Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran Sejarah: Kajian Teoritis, Filosofis, dan Strategi Aplikatif
This study examines three main focuses, namely the nature and importance of multicultural education, the relationship between history learning and multicultural education, and the applicative strategy of multicultural education through history learning. This study uses a qualitative descriptive-analytical method. The data collection technique uses literature studies by utilizing various sources such as journals, books, magazines, and credible and relevant articles. This study uses a structural functional sociology approach and history as a framework for thinking as well as an analytical tool. The results of the study show that multicultural education is education that forms and fosters an egalitarian, appreciative, and tolerant culture amidst many differences and diversity. By exploring various examples of multiculturalism and multiculturalism crises in the past, students can use it as reflection material to knit, cultivate, and maintain diversity, nationalism, national identity, and character formation. The applicative strategy of multicultural education in history learning is carried out through the selection of strategic materials, design of models, methods, and learning approaches that train students to maintain unity, respect each other, and appreciate each other amidst many differences. With this research, it is expected to be a consideration for history teachers in developing paradigms, content and multicultural learning designs. In addition, it also becomes a constructive reference material for educational policy makers at the educational unit level (school) and at the central level
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kesenian Beluk di Kampung Adat Kuta Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis
Beluk art is closely related to wawacan literature which is still preserved by the Kuta village community. This art is estimated to have existed when Nyi Dewi Sri or Nyi Pohaci told how to farm, because rice is a source of human life. However, lately, beluk art has been rarely played by the younger generation, they generally do not know this traditional music. This study aims to describe the values of local wisdom of Beluk art in the Kuta - Ciamis Traditional Village. The method used is a qualitative ethnographic method through the steps of observation, interviews and documentation. The results of the study indicate that Beluk art has a value that is deeply rooted in the traditions of the Kuta Village community, this is because the area is an area that is backed by an agricultural community. This art has existed since long ago which is used as a performance when cutting rice. In the 2000s, this art was rarely performed because there was no young generation who wanted to continue it. So the development of this art began to fade. In the past, this art only focused on cutting rice which was always carried out during the harvest season, but now this art is performed during certain events. The values contained in it include religious values, socio-cultural, historical, aesthetic, creative, national spirit, love of the homeland, togetherness, environmental preservation, education, cultural identity, and the value of simplicity
ANALISIS BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA TUTURAN M’BEI’I DALAM RITUAL KEMATIAN MASYARAKAT KUTAI ADAT LAWAS DESA KEDANG IPIL
ABSTRAKPenelitian ini mengkaji struktur, fungsi, dan makna tuturan mantra M’Bei’i dalam konteks Ritual M’Bei’i yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Kutai Adat Lawas di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Mantra dalam kepercayaan masyarakat setempat merupakan rangkaian ujaran yang diyakini memiliki kekuatan supranatural serta daya magis, yang berfungsi untuk mengusir roh-roh jahat yang diyakini dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara mendalam bentuk, fungsi, dan makna mantra M’Bei’i dalam praktik ritual masyarakat suku Kutai Adat Lawas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara terstruktur, pencatatan, penyimakan, serta dokumentasi. Sementara itu, analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, transkripsi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan mantra M’Bei’i memiliki empat karakteristik utama, yakni terdiri atas rangkaian kata dengan unsur rima atau persajakan, bersifat lisan dan magis, menggunakan bahasa khusus yang hanya dipahami oleh penutur dan pendengar tertentu (asoferik), serta mengandung kosakata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Dari aspek fungsional, mantra M’Bei’i berperan dalam menjaga keseimbangan kehidupan sosial