Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pola Iringan dan Manajemen Musik Gereja Jemaat GMIT Potok Desa Tuapanaf
Manajemen musik gereja merupakan pengaturan setiap unsur pelayanan yang mencakup musik vokal dan musik instrumen yang menunjang peribadatan dalam hal ini membantu jemaat bernyanyi dan mengiringi nyanyian jemaat. Iringan musik dalam ibadah terdiri dari pemakaian alat musik keyboard dengan pemandu lagu yang mempunyai tugas memimpin pujian dan membantu jemaat menyanyikan lagu pujian. Tujuan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat jemaat GMIT Potok yaitu untuk peningkatan pola iringan pemain musik, melatih prokantor dan kantoria memahami pola iringan dengan alat musik keyboard yang tepat dan memahami serta membentuk unit manajemen musik gereja. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan 20 orang peserta yang berasal dari jemaat cabang dan pusat. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi pada alat musik keyboard yang sering digunakan oleh peserta dan pemandu nyanyian (kantoria). Kesimpulannya, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan pemahaman dan kompetensi penggunaan pola iringan piano/keyboard dalam mengiringi nyanyian jemaat, lalu prokantor dan kantoria dapat bekerjasama dengan pemain musik dalam peribadahan, serta pembentukan dan pengembangan manajemen musik gereja dalam peribadahan Jemaat GMIT Potok. Para pemain musik dan kantoria mampu mengaplikasikan keseluruhan pelatihan dari materi dan praktik dari setiap materi yang telah disampaikan. Diharapkan gereja dapat mengadakan pelatihan seperti ini atau dengan model lainnya secara periodik guna memberikan kesempatan kepada para peserta untuk untuk berlatih secara intensif.Kata kunci: pola iringan, manajemen musik gereja, keyboard, kantori
Optimalisasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Bhayangkari Ranting Tarogong Kaler sebagai Pemberdayaan Perempuan dalam Ketahanan Pangan Keluarga
Ketahanan pangan keluarga merupakan salah satu isu penting di Indonesia, dengan perempuan yang berperan sentral dalam pengelolaannya. Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Bhayangkari menjadi upaya strategi untuk memberdayakan perempuan melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan P2L bagi Bhayangkari Ranting Tarogong Kaler Cabang Garut. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan memberikan pelatihan hidroponik sederhana Wick System , penanaman vertikultur dengan tower modular hidroponik dan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga. Hasil dari kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 24 peserta ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dari 84,45% menjadi 93,18%; yang menandakan efektivitas program dalam meningkatkan kapasitas perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga yang mandiri dan berkelanjutan
OPTIMALISASI MANAJEMEN PERUBAHAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI ( Studi Pada Lapas Ciamis )
Tesis ini berjudul Optimalisasi Manajemen Perubahan Dalam Mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM (studi Pada Lapas Kelas IIB Ciamis), Asep Deni Wahyudi, NIM. 82302223031. Kegagalan dalam Mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM disebabkan belum terbangunnya perubahan pola pikir dan budaya kerja secara sistematis dan konsisten. Kegagalan tersebut diakibatkan belum terbentuk mekanisme kerja yang efektif, belum terbentuknya pola pikir pegawai dalam pelayanan public, pimpinan belum optimal memberikan pengaruh sebagai role model. Teori yang releavan sebagaimana ketentuan Permenpan RB Nomor 90 Tahun 2021. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif metode deskriptif. Hasil penelitian (1) Keterlibatan seluruh pegawai sangat penting karena menunjukan komitmen dan tanggungjawab dalam pembangunan Zona Integritas (2) Asepk Manajemen Perubahan adalah kerja secara kolektif dan komitmen tinggi dari pegawai. (3) Optimalisasi Manajemen Perubahan antara lain terbangunnya perubahan pola pikir dan budaya kerja, dalam agenda perubahan pempinan sebagai role model memiliki optimism yang tinggi. (4) Pengendalian resistensi terhadap perubahan perlu dilakukan upaya strategis dalam penangannya
the impact of promotional activities on decisions related to mobile purchases
The research objectives at Gema Store Cellular Graphic Ciawi were to investigate: 1) The impact of promotions conducted by Gema Cellular Graphic Ciawi; 2) Purchase decisions at Gema Cellular Graphic Ciawi; 3) The effect of promotions on purchasing decisions at Gema Cellular Graphic Ciawi. The research employed a descriptive method, utilizing both primary and secondary data. Simple regression was the chosen analysis tool. The findings indicate that: 1) Promotions at Gema Graphic Cellular Ciawi Stores have a positive impact; 2) Purchase decisions at Gema Graphic Cellular Ciawi Store are favorable; 3) The influence of promotions on purchase decisions at Gema Graphic Cellular Ciawi Stores is quite strong; 4) The hypothesis test results show a significance level of 5%, confirming that promotion significantly affects purchasing decisions at Gema Graphics Cellular. The coefficient value for Promotion Determination on Purchasing Decisions is 28.8%, with the remaining 71.2% influenced by unexplored factors.
