Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
    8739 research outputs found

    Penerapan Convergence Model dalam Penyusunan Kebijakan Petani Tambak Udang di Kawasan Pesisir Pantai Kabupaten Sumenep

    No full text
    The application of the convergence model in formulating policies for structuring shrimp farmers in coastal areas aims to create unified perceptions, achieve consensus, and foster collaborative actions between the government and the community. This study employs a qualitative approach, conducting interviews with 10 informants, each asked 8 questions. The findings indicate that equal and open dialogue serves as a medium for both government and community engagement in a more humane and responsive policy convergence process. Active community participation in decision-making is a fundamental element in the convergence model, enabling policies to be more effective and accepted by the community. The alignment of perceptions within the convergence model represents an effort to harmonize understanding between the government and the community

    Margin Pemasaran Rantai Pasok Sayuran Kangkung di Griya Hijau Hidroponik

    Full text link
    ABSTRACT Agriculture is a crucial sector for the livelihood of the Indonesian population, contributing significantly to the Gross Domestic Product (GDP) with a contribution of 12.40% in 2022. Horticulture, including vegetables, plays a role in improving community nutrition and serves as a source of economic enhancement for producers. This research aims to analyze the marketing margin of kangkung vegetables at Griya Hijau Hydroponics. The results show that the marketing margin received by Griya Hijau Hydroponics varies depending on the marketing channel. In Marketing Channel I, the margin received is Rp 1,675 per kilogram from sales to restaurants. In Marketing Channel II, the margin received is Rp 25,190 per kilogram from sales to supermarkets. In Marketing Channel III, the margin received is Rp 8,600 per kilogram from direct sales to consumers. This indicates that the choice of marketing channel greatly affects the profits obtained

    PERAN PEMERINTAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DI JAWA BARAT

    Full text link
    Produksi padi di Jawa Barat harus senantiasa ditingkatkan mengingat kebutuhan pangan yang semakin meningkat, namun dalam dua tahun terakhir ini produksi padi Jawa Barat mengalami penurunan. Subsistem penunjang usahatani padi diantaranya dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produksi padi, namun peran dan dukungan yang diberikan kepada petani oleh pemerintah belum sepenuhnya maksimal, selain itu terdapat kecenderungan bahwa beda daerah akan berbeda pula kapasitas dukungan pemerintahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produktivitas padi dan dukungan pemerintah di beberapa daerah di sentra produksi di Jawa Barat dan menganalisis pengaruh dukungan pemerintah terhadap produktivitas padi di Jawa Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian ini menggunakan teknik sampling acak klaster sedemikian sehingga didapatkan sampel berukuran 281 petani di 5 cluster kabupaten di Jawa Barat. Alat analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kabupaten dengan rata-rata produktivitas padi tertinggi dan terendah berturut-turut adalah Karawang (6,88 ton/ha) dan Sukabumi (5,34 ton/ha). Dukungan pemerintah berupa penyuluhan, regulasi, sarana dan prasarana budidaya padi, dukungan modal usahatani dan dukungan fasilitas kelitbangan penerapannya pada petani di berbagai daerah bervariasi, ada yang sudah bisa dirasakan oleh petani dan ada yang belum. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa dukungan regulasi, sarana dan prasarana budidaya padi, dan fasilitas kelitbangan berpengaruh nyata terhadap produktivitas padi di Jawa Barat

    ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI KUE SIPUT BERBAHAN DASAR TEPUNG HANJELI (Coix lacryma-jobi var mayuen) DI DESA CIOMAS KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS

    Full text link
    Analisis kelayakan usaha dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai layak tidaknya suatu usaha untuk dijalankan dan apakah usaha tersebut dapat memberikan keuntungan bagi pemilik usaha. Dalam menjalankan suatu usaha olahan kue siput berbahan dasar tepung hanjeli pemilik usaha memiliki beberapa kendala yang dihadapi seperti  tidak dilakukannya pencatatan khusus terkait dengan biaya yang dikeluarkan untuk menunjang kegiatan dalam agroindustri, keuangan agroindustri yang bersatu dengan keuangan rumah tangga, pemasaran produk yang hanya disekitar agroindustri saja, sehingga tidak dapat diketahui secara pasti terkait dengan besarnya keuntungan yang diperoleh dari usaha yang dijalankannya karena pemilik hanya merasa mendapatkan keuntungan apabila produknya laku terjual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1.Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada agroindustri kue siput berbahan dasar tepung hanjeli, 2.Kelayakan agroindustri kue siput berbahan dasar tepung hanjeli. Jenis penelitian yang digunakan termasuk kedalam penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik penarikan sampel yang dilakukan yaitu purposive sampel (secara sengaja) dengan pertimbangan bahwa Desa Ciomas menjadi salah satu tempat yang memiliki agroindustri unik karena memproduksi olahan kue siput berbahan dasar tepung hanjeli. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa untuk satu kali proses produksi biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 503.809,17, dengan hasil penerimaan sebesar Rp 720.000 dan pendapatan sebesar Rp 216.190,83, sehingga mengahasilkan analisis R/C ratio sebesar 1, 42 yang artinya bahwa agroindustri olahan kue siput berbahan dasar tepung hanjeli ini menjadi suatu usaha yang layak untuk dijalankan karena mampu memberikan keuntungan bagi pemilik usahanya

    ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK KERUPUK KULIT (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI KERUPUK KULIT BAROKAH DI KELURAHAN CIAMIS KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS)

    Full text link
    Salah satu produk turunan dari sub-sektor peternakan yang berpotensi sebagai penyumbang pendapatan daerah adalah kulit sapi.  Kulit sapi adalah bagian tubuh dari sapi yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan. produksi kulit sapi menunjukkan tren positif dimana produksi terus meningkat selama 7 tahun terakhir. Adanya tren tersebut tentunya memerlukan suatu strategi dalam pengembangan komoditi kulit terutama dalam pemanfaatan nilai tambah kulit sapi salah satunya adalah dengan mengolahnya menjadi produk kerupuk kulit sapi. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui; (1) Aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi kerupuk kulit sapi di Kabupaten Ciamis dan (2) Kinerja rantai pasok kerupuk kulit barokah di Kabupaten Ciamis dan meningkatkan efiesiensi dan efektivitas kinerja rantai pasok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada agroindustri kerupuk kulit barokah. Responden penelitian ini terdiri dari pemilik agroindustri, pedagang besar, pedagang eceran, dan konsumen kerupuk kulit yang diambil dengan snowball sampling. Alat analisis dalam penelitian ini adalah supply chain operational reference (SCOR). Hasil penelitian analisis pola rantai pasok terdapat 3 aliran rantai pasok yaitu aliran barang, keuangan dan informasi  pada pemasok-agroindustri-pedagang besar - pedagang eceran. Selanjutnya  hasil analisis kinerja rantai pasok menunjukkan bahwa hasil keseluruhan kinerja rantai pasok yang didapatkan dari seluruh rantai pasok yang terlibat termasuk kriteria baik. (1) Terdapat 3 aliran yaitu aliran produk,aliran informasi, dan aliran barang dan 3 saluran pemasaran yang terdapat pada rantai pasok agroindustri kerupuk kulit barokah yaitu produsen-konsumen, produsen-pengecer konsumen, dan produsen-pedagang besar-pengecer-konsumen. (2)Terdapat satu indikator kinerja kurang baik yaitu pada indikator kinerja pemenuhan pesanan agroindustri yang diakibatkan kendala pengadaan bahan baku

    ANALISIS PENDAPATANA USAHATANI JAGUNG ( Zea Mays L.) DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :1) Biaya yang dikeluarkan usahatani jagung untuk satu kali musim tanam. 2) Penerimaan dan Pendapatan yang diterima Usahatani Jagung untuk satu kali musim tanam. 3) kelayakan usahatni jagung untuk satu musim tanam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan penarikan sampel secara sengaja atau teknik sampel purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) besarnya biaya usahatani jagung dalam satu kali musim tanam adalah Rp. 11.325.880,91 2). Besarnya pendapatan usahatani jagung adalah Rp.20.171.119,09 dan penerimaan usahatani jagung adalah Rp. 31.500.000 3). Nilai R/C Rasio 2,78 artinya usahatani jagung di Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis layak untuk dijalankan.Disarankan usahatani jagung hendaknya melakukan pengklasifikasian biaya ke dalam komponen biaya tetap dan biaya variabel secara tepat. Dengan pengklasifikasikan biaya tersebut usahatani jagung dapat menyusun laporan

    ANALISIS NILAI TAMBAH DAN TITIK IMPAS PADA AGROINDUSTRI BAWANG GORENG DI KELURAHAN CILEMBANG KECAMATAN CIHIDEUNG KOTA TASIKMALAYA

    Full text link
    Agroindustri Bawangku sebagai perusahaan olahan bawang merah menjadi bawang goreng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan: 1. Biaya, penerimaan, dan pendapatan perusahaan bawang goreng. 2. Ukuran titik impas kegiatan usaha pengolahan bawang goreng. 3. Nilai tambah dari usaha bawang goreng. Data primer dan sekunder adalah bagian dari data yang dikumpulkan. Wawancara, catatan, dan dokumentasi adalah metode pengumpulan data. Metode penarikan sampel purposive digunakan untuk proses penarikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) biaya produksi bawang goreng sebesar 18.414.782,96, dengan penerimaan sebesar 32.000.000,00 dan pendapatan sebesar 13.441.507,00. 2. Titik impas Agroindustri Bawangku adalah Rp. 20.084.784 dalam penerimaan dan volume produksi 125,5 kilogram.

