Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri (University of Brawijaya)
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
Analisis Produktivitas Sektor Kebun Menggunakan Craig-Harris Productivity Model (Studi Kasus di PT Candi Loka-Kebun Teh Jamus)
Abstrak Perkebunan teh Jamus merupakan salah satu perkebunan swasta yang berada di bawah naungan PT Candi Loka yang terletak di Kabupaten Ngawi. PT Candi Loka menghasilkan produk berupa teh hijau dan bahan teh setengah jadi. Bahan baku yang digunakan diambil dari perkebunan teh sendiri (Kebun Teh Jamus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas sektor kebun PT Candi Loka tahun 2015 dan menentukan faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas sektor kebun. Penelitian ini menggunakan metode Craig-Harris Productivity Model dan diagram fishbone. Input yang digunakan dalam penelitian ini meliputi biaya tenaga kerja, modal, bahan baku dan input lain-lain yang meliputi biaya maintenance kendaraan kebun dan peralatan kebun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas parsial tertinggi pada tenaga kerja 2,78 , modal 1,22, bahan baku 203,47, dan input lain-lain 67,77. Nilai produktivitas total tertinggi mencapai 0,77. Faktor-faktor penyebab fluktuasi produktivitas antara lain rendahnya motivasi tenaga kerja, berkurangnya populasi pohon teh, teknik dan cara pemupukan yang kurang tepat, adanya kemarau panjang serta sistem perawatan kendaraan yang kurang terencana.Kata kunci: Craig-Harris, produktivitas, tehAbstract Jamus Tea Plantation is one of the private estate which is under the auspices of PT Candi Loka which located in Ngawi. PT Candi Loka produce products such as green tea and unfinished tea materials. The raw material used was taken from its own tea plantations (Jamus Tea Garden). The purposes of this study is to know the level of plantation sector productivity in 2015 and determine the factors that influence plantation sector productivity. The method used in this study is Craig-Harris Productivity Model and fishbone diagrams. Inputs used in this study include the cost of labor, capital, raw materials and other inputs which include the cost of vehicle maintenance gardens and garden equipment. The results of the study showed that the highest partial productivity of labor 2,78, capital 1,22, raw materials 203,47, and other input 67,77. The highest total productivity value reached 0,77. The factors that cause fluctuations in productivity among others, low motivation of the workforce, reduced plant population, techniques and the lack of proper fertilization, the droughts and vehicles maintenance system are unplanned.Keywords: Craig-Harris, productivity, te
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MINUMAN SARI BUAH SIRSAK (Annona muricata L.) BERDASARKAN PARAMETER KERUSAKAN FISIK DAN KIMIA DENGAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT)
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi umur simpan dari minuman sari buah sirsak yang dihasilkan unit usaha ABEC berdasarkan kerusakan fisik dan kimia dengan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan model persamaan Arrhenius. Pengujian yang dilakukan meliputi penerimaan garis skala uji (warna, rasa, aroma, penampilan) terhadap 15 panelis dan analisis terhadap vitamin C, kecerahan warna , total asam dan pH setiap 5 hari selama 1 bulan dalam inkubator bersuhu 30oC, 35oC dan 40oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sari buah sirsak perhitungan umur simpan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dan uji organoleptik selama penyimpanan pada suhu 30oC, 35oC dan 40oC adalah 3,8 bulan, 2,8 bulan dan 2,1 bulan.Kata kunci: Sari Buah Sirsak, Umur Simpan, Accelerated Shelf Life TestingAbstract This study aims to obtain a shelf life of soursop juice drink produced ABEC business units based on physical and chemical damage using the method of Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) with Arrhenius equation models. The tests performed included the line acceptance test scale (color, flavor, aroma, appearance) by panelis and analysis of vitamin C, color brightness, total acid and pH every 5 days for 1 month in an incubator temperature of 30oC, 35oC and 40oC.The results showed that the soursop juice shelf life calculations using the method of Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) with the Arrhenius model approach and organoleptic tests during storage at a temperature of 30oC, 35oC and 40oC was 3.8 months, 2.8 months and 2.1 monthsKeyword: Soursop juice, Shelf Life, Accelerated Shelf Life Testing (ASLT
