Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
    8739 research outputs found

    NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI NYAPU KABUYUTAN SITUS GUNUNG PAYUNG DESA SIRNAJAYA KECAMATAN KARANG JAYA KABUPATEN TASIKMALAYA

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji hubungan antara praktik tradisi dan pelestarian lingkungan, dengan fokus pada tradisi upacara Nyapu Kabuyutan di Gunung Payung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Tasikmalaya. Meskipun penelitian sebelumnya telah mengakui nilai-nilai dalam tradisi, masih terdapat kesenjangan dalam memahami kontribusi langsung tradisi terhadap pelestarian lingkungan. Tradisi adat mencerminkan pemahaman holistik tentang lingkungan yang mendorong praktik pelestarian berkelanjutan. Upacara Nyapu Kabuyutan bertujuan untuk membersihkan objek Lingga Payung melalui ritual yang dilakukan oleh masyarakat dan pemangku adat, serta menjaga kelestarian dan keseimbangan alam untuk generasi mendatang. Penelitian ini juga menyoroti komitmen masyarakat dalam mempertahankan prinsip, aturan, nilai, dan norma yang ada untuk menjaga kearifan lokal. Dengan mengadopsi konsep Hablum minal’alam, penelitian ini mengeksplorasi harmoni kosmos dan konservasi dalam tradisi Nyapu Kabuyutan dari perspektif etnoekologi dan moral ekologi. Fokus utama penelitian ini adalah nilai kearifan lokal dalam tradisi Nyapu Kabuyutan, dengan membatasi permasalahan pada sejarah perkembangan, prosesi pelaksanaan tradisi, dan kaitannya dengan pelestarian lingkungan

    PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Salah satu pendekatan yang mampu meningkatkan pembelajaran yaitu pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan RME menggunakan permainan tradisional engklek dengan siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan RME menggunakan permainan tradisional kelereng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental (eksperimen semu), dengan bentuk Posttest – Only Control Design. Teknik analisis data menggunakan uji t-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Plus Ma’arif Al Mushlihuun yang terdiri dari dua kelas dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel yang digunakan yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen pertama sebanyak 20 siswa dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen kedua sebanyak 20 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan pemahaman konsep matematis sebanyak tiga soal uraian pada materi segiempat (persegi dan persegi panjang). Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan RME menggunakan permainan tradisional engklek dengan siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan RME menggunakan permainan tradisional kelereng. Kata Kunci: Kemampuan Pemahaman Konsep, Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME), Permainan Tradisional Engklek, Permainan Tradisional Keleren

    INOVASI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL: MENYONGSONG TANTANGAN GLOBALISASI DAN PERUBAHAN SOSIAL

    Get PDF
    Inovasi dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi penting dalam menghadapi tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial. Artikel ini mengkaji berbagai bentuk inovasi dalam kurikulum PAI, seperti integrasi teknologi, pendekatan pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan karakter, serta pembelajaran multikultural dan diferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis, di mana data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, dan dokumen terkait. Data dianalisis untuk mengidentifikasi inovasi-inovasi yang relevan dan aplikatif dalam pengembangan kurikulum PAI. Dengan penerapan inovasi-inovasi ini, diharapkan PAI mampu menghasilkan lulusan yang religius, kritis, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Artikel ini menekankan pentingnya kurikulum yang dinamis dan relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN E-MODULE PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KARAKTER KONSERVASI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan e-modul terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa pada materi fungsi kuadrat di Madrasah Aliyah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Pra-Eksperimental. Dalam penelitian ini digunakan desain One Group Pretest-Posttest. Pada penelitian ini perlakuan yang diberikan adalah penggunaan e-modul pada materi fungsi kuadrat. Penelitian ini dilakukan di MA Negeri 1 Kota Banjar. Subjek penelitian Siswa kelas X.1 yang berjumlah 17 siswa. Sebelum perlakuan siswa diberikan pretest dan setelah perlakuan siswa diberikan posttest yang berjumlah 3 soal uraian. Penelitian ini dijelaskan menggunakan rumus Uji-T dan N-Gain. Uji-T digunakan untuk menghitung apakah peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa signifikan atau tidak, sedangkan N-Gain digunakan untuk menghitung besar peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa. Peningkatan kemampuan berdasarkan analisis N-gain diketahui bahwa kemampuan koneksi matematis berkategorikan tinggi, sehingga menunjukkan nilai pretest dan posttest terdapat perbedaan. Berdasarkan hasil uji T-Test (Paired Sample T-test) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, hasilnya dapat dilihat dari peningkatan kemampuan posttest