    STRATEGI PEMASARAN TAPE KETAN KHAS KUNINGAN (Studi Kasus Pada Toko Pusat Oleh-Oleh khas Kuningan Ibu Misrah di Kelurahan Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan)

    Full text link
    Tape ketan dari Kabupaten Kuningan mempunyai ciri khas yang unik, pengemasan menggunakan daun jambu air yang dikemas dalam ember hitam, memiliki rasa tape khas terletak pada rasa manis sedikit asam yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada pemasaran tape ketan Ibu Misrah dan Merumuskan alternatif strategi pemasaran tape ketan Ibu Misrah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada agroindustri tape ketan Ibu Misrah. Responden dalam penelitian ini terdiri dari pemilik agroindustri, tenaga kerja, pemerintahan dan konsumen tape ketan yang  diambil secara purposive. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis SWOT. Hasil Penelitian menerapkan pendekatan (marketing mix) 4P dan menunjukkan bahwa faktor kekuatan utamanya adalah memiliki kualitas rasa produk yang baik, bahan baku mudah didapat, tenaga kerja terampil. Kelemahan utamanya adalah produk tidak dapat bertahan lama. Faktor eksternal dalam pemasaran tape ketan. Peluangnya adalah memiliki pelanggan tetap, pangsa pasar masih luas. Ancamannya adalah kenaikan harga bahan baku. Alternatif strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh Ibu Misrah dalam memasarkan tape ketan adalah mempertahankan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tape ketan, meningkatkan produksi tape ketan, memperluas jangkauan pemasaran tape ketan.

    Analisis Campur Kode dalam Interaksi Penjual dan Pembeli di Pasar Gamping Kabupaten Sleman

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode dalam interaksi verbal antara penjual dan pembeli di Pasar Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Fenomena campur kode sering terjadi di pasar tradisional karena adanya kontak langsung antara individu dengan latar belakang bahasa yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berupa penjual dan pembeli yang berinteraksi di Pasar Gamping. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, rekam, simak, dan catat. Data dianalisis dengan metode reduksi dan deskripsi untuk mengidentifikasi serta mengelompokkan bentuk campur kode yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis campur kode ke dalam (inner code mixing), yaitu penggunaan unsur-unsur bahasa Jawa dalam percakapan berbahasa Indonesia. Fenomena ini menunjukkan adanya adaptasi linguistik yang mencerminkan dinamika sosial dan budaya masyarakat di pasar tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sosiolinguistik, khususnya dalam konteks pasar tradisional, serta memperkaya pemahaman tentang interaksi lintas budaya di masyarakat multibahasa.Kata Kunci: Campur Kode, Pasar Tradisional  ABSTRACTThis research aims to analyze the phenomenon of code-mixing in interactions between sellers and buyers at Gamping Market, Sleman Regency, Yogyakarta. The phenomenon of code-mixing frequently occurs in traditional markets due to direct contact between individuals from diverse linguistic backgrounds. This study employs a qualitative descriptive method, with the subjects being sellers and buyers interacting at Gamping Market. Data collection techniques include direct observation, recording, listening, and note-taking. The data are analyzed using reduction and description methods to identify and categorize the forms of code-mixing found. The results indicate that the type of code-mixing identified is inner code mixing, which involves the use of Javanese language elements in conversations conducted in Indonesian. This phenomenon reflects linguistic adaptation that mirrors the social and cultural dynamics of the community in traditional markets. This research contributes to the development of sociolinguistic studies, particularly in the context of traditional markets, and enriches the understanding of cross-cultural interactions in multilingual societies. Keywords: Code-Mixing, Traditional Marke

    NILAI SOSIAL DALAM NOVEL 172 DAYS KARYA NADZIRA SHAFA

    Full text link
    Dalam sebuah karya sastra seperti novel, nilai-nilai sosial seringkali tercermin dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai sosial dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan metode kualitatif deskritif. Penerapan metode kualitatif ini bersifat deskritif yang berarti data yang dihasilkan berupa kata-kata dalam bentuk kutipan-kutipan. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa novel 172 Days karya Nadzira Shafa mengadung beberapa nilai sosial, antara lain: 1) nilai kasih sayang yang mencakup pengabdian,tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, kepedulian. 2) nilai tanggung jawab yang mencakup rasa memiliki, disiplin, empati. 3) nilai keserasian hidup yang mencakup, keadilan, toleransi, dan kerja sama.Kata Kunci: Nilai Sosial, Sosiologi Sastra, Novel 172 Days karya Nadzira Shaf

    7,981

    full texts

    8,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Galuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