Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri (University of Brawijaya)
Not a member yet
    256 research outputs found

    FRONT MATTER

    No full text

    Tingkat Kepatuhan Pedagang Minuman Es terhadap Cara Produksi Pangan yang Baik di Kota Bogor

    Get PDF
    AbstrakMinuman es seperti es kelapa, es buah, es campur, jus buah, es teh dan es dengan cincau banyak ditemukan di kota Bogor dan harus terjamin keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kondisi pedagang minuman es, serta tingkat kepatuhannya terhadap pelaksanaan good manufacturing practices/cara produksi pangan yang baik (CPPB) selama proses pengolahan minuman es. Survei dan observasi dilakukan terhadap 90 orang pedagang minuman es yang menggunakan hancuran es untuk minumannya, dengan tiga skala usaha berdasarkan kelas ekonominya yaitu, skala kelas bawah yang terdiri dari pedagang kaki lima, skala kelas menengah yang terdiri dari rumah makan dan kedai, dan skala kelas atas yang terdiri dari restoran dan hotel. Pada umumnya pedagang membuat es batu menggunakan air dalam kemasan (56,23%). Sebagian pedagang membuat es batu dari air mentah yaitu air PAM (71,43%), sebanyak 6,49% diantaranya tidak melakukan perebusan terlebih dahulu. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan besar skala usaha, semakin tinggi tingkat kepatuhan pedagang terhadap penerapan CPPB. Tingkat kepatuhan terhadap CPPB dari setiap skala usaha adalah 4,69% untuk skala usaha kelas bawah, 83,33% untuk skala kelas menengah, dan 100% untuk skala kelas atas.Kata kunci: cara produksi pangan yang baik, minuman es, tingkat kepatuhan AbstractIced drinks such as coconut ice, ice fruit soup, mixed blend ice, fruit juice, iced tea, and ice with grass jelly are commonly found in Bogor and should be safe for human consumption. The objectives of this study were to determine the characteristics and conditions of seller iced beverages, and identify the level of compliance on the implementation of good manufacturing practices (GMP) during the processing of ice drinks. The survey and observation were conducted to 90 iced drink sellers. There was three business scale observed based on economic class: small-scale business consists of street vendors; medium-scale business consists of small restaurants and food stalls and large-scale business consists of restaurants and hotels. Most of the seller used bottled water (56.23%) as raw material. Some sellers made ice cubes using tap water from Indonesian regional water company (71.43%) and 6.49% from them did not boil the water before. The higher level of education and the bigger business scale gave the higher level of vendors compliance towards the application of GMPs. The level of compliance to GMP  from each business scale was 4.69% for small-scale business, 83.33% for medium-scale business, and 100% for large-scale business.Keywords: good manufacturing practices, iced drinks, level of compliance

    Pengaruh Konsep Produk, Budaya Konsumsi, dan Keluarga Terhadap Perilaku Konsumen Mengkonsumsi Produk Kebab (Studi Kasus: Kebab Turki XXX)

    Get PDF
    AbstrakPerilaku merupakan aspek penting cermin kehidupan manusia, terwujud salah satunya pada perilaku konsumen. Studi tentang perilaku konsumen terkait individu, kelompok, organisasi dan proses, adalah memilih, mengamankan, menggunakan, dan membuang produk, jasa, pengalaman, untuk memuaskan kebutuhan serta faktor yang mempengaruhi manusia mengkonsumsi produk. Penelitian bertujuan mengukur dan menentukan pengaruh pemasaran dan lingkungan sosial budaya terhadap perilaku konsumsi makanan Kebab yang bukan menjadi makanan khas Indonesia. Metode penelitian menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) dengan pendekatan PLS (Partial Least Square) yang merupakan penggabungan analisis faktor, analisis jalur, dan analisis regresi. Berdasarkan hasil penelitian,  dari tiga variabel (konsep produk, budaya konsumsi, dan keluarga), terdapat pengaruh kuat dari keluarga dalam mempengaruhi perilaku konsumen mengkonsumsi kebab, diikuti pengaruh budaya konsumsi, tetapi tidak terdapat pengaruh dari konsep produk.Kata Kunci: budaya konsumsi, keluarga , konsep produk, SEM AbstractBehavior is one of the important aspect as reflection of human’s life and applicable in many aspects, such as knowing consumer behavior. Study of consumer behavior in individual, groups, organization and the process of consuming could be used to select, secure, use, and dispose of products, services, experiences, to satisfy needs and factors for influencing people to consume products. This study aims to measure and determine the influence of marketing and social culture environment on consumption behavior of the kebab product. The method of analysis used Structural Equation Modelling (SEM) with Partial Least Square(PLS) approach focus on the following three variables; product concept, cultural consumption and family. The result found  that  family was the strong factor in consuming kebab product, followed by cultural consumption, and not for products concept.Keywords : consumption culture, family, product concept , SEM

    FRONT MATTER

    No full text

    FRONT MATTER

    No full text

    Analisis Produktivitas dan Profitabilitas Produksi Sari Apel dengan Metode American Productivity Center di KSU Brosem

