Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
Enhancing Students’ Pronunciation Mastery Through Drama Technique in EFL Classroom at Islamic High School in Tasikmalaya
The fluency of pronunciation is influenced by how often the students say the words, so the more they speak, the better the pronunciation will be. To improve students' pronunciation abilities in learning English, appropriate techniques are needed. This research was conducted to find out drama techniques implemented to enhance students' pronunciation mastery of the EFL class in one Islamic Senior High School Tasikmalaya, and to learn about the challenges and opportunities during drama techniques implemented to improve their pronunciation mastery. This research used qualitative paradigm with the type of descriptive approach. The research subjects were typically students of 10th-grade in EFL classes who implemented drama techniques. There are five students and two teachers who were interviewed. The implementation of drama techniques in learning English in EFl classes to improve students' pronunciation is played in the classroom during learning hours and also outside of learning. In applying this drama technique, there are several steps taken by students and teachers in learning, namely determining the topic of the drama, compiling a drama script, dividing roles, practicing dialogue and performing the drama. There are five supporting factors in applying drama techniques to improve students' pronunciation, namely cooperation, environment, special schedule, and having competent supervisors and complete and adequate facilities provided. Meanwhile, the factors that hinder the implementation of drama techniques to improvestudents’ pronunciation in EFL classes are unequal understanding, lack of students’ interest and students’ participation in the program. Sometimes, students show the feeling of enthusiastic about learning and even feeling bored with these activities
Teachers’ Strategies in Maintaining Classroom Interactions in Reading Classroom Through the Online Classroom During a Pandemic
This study focused on maintaining classroom interaction in teaching reading through an online classroom. Furthermore, this study is designed to investigate teachers ' experience of maintaining an interactive classroom interaction while teaching reading in an online classroom and also to find out the challenges the teachers encountered and solution to those challenges. The researcher employed a qualitative approach under a narrative inquiry to obtain the data and answer the research questions. The researcher used narrative data analysis that engages transcribing and coding stories. The researcher interpreted, coded, and summarized the gathered data from the semi-structural interview. The result showed that teachers maintained their interactive classroom interactions by adjusting lesson plans and implementing synchronous and asynchronous interactions. Most teachers utilize Google Meet, Zoom, Google Classroom, WhatsApp, and Google Forms as medias for teacher-student interaction during learning sessions. Almost all teacher encounter various challenges when it deals with teaching reading to students online. The major challenge that teachers have during teaching reading online is technical problem and students' attention spans. The strategy to overcome challenges in maintaining classroom interaction is to give more focus on and to communicate effectively with students' parents and the homeroom teacher. The researcher also suggests further researchers investigate teachers’ teaching methodology in online teaching reading
PENGARUH STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERHADAP MINAT KREDIT BRANCH CREDIT MANAGEMENT (BCM) (Studi pada BNI Kantor Cabang Utama Tasikmalaya)
Penelitian ini berlatarbelakang minat nasabah kredit BCM pada BNI Cabang Tasikmalaya mengalami fluktuatif, mengingat keadaan ekonomi secara makro mengalami perubahan signifikan yang disebabkan karena pandemi yang melanda negara kita. Strategi komunikasi pemasaran yang ada pada pada BNI Cabang Tasikmalaya masih perlu ditingkatkan. Komunikasi pemasaran yang digunakan belum mampu meningkatkan menarik nasabah untuk melakukan kredit BCM, Dengan demikian maka tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran pada BNI Cabang Tasikmalaya. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan minat kredit BCM pada BNI Cabang Tasikmalaya. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh strategi komunikasi pemasaran terhadap minat kredit BCM pada BNI Cabang Tasikmalaya. Sedangkan metode yang diginakan adalah penelitian bersifat deskriptif dan verifikatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi komunikasi pemasaranm berdasarkan tanggapan responden diperoleh jumlah akumulasi nilai dengan total skor 4366. Perolehan skor tertinggi terdapat pada dimensi acara dan pengalaman (even and experiences), dengan jumlah nilai rata-rata 277 dengan kategori tinggi. Perolehan skor terendah terdapat pada dimensi hubungan masyarakat dan publisitas (public relations and publicity), dengan jumlah nilai rata-rata 265 dengan kategori tinggi. Perolehan nilai total skor sebesar 4366 jika dibandingkan dengan tabel 4.21 maka berada pada interval ke-5 yang artinya tanggapan responden terhadap strategi komunikasi pemasaran termasuk ke dalam katagori sangat timggi. Minat kredit Branch Credit Management (BCM) berdasarkan tanggapan resnponden, diperoleh total skor sebesar 4292. Perolehan skor