Keywords: Promotion, Purchase Decision
Manajemen Keuangan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid – 19 di SMK Tamtama 2 Sidareja Kab. Cilacap
During the Covid-19 Pandemic, which is currently being felt by almost all countries in the world, the problem of this pandemic of course has an impact on all aspects of life, especially in the world of education. As we all know, with the Covid-19 pandemic which has not yet ended, all activities related to the lives of many people have drastically decreased. Observing the world of education that is currently running, it really must be with sufficient strength to be able to compete and continue to exist. Strength in question is strength in terms of financing in an institution or educational institution. The cost of education is one of the important components in carrying out activities in schools. The principal of SMK Tamtama 2 Sidareja said that there are at least seven school components that must be managed properly in the context of school-based management, namely Curriculum Management and Teaching Programs, Management of Education Personnel, Student Management, Financial Management, Management of Educational Facilities, Management of Relationship Management. Of the various components, we will only focus on financial management during the Covid-19 pandemic at SMK Tamtama 2 Sidareja, Cilacap Regency
Manajemen Keuangan SMA Negeri 3 Banjar Berdasarkan pada Analisis SWOT
Financial management is the management of financial functions. Financial management involves part of planning, analysis (implementation), and financial control. Sudana (2017) suggests that the main obstacle in developing education is not solely on the financial aspect, but relies on the management aspect. Therefore, a SWOT analysis is needed to improve education and carry out effective financial management. In management there is strategic management so that schools can survive and improve their quality. In terms of management strategy, the most basic is analysis from various perspectives, both internal and external, which we usually know as SWOT analysis (strengths, weaknesses, opportunities, threats). The purpose of this study was to determine the financial management of SMA Negeri 3 Banjar based on a SWOT analysis. The method used in this study is a qualitative description. The research was conducted in Banjar City, which is located in SMA Negeri 3 Banjar. The results show that, at SMA Negeri 3 Banjar, the work program is always prepared based on a SWOT analysis and context analysis by identifying the 8 National Education Standards, so that double accounting does not occur in managerial implementation, especially in managing school institution finances because it has considered the weaknesses and strengths which will happen
PENGARUH KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUANG AMARILIS (Studi pada RSUD Cilacap)
Penelitian ini melakuakn sebuah Analisis program perencanaan dan pengembangan dalam rangka persiapan ruang covid 19 sesuai dengan undang-undang tata ruang infeksius.
Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1) Bagaimana analisis perencanaan di RSUD Cilacap ?; 2) Bagaimana strategi perencanaan RSUD Cilacap ?; 3) Bagaiaman analisis perencanaan dan pengembangan dalam rangka persiapan riang covid 19 di RSUD Cilacap ?;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kulitatif deskriptif dengan metode wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan studi lapangan. Sedangkan teknis analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu wawancara .
