Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
    8739 research outputs found

    Peningkatan Kapasitas Remaja Putri Tentang Bahaya Pernikahan Dini Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SMA Muhammadiyah Wanaraja

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa peningkatan kapasitas remaja putri dalam pelatihan bahaya pernikahan dini sebagai upaya pencegahan stunting di SMA Muhammadiah Wanaraja. Mitra dalam kegiatan ini adalah SMA Muhammadiyah Wanaraja dengan sasaran para remaja putri yang ada di SMA Muhammadiyah Wanaraja. Pemilihan lokasi kegiatan adalah SMA Muhammadiyah Wanaraja yang merupakan daerah angka stunting tertinggi di Kabupaten Garut, daerah ini masih jauh dari perkotaan dan mungkin kurang pengetahuan masyarakat tentang bahaya dari pernikahan dini yang akan berdampak salah satunya dengan kejadian stunting. Salah satu permasalahan yang paling mendasar adalah masih kurangnya pengetahuan dan wawasan remaja putri tentang bahaya pernikahan dini sebagai upaya pencegahan stunting. Permasalah ini dapat dicegah melalui kegiatan pelatihan pada remaja putri. Tujuan pengabdian ini yakni memberikan pelatihan dan untuk meningkatkan pengetahuan para remaja putri dalam upaya menambah ilmu dan wawasan agar para siswa dapat mengetahui faktor dan dampak dari pernikahan dini dan sebagai upaya pencegahan resiko kasus stunting. Manfaat kegiatan ini yaitu menambah ilmu, wawasan, pengetahuan dan keterampilan remaja putri, mencegah terjadinya pernikahan dini agar dapat mencegah kasus stunting. Metode kegiatan ini yaitu dengan pelatihan dan bimbingan konseling. Adapun hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini berupa kegiatan pelatihan yang kemudian menjadi pendampingan remaja putri. Adanya peningkatan pengetahuan dan wawasan remaja putri tentang bahaya pernikahan dini dan pencegahan stunting. Rata-rata nilai akhir yaitu pre-test 73 dan post-test 86. Rencana luaran yang ditargetkan; jurnal Nasional berISSN, leafleat bahaya pernikahan dini, video pelaksanaan kegiatan, HKI, publikasi di media masa elektronik. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk meningkatkan dalam pemantauan pernikahan dini dan status gizi remaja, dan diharapkan kegiatan ini dapat berlangsung secara berkesinambungan

    Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Program Penghijauan Pekarangan melalui Bantuan Bibit Buah di Desa Ploso

    Full text link
    Desa Ploso menghadapi permasalahan lingkungan akibat urbanisasi dan berkurangnya ruang hijau, yang berdampak pada peningkatan suhu mikroklimat serta menurunnya kualitas udara. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan pekarangan sebagai ruang hijau produktif masih rendah. Oleh karena itu, program penghijauan melalui metode Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) dilakukan sebagai solusi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penghijauan pekarangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tiga tahap: (1) observasi dan koordinasi dengan mitra untuk memahami kondisi pekarangan dan kesiapan masyarakat, (2) pelaksanaan pelatihan yang mencakup edukasi, praktik budidaya tabulampot, dan distribusi bibit buah, serta (3) pendampingan dan evaluasi untuk memantau keberhasilan program. Hasil program menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki motivasi tinggi dalam menerapkan metode tabulampot, dengan 70% peserta menunjukkan ketertarikan yang besar. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penghijauan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dari hasil panen serta memperkuat interaksi sosial dalam komunitas. Kesimpulannya, program penghijauan pekarangan dengan metode tabulampot terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan program ini memerlukan pendampingan serta dukungan dari pemerintah desa dan pihak terkait agar manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang

    Upaya Pencegahan Risiko COVID-19 Gejala Berat dan Sindroma Metabolik Melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Masyarakat di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara

    Full text link
    Sindroma metabolik merupakan serangkaian faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko kejadian penyakit kardiovaskular dan diabetes mellitus tipe 2. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa diabetes, hipertensi, dan obesitas berkontribusi terhadap perburukan gejala COVID-19. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang sindroma metabolik, pentingnya gaya hidup sehat untuk preventifnya, serta fungsi kepatuhan terapi dan pengawasan pada para penyadang sindroma metabolik, di samping pentingnya protokol kesehatan untuk menghindari paparan virus COVID-19 dengan derajat keparahan tinggi. Studi cross-sectional dilakukan di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, khususnya pada komunitas rusunawa, melibatkan 42 peserta edukasi dan 28 peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta mengenai konten edukasi, kuesioner pengetahuan diberikan pada saat sebelum dan sesudah kegiatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan menemukan tingkat obesitas sentral (89%), peningkatan tekanan darah (46,43%), dan peningkatan kadar gula darah (67,86%) di antara para peserta. Melalui analisis statistik menggunakan uji-t berpasangan, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta (56,58% sebelum pendidikan dibandingkan dengan 67,67% setelah pendidikan; p = 0,00). Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi pendidikan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta, dan menggarisbawahi pentingnya mempromosikan gaya hidup sehat

