasi layanan administratif Puskesmas Pondok Labu. Pengembangan sistem otomatisasi sertifikat imunisasi berbasis website menggunakan metode Waterfall, dengan tahapan mulai dari analisis kebutuhan, desain, pengembangan, pengujian, hingga penerapan. Sistem ini memanfaatkan teknologi web (HTML, CSS, JavaScript) serta integrasi layanan Google (Forms, Spreadsheet, dan Apps Script) untuk mendukung input data digital, penyimpanan data terpusat, dan notifikasi otomatis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam efisiensi kinerja sistem administratif Puskesmas Pondok Labu dalam proses pembuatan sertifikat imunisasi. Selain itu, fitur ekspor sertifikat dalam bentuk file PDF serta pengiriman melalui WhatsApp atau email memudahkan proses distribusi sertifikat imunisasi. Sistem ini terbukti efektif dalam mempercepat layanan serta meningkatkan tingkat akurasi data

    Pelatihan Pangan Alternatif Sebagai Upaya Diversifikasi Konsumsi Masyarakat Perkotaan

    Get PDF
    Diversifikasi konsumsi pangan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada jenis pangan tertentu, khususnya di wilayah perkotaan. Namun, kurangnya keterampilan mengolah pangan alternatif menjadi kendala dalam penerapannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat perkotaan dalam memanfaatkan pangan alternatif, termasuk bahan pangan yang selama ini dianggap sebagai limbah. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Antapani Tengah Kecamatan Antapani Kota Bandung, dengan melibatkan 25 orang anggota PKK. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah dan praktek. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini cukup efektif untuk mendorong diversifikasi konsumsi masyarakat perkotaan, dan juga mendorong  peluang usaha berbasis pangan berkelanjutan. Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat sejak dari perencanaan kegiatan hingga ke tahap evaluasi

    PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN MELALUI KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PEMBELIAN MELON PREMIUM DI RAREPLANT TASIKMALAYA

    Get PDF
    Rendahnya pangsa pasar melon premium dibandingkan dengan melon konvensional yang disebabkan oleh persepsi konsumen terhadap harga melon premium yang lebih mahal, sehingga hanya menarik segmen pasar tertentu, yaitu kalangan menengah ke atas. Dalam menghadapi tantangan ini, experiential marketing diperlukan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen terhadap produk melon premium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh experiental marketing terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan sebagai variabel mediasi. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Juni 2025. Penelitian ini dilakukan di Rareplant Tasikmalaya dengan responden berjumlah 80 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Metode statistik data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan Partial Least Square (PLS) dengan program SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa experiential marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen, experiential marketing berpengaruh signifikan terhadap kepuasan, kepuasan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen dan kepuasan berpengaruh signifikan dalam memediasi experiential marketing terhadap loyalitas konsumen.

    PENGARUH PELATIHAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KOPI ROBUSTA DI DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN

    Get PDF
    Produktivitas kopi robusta di desa penyangga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) masih terhitung rendah, namun tidak sedikit petani dalam meningkatkan hasil produksinya seringkali memperluas lahan kopinya hingga masuk ke dalam kawasan TNBBS. Pelatihan Good Agricultural Practice (GAP) kopi robusta yang dilaksanakan di Desa Suka Banjar II Ujung Rembun merupakan upaya pengelolaan kawasan konservasi melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat desa penyangga TNBBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap pelatihan GAP serta pengaruh pelatihan GAP dalam meningkatkan produktivitas kopi robusta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap 49 responden yaitu anggota kelompok tani yang dipilih secara acak. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa petani responden memiliki persepsi yang positif terhadap pelatihan GAP. Analisis jalur dengan Structural Equation Modeling (SEM)-Partial Least Square (PLS) menunjukkan bahwa pelatihan GAP memiliki pengaruh tidak langsung terhadap peningkatan produktivitas kopi robusta melalui kompetensi petani sebagai variabel mediasi

    7,981

    full texts

    8,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Galuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