Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri (University of Brawijaya)
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
Pembuatan Pakan Konsentrat Berbasis Limbah Filtrasi Pengolahan Maltodekstrin (Kajian Prosentase Penambahan Ampas Tahu Dan Pollard)
PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (PT SAAC) merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi maltodekstrin. Maltodekstrin merupakan produk hidrolisis pati yang mengandung unit α-D-glukosa. Salah satu limbah yang dihasilkan oleh PT SAAC adalah limbah hasil proses filtrasi. Limbah hasil proses filtrasi pengolahan maltodekstrin tersebut dapat dimanfaatkan untuk campuran pakan ternak yang sangat menguntungkan. Penambahan ampas tahu dan pollard pada limbah pengolahan maltodekstrin diharapkan dapat meningkatkan nilai nutrisi pakan ternak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan dua faktor dan dua ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Faktor pertama dalam penelitian ini yaitu persentase ampas tahu (A) terhadap pakan dan faktor kedua yaitu persentase pollard (P) terhadap pakan. Data hasil pengamatan pengujian kimia dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Analysis of Varian atau ANNOVA), apabila dari analisis ragam antar perlakuan terdapat beda nyata maka dilanjutkan dengan BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan selang kepercayaan (α= 0,05). Pemilihan perlakuan terbaik ini menggunakan metode multiple atribut dengan atributnya yaitu PBB, PER, Protein Kasar dan Kadar Abu, sehingga pada perlakuan terbaik diperoleh rerata kadar air 7,07%, rerata kadar abu 10,45%, rerata PK 23,51%, rerata PER 0,40 % dan rerata PBB 52,50 gram. Harga pokok produk pada perlakuan terbaik yaitu Rp 12.455,30 / 5 kg pakan ternak.Kata kunci: Ampas Tahu, Limbah Filtrasi, Pakan Ternak, Pollard
ANALISIS MUTU PRODUK DAN KEMASAN LEMPUK DURIAN (DURIO ZIBETHINUS SP)
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan mutu produk dan kemasan yang terbaik dengan merancang atau membuat konsep kemasan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen berdasarkan analisa mutu produk terhadap kemasan yang digunakan. Metode pengembangan kemasan yang dilakukan dengan pendekatan pengembangan produk dan value engineering dengan pengembangan performansi berdasarkan keinginan konsumen dengan menggunakan metode FAST (Function Analysis System Technique). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lempuk durian pada kemasan karton biasa memiliki kadar air yang lebih tinggi dari pada Duplex 310 g dan Duplex 400 g sehingga mikroba lebih cepat tumbuh dan menurunkan mutu lempuk durian. Kapang dan khamir pada lempuk durian dengan kemasan karton biasa sudah tumbuh pada hari ke-10 yaitu 28 x 102 kol/g sedangkan lempuk durian dengan kemasan Duplex 310 g dan 400 g ditumbuhi kapang dan khamir pada hari ke-16 yaitu 22 x 102 kol/g. hasil identifikasi kebutuhan konsumen, tahap pengujian dan pemilihan alternatif-alternatif konsep pengembangan kemasan tahap analisa maka konsep akhir dari produk lempuk durian dapat ditentukan dengan spesifikasi sebagai berikut : 1). Kemasan primer adalah jenis bahan kertas perkamen dengan teknik pembungkusan tertutup, 2). Kemasan sekunder : untuk lempuk durian kemasan 250 g adalah kertas Duplex 400 g, bentuk kemasan kotak segi empat, ukuran kemasan 11 x 8 x 5 cm, tidak menggunakan segel, tidak menggunakan bagian transparan, ukuran lempuk durian 5,5 x 2 x 2 cm dan jumlah lempuk durian per kemasan yaitu 10 biji, sedangkan untuk lempuk durian kemasan 1 kg adalah kertas Duplex 350 g, bentuk kemasan kotak segi empat, ukuran kemasan 16 x 11 x 5 cm, tidak menggunakan segel, menggunakan bagian transparan, ukuran lempuk durian 8 x 5,5 x 2,5 cm dan jumlah lempuk durian per kemasan yaitu 8 biji, 3) Kemasan tersier yaitu jenis bahan kardus, bentuk kemasan kotak segi empat, dan ukuran kemasan adalah 32 x 25,5 x 19,5 cm.Kata kunci : Pengembangan Produk, Value Engineering, Desain Kemasan, Analisa Mutu. Lempuk DurianAbstract The study aimed at developing the best quality and package of the product through customized package to fulfill the need and the demand of consumers based on the analysis of product and packing quality. The data was collected by a survey method of the consumers with interview and questionnaire. The package was developed using the value engineering approach and function analysis system technique (FAST) in improving its performance based on consumers’ demand. The results of the study showed that the lempuk durian packed