tertinggi terdapat pada dimensi minat preferensial, dengan jumlah nilai rata-rata 273.5 dengan kategori tinggi. Perolehan skor terendah terdapat pada dimensi minat transaksional, dengan jumlah nilai rata-rata 263.5 dengan kategori tinggi. Strategi komunikasi pemasaranm cenderung sangat tinggi begitu juga dengan minat kredit Branch Credit Management (BCM). Hal ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran berpengeruh signifikan terhadap minat kredit branch credit management (BCM) sebesar dengan kategori pengaruh sangat tinggi. Artinya jika strategi komunikasi pemasaran terus dtinkatkan, maka minat kredit branch credit management (BCM) juga akan semakin meningkat. Begitu juga sebaliknya jika strategi komunikasi pemasaran dihentikan atau di turunkan, maka minat kredit branch credit management (BCM) juga akan mengalami penuruna
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KINERJA DOKTER JAGA TERHADAP KEPUASAN PASIEN (Studi Pada Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap)
Dalam pelayanan kesehatan, kualitas pelayanan menempatkan pasien sebagai pihak yang mengkonsumsi dan menikmati jasa pelayanan kesehatan termasuk yang paling menentukan kualitas jasa. Dengan penilaian kualitas maka mendorong pasien untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan pemberi layananan. Namun pada kenyataannya, berdasarkan hasil Survai Kepuasan Masyarakat yang telah dilaksanakan terhadap pasien, menghasilkan tingkat kepuasan yang fluktuatif. Hal tersebut berarti kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat bersifat naik turun, sehingga langkah RSUD Cilacap untuk meningkatkan layanan demi peningkatan kepuasan pasien perlu segera untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui 1). pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, 2). pengaruh kinerja dokter jaga terhadap kepuasan pasien dan 3). pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja dokter jaga terhadap kepuasan pasien. Karena itu penelitian ini menggunakan kuantitatif yang selanjutnya data diinterpretasi sehingga menghasilkan data deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan kueisoner, dan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan kinerja dokter berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien. Apabila kualitas pelayanan dan kinerja dokter jaga semakin baik, maka kepuasan pasien juga akan semakin meningkat, begitu pula sebaliknya
Transformasi Pedagang UMKM Makanan dan Minuman dalam Era Digital
Teknologi yang selalu berubah menjadi tantangan tersendiri bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penggunaan pembayaran digital mempengaruhi kinerja pedagang UMKM industri makanan dan minuman di Bekasi. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dan pengolahan data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dan melibatkan 118 responden UMKM di Bekasi sebagai sampel. Hasil penelitian ini menyoroti bagaimana kinerja UMKM di Bekasi sangat dipengaruhi oleh penggunaan sistem pembayaran digital. Pada dasarnya, penelitian ini menunjukkan bahwa UMKM dapat memaksimalkan manfaat pembayaran digital jika mereka menunjukkan keterbukaan terhadap pembelajaran dan penerimaan terhadap kemajuan teknis baru. Selain itu, sebagai komponen penting bagi keberhasilan UMKM di era digital, studi ini menyoroti peran penting yang dimainkan oleh adaptasi dan pelatihan inovasi teknologi. UMKM di industri makanan dan minuman dapat meningkatkan efisiensi operasional dan daya saingnya dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan teknologi baru. Oleh karena itu, pentingnya strategi proaktif untuk integrasi teknologi dan pendidikan berkelanjutan dalam memungkinkan UMKM untuk sejahtera dalam ekosistem digital yang terus berubah disorot dalam penelitian in
Manajemen Pembiayaan Pendidikan Masa Pandemi Covid 19 di SMP Negeri 1 Ciamis
The Covid-19 pandemic is an international disaster that has shaken all aspects of life, including the world of education. So that it also has an impact on the management of education financing in schools. In response to this, the government has taken a policy regarding the flexibility in the use of School Operational Assistance (BOS) funds for educational institutions to use for essential needs to be met. Based on this, the researchers conducted research on the management of education financing at SMP Negeri 1 Ciamis. The purpose of this study was to determine the management of education financing at SMP Negeri 1 Ciamis during the Covid 19 pandemic. This study used a qualitative descriptive approach by examining the facts that occurred. Financing management at SMP Negeri 1 Ciamis includes planning, management, implementation and supervision, focusing on the needs of schools, teachers and students. The Covid-19 pandemic has had an impact on activities that have been budgeted for from BOS funds, such as competition activities being reduced because the funds are to meet the purchase of medical equipment that must be provided in schools
MANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKAN MASA PNDEMI COVID 19 PADA MTs NEGERI 4 SUMEDANG BERDASARKAN RENCANA KEGIATAN ANGGARAN MADRASAH (RKAM)
