Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
DINAMIKA KEBIJAKAN PUBLIK DI INDONESIA DALAM MENGHADAPI ISU VIRAL: ANTARA RESPONS DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI
Dalam era digital, isu-isu viral sering kali memengaruhi dinamika kebijakan publik di Indonesia. Pemerintah dihadapkan pada tekanan untuk merespons isu yang berkembang secara cepat di media sosial, baik dalam bentuk pembuatan kebijakan baru maupun penyesuaian kebijakan yang sudah ada. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana isu viral memengaruhi proses perumusan, respons, dan implementasi kebijakan publik di Indonesia. Dengan menggunakan metode literature review, penelitian ini mengkaji berbagai sumber akademik, laporan kebijakan, serta kasus-kasus kebijakan yang dipengaruhi oleh isu viral. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun respons pemerintah terhadap isu viral cenderung cepat, tantangan dalam implementasi kebijakan tetap menjadi kendala utama, seperti kurangnya koordinasi antarinstansi, resistensi masyarakat, serta keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih sistematis dalam mengelola kebijakan publik agar respons terhadap isu viral tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga strategis dan berkelanjutan
RESPON PETANI TERHADAP BUDIDAYA PADI RAMAH LINGKUNGAN DI DESA JELEGONG KECAMATAN CIDOLOG KABUPATEN CIAMIS
Pertanian ramah lingkungan merupakan sistem pertanian berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahanan produktivitas tinggi dengan memperhatikan pasokan hara dari penggunaan bahan organik, minimalisasi ketergantungan pada pupuk anorganik, perbaikan biota tanah, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) berdasarkan kondisi ekologi, dan diversifikasi tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi respon petani padi dalam budidaya padi ramah lingkungan, 2) Respon petani terhadap budidaya Padi Ramah Lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif menggunakan data primer dan data sekunder. Penentuan sampel petani dalam penelitian ini dilakukan secara sampel jenuh (Sensus), pada anggota Kelompok Tani Sukahurip II Desa Jelegong, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis sebanyak 17 Orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon petani padi dalam budidaya padi ramah lingkungan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Respon petani terhadap budidaya padi ramah lingkungan dibuat dalam tiga kategori, yaitu respon kognitif/tingkat pemahaman (kategori tinggi), respon afektif/sikap atau ketertarikan (kategori sedang) dan respon konatif (tindakan atau peryataan mengenai perilaku) (kategori sedang)
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Produksi Usahatani Padi Di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya produktivitas usahatani padi di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, hal itu dikarenakan kurangnya efisiensi terhadap penggunaan faktor produksi. Penelitian ini penting dilakukan karena pengetahuan mengenai faktor yang mempengaruhi produksi akan meningkatkan produktivitas usahatani padi, adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi padi. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Populasi petani padi sebanyak 528 dengan mengambil sampel sebanyak 41 orang pada tingkat kesalahan 15%. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani padi dianalisis dengan menggunakan persamaan regresi linier berganda dimana pendugaan parameter dilakukan dengan menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serentak variabel luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk SP-36, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi usahatani padi sawah. Adapun secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi usahatani padi sawah yaitu lain luas lahan, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja. Sedangkan benih dan pupuk SP-36 berpengaruh positif namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi usahatani padi di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran
PERAN KELOMPOK TANI DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PETANI (Suatu Kasus pada Kelompok Tani Dukusari di Desa Sirnabaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis)
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mempunyai pengaruh besar di Indonesia. Indonesia merupakan negara yang subur dan mempunyai lahan pertanian yang luas. Keberadaannya membuat negara ini lebih berpeluang mencari nafkah sebagai petani. Salah satu kelompok yang sangat diperhatikan pemerintah adalah kelompok tani. Kelompok tani dapat dikenal masyarakat melalui sosialisasi atau arahan pemerintah langsung di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kelompok tani membantu petani menjadi mandiri. Dalam penelitian ini, teknik deskriptif kualitatif digunakan. Survei dilakukan pada 109 anggota Kelompok Tani Dukusari di Desa Sirnabaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis, yang diambil sebagian dengan sampling acak simple sebanyak 32 orang. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani kategori sedang berperan dalam mewujudkan kemandirian petani
ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN DAN KEUNTUNGAN PEMBENIHAN IKAN NILA POKDAKAN NILA SULYANI KALIJATI KABUPATEN SUBANG
