Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
    8739 research outputs found

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYUSUNAN ANJAB DAN ABK OLEH BIRO ORTALA DALAM MENDORONG EFEKTIVITAS PENATAAN KELAS JABATAN PELAKSANA DI KEMENTERIAN AGAMA RI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penyusunan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendukung penataan kelas jabatan pelaksana. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penataan struktur organisasi yang efisien, objektif, dan selaras dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi langsung terhadap proses penyusunan Anjab dan ABK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan dipengaruhi secara signifikan oleh kejelasan komunikasi kebijakan, efektivitas koordinasi antarunit kerja, ketersediaan data jabatan yang valid, serta kapasitas sumber daya manusia pelaksana di lingkungan biro. Implementasi Anjab dan ABK terbukti berperan dalam menghasilkan penataan kelas jabatan yang lebih rasional dan fungsional, yang berdampak pada peningkatan efektivitas kelembagaan dan motivasi kerja pegawai pelaksana. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi penguatan manajemen sumber daya manusia sektor publik serta mendukung agenda reformasi birokrasi nasional yang berkelanjutan.Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Anjab, ABK, Jabatan Pelaksana. ABSTRACT This study aims to analyze the Job Analysis (Anjab) and Workload Analysis (ABK) policies of the Bureau of Organization and Administration of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia in supporting the arrangement of the class of implementing officials. This research is motivated by the need for an efficient, objective organizational structure that is in line with the principles of good governance. The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, documentation studies, and direct observation of the Anjab and ABK preparation process. The results show that policy implementation is significantly influenced by the clarity of policy communication, the effectiveness of coordination between work units, the availability of valid job data, and the capacity of implementing human resources within the bureau. The implementation of Anjab and ABK has been proven to play a role in producing a more rational and functional class position arrangement, which has an impact on increasing institutional effectiveness and work motivation of implementing employees. This research provides an empirical contribution to strengthening public sector human resource management and supporting the agenda of sustainable national bureaucratic reform.Keywords : Policy Implementation, Job Description, ABK, Implementing Position

    KOORDINASI ANTAR INSTANSI DALAM MEMBERIKAN LAYANAN KAWASAN TERTIP LALU LINTAS DI KOTA MEDAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk dapat mendeskripsikan dan mengetahui koordinasi antar instansi dalam memberikan layanan kawasan tertip lalu lintas di Kota Medan yang mengarah kepada Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kota Medan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan. Permasalahan terkait dengan becak bermotor, adanya pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan tertip lalu lintas serta masyrakat yang tidak mengetahui tentang kawasan tertip lalu lintas di kota medan sehingga mengakibatkan masih banyaknya terjadi pelanggaran lalu lintas. Metode yang di gunakan pada penelitian ini deskriptif dan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan cara wawancara, observasi, data skunder dan studi pustaka yang berkaitan dengan kawasan tertip lalu lintas dan penertiban lalu lintas di Kota Medan. Data yang di peroleh oleh peneliti kemudian di analisis secara kualitatif dengan cara meninjau semua data yang dikumpulkan serta di dukung oleh hasil wawancara dengan melihat indikator koordinasi seperti kesatuan tindakan, komunikasi, pembagian kerja dan disiplin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak adanya Surat Keputusan (SK) terkait Kawasan Tertip Lalu Lintas (KTL), tidak adanya sosialisasi yang di lakukan terkait kawasan tertip lalu lintas  kepada masyarakat, masih kurangnya kesadaran diri akan tugas dan tanggung jawab setiap instansi serta komunikasi antar instansi masih sering mengalami keterlambatan informasi sehingga sangat perlu untuk memperkuat koordinasi antar instansi terkait.Kata Kunci : Koordinasi, Kawasan Tertip Lalu Lintas, Antar Stakeholder

    Analisis Desain Edukasi di Museum De Javasche Bank Surabaya

    Get PDF
    Desain edukasi museum berperan penting dalam memaksimalkan fungsi museum sebagai sarana pembelajaran sekaligus pelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi desain edukasi Museum De Javasche Bank Surabaya secara komprehensif melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode induktif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada ruang koleksi, yaitu Ruang Koleksi Uang, Ruang Koleksi Hasil Konservasi, Ruang Pusaka Budaya, dan Ruang Kasir Tempoe Doeloe. Proses dokumentasi dilakukan menggunakan lembar observasi, catatan lapangan, dan foto, kemudian dianalisis berdasarkan rujukan literatur berupa buku, artikel, jurnal, serta buku pedoman pengelolaan museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain edukasi yang diterapkan telah memenuhi konsep edukasi imersif, interaktif, partisipatif, dan kolaboratif dengan dukungan elemen eksebisi, teknologi, media, aktivitas, dan ruang. Temuan penelitian memberikan implikasi teoretis maupun praktis untuk pengembangan pengelolaan Museum De Javasche Bank serta menjadi landasan bagi penelitian lanjutan terkait strategi kuratorial dan pengalaman belajar pengunjung