Pengaruh Ukuran Sampel, Frekuensi, dan Suhu terhadap Sifat Biolistrik Tebu (Saccharum officanarum L.) untuk Prediksi Cepat Rendemen Tebu
AbstrakRendemen tebu umumnya ditetapkan berdasarkan nilai rendemen sementara (RS) yang tidak akurat dan rumit bagi petani. Pendugaan rendemen tebu dengan metode biolistrik, berpeluang dikembangkan menjadi solusi yang mudah, praktis, dan cepat. Akan tetapi belum terstandarnya teknik persiapan sampel untuk pengukuran sifat biolistrik tebu masih menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan standar pengukuran sifat biolistrik dan memilih sifat biolistrik yang paling berkontribusi digunakan untuk prediksi rendemen tebu. Pengukuran biolistrik (impedansi, konstanta dielektrik, dan kapasitansi) dilakukan dengan variasi panjang sampel tebu, dan frekuensi pengukuran. Sebagai tambahan, pengaruh temperatur lingkungan juga dipertimbangkan sebagai faktor koreksi. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan metode konvensional pengukuran rendemen tebu. Dari hasil eksperimen direkomendasikan standar persiapan sampel tebu yakni dengan ukuran panjang 3 cm dan frekuensi pengukuran 1000 Hz untuk pengukuran sifat biolistrik tebu. Nilai kapasitansi berpengaruh nyata terhadap nilai rendemen direkomendasikan sebagai variabel untuk mengembangkan pengukuran cepat rendemen tebu. Kata kunci: Tebu, sifat biolistrik, metode dielektrik, pengukuran cepat, rendemen AbstractSugarcane yield is commonly determined based on the first yield (RS) which is inaccurate and considered as a complex method for the farmer. Prediction of sugarcane yield with bioelectric method have a potential to be developed as an easy, handy, and quick solution. However, unstandardized sample preparation techniques to measure bioelectrical of sugarcane still become a problem. This research aim is to determine measurement standard for bioelectric properties and select the most important properties for sugarcane yield prediction. Bioelectric properties (impedance, dielectric constant, and capacitance) measurement was carried out with variation of sample length and measurement frequency. Additionally, the effect of ambient temperature also considered as a correction factor. The results then was compared with the conventional method. The result recommend a preparation standard of sugarcane sample length is 3 cm with measurement frequency of 1000 Hz to measure the bioelectrical properties of sugarcane. The capacitance value correlated significantly to the yield that is recommeded as variable to develop rapid measurement of sugarcane yield.Keywords: Sugarcane, bioelectrical properties, dielectric method, rapid measurement, yiel
Penentuan Umur Simpan Pia Apel dengan Metode ASLT (Studi Kasus Di UMKM Permata Agro Mandiri Kota Batu)
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan pia apel dengan metode Accelerated Shelf Life Testing berdasarkan persamaan Arrhenius. Pia apel yang digunakan dalam penelitian didapatkan dari UKM Permata Agro Mandiri Kota Batu. Umur simpan ditentukan dengan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing dengan persamaan Arrhenius. Percobaan dilakukan pada suhu 25o C±2, 35o C±2, dan 45o C±2 selama 30 hari. Setiap lima hari sekali, dilakukan tes kadar air, aktivitas air (aw), dan organoleptik (rasa, aroma, dan kenampakan). Umur simpan pia apel dengan metode ASLT adalah 164 hari (5 bulan 14 hari) pada suhu 25o C, 117 hari (3 bulan 27 hari) pada suhu 35o C, dan 92 hari (3 bulan 2 hari pada suhu 45o C).Kata kunci: Accelerated Shelf Life Testing (ASLT), Kota Batu, pia apel Abstract The aim of this study was to get shelf life of apple pia with Accelerated Shelf Life Testing method depend on Arrhenius equation. Apple pia that used have taken from Permata Agro Mandiri’s SMEs (Small and Medium Enterprise) at Batu town. Shelf life was determined using Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) with Arrhenius equation. Experiment was conducted at temperature of 25o C±2, 35o C±2, and 45o C±2 for 30 days. Once in every five days, the tests of water percentage, water activity (aw), and organoleptic (flavor, smell, and appearance) are conducted. The shelf life of apple pia using ASLT method was 164 days (5 months 14 days) on 25o C, 117 days (3 months 27 days) on 35o C , and 92 days (3 months 2 days on 45o C).Keywords: Accelerated Shelf Life Testing (ASLT), Batu Town, apple pi
