Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (studi pada Karyawan PT. Albasi Priangan Lestari Kota Banjar)
Penelitian ini difokuskan pada Pengaruh Kepemimpinan dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan (studi pada karyawan PT. Albasi Priangan Lestari Kota Banjar). Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi: 1]Bagaimana pengaruh kepemiminan terhadap kinerja karyawan pada PT Albasi Periangan Lestari?; 2] Bagaimana pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan pada PT Albasi Periangan Lestari?; 3]Bagaimana pengaruh kepemimpinan dan komunikasi terhadap kinerja karyawan pada PT Albasi Periangan Lestari?. Adapun tujuan ini untuk mengetahui dan menganalisis: 1] pengaruh kepemiminan terhadap kinerja karyawan pada PT Albasi Periangan Lestari; 2]Pengaruh pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan pada PT Albasi Periangan Lestari; 3] pengaruh kepemimpinan dan komunikasi terhadap kinerja karyawan pada PT Albasi Periangan Lestari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu probability sampling. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh digunakanan analisis koefisien korelasi, determinasi, regresi sederhana dan uji Hipotesis menggunakan Uji signifikansi (Uji t dan Uji F). Hasil dari penelitian dan pengolahan data menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada Pada Karyawan PT Albasi Priangan Lestari; Komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Albasi Priangan Lestari; Kepemimpinan dan komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Albasi Priangan Lestari. Perusahaan Perusahaan hanya perlu mempertahankan dan lebih meningkatkan kesesuaian jam kerja seperti memberikan sanksi kepada karyawan yang tidak hadir sesuai jam kerja
Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM): #GERMAS untuk Hidup Sehat
Pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan salah satu pilar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang berguna untuk mendeteksi keberadaan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu melakukan skrining PTM meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Metode pelaksanaan skrining PTM yaitu pendaftaran dan wawancara faktor risiko PTM, pengukuran antropometri, pemeriksaan penunjang serta konseling dan edukasi. Skrining ini dilakukan pada 2 (dua) tempat dengan sasaran usia lebih dari 15 tahun. 155 peserta berhasil dijaring dengan hasil karakteristik sebagian besar adalah perempuan dan berada pada usia remaja akhir serta dewasa akhir. Analisis selanjutnya menunjukkan sebagian besar berada dalam kategori normal dan optimal untuk pemeriksaan tekanan darah dan sebagian besar berada dalam kategori normal untuk pemeriksaan gula darah. Temuan lain gambaran pemeriksaan kolesterol yang menghasilkan lebih dari separuh peserta dalam kategori buruk serta hampir separuhnya memiliki kadar asam urat tidak normal. Skrining PTM berguna mengetahui faktor risiko PTM lebih awal agar dapat diambil tindakan berikutnya sebagai langkah pencegahan. Upaya yang dapat diambil antara lain melakukan pola hidup sehat dan berkonsultasi lebih lanjut kepada tenaga kesehatan
Intervensi Pengendalian Emosi pada Santri Panti Asuhan Muhammadiyah Al-Amin Yogyakarta
Kenakalan remaja telah menjadi masalah yang berkembang di masyarakat dengan adanya fenomena klitih yang sangat ekstrim, termasuk di Yogyakarta. Ada banyak faktor penyebab kenakalan remaja, diantaranya kurang berkembangnya kecerdasan emosional pada remaja. Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengelola emosi dan mengatur suasana hati, namun seringkali kurang dihargai di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Intervensi Pengendalian Emosi di Panti Asuhan Santri Muhammadiyah Al-Amin” untuk mencegah kenakalan remaja. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif yang melibatkan 11 siswa berusia 13-18 tahun melalui observasi dan wawancara. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat berhasil dilaksanakan melalui pengenalan materi dan permainan yang berfokus pada pengelolaan emosi. Para peserta menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang baik tentang strategi manajemen emosi dan potensi positif mereka untuk mencegah kenakalan remaja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengendalian emosi melalui psikoedukasi efektif dalam mencegah kenakalan remaja. Ini dapat membantu kaum muda mengendalikan dorongan agresif, menggunakan sumber daya positif di lingkungan dan membentuk hubungan sosial yang positif. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk mengevaluasi lembaga pendidikan dan mengembangkan program pencegahan kenakalan remaja yang lebih efektif untuk panti asuhan dan pesantren
Pemanfaatan Aplikasi “RIKSA RAGA” dalam Pencegahan dan Penanganan Kegawatdaruratan Penyakit Stroke, Diabetes Mellitus dan Gagal Jantung di Kota Tasikmalaya
Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu penyakit yang menjadi pusat perhatian di seluruh dunia. Penyakit Tidak Menular ini terus mengalami peningkatan di wilayah kerja Puskesmas Cilembang Kota Tasikmalaya. Diantara penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat adalah penyakit stroke, diabetes mellitus dan gagal jantung. Salah satu upaya pencegahan terkait dengan terjadinya peningkatan penderita penyakit tidak menular adalah pengetahuan masyarakat tentang penyakit stroke, diabetes mellitus dan gagal jantung, kemudian dilakukannya skrining kesehatan yang rutin, serta kemampuan masyarakat terutama penderita penyakit stroke, diabetes mellitus, gagal jantung dalam melakukan perawatan mandiri). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan upaya pencegahan, penanganan kegawatdaruratan dan terapi mandiri pada penderita penyakit stroke, diabetes mellitus dan gagal jantung. Metode yang digunakan yaitu dengan cara melakukan edukasi, membuat dan mensosialisasikan aplikasi “RIKSA RAGA” sebagai aplikasi yang bisa membantu masyarakat dalam mencegah dan menangani kegawatdaruratan penyakit stroke, diabetes mellitus dan gagal jantung secara mandiri. Hasil pengabdian masyarakt ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola secara mandiri kasus penyakit Stroke, diabetes mellitus dan gagal jantung melalui pemanfaatan aplikasi “RIKSA RAGA
Pelatihan Pengolahan Lemang Kopi di Desa Tanjung Sirih Sebagai Pengembangan Wisata Kuliner Tradisional Kabupaten Lahat
Lahat adalah salah satu kabupaten di Sumatera selatan yang menjadikan lemang sebagai kuliner khas oleh-oleh daerah. Lemang ini dinikmati oleh masyarakat atau wisatawan yang sengaja berkunjung ke Desa tanjung sirih atau hanya sekedar lintas. Lemang di Kabupaten lahat hanya memiliki variasi rasa gemuk dan manis. Sedikitnya variasi lemang di Desa kabupaten lahat menjadi salah satu penyebab kuliner ini tidak terlalu menarik pengunjung Kabupaten lahat. Oleh karena itu diperlukan pelatihan mengenai pembuatan lemang kopi. Pelatihan lemang kopi diberikan kepada penjual lemang Desa Tanjung Sirih Kabupaten Lahat. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi/penyuluhan, bimbingan teknis dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan menilai penyelenggaraan kegiatan dan narasumber. Berdasarkan evaluasi diperoleh sebanyak 50 penjual lemang merasa puas dengan tempat kegiatan (5 = sangat baik), kebermanfaatan kegiatan (5=sangat baik), kejelasan narasumber dalam memberikan materi (5 = sangat baik) dan motivasi yang diberikan (5=sangat baik). Namun, kemampuan dan ketersediaan penjual lemang untuk memproduksi dan menjual lemang kopi memberikan nilai yang lebih rendah (4,982 = sangat baik) sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor penyebab dan strategi agar penjual lemang dapat memproduksi dan menjual lemang kopi.
Edukasi Potensi Peninggalan Sejarah Kabuyutan Galuh Bojongloa di Desa Karangampel Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Sebagai Desa Wisata
Desa Karangampel, Kabupaten Ciamis Jawa Barat merupakan desa yang memiliki kekayaan potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan. Potensi tersebut dapat dijadikan sebagai desa wisata edukasi sejarah dan tradisi, salah satunya adalah Kabuyutan Galuh Bojongloa. Peninggalan yang dapat dijadikan sebagai potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan berupa peninggalan kebendaan dan tradisi mupunjung yang dilakukan setiap menjelang tibanya bulan. Namun, Kabuyutan Galuh Bojongloa ini memiliki hambatan dalam mengembangkan potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan untuk menjadi desa wisata edukasi sejarah. Berdasarkan hasil obeservasi yang dilakukan oleh tim pengabdian, hambatan tersebut disebabkan karena belum diterapkan aspek-aspek dalam mewujudkan Kabuyutan Galuh Bojongloa sebagai desa wisata edukasi sejarah diantaranya attraction, amenity, accessibility, dan ancillary. Sehingga tim pengabdian melakukan langkah-langkah metode pengabdian untuk memberdayakan potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan Kabuyutan Galuh Bojongloa. Tahap-tahap dalam melaksanakan pengabdian terdiri atas tahap persiapan, tahap Forum Group Discussion, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian adalah berupa pembuatan titik lokasi Kabuyutan Galuh Bojongloa melalui google maps, membuat situs di google sites dan akun instagram sebagai media informasi gambaran umum lokasi dan potensi yang dimilikinya serta memberikan sosialisasi dan edukasi kepada Pemerintah Desa Karangampel dan masyarakat setempat
Perancangan Area Bermain Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Kreatif Siswa Melalui Lingkungan Bermain yang Inovatif di TKA Al-Hijrah, Cimahi
Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah membantu menyiapkan desain dan prototipe gedung belajar TKA Al-Hijrah, khususnya dalam perancangan area bermain. Proyek ini bertujuan mengembangkan lingkungan bermain yang dirancang khusus untuk merangsang kreativitas siswa. Pendidikan adalah fondasi dasar bagi kehidupan manusia, dan anak-anak sejak usia dini harus diarahkan untuk mengembangkan kekuatan mental dan fisik mereka. Area bermain di PAUD memiliki peran penting dalam perkembangan siswa, membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan solutif. Program ini akan menggunakan metode perancangan yang dibagi menjadi tiga tahapan: analisis, sintesis, dan evaluasi. Dalam setiap tahap, tim pengabdian masyarakat dan mitra sasar akan berkoordinasi untuk menghasilkan solusi terbaik. Diharapkan, perancangan area bermain ini akan membantu anak-anak mengembangkan keterampilan kreatif, sosial, dan kognitif melalui pengalaman bermain yang edukatif dan menyenangkan, serta menciptakan lingkungan bermain inovatif yang mendukung pengembangan potensi kreatif siswa di TKA Al-Hijrah, Cimahi
Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Desa Karya Pandai Besi dalam Pembentukan Wisata Edukasi Pandai Besi Untuk Menciptakan Lapangan Pekerjaan dan Meningkatkan Pendapatan Masyarakat
Kelompok masyarakat desa karya pandai besi merupakan masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai perajin pandai besi, yang berlokasi di desa Baregbeg kabupaten Ciamis. Mata pencaharian sebagai perajin pandai besi sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu, sehingga mata pencaharian ini selain memiliki nilai ekonomi juga memiliki nilai sejarah dan budaya. Berdasarkan hal tersebut kelompok desa karya pandai besi dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi yang nantinya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun, dalam perkembangannya kelompok masyarakat ini menghadapi permasalahan yang cukup banyak, diantaranya belum adanya konsep dan kebijakan pembentukan wisata edukasi pandai besi, serta belum terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang mampu menjembatani untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membentuk wisata edukasi pandai besi dan membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) desa karya pandai besi. Bahan dan metode yang digunakan dalam kegiatan PKM, yaitu metode Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu sebuah metode yang mengajak masyarakat ikut terjun langsung pada kegiatan pembangunan maupun pengembangan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan diantaranya sosialisasi, pelatihan, pendampingan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian, yaitu terbentuknya wisata edukasi pandai besi, sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, diantaranya pembuatan merchandise sebagai ciri khas wisata. Selain itu, kegiatan PKM ini berhasil membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) desa karya pandai besi. Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa terbentuknya wisata edukasi pandai besi dan KUBE dapat dilakukan dengan adanya kerjasama antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah, sehingga potensi yang ada disetiap wilayah mampu berkembang sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan
Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Edukasi Masalah Gizi Balita di Desa Allakuang
Desa Allakuang menghadapi tantangan terkait masalah gizi dan stunting di kalangan balita. Peran Posyandu menjadi sangat penting dalam memantau dan meningkatkan status gizi anak di masyarakat. Posyandu memiliki peran krusial dalam melakukan deteksi dini masalah gizi serta memberikan edukasi dan intervensi yang diperlukan kepada masyarakat. Tim menemukan dua masalah utama setelah melakukan observasi yakni pertama minimnya pengetahuan kader posyandu tentang masalah gizi pada balita. Kedua, mitra tidak memiliki peralatan pengukuran gizi saat kunjungan rumah. Tujuan dari kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang masalah gizi balita dan meningkatkan keterampilan dalam penggunaan peralatan antropometri serta pengadaan peralatan antropometri portabel.Metode yang digunakan adalah Penyuluhan dan diskusi interaktif disertai proses tanya jawab. Selain itu mitra juga dikenalkan dengan alat ukur antropometri portable dan dibagikan set alat ukur tersebut untuk menunjang kegiatan kader dalam melakukan skrining gizi. Kegiatan ini diikuti oleh 10 kader. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan melalui pre-post test berupa kuesioner yang dibagikan diawal dan diakhir penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar 29%. Kesimpulannya, kegiatan edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader posyandu. Saran untuk kegiatan Pengabdian selanjutnya, Sebaiknya mengadakan sesi pelatihan lanjutan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam penggunaan alat antropometri portabel dan pengadaan modul edukasi giz
Urgensi Peningkatan Literasi Keuangan UMKM Menuju Keberlanjutan Usaha
Kelompok UMKM binaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede secara umum memiliki keterbatasan literasi keuangan. Pelaku UMKM dalam menjalankan bisnisnya, tidak melakukan pisah batas yang jelas antara urusan bisnis dan pribadi. Dengan demikian, pelaku UMKM akan mengalami kesulitan dalam menganalisis keuangan usahanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan literasi keuangan dengan berfokus pada urgensi laporan keuangan bagi UMKM, dan pengenalan aplikasi penyusunan laporan keuangan yang diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan pelaku UMKM. Metode kegiatan yang diterapkan adalah melakukan pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan usaha. Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Program Hibah BIMA skema Pengabdian kepada Masyarakat tahun pendanaan 2024. Antusiasme peserta sangat tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan literasi keuangan peserta sebelum dan sesudah pelatihan berlangsung