Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
AMANAT DALAM KUMPULAN CERITA RAKYAT NUSANTARA KARYA TIRA IKRANEGARA DAN IMPLIKASI PADA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA
Sebuah karya sastra biasanya akan menyisipkan sebuah pesan atau amanat yang ingin disampaikan kepada pembacanya. Amanat tersebut secara umum dibagi menjadi dua yaitu amanat tersirat dan tersurat dari karya yang dihasilkannya tersebut. Cerita rakyat dapat memberikan pemahaman tentang nilai-nilai dalam membentuk karakter siswa untuk itu dalam penelitian ini mendeskripsikan amanat dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Karya Tira Ikranegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis konten. Berdasarkan analisis data, ditemukan dua jenis amanat yakni amanat tersirat dan amanat tersurat. Buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Karya Tira Ikranegara memiliki 7 judul cerita rakyat, dari 7 judul tersebut ditemukan amanat tersirat dengan 16 kutipan dan amanat tersurat dengan 3 kutipan. Amanat yang ingin disampaikan dalam buku Kumpulan Carita Rakyat Nusantara Karya Tira Ikranegara diharapkan dapat berimplikasi pada pembentukan karakter siswa khususnya siswa kelas rendah, selain itu dengan menggunakan media buku cerita rakyat guru juga berpartisipasi menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan di Indonesia .Kata Kunci: Amanat, pembentukan karakter, cerita rakyat
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH PASAR KOTA MEDAN
Perusahaan Umum Daerah Pasar Kota Medan merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang membantu dan menunjang Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat terkhususnya dalam penyediaan sarana prasarana pasar, sehingga harus didukung dengan kemampuan pegawai yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada PUD Pasar Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif, teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini mengguankan teori kinerja pegawai oleh Robbins yang terdiri dari kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas dan kemandirian. Kemudian dibuat menjadi beberapa item pernyataan dan disebar kepada 191 responden. Nantinya semua data yang diperoleh akan diolah menggunakan aplikasi smartPLS dengan metode analisis Structural Equation Modelling (SEM). Berdasarkan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah positif dan signifikan yang ditunjukkan oleh tanda positif pada nilai koefisien 0,829 dan nilai p-value 0,0000,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai PUD Pasar Kota Medan melalui kepuasan kerja
PEMBERDAYAAN PELAKU EKONOMI KREATIF OLEH BIDANG EKONOMI KREATIF DINAS PARIWISATA KABUPATEN CIAMIS (STUDI KASUS PADA DESA PATAKAHARJA KECAMATAN RANCAH KABUPATEN CIAMIS)
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum optimalnya Pemberdayaan Pelaku Ekonomi Kreatif Oleh Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis (Studi Kasus Pada Desa Patakaharja Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis). Hal tersebut terlihat dari kurangnya komunikasi dalam hal sosialisasi antara pihak Dinas dan Desa, belum masifnya sinergitas antara pihak Dinas dan Desa, Kurangnya upaya pihak Dinas dalam memberikan evaluasi, serta memberikan aksesibilitas terhadap bantuan pendanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemberdayaan Pelaku Ekonomi Kreatif Oleh Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis di Desa Patakaharja. Métode penelitian yang digunakan yaitu métode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari data primer dengan 6 orang informan dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Pemberdayaan Pelaku Ekonomi Kreatif Oleh Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis yang diukur dengan 5 dimensi, belum dapat berjalan dengan optimal. Hal tersebut terjadi karena masih terdapat hambatan dalam proses pelaksanaannya seperti keterbatasan dalam memberikan pelatihan teknis dan juga pendampingan kepada pelaku usaha yang belum menyeluruh, keterbatasan dalam peningkatan akses pemasaran dan permodalan, belum adanya kebijakan mengenai penetapan stándar harga produk dan juga belum adanya peraturan mengenai kualitas produk usaha. Kata kunci: Pemberdayaan, Ekonomi Kreatif, Pelaku Usaha. ABSTRACT The background of this research is the not yet optimal Empowerment of Creative Economy Actors by the Creative Economy Sector of the Ciamis Regency Tourism Office (Case Study in Patakaharja Village, Rancah District, Ciamis