Pokdakan Nila Sulyani Kalijati memproduksi beberapa jenis benih ikan nila seperti ikan nila merah danhitam. Peramalan penjualan membantu pemilik usaha dalam mengambil keputusan serta menentukanjumlah stok yang optimal berdasarkan prediksi hasil penjualan. Permasalahan yang terjadi padaPokdakan Nila Sulyani Kalijati keraguan dalam pasokan budidaya benih ikan menjadi masalah bagipokdakan, yang dapat menyebabkan mereka menghadapi kelebihan atau kekurangan stok. Penelitian inibertujuan untuk mengenalisis peramalan penjualan dan menghitung keuntungan yang dihasilkan dariperamalan penjualan benih ikan nila merah dan hitam di Pokdakan Nila Sulyani Kalijati selama periode9 bulan. Penelitian ini menggunakan metode peramalan yaitu Decompotion Multiplicative dan ARIMA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ARIMA (3,1,3) menghasilkan nilai Mean SquareDeviation (MSD) terkecil untuk benih ikan nila merah, yaitu sebesar 1,97505E+11. Sementara itu, untukbenih ikan nila hitam, nilai Mean Square Deviation (MSD) terkecil diperoleh menggunakan metodeARIMA (3,1,3), dengan nilai sebesar 1,16810E+10. Ramalan penjualan benih ikan nila merah periodeke-18 hingga ke-26 menunjukkan data stabil, dengan kenaikan signifikan pada periode 23 hingga 24.Penjualan benih ikan nila hitam menunjukkan peningkatan stabil pada periode 18 hingga 20, diikutipenurunan drastis dari periode 21 hingga 25, dengan kerugian mencapai -76.714 ekor pada periode 24.Total keuntungan dari penjualan kedua jenis benih ikan nila selama 9 bulan (periode 18-26) mencapaiRp368.253.088, dengan rata-rata bulanan sebesar Rp40.917.010
PROFITABILITAS AGROINDUSTRI PANGAN OLAHAN BERBASIS TALAS DI KABUPATEN CIAMIS
Talas merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam usaha agroindustri. Talas dapat dimanfaatkan menjadi berbagai olahan, baik itu produk antara, produk semi-akhir, maupun produk akhir. Keripik talas merupakan olahan talas yang banyak disukai masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan yang diperoleh agroindustri keripik talas dalam satu bulan, 2)Besarnya profitabilitas yang diperoleh agroindustri keripik talas dalam satu bulan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus pada agroindustri keripik talas Ngiring Raos di Desa Rancah Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Biaya yang dikeluarkan agroindustri keripik talas Ngiring Raos yaitu sebesar Rp 25.550.801,- per bulan, penerimaan sebesar Rp 30.720.000,- per bulan, dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp5.169.699,- per bulan, 2) Nilai profitabilitas yang diperoleh agroindustri keripik talas Ngiring Raos yaitu sebesar 16,827%, yang berarti bahwa setiap penjualan Rp. 100.000,- maka agroindustri keripik talas Ngiring Raos akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 16.827,-. Kata Kunci : Agroindustri, Keripik Talas, Profitabilita
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader dalam Penanganan Korban Gawat Darurat Henti Jantung Prehospital
Henti jantung merupakan keadaan yang sangat mengancam nyawa. Angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah sebagai salah satu penyebab henti jantung selalu meningkat, bukan hanya disebankan oleh masalah pada jantung dan pembuluh darah saja tapi juga disebabkan oleh trauma. Angka kejadian serangan jantung saat ini sangat tinggi bahkan pada orang dengan usia muda, kejadian serangan jantung di OHCA (Out-of-Hospital Cardiac Arrest) dengan kemungkinan selamat rendah, serta layanan medikal service gawat dararurat juga kurang baik menjadikan kesempatan hidup penderita sangat kecil. Kader merupakan warga masyarakat yang dipilih masyarakat oleh masyarakat serta bekerja dengan sukarela untuk membantu peningkatan kesehatan masyarakat. Kelurahan Kahuripan adalah salah satu daerah di Kota Tasikmalaya dengan angka kejadian hipertensi yang tergolong tinggi yang berisiko terhadap terjadinya serangan jantung. Tujuan: Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam penangan korban henti jantung pre hospital. Metode: Pelatihan pemberian bantuan hidup dasar ini mengunakan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi serta simulasi. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali tanda kegawatan dan penanganan serangan jantung hal ini ditunjukan pada hasil pre dan post test pengetahuan kader meningkat dari 51% menjadi 94% serta Ketika dievaluasi secara acak pada kader setelah satu bulan menunjukan kader dapat mendemonstrasikan kembali ketrampilan bantuan hidup dasar pada korban henti jantung. Kesimpulan: Dengan dilakukannya pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini dapat mengurangi serta memperkecil angka kematian yang diakibatkan karena serangan jantung. Saran: Pelatihan ini diharapkan dapat dilanjutkan atau disampaikan oleh kader pada masyarakat disekitar wilayah kerja posyandunya dan ada evaluasi berkelanjutan dari mitra Puskesmas
Pelatihan Optimalisasi Teknologi SIREKAP dalam Perhitungan dan Rekapitulasi Suara KPPS TPS 04 Kelurahan Panancangan