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MERAUKE

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Merauke, dengan fokus pada efektivitas penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta rekomendasi penguatan kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan pemerintah daerah, masyarakat adat, dan pihak swasta, observasi lapangan, serta analisis dokumen kebijakan dan data spasial lahan pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi LP2B berjalan tidak merata; beberapa wilayah mematuhi zonasi lahan, sementara wilayah lain mengalami alih fungsi akibat tekanan pembangunan, investasi agribisnis, dan keterbatasan pengawasan. Faktor pendukung implementasi mencakup regulasi yang jelas, dukungan masyarakat lokal, dan ketersediaan data spasial, sedangkan faktor penghambat meliputi minimnya koordinasi lintas sektor, konflik kepentingan, dan keterbatasan kapasitas aparatur pemerintah. Kesenjangan signifikan antara perencanaan kebijakan dan praktik di lapangan menekankan perlunya mekanisme pengawasan berbasis data real-time, integrasi perspektif sosial-budaya masyarakat adat, dan penguatan sinergi multi-stakeholder. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model implementasi LP2B yang adaptif dan kontekstual untuk menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan keberlanjutan pangan, serta mendukung ketahanan pangan jangka panjang di Merauke.Kata Kunci : Lahan Berkelanjutan, Kebijakan Publik, Ketahanan Pangan, Koordinasi Stakeholder, Alih Laha

    PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BUTON

    Get PDF
    Pelayanan publik merupakan salah satu agenda prioritas dalam reformasi yang diarahkan pada peningkatan mutu dan kualitas. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam Teknik pengumpulan data terdisi dari 3 aspek yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menganalisi data dalam penelitian ini dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Penelitian ini mengunakan teori Zeitmal,Berry tentang kualitas pelyanan publik yang terbagi dalam 5 dimensi yaitu  Tangible, reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tangibles (berwujud) belum optimal di tunjukan dengan fasilitas pelayanan masih kurang memadai ruang sempit dan digunakan bersama. Kemudian untuk alat perekaman biometrik sudah modern, tetapi masih sering terkendala teknis software. pada dimensi reliability (keandalan) masih belum sepenuhnya optimal di tunjukan dokumen seperti kartu keluarga dan akta kelahiran dalam penerbitan masih mengalami kendala jaringan internet. Dimensi responsiveness (ketanggapan) sudah baik, ditunjukkan dari petugas tanggap terhadap keluhan dan gangguan teknis. Dimensi assurance (jaminan) ditunjukkan dari masih adanya keluhan masyarakat terkait keterlambatan masih terjadi, terutama dari pegawai luar daerah.. sementara itu, dimensi empathy (empati) sudah baik, ditunjukkan dari sikap pelayanan yang ramah, jelas, dan tanpa diskriminasi. Petugas peka terhadap kebutuhan khusus seperti lansia, disabilitas, dan warga terpencil.Kata Kunci : Kualitas, Pelayanan, Administrasi Kependudukan

    PENGARUH PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAHAN KABUPATEN GARUT

    Get PDF
    Permasalahan yang terjadi di tiap-tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Garut yaitu mengenai pelaporan keuangan, dimana masih terdapat laporan aset yang tidak memberikan infornasi yang relevan dan juga andal. Apabila aset tidak dilakukan pencatatan secara lengkap maka akan sulit untuk diidentifikasi, karena laporan keuangan akan dijadikan rujukan dalam proses pengambilan keputusan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengelolaan barang milik daerah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintahan Kabupaten Garut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan data primer yaitu sumber utama dari penyebaran kuesioner dan wawancara. Populasi penelitian mencakup 75 Satuan Kerja Perangkat Daerah yang tersebar di Kabupaten Garut. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan Sampel Jenuh yaitu sebesar 75 SKPD. Hasil hipotesis menunjukkan bahwa pengelolaan barang milik daerah (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan (Y), dengan kontribusi sebesar 81% sementara 19% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: Pengelolaan Barang Milik Daerah; Kualitas Laporan Keuangan; Satuan Kerja Perangkat Daerah

    STRATEGI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PERIZINAN DI KABUPATEN CIAMIS

    Get PDF
    Rendahnya kualitas pelayanan perizinan masih menjadi permasalahan utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik di daerah, termasuk di Kabupaten Ciamis. Pelayanan perizinan yang berbelit, kurang transparan, serta belum optimalnya pemanfaatan sistem pelayanan terpadu menunjukkan perlunya strategi peningkatan kualitas pelayanan yang terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aparatur DPMPTSP, observasi langsung terhadap proses pelayanan perizinan, serta dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus analisis strategi mengacu pada lima dimensi strategi pengembangan organisasi menurut Osborne dan Plastrik, yaitu pengembangan struktur, sistem dan prosedur, infrastruktur, budaya organisasi, serta kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPMPTSP Kabupaten Ciamis telah menerapkan berbagai strategi peningkatan kualitas pelayanan perizinan, seperti penyederhanaan prosedur, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kompetensi aparatur. Namun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan infrastruktur pelayanan, belum optimalnya integrasi sistem, serta perlunya penguatan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan publik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi secara terpadu dan berkelanjutan agar kualitas pelayanan perizinan dapat memenuhi harapan masyarakat dan prinsip pelayanan publik yang prima.Kata Kunci : Strategi Pelayanan, DPMPTSP, Kualitas Pelayanan, Pelayanan Perizina