in regular cardboard had higher water content than in Duplex 310 g and in Duplex 400 g packages that microbes could easily grow that causes the decrease the quality of the product. Mold and mildew were found growing in the lempuk durian packed in regular cardboard in the tenth day, which was 28 x 102 col/g, while they were found growing in the product packed in the Duplex 310 g and 400 g packages in the sixteenth day, which was 22 x 102 kol/g. Based on the identification of consumers needs, the results of the test and the selection of the alternative concepts of package development, the specification of the final concept of the product was as follows: 1) Primary package was made of parchment paper with closed packing technique; 2) Secondary package for the product of the 250 g was made of Duplex 400 g paper, which was cubicles of 11 x 8 x 5 cm without any seal and transparent part, while the packages of 5.5 x 2 x 2 cm contained 10 pieces for each and the package of the product of 1 kg was packed in the packages made of Duplex 350 g, which was cubicle of 16 x 11 x 5 cm without any seal and with transparent part, the packages of 8 x 5.5 x 2.5 cm contained 8 pieces for each; 3) The tertiary package was made of cardboard box of 32 x 25.5 x 19.5 cm.Keywords: Lempuk Durian, Package Design, Product Development, Quality Analysis, Value Engineerin
PENGEMBANGAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) SEBAGAI MANISAN KERING DENGAN KAJIAN KONSENTRASI PERENDAMAN AIR KAPUR (CA(OH)2) DAN LAMA WAKTU PENGERINGAN
Tujuan penelitian untuk mendapatkan kombinasi perlakuan yang tepat dari penambahan konsentrasi Ca(OH)2 dan lama waktu pengeringan untuk menghasilkan manisan kering yang berkualitas (organoleptik dan kimia), serta dapat mengkaji lebih lanjut mengenai perencanaan produksi manisan kering belimbing wuluhsebagai pengembangan pada industri skala kecil. Kombinasi perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi Ca(OH)2 (6%(b/v); 1,2%(b/v); dan 1,8%(b/v)) dan lama pengeringan (10 jam; 11 jam; dan 12 jam). Pengujian meliputi uji organoleptik (warna, tektur, rasa dan aroma) menggunakan metode Hedonic scale scoring, kemudian uji kimia (kadar air, total gula dan total asam) dilakukan dari hasil perlakuan terbaik. Perencanaan produksi dilakukan dari perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik adalah perlakuan dengan konsentrasi Ca(OH)2 1,8% dan lama waktu pengeringan 11 jam. Perencanaan kebutuhan bahan perhari untuk pembuatan manisan kering pada industri skala kecil adalah 10 kg buah belimbing wuluh hijau, 9 kg gula pasir, 0,024 kg garam dan 0,18 kg Ca(OH)2 dengan ketersediaan bahan cukup melimpah di Kota Malang. Total biaya kebutuhan bahan per hari adalah Rp 91.896.Kata Kunci:Belimbing wuluh, Ca(OH)2,Waktu Pengeringan, Manisan Kerin
ANALISIS PENGARUH VARIABEL MARKETING MIX TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN CUKA APEL
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variabel marketing mix dan mengetahui variabel manakah yang dominan berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam pembelian cuka apel Tahesta. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada responden, kemudian menganalisis menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai persamaan koefisien regresi berturut-turut yakni X1 = 0.194, X2 = 0.149, X3 = 0.176, X4 = 0.348. Secara serempak semua variabel Marketing Mix 4P berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian cuka apel Tahesta. Secara parsial variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen membeli cuka apel Tahesta adalah variabel produk dan variabel promosi.Kata kunci : marketing mix, perilaku konsumen, regresiAbstract This research aims to find out the influence of marketing mix variables and find out a variable that dominantly influences toward consumer’s desicion in purchasing it. Research was conducted by delivering questionnaire to respondents, then analysed it with multiple regression analysis. Based on research results, the equation of regression coefficient resulted the values respectively, which were X1 = 0.194, X2 = 0.149, X3 = 0.176, X4 = 0.348. These joint all of marketing mix variables 4P were significantly influential toward purchasing’s decision of the apple vinegar”Tahesta”. The significantly influential variables were product and promotion.Key words : marketing mix, consumer behavior, regressio
EFISIENSI PENGGANDAAN SKALA KAPASITAS BENCH PADA PRODUKSI GELATIN TULANG IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.)