Regency). This can be seen from the lack of communication in terms of outreach between the Office and the Village, the lack of synergy between the Office and the Village, the lack of effort by the Service in providing evaluations, and providing accessibility to funding assistance. This study aims to determine the Empowerment of Creative Economy Actors by the Creative Economy Sector of the Ciamis Regency Tourism Office in Patakaharja Village. The research method used is a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques in the form of library research and field studies consisting of observation, interviews, and documentation. Data sources consist of primary data with 6 informants and secondary data. Based on the research results, it is known that the Empowerment of Creative Economy Actors by the Creative Economy Sector of the Ciamis Regency Tourism Office as measured by 5 dimensions has not been able to run optimally. This happens because there are still obstacles in the implementation process such as limitations in providing technical training and also assistance to business actors that are not yet comprehensive, limitations in increasing access to marketing and capital, the absence of policies regarding standard setting of product prices and also the absence of regulations regarding product quality. business. Keywords: Empowerment, Creative Economy, Entrepreneurs
KEBIJAKAN MELAWAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA, MASA DEPAN GENERASI MUDA DAN MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI
Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan kejahatan luar biasa. Pendidikan tinggi memberi kontribusi penting sebagai langkah preventif untuk menyelamatkan mahasiswa sebagai generasi muda yang sangat potensial menjadi korban. Perguruan Tinggi dengan sumber daya yang dimilikinya harus aktif menghadapi masalah ini. Terbitnya Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor 84/E/KPT/2020 serta beberapa regulasi lainnya merupakan kebijakan publik untuk menghadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil, konteks, dan substansi kebijakan pemerintah mengenai mata kuliah Kewarganegaraan dan kejahatan narkoba dari perspektif kebijakan publik. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa regulasi pemerintah yang merupakan kebijakan untuk melawan kejahatan narkoba. Pengintegrasian tema narkoba ke dalam mata kuliah Kewarganegaran sangat strategis agar mahasiswa terhindar dari kejahatan narkoba. Pejabat pemerintah antara lain BNN di pusat dan daerah, pejabat Kemendikburistek, pimpinan perguruan tinggi, dosen pengampu mata kuliah Kewarganegaraan, tokoh dan penggiat pendidikan, serta para pemangku kepentingan pendidikan lainnya merupakan aktor kebijakan. Ancaman kejahatan narkoba terhadap masa depan mahasiswa merupakan isu kebijakan. Kemendikbudristek, BNN, perguruan tinggi dan lembaga di luar pemerintah merupakan institusi kebijakan. Harapan masyarakat untuk terbebasnya generasi muda dari kejahatan narkoba merupakan lingkungan kebijakan. Terdapat beberapa substansi kebijakan pada regulasi pemerintah yang perlu disempurnakan. Kata kunci : kebijakan, narkoba, generasi muda, kewarganegaraan, perguruan tinggi
ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA PEMERINTAHAN GUNA PENGEMBANGAN POTENSI DESA CIBIRU WETAN
Sumber Daya Manusia (SDM) bersifat proaktif dan penting bagi operasional organisasi mana pun, baik itu korporasi atau lembaga. Mereka merupakan aset yang tak ternilai harganya dan sangat penting bagi operasional organisasi. Pengembangan sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam persaingan global yang ada, yang mengakibatkan meningkatnya tingkat persaingan di tengah suasana yang tidak dapat diprediksi. Sumber Daya Manusia merupakan bagian integral dalam proses pembangunan desa. Peran dalam tugas pokok dan fungsi pemerintahan juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan potensi yang ada. Peran tersebut dekat dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi koordinasi kegiatan, pemberian dukungan kompetensi, dan penerapan konsep penempatan Sumber Daya Personalia. Sumber daya manusia (SDM) harus memiliki beberapa kompetensi penting untuk memenuhi tanggung jawabnya. Kompetensi adalah konsep yang terkait dengan bakat, pemahaman, kebijaksanaan, dan disposisi yang berfungsi sebagai prinsip yang harus dipatuhi oleh karyawan organisasi terkemuka ketika menjalankan tugas pekerjaan, tanggung jawab, atau sejenisnya.