ANALISIS PENGUKURAN WAKTU KERJA DENGAN METODE PENGUKURAN KERJA SECARA TIDAK LANGSUNG PADA BAGIAN PENGEMASAN DI PT JAPFA COMFEED INDONESIA TBK
Abstrak Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui apakah ada perbedaan hasil waktu baku secara tidak langsung pada bagian pengemasan dengan metode work factor, methods time measurement, dan maynard operation sequence technique. Hasil pengukuran dengan menggunakan metode work factor diperoleh waktu baku sebesar 10,37 detik/karung, sedangkan methods time measurement dengan maynard operation sequence technique diperoleh waktu baku berturut-turut sebesar 9,10 detik/karung dan 8,26 detik/karung. Perbedaan hasil pengukuran tersebut disebabkan adanya pembagian gerakan-gerakan kerja, satuan unit dalam TMU tiap metode. Pemilihan aplikasi dari salah satu metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.Kata kunci: MOST, MTM, semi otomatis, waktu baku, work factorAbstract The purpose of this research is to know the differences of standard time result by indirect measurement on the packaging with work factor, methods time measurement, and maynard operation sequence technique. The obtained results using work factor was 10.37 seconds/ unit. However, the usage of time measurement and maynard operation sequence technique resulting the standard time in 9.10 seconds/ unit and 8.26 seconds/ unit respectively. The difference in the measurement results due to the division of work movements and also TMU units in each method. The application of one selected methods can be ajustedted to the company’s necessity.Keywords: MOST, MTM, semi automatic, standard time, work facto
PENILAIAN KINERJA KARYAWAN BAGIAN PERSONALIA BERDASARKAN KOMPETENSI DENGAN METODE 360 DERAJAT
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan bobot kriteria kompetensi dan bobot penilai untuk menilai kinerja karyawan tetap bagian personalia dengan Analytic Network Process (ANP), dan menentukan peringkat kinerja karyawan berdasarkan kompetensi dengan metode 360 derajat. Hasil pembobotan dengan ANP didapatkan bobot kelompok kriteria keterampilan kerja sama dan menjaga kenyamanan lingkungan (0.438), kelompok kriteria kepribadian (0.291), kelompok kriteria keterampilan teknis pelaksaan tugas (0.151), dan kelompok kriteria keterampilan mengelola tugas (0.120). Hasil bobot penilai dari bobot tertinggi hingga terendah yaitu atasan langsung (0.320), atasan berikutnya (0.307), rekan kerja dari unit kerja yang sama (0.218), rekan kerja dari unit kerja yang berbeda (0.111), dan diri sendiri (0.044). Peringkat kinerja enam karyawan bagian personalia dari peringkat pertama hingga ketiga dengan kategori kinerja tinggi yaitu Su, Ba, Ma dan dari peringkat keempat hingga keenam dengan kategori kinerja sesuai standar yaitu It, Si, Nu.Kata kunci: analytic network process, metode 360 derajat, penilaian kinerjaAbstract The purpose of this research is to determine the weight of competency criteria and weight of appraiser to assess employee performance with Analytic Network Process (ANP), and determine the level of employee performance based on competence with 360-degree method. ANP weighting method showed that the weight value of job role environment skill competency group was 0.438, personality competency group was 0.291, task skills competency group was 0.151, and task management skills competency group was 0.120. Moreover, appraiser weight calculation showed that the weight value of direct supervisor was 0.32), next supervisor was 0.307, co-worker from same unit was 0.218, coworkers from different units was 0.111, and themself was 0.044. The performance level of six employee of human resources department from the first level to the third with high performance category was Su, Ba, Ma and from the fourth to the sixth with adequate performance category was It, Si, Nu.Keywords: 360-degree method, analytic network process, performance appraisa