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil penelitian gelatin yang diproduksi pada skala laboratorium dan skala bench serta mengetahui nilai efisiensi proses dan rendemen dalam pembuatan gelatin tulang ikan kakap merah pada skala laboratorium dan skala bench. Penelitian dilakukan dengan membuat gelatin tulang ikan kakap merah skala laboratorium dan bench, kemudian dilakukan analisa proksimat (kadar air, abu, protein, lemak) dan kekuatan gel, serta menghitung nilai efisiensi proses dan rendemen dari kedua skala tersebut. Analisa gelatin tulang ikan kakap merah skala laboratorium diperoleh nilai kadar air 4,64%, kadar protein 90,67%, kadar lemak 2,55%, kadar abu 2,14%, kekuatan gel 200,33 bloom dan rendemen 15,03%. Analisa gelatin tulang ikan kakap merah skala bench diperoleh nilai kadar air 4,28%, kadar protein 89,63%, kadar lemak 3,01%, kadar abu 3,08%, kekuatan gel 199,33 bloom dan rendemen 14,95%. Nilai efisiensi proses pada produksi gelatin tulang ikan kakap merah berturut-turut adalah proses pencucian 100%, degreasing 94,74%, pengecilan ukuran 100%, demineralisasi 94,74%, pencucian 100%, ekstraksi 89,47%, penyaringan 100%, pengeringan 92,71% dan pengecilan ukuran 100%. Nilai efisiensi rendemen yang diperoleh sebesar 86,62%.Kata kunci: efisiensi, gelatin, nilai analisa dan kekuatan gel, skala benchAbstract The purpose of this research is to know the difference results of research that produced in laboratory-scale and bench-scale and to know the value of efficiency process and yield in manufacture gelatine of red snapper’s bone on a laboratory-scale and bench-scale. Research done by making gelatine of red snapper’s bone in laboratory-scale and bench-scale, then analyzed proximate (moisture, ash, protein, fat) and strength of a gel and counting the value of efficiency process and yield. Analysis gelatine of red snapper’s bone on laboratory-scale obtained moisture content value of 4.64%, protein 90.67%, fat 2.55%, ash 2,14%, the strength of gel 200,33 bloom and yield 15,03%. Analysis gelatine red snapper’s bone on bench-scale obtained moisture content value of 4.28%, protein 89,63%, fat 3.01%, ash 3.08%, gel strength 199,33 bloom and yield 14.95%. The value of efficiency process for the production of gelatine red snapper’s bone in a row is the process of washing 100%, degreasing 94,74%, size diminution 100%, demineralisasi 94,74%, extraction 89,47%, filtering 100%, drying 92,71% and size diminution 100%. The yield efficiency values acquired for 86,62%.Keywords: efficiency, gelatine, value of analysis and strength of gel, bench-scal
PENENTUAN CCP (CRITICAL CONTROL POINT) PADA INDUSTRI JENANG KENTANG (STUDI KASUS KONTAMINASI KAPANG DI UKM “TEGUH RAHARDJO”PONOROGO)
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya kapang pada setiap titik proses produksi dan mengetahui tindakan apa yang dapat mengurangi/mencegah keberadaan kapang pada proses dan produk jenang kentang dari UKM “Teguh Rahardjo”. Penelitian ini menggunakan metode tuang (pour plate) untuk analisis produk, metode cawan terbuka untuk analisis pada ruangan, dan metode oles (swab) untuk analisis pada peralatan dan pada pekerja. Hasil analisis pada produk, ruangan, peralatan dan pekerja selanjutnya dibuat pohon keputusan (decision tree) untuk dapat menentukan titik kritis/CCP. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan adanya kapang pada proses pendinginan, proses pemotongan, dan proses pengemasan. Kapang yang paling banyak muncul pada tiga proses tersebut adalah kapang berwarna putih, kapang berwarna hijau, dan kapang berwarna hitam. Tindakan pengendalian/pencegahan yang dapat dilakukan pada tiga proses yang dikenali sebagai sumber kontaminasi kapang pada jenang kentang adalah dapat diberikan saran perbaikan yang terdiri dari pengendalian kualitas produk, sanitasi peralatan, sanitasi pekerja, dan sanitasi ruang.Kata kunci : Titik kritis, Kapang, Jenang kentang.Abstract The objectives