PERAN DINAS KEPEMUDAAN OLAHRAGA DAN PARIWISATA (DISPORA) DALAM PENYELENGGARAAN PORPROV JATIM VIII 2023 DI KABUPATEN SIDOARJO
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) merupakan satuan kerja perangkat daerah yang diberi amanat dan tugas serta tanggung jawab dalam menangani pembangunan di bidang kepemudaan dan keolahragaan. Salah satu contoh tugas Dispora adalah menangani dan membantu suksesnya penyelenggaraan Porprov Jatim VIII 2023 yang diadakan beberapa waktu lalu di Kabupaten Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan dan kendala yang dihadapi dalam kegiatan Porprov Jatim VIII 2023 di Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan ialah menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Kantor Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Sidoarjo. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder melalui wawancara, survei dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dari model interaktif Miles dan Huberman yang menyangkut pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menggunakan Teori Peran dari Pitana dan Gayatri (2005) yang meliputi Motivator, Fasilitator dan Dinamisator
PELAYANAN PENDAFTARAN HAJI OLEH KEMENTRIAN AGAMA KABUPATEN CIAMIS
Penelitian ini dilatar belakangi dengan belum maksimalnya pelayanan pendaftaran haji oleh Kementrian Agama Kabupaten Ciamis. Dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat diperlukannya pelayanan yang optimal terutama dalam hal pelayanan pendaftaran haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan pendaftaran haji oleh Kementrian Agama Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pendaftaran haji oleh Kementrian Agama Kabupaten Ciamis belum sepenuhnya optimal yang dimana terdapatnya kendala khususnya dalam pendaftaran secara online melalui website SISKOHAT seperti server error, ketidaktahuan pendaftar dalam penggunaan SISKOHAT sehingga menyebabkan proses pendaftaran haji menjadi terhambat beberapa waktu dan masyarakat belum sepenuhnya mengerti terkait teknis penggunaan SISKOHAT karena belum mendapatkan sosialisasi terkait teknis penggunaan SISKOHAT dari Kementrian Agama Kabupaten Ciamis.Kata Kunci : Pendaftaran Haji, Kementrian Agama, SISKOHA
Literasi Digital UMKM Agribisnis dalam Adopsi Strategi Pemasaran Digital di Kecamatan LimbotoKabupaten Gorontalo
This research is aimed at analyzing:“How the influence of digital literacy on the tendency of entrepreneurs to secure limboto in adopting digital marketing”. The research was carried out for four months from the start of preparation to the preparation. The type of research used is the type of explanatory with a quantitative approach. The data collection technique is done using a questionnaire (angket). Research instrument testing using instrument testing, and classical assumption testing. The data analysis technique used is a double linear regression analysis analyzed using spss 21. The results of this survey showed below: Technological readiness variables have a significant influence on entrepreneurs' tendencies to adopt digital marketing and digital literacy variables negatively affect entrepreneur's tendencies in dealing with digital marketing
Pemetaan Areal Pertanian Hortikultura di Kabupaten Sumedang dalam Rangka Peningkatan Keberdayaan Petani
One area with high potential for horticultural commodity production is Sumedang Regency. However, in this district there is a decline in Horticultural commodity production. This is allegedly due to a decline in farmer performance in carrying out farming activities and a lack of farmer empowerment. In order to empower farmers, it is important to know information regarding the distribution of agricultural land and plants cultivated in Sumedang Regency. The aim of this research is to map the distribution of horticultural agricultural areas using cluster analysis as an effective analytical tool to see the distribution of horticultural agricultural areas based on data as an effort to increase the empowerment of farmers in Sumedang Regency. This research uses a quantitative design with descriptive statistical methods and secondary data, which is analyzed using cluster analysis with the help of the IBM SPSS 25 statistical application. Based on the results of the cluster analysis obtained by 5 clusters of horticultural agricultural areas in Sumedang Regency, the five clusters are frozen in the mapping of horticultural commodity clusters based on the harvested area in each sub-district in Sumedang Regency. This mapping provides several benefits in increasing empowerment, namely community empowerment, cooperation in the supply chain, improving agricultural risk management, exchanging innovations and transferring knowledge, increasing market access and increasing efficiency
Analisis Karakteristik Ekonomi Desa di Wilayah Daratan Provinsi Riau Menurut Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2022
Village development according to the village development index (IDM) in 2022 in Riau province experienced changes in developed and independent villages which increased while very underdeveloped and underdeveloped villages decreased. However, Riau province's IDM ranking is still in developing status with a value of 0.7012. The IKS value is 0.7861, the IKE value is 0.5979 and the IKL value is 0.7195. Of the three composite indices, the economic resilience index (IKE) has the lowest value compared to the social resilience index (IKS) and environmental resilience index (IKL). This study aims to identify and analyze the economic characteristics of villages based on the level of village development status according to IDM in 2022 in the mainland area of Riau province. This research uses quantitative descriptive method with kruskal-wallis analysis. The results showed that there were significant differences in village economic characteristics at all levels of village development status according to the Village Development Index (IDM) in 2022, seen from the Asymp. Sig. or p value is 0.000 which is <0.05. Village superior products in developing villages are more diverse compared to other village statuses, with an average of rice and palm oil commodities. Micro and small industries in independent villages are more numerous compared to other village statuses, with an average of 70 industries consisting of household industries, tourism, fisheries, agriculture, livestock and other industries. The availability of shops in independent villages is more than in other village statuses, with an average of 111 shops. Market access in independent villages is more feasible and conducive than in other village statuses, with an average market with permanent buildings. Access to financial/banking institutions in independent villages is more diverse compared to other village statuses, with an average of BUMDes and government banks. The status of BUMDes in independent villages is, on average, active compared to other village statuses. The turnover of BUMDes in independent villages is larger compared to other village statuses, with an average of IDR 478,011,655. BUMDes business sectors in independent villages are more numerous compared to other village statuses, with an average of 6 sectors consisting of services, savings and loans, agriculture, BRIlink, groceries and business groups. Village own-source revenues in independent villages are higher compared to other village statuses, with an average of IDR 108,456,305. Village funds in developed villages are more than other village statuses, with an average of 3,643,684,268 rupiah