    Analisis Visual dan Makna Filosofis Seni Helaran Buta Kararas Tilas dalam Tradisi Budaya Panjalu, Kabupaten Ciamis

    Get PDF
    Seni helaran Buta Kararas Tilas merupakan warisan budaya masyarakat Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, yang memadukan seni pertunjukan, ritual mistis, dan kepercayaan spiritual. Figur sentral dalam seni helaran ini adalah Buta Kararas (Raksasa Daun Pisang), makhluk mitologis yang diwujudkan melalui representasi visual menyeramkan, busana khas daun pisang kering, dan simbolisme mendalam. Penelitian ini bertujuan mengkaji aspek estetika visual dan makna filosofis Buta Kararas. Data diperoleh melalui studi literatur dan publikasi narasi budaya lokal, serta dokumentasi foto dan video dari beberapa media sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa detail rupa Buta Kararas bukan sekedar ornamen artistik, melainkan sarat simbolisme yang terkait kekuatan, kewaspadaan, perlindungan, serta keterhubungan manusia dengan alam dan dunia spiritual. Metode kajian analisis visual dan makna simbolik menggunakan pendekatan Semiotika dari Roland Barthes dan Umberto Eco. Kajian menemukan adanya tiga jenis desain figur Buta Kararas yang menimbulkan perbedaan interpretasi. Hal ini menunjukkan adanya dinamika dalam pewarisan tradisi dan kreativitas komunitas lokal. Penelitian ini menegaskan relevansi seni helaran Buta Kararas Tilas dalam menjaga identitas budaya Panjalu sekaligus memperkuat nilai kearifan lokal Sunda di tengah arus globalisasi

    PENGEMBANGAN SITUS SEJARAH JAMBANSARI CIAMIS SEBAGAI SUMBER KEARIFAN LOKAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan tantangan pengelolaan Situs Jambansari sebagai sumber kearifan lokal yang berperan dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Kabupaten Ciamis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pengelola situs, serta aparat pemerintah daerah, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Situs Jambansari tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah fisik, tetapi juga sebagai warisan budaya yang sarat dengan nilai moral, religius, dan sosial. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai tradisi, ritual, dan praktik sosial seperti upacara adat yang menekankan kebersamaan, gotong royong, penghormatan kepada leluhur, serta harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan adanya sejumlah kendala, antara lain keterbatasan fasilitas dan infrastruktur, rendahnya partisipasi generasi muda, serta kurang optimalnya program revitalisasi akibat keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia. Dengan demikian, diperlukan strategi pengelolaan yang lebih terarah, melibatkan partisipasi lintas generasi, serta sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan akademisi untuk mewujudkan pelestarian sekaligus pemanfaatan situs secara berkelanjutan

    Rice Supply Chain Analysis: Challenges and Opportunities in Increasing Rice Competitiveness in Baturaja Bungin Village, East OKU Regency

    Get PDF
    The rice supply chain in Baturaja Bungin Village, OKU Timur Regency, demonstrated a long and inefficient distribution pattern, resulting in low profit margins for farmers. The large number of intermediaries in the distribution chain caused price disparities and weakened the farmers' bargaining position. This study aimed to analyze the structure of the rice supply chain and evaluate the challenges and opportunities to improve the competitiveness of rice through a SWOT analysis approach. The results indicated that the direct distribution channel from farmers to consumers was the most efficient, although geographically limited. The total IFAS and EFAS scores of 3.84 and 3.55 respectively confirmed the strategic position of the rice farming sector in this village to develop through vertical integration strategies and digitalization of distribution systems. The novelty of this study lay in the integration of SWOT analysis with a supply chain restructuring approach based on local institutions and digital technology. The findings of this research were expected to serve as a reference for local governments and agricultural stakeholders in designing sustainable distribution efficiency and competitiveness improvement policies. Keywords: efficiency, distribution, rice supply chain, SWO

    Karakteristik Pengikut Aktif Instagram Coffee Garung Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, Domisili, dan Status Pekerjaan