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KARET SKALA KECIL DI KABUPATEN MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN
Abstrak Provinsi Sumatera Selatan adalah provinsi penghasil karet terbesar di Indonesia dimana 19% atau 1/5 dari karet Indonesia dihasilkan oleh provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Musi Rawas merupakan kabupaten penghasil karet terbesar di Sumatera Selatan. Karet yang dihasilkan 99.9% diusahakan oleh petani dalam bentuk lump. Industri pengolahan karet skala kecil yang ada di Kabupaten Musi Rawas ada dua yaitu Pabrik DMK dan Unit PengolahanKaret Rakyat KelompokTani Subur. Proses yang terjadi pada kedua pabrik ini adalah pengolahan lump tebal menjadi blanket. Blanket yang dihasilkan mempunyai spesifikasi KKK 65-75% dengan ketebalan 0,1-0,6cm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisi teknis dan finansial. Hasil analisis secara teknis industri pengolahan karet pada pabrik DMK secara proses kapasitas, dan layout dikatakan layak, pemilihan teknologi tidak layak. Unit Pengolahan Karet Kelompok Tani Subur proses produksi, dikatakan layak, pemilihan teknologi, kapasitas yang dipilih saat ini dan layout dikatakan tidak layak perlu perbaikan. Perhitungan secara finansial saat ini pada Pabrik DMK dikatakan layak, sedangkan pada Unit Pengolahan Karet Kelompok Tani Subur dikatakan tidak layak. Usulan perbaikan dengan perbaikan aspek teknis dengan kapasitas 5 ton lump perhari didapatkan hasil yaitu modal investasi sebesar Rp 556.951.950,00, biaya operasional adalah sebesar Rp 949.710.000,00/bulan. Perhitungan yang dilakukan dalam jangka setahun kapasitas 5 ton perhari didapatkan total biaya produksi adalah Rp 11.226.376.951,15 terdiri dari biaya tetap Rp 101.536.951,15, biaya tidak tetap sebanyak Rp 11.124.840.000,00. Laba bersih sebanyak Rp 854.975.043,20. Analisis finansial didapatkan hasil BEP adalah Rp 512.144.852,13, atau sebanyak 39.861,835 kg, PP didapatkan hasil 2,51 tahun atau 30,16 bulan, NPV sebanyak Rp 7.998.656.153,57, nilai IRR sebesar 18,6%, dan nilai IP/BCR adalah 1,24.Kata Kunci: Karet, Pengolahan Karet, Analisis KelayakanAbstractSouth Sumatera Province is the largest rubber producer in Indonesia, 19% or one fifth of Indonesia's rubber is produced by the South Sumatra Province. Musi Rawas is the largest rubber producer districts in South Sumatra. 99,9% rubber produced cultivated by farmers is lump. Small scale rubber processing industries in district of Musi Rawas there are DMK factory and Subur Farmers Group Rubber Processing Unit. Process that occurs in both is a thick lump into blankets. Blanket has produced specification 65-75% KKK with 0,1-0,6 cm thickness. The Method was used in this experiment is technical and financial feasibility analysis. The results of technical analysis in DMK factory are the process, the capacity, and the layout is feasible, the selection of technology is not feasible. Subur Farmers Group Rubber Processing Unit are production process, is feasible, the selection of technology, capacity of the currently selected, layout is said not feasible. Calculation financially current on DMK Factory is feasible, Subur Farmers Group Rubber Processing Unit is said to be feasible. Proposed to improvements of the technical aspects with a capacity of 5 tons per day lump the results arr Rp 556.951.950,00 capital investment, operating costs amounted to Rp 949.710.000,00/month. The calculations were performed a year with capacity 5 tons per day result total cost of production is Rp 11.226.376.951,15 consists of Rp 101.536.951,15 fixed costs, variable is Rp 11.124.840.000,00. Net profit is Rp 854.975.043,20. Effort of analysis financially is the BEP results is Rp 512.144.852,13, or 39.861,83 kg, PP results is 2,51 year or 30,16 months, NPV obtained is Rp 7.998.656.153,57, obtained of IRR is 18,6%, and the value of the IP or BCR is 1,24.Keywords: Rubber, Rubber Processing Industry, Feasibility Analysi