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa: 1) Hasil wawancara dari Direktur Rsud Cilacap,bagian keuangan, supervisior,serta masyarakat RSUD Cilacap tetap memberikan pelayanan yang baik dan juga perlu perencanaan dalam pembanguanan ruang covid 19 sesuai dengan tata ruang dan aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam penambahan ruangan covid 19
PENERAPAN STRATEGI MARKETING MIX DALAM UPAYA PENINGKATAN TARGET PENDAPATAN PERUSAHAAN (Studi Kasus PT Sun Life Financial Syariah Cabang Medan)
ABSTRACT
The research was conducted to see and find out how the marketing mix was implemented by PT. Sun Life Financial Sharia in an effort to increase the income rate obtained by the company. The research conducted is field research where research is carried out to clarify the compatibility between theory and practice. PT Sun Life Financial Syariah Medan Branch implements a marketing mix (Mix Marketing) using product, price, place, promotion, people, process, physical evidence (7P). The marketing mix strategy is designed in an integrated manner to produce the desired response in the target market which includes product, price, place, promotion, people, process, physical evidence (7P). The type of research used in this study is field research where research is carried out to clarify the compatibility between theory and practice. Data is obtained through literature, articles, journals and sites on the internet related to the author's research. From the results of the study, it was concluded that the implementation of a marketing mix strategy can increase the company's target opinion.
ABSTRAK
Penelitian dilakukan guna melihat serta mengetahui bagaimana penerpan marketing mix yang dilakukan oleh PT. Sun Life Financial Syariah dlam upaya peningkatan targer pendapatan yang didapat perusahaan .Penelitian yang dilakukan ialah penelitian lapangan (field research) dimana penelitian dilakukan guna memperjelas kesesuaian antara teori dan praktek. PT Sun Life Financial Syariah Cabang Medan meneraapkan bauran pemasaran (Mix Marketing) dengan menggunakan product, price, place, promotion, people, process, physical evidence (7P). Strategi bauran pemasaran dirancang secara terintegrasi untuk menghasilkan respon yang diinginkan dalam pasar sasaran yang mencakup product, price, place, promotion, people, process, physical evidence (7P). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) dimana penelitian dilakukan guna memperjelas kesesuaian antara teori dan praktek. Data diperoleh melalui literatur, artikel, jurnal dan situs di internet yang berkenaan dengan penelitian penulis. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi marketing mix dapat meningkatkan target pendapatn perusahaan
Analisis Komparatif Pola Kerjasama dan Koordinasi Petani Padi di Ciracap dan Rancaekek
There are many factors that influence the sustainability of rice farming, including social factors, namely cooperation and coordination between farmers. However, the level of farmer participation in cooperation and coordination can differ from one region to another. The purpose of this study was to describe the factors that influence cooperation and coordination of rice farmers and then compare them between rice farmers in Ciracap District, Sukabumi Regency and Rancaekek District, Bandung Regency. The design of this study used quantitative research with a comparative approach. The population in this study were rice farmers in Ciracap and Rancaekek Districts with a sample size of 44 rice farmers in Ciracap District and 41 rice farmers in Rancaekek. The results of the study showed that there were significant differences in terms of cooperation and coordination between rice farmers in Ciracap and Rancaekek. Rice farmers in Ciracap were stronger in carrying out cooperation and coordination between their farmers than rice farmers in Rancaekek
Analisis Pengaruh Pendapatan dan Jumlah Anggota Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit Terhadap Pola Konsumsi Pangan Berbasis PPH di Desa Bagan Sapta Permai Kabupaten Rokan Hilir, Riau
The income of oil palm farmers is inseparable from the selling price of palm oil, where the price fluctuates so that it will have an impact on farmers' income and will affect the food consumption of farmers and their families. Food consumption can be measured through the achievement of values, composition, food patterns and nutrition that are balanced with the Desirable Dietary Pattern (PPH) indicator in order to achieve food standards. This study aims to calculate the income of oil palm farmers, calculate the farmers' expected food pattern (PPH) score, and analyze the influence of income and the number of household members on the food consumption pattern based on PPH of oil palm farmers. This research was carried out in May – June 2024 in Bagan Sapta Permai Village, Rokan Hilir Regency, Riau using a survey method. The data collection method used was an interview with a 2 x 24-hour food recall questionnaire tool and sampling was carried out using a purposive sampling technique of 53 farmers. The data analysis method used for this study is the multiple linear regression method to determine the influence of oil palm farmer income (X1) and the number of household members (X2) on food consumption patterns based on PPH (Y). The results of the study showed that the average income of farmers was Rp 7,512,339.62 per month with the average score of PPH-based food consumption patterns was 88,53. The income variable (X1) and the number of household members (X2) simultaneously affect the PPH-based food consumption pattern (Y). The income variable partially had an inverse effect on the PPH-based food consumption pattern and the variable the number of household members had an direct influence on the PPH-based food consumption pattern