    Get PDF
    Media sosial Instagram sebagai media untuk kegiatan pemasaran memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dalam melakukan aktivitas pemasaran secara online. Coffee Garung merupakan salah satu pelaku usaha kopi lokal yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pemasarannya melalui media sosial Instagram. Melalui media sosial Instagram, Coffee Garung membagikan informasi mengenai kopi yang dikemas dalam bentuk konten foto dan video. Pengetahuan akan karakteristik pengikut akun media sosial Instagram sangat penting dalam menyusun perencanaan konten pemasaran yang sesuai agar tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik pengikut aktif Instagram Coffee Garung. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survey dan deksriptif analisis. 100 sampel ditarik secara purposive dengan kriteria pengikut Coffee Garung yang aktif berinteraksi pada konten yang diunggah. Data primer diperoleh dari para responden menggunakan kuesioner dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari berbagai studi literatur dan penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data dilakukan penyebaran kuesioner kepada responden secara daring. Data dianalisis menggunakan tabulasi distribusi frekuensi, variabel yang diukur adalah: jenis kelamin, usia, domisili, dan status pekerjaan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengikut aktif akun Instagram Coffee Garung memiliki perbandingan yang cukup rata antara pengikut laki-laki (52%) dan perempuan (48%), mayoritas berusia 21-30 tahun, berdomisili di wilayah Bandung Raya yaitu dominasi Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, dan status pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa

    PENGARUH PENGAWASAN OLEH CAMAT DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG

    Get PDF
     Riset ini bertujuan mengidentifikasi serta menelaah dampak supervisi Kepala Kecamatan dan kedisiplinan kerja pada performa aparatur sipil negara yang bertugas di Kantor Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Pendekatan yang diterapkan yaitu deskriptif menggunakan metode kuantitatif melibatkan 46 partisipan (terdiri dari 30 staf pelaksana dan 16 elemen struktural). Temuan riset memperlihatkan supervisi Kepala Kecamatan belum optimal ditunjukkan skor rerata 3,28 sementara kedisiplinan kerja aparatur berlangsung kurang optimal dengan skor rerata 3,13, namun performa aparatur telah menunjukkan kategori cukup optimal dengan skor rerata 3,55. Dampak supervisi Kepala Kecamatan dan kedisiplinan kerja pada performa aparatur mencapai 46,4%, dimana kedisiplinan kerja memberi dampak signifikan mencapai 35,88% serta supervisi Kepala Kecamatan mencapai 0,90%, sedangkan selebihnya 53,6% dipengaruhi variabel lainnya yang belum dieksplorasi pada riset ini.Kata Kunci : Disiplin Kerja, Kinerja Pegawai, Pengawasan Camat

    PERAN FORUM KOORDINASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (FKPDAS) JABAR WILAYAH CIAMIS DALAM MENDORONG PENGELOLAAN MIKRO DAS BERBASIS DESA DI KABUPATEN CIAMIS

    Get PDF
    Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) masih menghadapi tantangan serius akibat pendekatan sektoral, lemahnya koordinasi kelembagaan, dan minimnya pelibatan masyarakat di tingkat tapak. Mikro DAS yang berada di wilayah perdesaan memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran FKPDAS Jawa Barat Wilayah Ciamis dalam mendorong tata kelola mikro DAS berbasis desa serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan keterbatasan pendekatan yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Desa Golat, Sukajaya, dan Sukamaju. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan analisis dokumen kebijakan, yang dianalisis menggunakan analisis tematik dengan validasi melalui triangulasi sumber, metode, dan teoritik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FKPDAS berperan strategis sebagai bridging institution yang memfasilitasi kolaborasi lintas aktor dan mengintegrasikan isu konservasi DAS ke dalam perencanaan pembangunan desa. Namun demikian, implementasi pengelolaan mikro DAS berbasis desa masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kapasitas teknis aparatur desa, lemahnya daya ikat kelembagaan FKPDAS, serta belum sinkronnya perencanaan antara wilayah ekologis DAS dan batas administratif desa. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan kolaboratif dan integrasi kebijakan lintas sektor untuk mewujudkan tata kelola mikro DAS berbasis desa yang berkelanjutan.Kata Kunci : FKPDAS, Mikro DAS Berbasis Desa, Tata Kelola Lingkungan, Kolaborasi Lintas Actor, Pengelolaan Sumber Daya Alam

    7,981

    full texts

    8,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Galuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