    Pelatihan Digital Branding untuk Optimalisasi Penjualan Produk di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong

    Full text link
    Tim pengabdian FMIPA UM telah berhasil melaksanakan pelatihan digital branding dalam rangka peningkatan penjualan produk di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Kegiatan ini dilaksanakan karena SDM di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong belum mampu untuk membranding dan memasarkan produk dengan memanfaatkan media digital. Oleh karena itu, dilaksanakan pelatihan digital branding dengan tujuan untuk melatih SDM di Pondok Pesantren agar dapat memperkenalkan produk-produk hasil dari Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong dengan memanfaatkan media digital sehingga dapat dikenal oleh masyarakat luas. Tujuan lainnya juga untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha sejak dini kepada santri. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemberian pelatihan sebanyak dua kali yang bertempat di Universitas Negeri Malang dan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Peserta kegiatan pelatihan ini adalah para tenaga pendidik dan para santri di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya penjualan produk karena menggunakan media digital untuk membranding produk yang dijual dan juga para santri memiliki kesadaran sejak dini untuk berwirausaha

    Penguatan Literasi Anti Perundungan melalui Aplikasi Rise Up dan Penulisan Buku pada Komunitas Pelajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kota Depok

    Full text link
    Melihat banyaknya kasus perundungan terjadi di lingkungan pendidikan dan tindakan pencegahan yang selama ini dilakukan berbasis kepada sosialisasi dan edukasi, maka kegiatan pengabdian yang kami lakukan melalui model intervensi berbasis partisipasi aktif pelajar di mana pelajar ini adalah subjek permasalahan perundungan. Model partisipasi ini didasarkan pada subjek mengenal, merasakan, dan mengalami sendiri kondisi perundungan baik sebagai korban ataupun mungkin pelaku. Diharapkan solusi yang diberikan melalui tulisan para pelajar benar-benar mendasar dan menyentuh permasalahan inti dari perundungan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk 1) memberikan penguatan literasi anti perundungan melalui aplikasi Rise Up; 2) memberikan solusi perundungan bagi kalangan pelajar dengan model partispasi aktif warga belajar PKBM melalui penulisan buku. Pelaksanaan pengabdian ditujukan kepada seluruh warga belajar PKBM. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan PAR (Participatory Action Research), dibagi menjadi dua kegiatan utama yakni 1) pemberian pengetahuan sebagai upaya peningkatan literasi anti perundungan melalui penggunaan aplikasi Rise Up; 2) pendampingan penulisan buku terkait perundungan. Setelah warga belajar PKBM menggunakan aplikasi Rise Up, diperoleh nilai rata-rata 89,4 (kategori sangat baik) untuk literasi anti perundungan. Warga belajar PKBM pun mampu memberikan ide pencegahan serta penyelesaian dari kasus perundungan dari perspektif mereka melalui tulisan. Kumpulan ide solusi dalam bentuk tulisan ini dibuat menjadi buku antologi anti perundungan yang diharapkan memberikan kontribusi pada pencegahan perundungan di kalangan pelajar.Kata kunci: perundungan, warga belajar, PKBM, aplikasi Rise U

    Peningkatan Literasi Keuangan Syariah pada Santri Pondok Pesantren Graber Darul Salam Al Mubarokah

    Full text link
    Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah pada santri Pondok Pesantren Graber Darussalam Al Mubarokah. Dalam konteks pesantren, literasi keuangan syariah sangat penting untuk membekali santri dengan pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pemberian materi edukatif, diskusi kelompok, dan simulasi praktis terkait perbankan syariah, investasi halal, dan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah. Peserta program adalahseluruh santri yang berada di pondok pesantren sejumlah 25 orang. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan santri dalam mengelola keuangan mereka secara syariah. Sebelum program, sebagian besar santri memiliki pemahaman yang terbatas tentang keuangan syariah, namun setelah mengikuti kegiatan, mereka menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam dan mampu menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa pendidikan keuangan syariah dapat secara efektif meningkatkan literasi keuangan santri, yang pada gilirannya dapat membantu mereka menjadi individu yang lebih mandiri secara finansial dan taat syariah. Program ini juga memberikan rekomendasi agar literasi keuangan syariah menjadi bagian integral dari kurikulum pesantren di masa depan