    FACTORS INFLUENCING THE DEMAND FOR AGLAONEMA ORNAMENTAL PLANTS IN PEKALONGAN DISTRICT, EAST LAMPUNG REGENCY

    Get PDF
    Aglaonema plants are known for the beauty of their leaf colors and shapes, and have a growing market both offline and online. This study aims to analyze the factors that influence the demand for aglaonema ornamental plants in Pekalongan District, East Lampung Regency, and to calculate the average income of the plant sellers. This study uses a survey method with a quantitative approach and multiple linear regression analysis techniques. The number of respondents was 45 consumers who were selected incidentally. The results of the study showed that the variables of aglaonema price, the price of other ornamental plants, consumer income, and taste had a significant effect on the demand for aglaonema. The results of the analysis also showed that the average income of aglaonema ornamental plant sellers was IDR 30,057,690 per month.Keywords: aglaonema, price, income, demand, preferenc

    IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN DALAM USAHA PERTANIAN HIDROPONIK (STUDI KASUS STRAWHAT INTEGRATED GREEN FARMING BANDUNG)

    Get PDF
    ABSTRAKPertanian hidroponik menjadi alternatif strategis dalam menjawab tantangan keterbatasan lahan, perubahan iklim, dan urbanisasi yang dihadapi sektor pertanian konvensional di wilayah perkotaan. StrawHat Integrated Green Farming Bandung merupakan pelaku usaha hidroponik yang mengusung konsep eduwisata dan pertanian terpadu berbasis farm to table. Meskipun menawarkan produk berkualitas dan pengalaman konsumen yang unik, usaha ini menghadapi stagnasi pasar serta tantangan dalam aspek pemasaran digital dan distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi pemasaran yang tepat bagi StrawHat melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis SWOT, Matriks IE, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa StrawHat memiliki kekuatan internal yang signifikan, terutama pada loyalitas komunitas, kualitas produk, dan integrasi eduwisata. Strategi prioritas berdasarkan nilai Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi adalah penguatan komunitas dan pengemasan konsep eduwisata yang terintegrasi dengan dukungan digital marketing. Sementara itu, strategi jangka menengah meliputi pelatihan pemasaran digital dan perekrutan tenaga muda, sedangkan strategi jangka panjang diarahkan pada pengembangan kemasan dan konten edukatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pertumbuhan dengan pendekatan bertahap dan berfokus pada penguatan internal serta pemanfaatan peluang eksternal merupakan langkah optimal untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan StrawHat Integrated Green Farming di pasar hidroponik perkotaan. ABSTRACTHydroponic farming has emerged as a strategic alternative to address the challenges of limited land, climate change, and urbanization faced by conventional agriculture in urban areas. StrawHat Integrated Green Farming Bandung is a hydroponic agribusiness that promotes an integrated "farm-to-table" model and edutourism-based agriculture. Despite offering high-quality products and a unique consumer experience, the business faces market stagnation and challenges in digital marketing and distribution. This study aims to identify and formulate appropriate marketing strategies for StrawHat using a qualitative descriptive approach with a case study method. The analysis techniques employed include SWOT analysis, the IE Matrix, and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results reveal that StrawHat possesses significant internal strengths, particularly in community loyalty, product quality, and edutourism integration. The top-priority strategy, based on the highest Total Attractiveness Score (TAS), is strengthening the customer community and enhancing the edutourism concept through digital marketing support. Medium-term strategies include digital marketing training and the recruitment of young personnel, while long-term strategies focus on packaging development and educational content. The study concludes that a growth strategy through a phased approach, emphasizing internal reinforcement and optimal use of external opportunities, is the most effective path to enhancing competitiveness and sustainability of StrawHat Integrated Green Farming in the urban hydroponic market

    Analisis Profitabilitas Usahatani Bayam Jepang Tersertifikasi Organik di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang

    Get PDF
    The purpose of this study was to analyze the profitability and factors affecting Japanese spinach farming in Getasan District, Semarang Regency. The research location was determined purposively. The research was conducted from September to November 2024 in Getasan District, Semarang Regency. The research method used was survey. Data collection techniques were conducted by interview using open and closed questionnaires. The sampling method used probability sampling with multistage random sampling technique. The number of respondents used was 52 Japanese spinach farmers who had joined farmer groups and were organically certified. The types of data used are primary and secondary. Data analysis methods used are production costs, revenue, income, profitability. Scoring analysis method was conducted for managerial ability variables and agribusiness partnerships. The test analysis used is one sample t-test and multiple linear regression. Based on the results of the study, it was found that the average income of farmers was Rp. 1,101,405. The profitability obtained is 109.82%. The one sample t-test results show that Japanese spinach farming is profitable for farmers. Regression test results show that all independent variables simultaneously affect profitability. Variables that partially affect profitability are the amount of production, selling price and profitability

    7,981

    full texts

    8,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Galuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