of this research are to determine whether there is any point in the mold production process and to know what actions to reduce / prevent the presence of mold in the process and porridge potato product from UKM “Teguh Rahardjo”. This study uses a pour plate method for product analysis, open cup method for the analysis of the room, and the swab methods for analysis of the equipment and the workers. Results of analysis on products, room, equipment and workers hereafter devised decision tree to be able to determine the critical point / CCP. The results of the research that has been done found the mold on the cooling process, the process of cutting, and packaging process. Most mold appear on three of these processes is a white mold, green mold, and the mold is black. Control measures or precautions that can be performed on three processes that are recognized as a source of mold contamination in potato porridge is that it can be given suggestions for improvements consisting of product quality control, sanitation equipment, sanitation workers, and sanitation space.Keywords: Critical Point, Mold, Potato Poridge
Penilaian Kinerja Supplier Kemasan Produk “Fruit Tea” Menggunakan Metode FANP (Studi Kasus di SInar Sosro Gresik)
Abstrak Supplier merupakan salah satu bagian supply chain yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup suatu pabrik. Pemilihan supplier yang tidak tepat dapat mengganggu kegiatan operational perusahaan, sedangkan pemilihan supplier yang tepat akan meminimalkan biaya pembelian, meningkatkan daya saing pasar dan kepuasan pengguna akhir. PT Sinar Sosro Gresik mengalami permasalahan terkait dengan supplier yaitu adanya ketidakstabilan kinerja yang ditunjukkan dengan ketidaksesuaian jadwal pengiriman dan kualitas. Permasalahan ini terjadi terutama pada supplier karton FTE, botol PET dan tutup botol. Penilaian kinerja supplier penting dilakukan di PT Sinar Sosro Gresik agar kinerja supplier dapat dikontrol dan ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menentukan bobot kriteria penilaian kinerja supplier dan mendapatkan peringkat kinerja supplier menggunakan metode Fuzzy Analytic Network Process. Kriteria penilaian kinerja dilakukan dengan pendekatan Dickson’s vendor selection criteria yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan meliputi kriteria quality, delivery, flexibility, responsiveness, price, sistem komunikasi dan manufacture. Hasil penilaian didapatkan kriteria price sebagai prioritas tertinggi dengan bobot 0,2683. Peringkat kinerja tertinggi supplier karton FTE, supplier botol PET dan supplier tutup botol adalah PT K2, PT B1 dan PT T1.Kata Kunci: SCM, purchasing, kriteria Dickson’s, FANPAbstract Supplier is one of important part in supply chain. Selecting inappropriate suppliers can disturb the manufacture operational’s activity, whereas selecting the appropriate one can reduce the purchasing cost, improves competitiveness of the market and the satisfaction of end-user product. PT Sinar Sosro Gresik faces some problem about instability suppliers performance showed by inexpediency delivery and quality. This problem occurs especially in suppliers of carton FTE, PET bottle and bottle cap. Assesment performance of suppliers is important so that performance of suppliers can be controlled and improved. The purpose of this research is to identify and determine the weight of the criteria in suppliers assessment performance and attain suppliers performance rank using Fuzzy Analytic Network Process method. The criteria of assesment performance is did by Dickson’s vendor selection criteria approach that is adjusted with manufacture’s condition include some criteria such as quality, delivery, flexibility, responsiveness, price, communication system and manufacture. The assesment result is price as highest priority criteria with of weight 0,2683. The highest performance rank in carton FTE, PET bottle and bottle cup suppliers are PT K2, PT B1 and PT T1.Keywords: SCM, purchasing, Dickson’s criteria, FAN