masyarakat dengan berfungsi sebagai sarana perlindungan terhadap gangguan roh halus, alat pengendalian sosial, simbol toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, media untuk berdoa, serta sebagai upaya dalam melestarikan budaya lokal suku Kutai Adat Lawas. Kata Kunci: Tuturan Mantra M’bei’i, Bentuk, Fungsi, dan Makna Kutai adat lawasABSTRACTThis reseacrh examines the structure, function, and meaning of the M’Bei’i mantra within the context of the M’Bei’i Ritual, which is performed by the Kutai Adat Lawas community in Kedang Ipil Village, Kota Bangun District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province. In the local community’s belief system, a mantra is a series of utterances believed to possess supernatural power and mystical energy, serving as a means to repel malevolent spirits that are thought to disrupt human life. The primary objective of this research is to provide an in-depth analysis of the form, function, and meaning of the M’Bei’i mantra as practiced in the ritual traditions of the Kutai Adat Lawas community. This study employs a qualitative research method with a descriptive approach through field studies. Data collection techniques include observation, structured interviews, note-taking, listening, and documentation. Meanwhile, data analysis is conducted through several stages: data reduction, transcription, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the M’Bei’i mantra exhibits four key characteristics: it consists of a sequence of words with rhythmic or poetic elements, is orally transmitted and possesses magical properties, utilizes a specialized language understood only by certain speakers and listeners (asoferic), and incorporates vocabulary rarely used in everyday speech. Functionally, the M’Bei’i mantra plays a crucial role in maintaining social harmony by serving as a protective mechanism against spiritual disturbances, a tool for social control, a symbol of tolerance within the community, a medium for prayer, and a means of preserving the local cultural heritage of the Kutai Adat Lawas people. Keywords: M'bei'i Mantra Speech, Form, Function, and Meaning of Kutai Adat LawasABSTRAKPenelitian ini mengkaji struktur, fungsi, dan makna tuturan mantra M’Bei’i dalam konteks Ritual M’Bei’i yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Kutai Adat Lawas di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Mantra dalam kepercayaan masyarakat setempat merupakan rangkaian ujaran yang diyakini memiliki kekuatan supranatural serta daya magis, yang berfungsi untuk mengusir roh-roh jahat yang diyakini dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara mendalam bentuk, fungsi, dan makna mantra M’Bei’i dalam praktik ritual masyarakat suku Kutai Adat Lawas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara terstruktur, pencatatan, penyimakan, serta dokumentasi. Sementara itu, analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, transkripsi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan mantra M’Bei’i memiliki empat karakteristik utama, yakni terdiri atas rangkaian kata dengan unsur rima atau persajakan, bersifat lisan dan magis, menggunakan bahasa khusus yang hanya dipahami oleh penutur dan pendengar tertentu (asoferik), serta mengandung kosakata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Dari aspek fungsional, mantra M’Bei’i berperan dalam menjaga keseimbangan kehidupan sosial masyarakat dengan berfungsi sebagai sarana perlindungan terhadap gangguan roh halus, alat pengendalian sosial, simbol toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, media untuk berdoa, serta sebagai upaya dalam melestarikan budaya lokal suku Kutai Adat Lawas. Kata Kunci: Tuturan Mantra M’bei’i, Bentuk, Fungsi, dan Makna Kutai adat lawa
ANALISIS STRATEGI PERUSAHAAN UMUM DAERAH (PUD) PASAR KOTA MEDAN DALAM MEWUJUDKAN KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN DI PASAR TRADISIONAL SEI SIKAMBING
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan dalam mewujudkan kebersihan dan ketertiban di pasar tradisional Sei Sikambing. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan informasi bagi pemerintah daerah agar mampu mengelola pasar tradisional serta mengoptimalkan penerimaan retribusi pasar melalui kenyamanan dan keamanan di lingkungan pasar. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis kualitatif. Dengan informan penelitian: Kepala Cabang II PUD Pasar Kota Medan, Kepala Bagian Penertiban, Kebersihan, Perawatan Pasar, Kepala Urusan Umum Pasar, Kepala Pasar Sei Sikambing, Pedagang dan Pembeli. Sumber data yang digunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan dalam mewujudkan kebersihan dan ketertiban Pasar Sei Sikambing belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari indikator analisis SWOT yaitu Weakness atau kelemahan dan Threats atau hambatan. Indikator kelemahan dapat dilihat belum adanya lahan parkir yang tertata rapi dan luas, adanya beberapa sarana dan prasarana yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan, responsivitas masih kurang optimal karena segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh pedagang belum sepenuhnya dapat diatasi. Selain itu, Perusahaan Umum Daerah Pasar Kota Medan mendapat sejumlah hambatan dalam mewujudkan kebersihan dan ketertiban pasar yaitu pelaksanaan tugas masing-masing pemegang wewenang pengelola pasar masih belum maksimal dan kurangnya kesadaran pedagang dalam pengelolaan sampah daganga
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Sayuran Hidroponik (suatu kasus di Hiroponik Ijo Aja Desa Pagersari Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permintaan terhadap sayuran hidroponik cukup besar namun belum dapat dimanfaatkan karena belum memiliki strategi pemasaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendapatan terhadap permintaan sayuran hidroponik Ijo Aja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan survey. Pemilik dan konsumen hidroponik Ijo Aja merupakan responden penelitian. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis koefisien korelasi sederhana, Koefiesien Korelasi Berganda, Koefisien Determinasi, Uji t dan uji f. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Promosi berdampak positif dan signifikan sebesar 36,83% terhadap permintaan konsumen, sedangkan faktor lain yang tidak diteliti sebesar 63,17%. Jadi, promosi meningkatkan permintaan konsumen untuk sayuran hidroponik Ijo Aja. 2) Faktor lain yang tidak diteliti, harga, berdampak positif sebesar 42,79% terhadap permintaan konsumen. Oleh karena itu, harga berdampak positif pada permintaan konsumen untuk sayuran hidroponik Ijo Aja. 3) Faktor lain yang tidak diteliti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Permintaan Konsumen (Y) sebesar 54,30%. Oleh karena itu, tingkat pendidikan berdampak positif dan signifikan terhadap permintaan konsumen (Y) untuk sayuran hidroponik Ijo Aja. 4) Faktor lain yang tidak diteliti, tingkat pendapatan, berdampak positif dan signifikan sebesar 60% terhadap permintaan konsumen. Oleh karena itu, tingkat pendapatan berdampak positif dan signifikan terhadap permintaan pelanggan. 5) Harga, pendidikan, pendapatan, dan promosi secara bersamaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan konsumen sebesar 75,70 persen.Faktor lain yang tidak diteliti adalah 24,30 persen. Oleh karena itu, promosi, biaya, pendidikan, dan pendapatan berdampak positif dan signifikan pada permintaan pelanggan untuk sayuran hidroponik ijo aja. Kata Kunci : Faktor-Faktor yang mempengaruhi permintaan, sayuran hidroponik
Analisis Praksiologis Buku Teks Matematika: Mengenalkan Materi Bangun Ruang Sisi Datar
Buku teks memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang proses pengetahuan siswa secara utuh. Penelitian tentang buku teks matematika telah berkembang untuk perbaikan proses pengajaran dan penyampaian materi kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sajian buku teks pada materi bangun ruang sisi datar menggunakan teori prakseologi dengan empat elemen analisis, yaitu tugas, teknik, teknologi, dan teori. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menganalisis buku teks siswa kelas IX terbitan Kemendikbud. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konten isi buku teks materi bangun ruang sisi datar sudah cukup baik. Materi bangun ruang sisi datar diperkenalkan dengan konteks sehari-hari. Namun, ada beberapa sajian yang perlu dilengkapi. Sajian teknik kurang lengkap dan tidak memberikan ruang bagi siswa untuk memilih cara menyelesaikan masalah bangun ruang sisi datar. beberapa catatan yang diperoleh ini dapat dijadikan bahan masukan untuk perbaikan buku teks di masa mendatang.Kata kunci: Bangun ruang sisi datar, buku teks, prakseolog
Peningkatan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran STEM
Kemampuan representasi matematis merupakan aspek penting dalam pembelajaran abad ke-21 untuk menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, penelitian eksperimen semu ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis setelah diterapkan pembelajaran dengan pendekatan STEM. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 44 Bandar Lampung sebanyak 185 siswa yang terdistribusi ke dalam enam kelas yaitu kelas 8.1 hingga kelas 8.6. Sampel penelitian ini adalah kelas 8.5 sebanyak 29 siswa dan kelas 8.6 sebanyak 29 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design dengan kelas 8.6 sebagai kelas eksperimen dan kelas 8.5 sebagai kelas kontrol. Data pada penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh melalui tes kemampuan representasi matematis. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh bahwa peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan STEM lebih tinggi daripada peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan STEM dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa
Analisis Kebutuhan Desain Pembelajaran Inovatif Berbasis Media AI Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah
Permasalahan utama Dalam penelitian ini adalah beberapa siswa menganggap Matematika adalah pelajaran yang sulit untuk dipelajari dan dipahami sehingga berdampak pada kurangnya minat siswa belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang timbul dalam pembelajaran matematika melalui metode desain thinking menurut David Kalley yang terdiri dari 5 tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype dan test. Dalam analisis masalah ini menggunakan tiga tahap yaitu empathize, define, ideate untuk menciptakan ide-ide solusi dari beberapa ide-ide solusi yang mungkin. Populasi penelitian yaitu siswa dan guru matematika di MA Darussalam Subah, MA NU Banyuputih dan MA NU Limpung, dengan sampel penelitian terdiri dari responden siswa sebanyak 50 siswa dan guru sebanyak 3 guru. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berupa Google form dan wawancara. Kemudian hasil data yang sudah didapatkan selanjutnya dianalisis dari tahap impetes sampai Devine. Hasil dari pengertian ini ditemukan bahwa kebutuhan siswa dan guru dalam pembelajaran matematika yaitu perlu adanya pembelajaran yang asyik dan menyenangkan dengan menggunakan Video pembelajaran berbasis media AI dengan pendekatan STEAM untuk meningkatkan pemecahan masalah siswa MA sehingga peneliti berharap siswa dapat percaya diri serta membantu minat siswa untuk menyelesaikan pemecahan masalah matematik
Pengolahan Pupuk Organik Penunjang Pertanian Berkelanjutan "Pejantan"
Tujuan dan manfaat dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain: 1) Memberdayakan petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan, 2) Meningkatkan produktivitas tanaman pangan khususnya padi dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, 3) Meningkatkan perekonomian petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan Petani lain di lingkungan sekitar, 4) Memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik sesuai dengan standar nasional, 5) Memperkenalkan petani dengan teknologi yang tepat guna dengan pelatihan operasionalnya. Metode pengabdian yang digunakan adalah Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan Teknologi, Pendampingan dan Evaluasi. Hasilnya menunjukkan dari kegiatan pengabdian dalam pembuatan pupuk organik memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat, lingkungan, dan pertanian, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas, melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat dapat memproduksi pupuk organik secara mandiri dan berkelanjutan. Penggunaan limbah organik sebagai bahan baku pupuk memberikan solusi nyata untuk mengurangi timbunan sampah organik di lingkungan. Penggunaan alat-alat modern dalam proses produksi pupuk organik, seperti mesin pencacah dan pengayak, telah mempercepat proses produksi dan meningkatkan efisiensi. Dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat dan peningkatan keterampilan teknis, program ini memiliki potensi untuk berkelanjutan dalam jangka Panjang
Pendampingan Pembangunan Konservasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Guna Menciptakan Desa Maju di Desa Dukuh Karanganyar
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat alternatif yang bisa mengobati aneka ragam penyakit. Desa Dukuh merupakan desa yang terletak di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini memiliki berbagai potensi tapi belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang dibuktikan dengan banyaknya lahan pekarangan dan lahan kas desa yang belum dimanfaatkan. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu pembangunan konservasi TOGA guna optimalisasi potensi desa, pembangunan masyarakat yang kreatif, peningkatan mutu kesehatan, dan pengembangan masyarakat cerdas. Metode pelaksanaan kegiatan program pengabdian oleh PPK Ormawa yang dilakukan dalam pembangunan konservasi TOGA yaitu berupa: 1) Survei lahan kosong 2) Persiapan lahan dan pengolahan lahan 3) Persiapan bahan 4) Pemupukan tanah hingga penanaman bibit. Kegiatan ini melibatkan masyarakat Desa Dukuh dan aparatur desa serta kelompok-kelompok pendukung seperti PKK, BUMDES, dan Karang Taruna desa. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu terbentuknya dua kawasan konservasi TOGA