    Penerapan E-Learning Berbasis Web untuk Penanaman Etika Komunikasi Digital di Pesantren Al-Ittihad Cianjur

    Full text link
    Pesantren Al-Ittihad Cianjur menghadapi tantangan besar dalam adaptasi teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai etika Islam yang menjadi dasar pendidikan. Program pengabdian masyarakat ini mengembangkan platform e-learning berbasis web untuk menanamkan etika komunikasi digital kepada santri. Langkah-langkah program meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan platform interaktif berbasis nilai Islam, pelatihan intensif bagi santri dan pengajar, serta evaluasi keberhasilan program melalui survei dan wawancara. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman santri hingga 85% mengenai etika komunikasi digital. Program ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan model pendidikan digital berbasis Islam, yang dapat diadopsi oleh pesantren lain. 

    Pemberdayaan Kader Peduli Asi Hebat (KALI ASI-H) dalam Mendukung Suksesnya Asi Ekslusif di Kelurahan Argasunya Kota Cirebon

    Full text link
    Stunting merupakan permasalahan global di bidang kesehatan. Tahun 2022 Pemerintah Kota Cirebon menetapkan Perwali No 34/2022 tentang percepatan penurunan stunting yang diantaranya dapat dicegah dengan ASI ekslusif. Kemenkes mencatat 66% bayi tahun 2022 mendapat ASI ekslusif dan Kota Cirebon mencapai 67% di tahun yang sama. Kelurahan Argasunya, memiliki cakupan 63,89 % (2022). Angka ini terendah diantara kelurahan lain di Kota Cirebon. Faktor penyebabnya antara lain  pengetahuan ibu dan sosial budaya. Peluang besar bagi Argasunya dapat meningkatkan cakupan ASI ekslusif, karena terdapat 21 Posyandu aktif yang digerakan oleh kader kesehatan yang dengan sukarela berperan aktif di setiap kegiatan Posyandu. Kader berdaya dalam melakukan edukasi dan pendampingan pada ibu hamil atau ibu nifas, khususnya tentang pentingnya ASI eklusif. Untuk itu, penting bagi kader dibekali pengetahuan tentang manajemen laktasi dan teknik konseling yang baik pada saat mengedukasi. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari. Agenda meliputi penyampaian edukasi tentang manajemen laktasi (diawali pre test), menggunakan Power Point, video edukasi laktasi, dan role play (diakhiri post test).Hal ini untuk mengukur pengetahuan. Evaluasi keterampilan melalui role play praktik edukasi dengan membagi kader menjadi 3 kelompok. Tiap kelompok didampingi 1 orang tim pengabmas untuk mengedukasi ibu hamil/nifas tentang manajemen laktasi. Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari pre test ke post test setelah diberikan materi manajemen laktasi bagi kader posyandu. Saran agar puskesmas dapat memberdayakan kader Posyandu  mendampingi ibu hamil dan ibu nifas dalam persiapan menyusui, sehingga cakupan ASI ekslusif meningkat

    Strengthening edu-Green Entrepreneurship through the Microecological Aquatic Blokzin Project in Waste Processing at MA Da'watul Khoir Nganjuk