STUDI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PASTA MANGGA PODANG (Mangifera indica L.) DENGAN METODE CONJOINT (STUDI KASUS PADA HOTEL-HOTEL DI KOTA BATU)
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut yang berpengaruh terhadap preferensi serta tingkat preferensi konsumen pasta mangga podang (Mangifera indica L.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode Conjoint. Responden yang diambil hanya hotel-hotel di kota Batu dan variabel independent (bebas) yang digunakan hanya 4 variabel (aroma, rasa, kekentalan dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap level atribut (karakteristik) pasta mangga podang adalah rasa lebih kuat rasa bahan tambahan paling disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,054, aroma lebih kuat aroma mangga podang disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,034, tingkat kekentalan yang kental lebih disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,047, dan warna coklat muda paling disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,018. Urutan atribut yang mempengaruhi preferensi pasta mangga podang yaitu rasa (38,24 %), kekentalan (30,88%), aroma (22,06%) dan warna 8,82%. Tingkat preferensi konsumen terhadap pasta mangga podang yang paling disukai konsumen terdapat pada profil 9 dengan kombinasi rasa lebih kuat rasa bahan tambahan, aroma lebih kuat aroma mangga podang, kekentalan yang kental dan warna coklat muda yang mempunyai nilai kegunaan total tertinggi yaitu 0,428.Kata Kunci : Preferensi Konsumen, Pasta Mangga, Metode Conjoint, Profil, HotelAbstract The purpose of this research is to find out what attributes that influence preference and the level of customer preferences podang mango paste (Mangifera indica L.). The method used is the method of Conjoint. Respondents were drawn only for hotels in Batu city and independent variables (independent) used only 4 variables (smell, flavor, consistency and color). The results showed that the preferences of consumers towards level attributes (characteristics) podang mango paste is a more robust flavor additives most preferred by consumers with utility value of 0.054, smell more powerful smell of podang mango consumers preferred the utility value of 0.034, the viscosity of the more viscous consumers preferred the utility value of 0.047, and a light brown color most preferred by consumers with utility value of 0.018. The order of the attributes that affect the preferences podang mango paste flavor (38.24%), viscosity (30.88%), smell (22.06%) and color (8.82%). The level of consumer preference towards podang mango paste most preferred by consumers are on profile 9 with a stronger flavor combinations taste additives, stronger smell podang mango smell, consistency is thick and light brown color that has the highest total utility value of 0.428.Keywords: Consumer Preferences, Mango Paste, Conjoint Methods, Profiles, Hotels
STUDI PROSES PULPING SERAT PELEPAH DAN SERAT KULIT BUAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) DENGAN METODE KIMIA (KAJIAN KONSENTRASI LARUTAN NaOH)
AbstrakTujuan dari penelitian adalah mendapatkan konsentrasi larutan NaOH yang terbaik, mengetahui pengaruh konsentrasi larutan NaOH terhadap kualitas kimia pulp, dan melakukan perhitungan tentang potensi bahan baku terbaik terhadap kebutuhan pulp. Bahan baku yang digunakan adalah serat pelepah dan serat kulit buah nipah yang ada di Pantai Tamban Malang Selatan. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor yaitu jenis baku dan lama konsentrasi larutan NaOH. Jenis bahan baku terdiri dari serat pelepah dan serat kulit buah nipah. Konsentrasi larutan NaOH terdiri dari 5%,10%,15% dan 20%. Parameter yang dianalisa meliputi kadar lignin dan selulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan baku berpengaruh terhadap kadar selulosa sedangkan interaksi jenis bahan baku dan konsentrasi larutan NaOH berpengaruh nyata terhadap kadar lignin yang dihasilkan. Perlakuan hasil terbaik penelitian yaitu pada serat pelepah dengan konsentrasi larutan NaOH 20% dengan kadar selulosa sebesar 38,50% dan kadar lignin 7,02%. Perlakuan hasil terbaik digunakan untuk menghitung potensi dan ketersediaan bahan baku pulp yang dihasilkan dengan melihat data di Pulau Bawean. Ketersediaan pelepah kering mencapai 10.080 ton/tahun dan menghasilkan pulp sebesar 2.812 ton/tahun.Kata Kunci : Metode Kimia, Proses Pulping, Pulp, Serat Kulit Buah Nipah, Serat Pelepah Nipah.Abstract The purposes of the study are to get the best concentration of NaOH, to know the effect of concentration on the quality of chemical pulp, and perform the calculations on the potensial of the best raw materials to the needs of pulp. the raw materials that used are fiber sheath and fiber leather of palm fruit in the Tamban Malang Selatan Bech. Experimental design that used in the study is randomized block design with 2 factors: the type of raw materials and the length of concentration of NaOH. the raw materials consist of fiber sheath and fiber leather of palm fruit. The concentrations of NaOH consist of 5%, 10%, 15%, and 20%. The parameters that analyzed are including the levels of lignin and cellulose. The results of the study showed that the type of the raw materials affect the level of cellulose while the interaction of the type of raw materials and concentration of NaOH significantly affect the result of lignin level. The best result of the research is the fiber sheath with concentration of 20% NaOH with levels of cellulose in 38,5% and levels of lignin in 7,02%. The best result is used to calculate the potential and the availability of pulp raw materials that produced by looking at the data from Bawean Island. Availability midrib dry reaches 10.080 tons/years and produced pulp of 2812 tons/years.Keywords : Chemical Method, Fiber Leather Of Palm Fruit, Fiber Sheath Of Palm Fruit, Pulping, Pulping Processes
PENGARUH VOLUME PENAMBAHAN EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4) 1% DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KUALITAS PUPUK BOKASHI DARI KOTORAN KELINCI DAN LIMBAH NANGKA
Abstrak Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah menentukan kombinasi volume penambahan EM4 dan lama fermentasi yang tepat pada pembuatan pupuk Bokashi untuk mencapai kualitas kimia (C/N rasio,kadar air, N, P,dan K) terbaik sesuai SNI dan menentukan harga pokok produksi (HPP) pupuk Bokashi pada perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan K4T1 yaitu pupuk Bokashi dengan penambahan volume EM4 40% yang difermentasi selama 7 hari. Bokashi tersebut memiliki kandungan kimia dengan nilai nisbah C/N 18,60, kandungan N sebesar 2,73 %, P sebesar 0,74 %, K sebesar 2,17%, dan kadar air sebesar 43,08%, di mana semua parameter tersebut telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004. Harga pokok produksi dari pupuk Bokashi pada perlakuan terbaik tersebut adalah Rp.5.382 per 5 kg.Kata Kunci: Fosfor, Kadar Air, Kalium, Nisbah C/N, Nitrogen.Abstract The objective of this research was find the right combination of addition of EM4 volumes and long fermentation on making Bokashi to produce the best quality of chemical content Bokashi (C/N ratio, water content, N, P, and K) based on SNI and also determine the main cost of production (HPP) on the best treatment of Bokashi. The best treatment found in the K4T1, that is Bokashi fertilizer with the addition of EM4 volume 40% that fermented for 7 days. The characteristics of Bokashi were C/N ratio 18,60, Nitrogen content 2,73 %, Fosfor content 0,74 %, Potassium content 2,17 %, and moisture content 43 %,and all of those parameters were appropriate with SNI 19-7030-2004. The main cost of Bokashi production on the best treatment was Rp.5.382/5kg.Keyword: C/N Ratio, Moisture Content, Nitrogen, Fosfor, Potassiu