Financial management is one of the determinants of institutional progress, because financial management is closely related to all components of education. Madrasah financial management is implemented so that the education budget can be utilized to finance the procurement of infrastructure, building and yard maintenance, salaries of civil servants or non-permanent employees, employee health insurance, payment of funeral services, the amount of which is determined by applicable laws and regulations. Madrasah finance consists of planning, organizing, implementing/implementing and supervising, but whether the management has been going well. MTs Negeri 4 Sumedang in financial management is regulated in the preparation of the 2019/2020 Madrasah Activity Plan and Budget. This is made in three stages, namely budget planning, budget management and budget reporting which is reported every semester to the Ministry of Religion
PENGARUH MARKETING MIX DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN MENGGUNAKAN PRODUK TABUNGAN (Studi pada BNI Tasikmalaya Kantor Cabang Pembantu Ciamis)
Latar belakang penelitian ini adalah keputusan nasabah untuk menggunakan produk tabungan pada BNI Tasikmalaya, Kantor Cabang Pembantu Ciamis masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan jumlah nasabah tabungan yang mengalami fluktuasi. Dengan demikian maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh marketing mix terhadap keputusan nasabah menggunakan produk tabungan. Pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan nasabah menggunakan produk tabungan. Pengaruh marketing mix dan kualitas pelayanan terhadap keputusan nasabah menggunakan produk tabungan. Jenis penelitian ini adalah survey eksplanatori sedangkan teknik analisis data yaitu statistik deskriptif. Analisis statistik induktif (inferensial) dengan regresi berganda (multiple regression). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bauran pemasaran cenderung tinggi, begitu juga dengan keputusan menggunakan produk tabungan yang tinggi. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dari marketing mix terhadap keputusan menggunakan produk tabungan, artinya jika marketing mix meningkat, maka akan diikuti oleh peningkatan keputusan menggunakan produk tabungan. Kualitas pelayanan cenderung tinggi, begitu juga dengan keputusan menggunakan produk tabungan yang tinggi.Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dari Kualitas pelayanan terhadap keputusan menggunakan produk tabungan. Artinya jika Kualitas pelayanan meningkat, maka akan diikuti oleh peningkatan keputusan menggunakan produk tabungan. Marketing mix dan kualitas pelayanan cenderung tinggi, begitu juga dengan keputusan menggunakan produk tabungan yang tinggi. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dari marketing mix dan kualitas pelayanan terhadap keputusan menggunakan produk tabungan. Artinya jika marketing mix dan kualitas pelayanan meningkat, maka akan diikuti oleh peningkatan keputusan menggunakan produk tabunga
Tradisi, Seni, dan Beladiri (Kajian Historis Perkembangan Perguruan Silat Maung Pande di Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang tahun 2005-2020)
This research aims to examine the dynamics of the Maung Pande martial arts school in Menes Subdistrict, Pandeglang Regency, from 2005 to 2020, and to explain the functions of Pencak Silat as an art, tradition, and martial practice. The research method used is the historical method, which includes heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The findings show that the Maung Pande martial arts school was founded in 1975 by Abah Kemed and Abah Asmail, based on the Cimande style of silat, with the purpose of fostering silat practitioners in Pandeglang Regency in particular. The term Maung Pande means “Excellent Human of Pandeglang” and the school has grown to 240 branches across Indonesia, with 32 branches in Pandeglang Regency and 3 in Menes Subdistrict. Since its official establishment in 2005 until 2020, Pencak Silat in the Maung Pande school has undergone a transformation, serving as a medium for sports, spiritual and mental education, martial knowledge, an art with aesthetic movement values, as well as community entertainment during weddings, circumcision ceremonies, and cultural festivals. This reflects the transformation of the functions of the Maung Pande martial arts school. However, in 2020 the school experienced a decline due to the Covid-19 pandemic, which hampered its activities as a result of large-scale social restrictions aimed at preventing the spread of the virus
Pengaruh Tax Avoidance terhadap Nilai Perusahaan Subsektor Processed Food dengan Leverage Perusahaan sebagai Variabel Moderasi
This study aims to test and analyze the effect of tax avoidance on firm value by considering corporate leverage as a moderating variable. The object of this study is companies in the manufacturing industry of the basic necessities sector (consumer non-cyclicals) processed food sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2021-2023. This study uses a quantitative approach with panel data types and uses multiple linear regression methods in testing the hypothesis. From the results of the study, it can be concluded that tax avoidance has a significant negative effect on firm value. Corporate leverage is able to moderate and strengthen the relationship between tax avoidance and firm value. The limitation of this study lies in the use of samples that are only limited to companies in the processed foods sub-sector listed on the IDX in a certain time period. Therefore, in subsequent studies, it is hoped that samples from other sectors and different years can be developed to gain a more comprehensive understanding of the effect of tax avoidance on firm value with corporate leverage as a moderating variable