ANALISIS PERENCANAAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KONSUMEN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
Abstrak Mawadah Ratu merupakan salah satu usaha kecil yang bergerak di bidang pangan yaitu roti, yang berada di Malang, Jawa Timur. Permasalahan yang dialami adalah kurang mampu bersaing dengan pesaing dari segi promosi, dan ingin meningkatkan kualitas pelayanan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perencanaan strategi peningkatan kualitas pelayanan yang dapat diterapkan oleh UKM Mawadah Ratu dengan metode Quality Function Deployment (QFD). Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli 2012 dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa butir-butir pertanyaan yang berjumlah 12 butir, baik untuk kuesioner tingkat kepentingan maupun tingkat kepuasan, semuanya valid dan reliabel. Perencanaan strategi peningkatan kualitas pelayanan konsumen yang dapat diterapakan di adalah dengan membuat jadwal kerja yang jelas untuk karyawan dalam menjaga outlet, membuat jadwal pembersihan outlet, membuat media informasi, mempertimbangkan untuk menyediakan produk dalam kemasan kardus kecil, dan membuka outlet di tepi jalan raya atau bekerja sama dengan pihak lain.Kata kunci: kualitas pelayanan, perencanaan strategi, QFDAbstract Mawadah Ratu is a small bussines involved in the food industry that produces bread, located in Malang, East Java. Problems experienced are inability to compete with competitors in promotion, and wants to improve customer service quality. Research objective is to know the quality improvement strategic planning that can be applied with Quality Function Deployment (QFD) method. Data collection was conducted in July 2012 with 60 respondents. Validity and reliability test indicated that all questions are valid and reliable, in total of 12 items for both interest rates and levels of performance, are all valid and reliable. It can be concluded that the applicable strategic planning is to make a clear working shift for the in the outlet, clear schedule in maintaining and cleaning the outlet, utilize media information, consider providing products in smacll packed boxes, and open outlets at the roadside of a main street or cooperate with other parties.Keywords: QFD, service quality, strategic plannin
PERAMALAN PERMINTAAN DENGAN PENDEKATAN MARKETING MIX PADA PRODUK KERIPIK APEL MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil peramalan permintaan produk keripik apel menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan. Metode JST dapat dilatih untuk mempelajari dan menganalisis pola data masa lalu dan berusaha mencari suatu formula atau fungsi yang akan menghubungkan pola data masa lalu dengan keluaran yang diinginkan saat ini. Salah satu algoritma pelatihan JST yang dapat dimanfaatkan dalam menyelesaikan sistem peramalan adalah propagasi balik (backpropagation). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil arsitektur jaringan single hidden layer terbaik yaitu 4-9-1 (4 neuron input, 9 neuron hidden layer, 1 neuron output). Nilai Mean Square Error (MSE) yang diperoleh sebesar 2185,004. Rata-rata persentase kesalahan hasil simulasi peramalan permintaan pada periode Januari – Mei 2014 adalah sebesar 3,18%.Kata kunci: Algoritma Pembelajaran, Backpropagation, MSEAbstract The purpose of this research is to obtain the outcome forecast of the apple chip product demand using Artificial Neural Network (ANN) method with considering the affect factors againts to sales voIume. The ANN method can be trained to study and to analize the past pattern data as well as to find a formula or function that will connect the past pattern data to the current expected outcome. One of ANN training algoritma that can be used to solve this forecast system is backpropagation. Based on the conducted research, the result obtained is generate the best hidden singIe network architecture layer 4- 9-1 (4 input neurons, 9 hidden Iayer neurons, 1 output neuron). The value of Mean Square Error (MSE) is 2185,004. The average percentage errors as the result of demand forecast simulation during the period of January - May 2014 is 3,18%.Keywords: Learning Algorithm, Backpropagation, MS