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas dan profitabilitas yang telah dicapai, melakukan evaluasi terhadap faktor-faktor penyebab rendahnya produktivitas dan profitabilitas, serta mencari solusi untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas KSU Brosem. Penelitian ini menggunakan metode American Productivity Center (APC) untuk melihat hubungan antara tingkat produktivitas dan profitabilitas. Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan dari April 2014 hingga Desember 2015 menunjukkan bahwa nilai ratarata produktivitas input total KSU Brosem sebesar 2,237 dan indeks produktivitasnya sebesar 100,190, sehingga dikatakan baik. Nilai indeks produktivitas terendah terdapat pada bulan Desember 2015 yaitu sebesar 84,101. Rendahnya produktivitas disebabkan pemborosan pemakaian input perusahaan. Nilai rata-rata tingkat profitabilitas input total KSU Brosem sebesar 1,999 dan indeks profitabilitasnya sebesar 89,524, sehingga dikatakan rugi. Rendahnya profitabilitas disebabkan harga bahan baku naik, jam lembur, dan Tarif Dasar Listrik (TDL) meningkat. Peningkatan produktivitas KSU Brosem dilakukan dengan cara inspeksi yang ketat dan meningkatkan kontrol terhadap bahan baku yang dikirim supplier, memberi peringatan dengan pemotongan gaji, meningkatkan kesadaran tenaga kerja untuk menghemat energi, dan investasi penggantian mesin. Peningkatan profitabilitas KSU Brosem dapat dilakukan dengan cara menjalin kerjasama yang baik dengan supplier, meningkatkan kecepatan operasi untuk mengurangi upah lembur, dan meningkatkan kesadaran tenaga kerja untuk hemat energi.Kata kunci: sari apel, pemasaran, strategi, SWOT, QSPM AbstractThe aim of this study is to find out, do evaluating of the causing low and find the solutions to increase both productivity and profitability KSU Brosem. This study uses American Productivity Center to see the correlation between the level of productivity and profitability. The result of data analysis from April 2014 to December 2015 showed that the productivity’s average of total input was 2.237 and index score was 100.190. The lowest productivity index found in December 2015 which amounted to 84.101. The low of productivity is caused by the waste of input. The profitability’s average of total input was 1.999 and index score was 89.524 which was considered as loss condition. The low of profitability is caused by the increase of raw materials cost, overtime hours, and electricity cost. The improvement on productivity is done by doing tight inspection and increasing the control toward raw materials, giving warnings and salary reduction, increasing the awareness in saving the energy, and the investment on new machine. The improvement on profitability is done by establishing good cooperation with the supplier, increasing the operation speed, and increasing the awareness to save the energy.Keywords: apple beverage, marketing, strategy, SWOT, QSP

    ANALISIS PENERAPAN ISO 22000. MENGENAI PERENCANAAN DAN REALISASI PRODUK YANG AMAN (STUDI KASUS PADA PRODUK CINNAMON GROUND 60 MESH DI PT X)

    Get PDF
    AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perencanaan, pengembangan proses, dan menentukan produk Cinnamon Ground 60 mesh yang aman berdasarkan penerapan ISO 22000, mengidentifikasi tindakan perbaikan serta pencegahan yang diperlukan untuk menghilangkan ketidaksesuaian. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Pada proses produksi Cinnamon Ground 60 mesh bahaya yang termasuk dalam CCP yaitu pada tahapan proses sortir benda asing (Metal Detection). Semua raw material, packaging material dan produk akhir diberi identitas jelas untuk memudahkan sistem Traceability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap OPRP mengelompokkan bahaya pada raw material, packaging material dan tahapan proses produksi atau sesuai dengan hasil analisa bahaya.Kata kunci: OPRP, CCP, Sistem TraceabilityAbstract The purpose of this study was to analyze the planning, process development, and determine the safe 60 Cinh Cinnamon Ground based on the application of ISO 22000, identifying the corrective action and prevention necessary to eliminate nonconformities. The basic method used in this research is descriptive analysis. In the Cinnamon Ground 60 mesh production process the dangers that are included in the CCP are at the stage of the process of sorting foreign objects (Metal Detection). All raw materials, packaging materials and finished products are given a clear identity to facilitate the Traceability system. The results show that the OPRP stage classifies hazards to raw materials, packaging materials and production process stages or in accordance with hazard analysis results.Keywords: OPRP, CCP, Traceability Syste

    Diskriminasi Produk Berindikasi Geografis dari Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan Kandungan Mineral

    Get PDF
    AbtrakPenelitian ini bertujuan membedakan produk-produk berindikasi geografis dari Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan kandungan mineralnya. Kandungan dari empat elemen, yaitu Cu, Fe, Mn dan Zn, pada sampel salak pondoh dan nira kelapa yang merupakan produk berindikasi geografis dari Daerah Istimewa Yogyakarta diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan diagram pencar dan analisis diskriminan. Penggunaan diagram pencar elemen Fe dan Mn mampu memisahkan sampel salak pondoh Sleman dengan sampel dari daerah lain, sementara penggunaan Canonical Discriminant Analysis mampu memisahkan sampel nira kelapa Kulonprogo dari daerah lain dengan tingkat ketepatan prediksi mencapai lebih dari 80%.Kata kunci: indikasi geografis, nira kelapa, salak pondoh, Yogyakarta AbstractThis study aims to discriminate Yogyakarta’s geographical indication products using their mineral contents. Mineral content of four elements, Cu, Fe, Mn, and Zn, in pondoh snake fruit and coconut sap which are geographical indication products from Yogyakarta Special Region (DIY) were measured by Atomic Absorption Spectrometry (AAS). The collected data were then analyzed with scatter and discriminant analysis. Scatter diagram of Fe and Mn was able to discriminate Sleman’s Pondoh snake fruits from other regions while Canonical Discriminant Analysis was able to separate Kulonprogo’s coconut sap samples from the other investigated regions with accurate prediction rate more than 80%.Keywords: coconut sap, geographical indication, pondoh snake fruit, Yogyakart

    BACK MATTER

    No full text

    BACK MATTER

    No full text

    196

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri (University of Brawijaya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