    Full text link
    Kebiasaan masyarakat yang menghasilkan, mengumpulkan dan memilah sampah/limbah secara perlahan diarahkan menjadi mengelola sampah dengan teknologi sederhana dan ramah lingkungan, dengan urgensi tinggi melalui penguatan perilaku siswa dalam pengelolaan limbah ramah lingkungan, yang berorientasi pendidikan kedepannya sangat berpengaruh, berdampak dan diharapkan dapat berkembang serta meningkatkan pengetahuan, keterampilan, karakter, agent of change, sikap kerja, berpengalaman, berfikir kritis, inovatif, komunikatif, rasa ingin tahu, networking yang luas serta mempunyai jiwa wirausaha yakni praktik kewirausahaan, terutama kewirausahaan yang berbasis lingkungan yang jarang diterapkan oleh berbagai sekolah. Tujuan kegiatan ini: 1) mengaplikasikan hasil riset Projek Micro-ecological Aquatic Blokzin dalam pengolahan limbah ramah lingkungan; 2) mewujudkan program pemerintah menuju green economy nasional dengan diseminasi Penguatan edu-Green Entrepreneurship; 3) meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian siswa di MA Da'watul Khoir Nganjuk melalui diseminasi Penguatan edu-Green Entrepreneurship Melalui Projek Micro-ecological Aquatic Blokzin dalam Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan; 4) membentuk sinergi Unwaha dengan agent of change yakni para siswa, mahasiswa, dan sekolah, masyarakat serta pemerintah dengan memunculkan jiwa green entrepreneurship menuju green economy nasional. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yakni koordinasi kegiatan, persiapan kegiatan, penyelesaian permasalahan melalui (edukasi, sosialisasi, proyek penerapan teknologi, pendampingan, pemberdayaan, evaluasi dan keberlanjutan program), evaluasi kegiatan, pencapaian luaran dan penyusunan laporan. Hasil diperoleh adanya antusias mitra dalam pelaksanaan, peningkatan keterampilan dan manajemen P5RA. Menghasilkan produk antara lain Microecological Aquatic Blokzin yakni Microecological Aquatic dan blok resin dari limbah ramah lingkungan menjadi gantungan kunci. Adapun keberlanjutan program ini merupakan pelaksanaan MoU dengan mitra.People's habits of producing, collecting and sorting rubbish/waste are slowly being directed towards managing waste using simple and environmentally friendly technology, with high urgency through strengthening student behavior in environmentally friendly waste management, which is education-oriented in the future, very influential, impactful and is expected to develop and increasing knowledge, skills, character, agent of change, work attitude, experience, critical thinking, innovative, communicative, curious, extensive networking and having an entrepreneurial spirit, namely entrepreneurial practices, especially environmentally based entrepreneurship which is rarely implemented by various schools. The objectives of this activity: 1) apply the research results of the project in environmentally friendly waste processing; 2) realizing the green economy by disseminating Strengthening edu-Green Entrepreneurship; 3) increasing students' knowledge, skills and independence at MA Da'watul Khoir Nganjuk dissemination of Strengthening edu-Green Entrepreneurship through the Micro-ecological Aquatic Blokzin Project in Environmentally Friendly Waste Processing; 4) forming a synergy between Unwaha and the agents of change, namely pupils, students and schools, the community and the government by bringing out the spirit of green entrepreneurship towards a national green economy. The methods used in implementing activities are coordinating activities, preparing activities, solving problems through (education, socialization, technology implementation projects, mentoring, empowerment, program evaluation and sustainability), evaluating activities, achieving outcomes and preparing reports. The results obtained were enthusiastic partners in the implementation, improvement of skills and management of P5RA. Produces products including Microecological Aquatic and resin blocks from environmentally friendly waste into key chains. The sustainability of this program is the implementation of an MoU with partners

    Pembiasaan Budaya Positif di Sekolah: Implementasi Budaya Positif Melalui Keyakinan Kelas dan Kegembiraan

    Full text link
    Implementasi budaya positif sampai saat ini masih belum menjadi gerakan kolektif di sekolah. Belum ada pergerakan yang memicu berlangsungnya penerapan budaya positif secara berkelanjutan.  Budaya positif masih berupa slogan dan konsep sehingga masih bersifat pemenuhan administratif sekolah. Tujuan dari pengabdian ini guru memperoleh pengetahuan dalam menanamkan dan membiasakan budaya positif di sekolah melalui keyakinan kelas dan kegembiraan belajar pada peserta didik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui simposium dan FGD dengan sasaran guru SMP Negeri 6 Jember sejumlah 30 guru. Dari hasil simposium yang telah dilaksanakan, mayoritas peserta, yaitu sebesar 28 guru (93%) menyatakan sangat setuju, dan 2 guru (7%) menyatakan setuju bahwa penerapan keyakinan kelas yang positif dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa. Guru-guru menyampaikan bahwa mereka berusaha menciptakan suasana yang mendukung keberhasilan siswa, dengan memberi dukungan emosional dan menghindari hukuman yang bersifat menekan. Siswa juga mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih dihargai dan termotivasi ketika ada keyakinan positif yang diberikan oleh guru. Hasil simposium mengungkapkan bahwa penerapan keyakinan kelas yang positif dan suasana pembelajaran yang menyenangkan memiliki dampak yang sangat berarti dalam meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan keterlibatan siswa

    7,981

    full texts

    8,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Galuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