Pelatihan optimalisasi teknologi dalam pemilu telah menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam proses rekapitulasi suara. Salah satu inovasi yang diterapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia adalah Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP), sebuah aplikasi digital yang dirancang untuk mendukung proses perhitungan dan rekapitulasi suara secara langsung dari Tempat Pemungutan Suara (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan manfaat penggunaan teknologi SIREKAP dalam pemilu, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya, terutama di daerah-daerah dengan keterbatasan infrastruktur dan akses internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIREKAP meningkatkan kecepatan proses rekapitulasi, mengurangi potensi kesalahan manusia, dan memperkuat akuntabilitas hasil pemilu. Selain itu, Pelatihan optimalisasi SIREKAP juga memudahkan pengawasan oleh publik, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilu. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat kegiatan dilakukan dengan lima cara, Sosialisasi KPU Tentang Aplikasi SIREKAP, Tahap Demonstrasi Aplikasi SIREKAP KPU Kepada Petugas KPPS, Tahap Penerapan Aplikasi SIREKAP KPU Kepada Petugas KPPS, Pelaksanaan Anggota KPPS TPS 04 Hasil Perhitungan dan Rekapitulasi Suara, Evaluasi KPPS TPS 04 Hasil Perhitungan dan Rekapitulasi Suara. Proses kegiatan dievaluasi dan dijelaskan secara kualitatif. KPU Kota Serang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses, dari tingkat PPK, PPS dan TPS di Kelurahan Panancangan, Kota Serang. Evaluasi ini mencakup akurasi data, kendala teknis pada aplikasi SIREKAP, pelaksanaan prosedur, dan kejadian-kejadian yang mungkin memerlukan peningkatan pada pemilu berikutnya. Laporan hasil evaluasi akan digunakan untuk memperbaiki SIREKAP, serta memperkuat prosedur untuk pemilu mendatang. Berdasarkan hasil analisis, pelatihan optimalisasi teknologi aplikasi SIREKAP direkomendasikan untuk pemilu selanjutnya untuk mempermudah dalam perhitungan dan rekapitulasi suara oleh Anggota KPPS
Pendampingan Penerapan Sistem Informasi Kesehatan Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya
Pelayanan kesehatan anak usia sekolah diselenggarakan karena anak usia sekolah dasar merupakan usia rawan mendapat gangguan kesehatan, seperti permasalahan kesehatan gigi, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi hingga permasalahan kesehatan lainnya yang berkaitan dengan kebersihan diri dan lingkungan. Pencatatan kesehatan anak sekolah dasar di kota Tasikmalaya masih dilakukan secara manual dan belum tersimpan dengan baik, sehingga pada tahun 2022 telah dikembangkan suatu sistem Sistem Informasi Kesehatan Sekolah (SIKKES) dan pendampingan penggunaan sistem tersebut pada tahun 2023 dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan petugas dalam penggunaan aplikasi SIKKES melalui tahapan: pembuatan video yang berisi tutorial penggunaan aplikasi SIKKES, Sosialisasi dan evaluasi yang dilakukan kepada 7 petugas penanggung jawab UKS puskesmas dan 7 guru penanggung jawab UKS sekolah dasar di kota Tasikmalaya. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi SIKKES dirasakan oleh peserta sangat bermanfaat dan sangat mudah digunakan yang ditunjukkan dengan rata-rata skor penilaian yang tinggi untuk kategori Perceived usefulness (24.26) dan Perceived Ease of USE (24,57) serta peserta juga memiliki sikap yang baik dan Berniat untuk menggunakan aplikasi SIKKES dalam menunjang pekerjaannya khususnya dalam pencatatan kesehatan anak sekolah dasar
Peningkatan Ekonomi Keluarga Melalui Pelatihan Inovasi Produk Pangan Sehat dan pelatihan Digital Marketing Pada Masyarakat Transmigran Rasau Jaya
Salah satu sumber daya lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan yaitu singkong. Namun singkong cenderung cepat mengalami pembusukan. Selain itu, konsumsi singkong sebagai bahan pangan pokok cenderung lebih rendah daripada beras, sehingga singkong kerapkali menumpuk dan membusuk hingga merugikan petani. Singkong dapat diubah menjadi tepung MOCAF, sehingga dapat mensubstitusi penggunaan terigu. Mitra pada kegiatan ini yaitu wanita kelompok tani transmigrant. Pemilihan Lokasi dikarenakan kelompok tersebut merupakan petani singkong, namun belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai diversifikasi olahan tepung MOCAF. Tujuan kegiatan yaitu untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mitra mengenai olahan pangan berbahan tepung singkong atau MOCAF. Metode yang digunakan dalam PkM ini yaitu edukasi dan metode Asset Based Community Development (ABCD). Edukasi berupa potensi MOCAF sebagai pengganti tepung dan lebih sehat, edukasi digital marketing dan praktek diversifikasi olahan MOCAF yaitu bolu pisang MOCAF dan brownies MOCAF. Hasil PkM menunjukkan bahwa setelah edukasi, pengetahuan dan keterampilan mitra menjadi lebih meningkat. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa PkM ini telah dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, sekaligus sebagai sebuah solusi dalam menangani ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan tepung terigu. Pelatihan ini juga menjadi inovasi yang efektif guna meningkatkan jenis olahan pangan yang bernilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Disarankan agar kegiatan ini dapat mengawal mitra hingga mitra mampu memasarkan produk MOCAF secara online