Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
Pelatihan Da’i Cilik Sebagai Motivasi Dakwah Santri TPQ Taman Pesona Teluk di Purwokerto Selatan
Pelatihan da’i cilik ini merupakan kegitan yang memberikan pemahaman sejak dini kaitannya dengan dakwah. Dakwah untuk setiap muslim merupakan hal yang penting untuk diketahui, dipelajari dan dibina sejak dini. Hal ini sebagai pemilihan keterampilan anak yang memiliki kemapuan lebih dalam bidang dakwah. Hal tersebut dapat menjadikan kelanjutan perjuangan dalam bidang dakwah yang dimulai dari santri TPQ Taman Pesona Teluk. Pelatihan ini juga akan membantu santri dalam keterampilan berbicara di depan umum. Adapun keterampilan berbicara di depan umum dapat menjadi manfaat da’i cilik dalam lingkungan masyarakat. Pelatihan ini menggunaan metode observasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Palatihan ini dilakukan dan membuat santri antusias dalam berbicara di depan umum dan lebih percaya diri dalam melakukan dakwah
Pemberdayaan UMKM Pangan Melalui Peningkatan Customer Value di Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, UMKM pangan di Desa Cijambu menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing produk akibat rendahnya customer value. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil kegiatan pemberdayaan UMKM melalui peningkatan customer value. Metode yang digunakan yaitu melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Materi pelatihan yang diberikan diantaranya adalah strategi pemasaran digital, inovasi kemasan, serta peningkatan kualitas produk dan sertifikasi. Sementara itu, kegiatan pendampingan dilakukan untuk mendampingi peserta dalam mendaftarkan sertifikasi PIRT dan halal, serta pendampingan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya peningkatan customer value, kemasan yang menarik, pentingnya sertifikasi, serta pemasaran digital. Meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM pangan di Desa Cijambu. Keberlanjutan program memerlukan dukungan berbagai pihak guna memastikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan UMKM lokal
Inisiasi Usaha Agromaritim dengan Penggemukan Kepiting Bakau (Scylla Sp) dan Budidaya Tanaman Buah
Pemberdayaan kelompok pembudidaya ikan melalui penggemukkan kepiting bakau (Scylla sp.) dan budidaya pepaya California (Carica papaya L.) di Sub-DAS Selindung berpotensi dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya. Kegiatan ini bertujuan untuk menginisiasi usaha agromaritim melalui penggemukkan kepiting bakau dan budidaya tanaman buah pepaya California yang berkelanjutan. Kegiatan ini dimulai bulan Juni hingga November 2024, bertempat di Kelompok Pembudidaya Ikan Kulong Kelat Sukses (Pokdakan KKS) Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif termasuk sosialisasi dan diseminasi. Hasil menunjukkan bahwa degradasi ekosistem mangrove dapat menurunkan populasi kepiting bakau sehingga dibutuhkan upaya pengelolaan agar eksploitasinya menjadi terkendali. Inisiasi usaha agromaritim memberikan keuntungan yaitu adanya peluang pasar terhadap ukuran kepiting bakau yang belum layak jual untuk digemukkan oleh pokdakan. Teknologi probiotik Probio_FmUBB terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya kepiting bakau dan budidaya pepaya California. Beberapa tantangan pemberdayaan diantaranya perubahan iklim, fluktuasi pakan ikan rucah, ketersediaan bibit kepiting bakau, kualitas air, dan kualitas tanah. Kepiting bakau yang gemuk akan mengalami molting sehingga ukurannya menjadi lebih besar. Sub-DAS Selindung mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan ke arah penangkapan dan budidaya kepiting bakau. Pendampingan yang dilakukan UBB memberi contoh inisiasi dan inovasi penanaman bibit pepaya California di media tanah langsung dan di planterbag. Kondisi cuaca yang panas ekstrim sangat mempengaruhi pertumbuhan pohon pepaya sehingga membutuhkan pemeliharaan intensif untuk menghasilkan buah yang baik. Implementasi konsep agromaritim melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, dan diseminasi dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam pengelolaan sumberdaya secara berkelanjutan di Sub DAS Selindung
Pengembangan Model Pertanian Berkelanjutan untuk Cinnamomum sintoc Menggunakan Teknologi AI dan IoT di Pedesaan
Komponen kimia yang beragam dari daun dan kulit batang sintok (Cinnamomum sintoc) sangat bermanfaat untuk industri minyak atsiri. Minyak atsiri dalam tanaman ini mengandung senyawa utama seperti safrole, linalool, dan eugenol, dan sangat bermanfaat untuk industri farmasi, kosmetik, sabun, pengharum udara, dan makanan. Selanjutnya, dengan permintaan minyak atsiri global yang terus meningkat sebesar 10% per tahun menjadikan tanaman sintok sebagai penghasil minyak atsiri cukup potensial. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model pertanian berkelanjutan untuk sintok (Cinnamomum sintoc) menggunakan teknologi AI dan IoT untuk meningkatkan jumlah dan kualitas minyak atsiri yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat eksperimen dengan beberapa tahapan seperti tahap persiapan, perancangan modul, pemasangan modul dilapangan, dan pelatihan kepada petani. Hasil dari kegiatan ini adalah model pengembangan pertanian berkelanjutan telah dibuat yang berhasil digunakan oleh petani untuk menghasilkan minyak atsiri sintok (Cinnamomum sintoc). Kemudian Tingkat pemahaman petani cenderung meningkat setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini
Digitalisasi Pencatatan Transaksi Keuangan Bagi UMKM di Rumah BUMN Kota Cirebon
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Rumah BUMN Kota Cirebon bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang baik dan penerapan teknologi digital dalam mengelola keuangan usaha. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, seperti dagang, manufaktur dan jasa, yang menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan selama pandemi Covid-19. Melalui penyampaian materi dan demonstrasi penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi dan akurasi pencatatan keuangan di kalangan pelaku UMKM. Metode kegiatan dilakukan menggunakan ceramah interaktif untuk memberikan penjelasan tentang pentingnya pencatatan keuangan untuk keberlanjutan usaha dan mengenalkan aplikasi atau perangkat lunak pencatatan keuangan digital. Selama kegiatan, peserta diberikan pemahaman mengenai kontribusi UMKM dalam perekonomian Indonesia, tantangan digitalisasi, serta manfaat dan pentingnya penggunaan akuntansi digital. Sesi diskusi juga diadakan untuk memberikan kesempatan kepada peserta berbagi pengalaman dan solusi terkait kendala yang dihadapi dalam pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta, dengan mayoritas peserta menunjukkan minat yang tinggi terhadap penggunaan teknologi digital dalam pencatatan keuangan mereka. Meskipun terdapat tantangan dalam hal keterbatasan pengetahuan dan akses terhadap teknologi, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung transformasi digital UMKM. Sebagai tindak lanjut, disarankan agar kegiatan pelatihan selanjutnya melibatkan lebih banyak sesi praktik langsung menggunakan aplikasi akuntansi digital yang lebih interaktif, sehingga peserta dapat lebih mudah mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam usaha mereka
Pendampingan Pembuatan Desain Pembelajaran Berdiferensiasi pada Program Merdeka Belajar Bagi Guru MGMP Sejarah SMA Kabupaten Ogan Ilir
Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini berangkat dari analisis situasi yang mengidentifikasi mayoritas guru masih memiliki pemahaman yang rendah mengenai bagaimana merancang pembelajaran berdiferensiasi dalam rangka meujudkan merdeka belajar kurikulum merdeka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mendesain pembelajaran berdiferensiasi. Metode dan bentuk kegiatan pengabdian sesuai dengan tujuan kegiatan meliputi 3 langkah kegiatan, yaitu pertama; pelatihan terbimbing peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru tentang pembelajaran berdiferensiasi (konsep, prinsip, karakteristik pembelajaran), dan desain pembelajaran berdiferensiasi, kedua; simulasi pembuatan desain pembelajaran berdiferensiasi, ketiga; observasi dan evaluasi dan presentasi produk desain pembelajaran berdiferensiasi. Yang menjadi sasaran kegiatan pembinaan dan pelatihan ini adalah guru-guru Sejarah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah SMA Kabupaten Ogan Ilir. Target dari pelaksanaaan PPM ini adalah peserta pembinaan dan pelatihan mampu merancang pembelajaran berdiferensiasi sebagai upaya perbaikan dan peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Hasil kegiatan pembinaan dan pelatihan menyimpulkan guru peserta pelatihan dan pendampingan sudah mememilki pengetahuan yang baik tentang desain pembelajaran berdiferensiasi. Perbandingan hasil pre test dan post test menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai n gain sebesar 63 % (kategori cukup efektif). Hasil observasi terhadap produk desain pembelajaran yang dibuat, sebagian besar (94,11 persen) peserta pelatihan sudah mampu mengintegarasikan aspek aspek desain pembelajaran berdiferensiasi (konten, proses, produk dan lingkungan belajar) dalam desain pembelajaran yang dibuat. Peserta pelatihan juga mampu membuat instrumen untuk mengetahui profil peserta didik yang meliputi minat belajar, kemampuan belajar, kesiapan belajar, dan modalitas/gaya belajar sebagai hal penting dilakukan dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi
Pelatihan Manajemen Produksi dan Pemasaran Jeruk Lemon di Desa Sukamulya Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis
Kabupaten Ciamis merupakan salah satu daerah di Priangan Timur yang melakukan produksi jeruk lemon di Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2021 produksi jeruk lemon di Kabupaten Ciamis mencapai 980 kuintal, menjadi produsen jeruk lemon tertinggi ke-6 di Provinsi Jawa Barat. Kelompok Tani Karya Laksana VI merupakan kelompok tani yang bergerak pada bidang budidaya tanaman hortikultura salah satunya adalah petani jeruk lemon di Dusun Citengah, Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis.Kegiatan usahatani yang dijalankan oleh kelompok tani pada tanaman jeruk lemon mulai dilakukan sejak tahun 2020 pada luas lahan 6.000 m2 dengan jumlah pohon yaitu sebanyak 300 pohon dan sistem pertanaman yang digunakan adalah sistem pertanaman tradisional. Proses pemeliharaan yang dilakukan oleh petani dapat dikatakan belum sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga mempengaruhi hasil produk dari tanaman jeruk lemon yang dibudidayakan. Selain itu, menurut hasil wawancara, petani menyebutkan bahwa terdapat kesulitan dalam melakukan proses pemasaran hasil produk. Saat ini dalam pelaksanaan kegiatan budidaya yang dilakukan oleh petani masih mengandalkan sistem pertanaman tradisional tanpa memperhatikan kebutuhan nutrisi tanaman yang menyebabkan rendahnya kualitas produk yang dihasilkan oleh petani yang juga berdampak pada pendapatan petani. Program pengabdian ini menawarkan solusi permasalahan tersebut dengan melakukan pelatihan serta pendampingan manajemen produksi dan pemasaran jeruk lemon. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan, peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan kemampuan manajemen produksi sebesar 81,68 persen dan pada pelatihan manajemen pemasaran, pengetahuan peserta meningkat menjadi 79,31 persen
Peningkatan Literasi Keuangan dan Strategi Manajemen Keuangan Kewirausahaan Bagi UMKM Chrobao
Inisiatif pengabdian masyarakat ini menyediakan program pendampingan untuk UMKM bernama Chrobao, sebuah usaha kecil yang berbasis di Surabaya yang menjual produk kerajinan rajutan tangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan Chrobao dan mempersiapkan bisnis ini dengan kemampuan untuk menyiapkan laporan keuangan berbasis digital menggunakan aplikasi yang bernama “Money Manager”. Tujuan ini dicapai melalui dua pendekatan. Pertama, presentasi materi tentang literasi keuangan akan disampaikan, dengan harapan Chrobao akan lebih memahami cara mengelola dan mengoptimalkan keuangan. Kedua, pelatihan langsung akan dilakukan dalam pemanfaatan aplikasi “Money Manager”, yang memungkinkan Chrobao mencatat transaksi harian dengan mudah. Alat digital ini akan memungkinkan Chrobao untuk merampingkan proses manajemen keuangan. Pada akhirnya, melalui inisiatif ini, diharapkan Chrobao akan diberdayakan untuk mengoptimalkan operasi keuangan dan mendorong profitabilitas
ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN LABORATORIUM IPA DI SMP NEGERI 3 GUNUNGSITOLI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan sistem pengelolaan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Negeri 3 Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan laboratorium ilmiah. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa laboratorium di SMP Negeri 3 Gunungsitoli masih belum memenuhi standar manajemen laboratorium yang baik. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen laboratorium IPA SMP Negeri 3 Gunungsitoli memiliki beberapa alur antara lain perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pengembangan. Perencanaan mencakup penetapan tujuan laboratorium, pengalokasian sumber daya, serta penyusunan jadwal pemanfaatan laboratorium. Pada aspek organisasi, pengelolaan difokuskan pada sarana, peralatan, dan tenaga pendidik. Sementara itu, pelaksanaan melibatkan proses pembelajaran, pengamanan, dan perawatan peralatan. Pengawasan dilakukan melalui pemantauan aktivitas laboratorium, evaluasi kinerja tenaga pendidik, serta pengumpulan umpan balik dari pengguna laboratorium. Upaya perbaikan sistem dilakukan dengan mengidentifikasi kendala, mengevaluasi proses yang berjalan, dan merumuskan strategi peningkatan. Namun, penelitian ini juga mengungkapkan adanya sejumlah kendala dalam pengelolaan laboratorium IPA, seperti keterbatasan sumber daya dan kebutuhan pengembangan fasilitas laboratorium. Rekomendasi yang diajukan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pengelolaan laboratorium ilmiah. Hal ini mencakup upaya untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya serta meningkatkan fasilitas laboratorium guna mendukung kegiatan penelitian dan pembelajaran secara lebih maksimal
POLA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PRAKTIK KOMUNIKASI FORMAL DAN NON FORMAL DI KALANGAN PELAJAR ASING DI SEKOLAH DASAR INTERNASIONAL: KAJIAN FONOLOGI
This study aims to identify the patterns of Indonesian phonology use in formal and informal communication among foreign students at Al Wildan Islamic International School, Tangerang. The research employs a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that in formal communication, foreign students face difficulties in distinguishing between long and short vowels as well as the pronunciation of consonants, influenced by their mother tongue. In informal communication, they are more flexible and tend to adjust their accent and intonation based on their mother tongue habits, although phonological errors still occur. The international school environment and intensive social interactions play a significant role in shaping their phonological patterns. The implications of this study suggest that a deeper focus on phonology in teaching and the use of technology can help foreign students overcome pronunciation challenges in Indonesian.