Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
Not a member yet
    1236 research outputs found

    STRATEGI BARU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN PESANTREN DI ERA SOCEITY 5.0

    Get PDF
    Pondok  pesantren hadir di tengah-tengah masyarakat mampu memberikan jawaban terhadap persoalan dan menjadi pusat peradaban di indonesia dalam   memberikan gagasan  untuk mendukung kebijakan, landasan kebangkitan dengan merumuskan kembali tujuan pesantren  melalui sistem pesantren, meningkatkan kualitas pendidikan dan selalu konsisten  meningktkan peran pesantren. Strategi baru yang harus di lakukan oleh pesantren adalah mampu memproyeksikan  jiwa creativiti, critical thinking, comunication, colaboration sehingga nanti mampu bersikap dinamis dan lebih produktif. Penelitian ini masuk dalam penelitian kualitif dengan bentuk kepustakaan (library reseach) dengan metode anlisis isi ( content analisis) dengan sumber literatur manuskrip dari buku, artike jurnal serta media lainnya yang berkaitan dengan strategi baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di era soceity 5.0 yang di lakukan secara interaktif utuh dan menyeluruh. Hasil dari karya penulisan ini membuktikan bahwa hadirnya pondok pesantren di tengah-tengah masyarakat membuktikan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang memiliki peran yang sangat produktif dan tujuan yang jelas dalam memberikan fungsi yang cukup banyak terhadap problem masyarakat dalam  menghadapi berbagi perubahan dan dinamika kehidupan di era soceity 5.0. hal ini pesantren hadir dari berbagai aspek yang sangat penting dengan tetap membangun dan mempertahankan ketahanan umat islam sejalan dengan teologis, filosofis serta historis dari pondok pesantren agar tetap mempertahankan jati dirinya sebagai manusia yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan nilai-nilai keislaman

    Dakwah Melalui Media Sosial Instagram Analisis Isi Pesan Dakwah pada Akun @sister.fillah

    Get PDF
    Kegiatan dakwah yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan mampu mengemas materi dakwah seunik mungkin sesuai kondisi lingkungan tersebut. Instagram adalah  layanan jejaring sosial berbagi foto dan vidio yang di ungggah dan dibagikan ke publik, pengguna aplikasi instagram ini untuk semua kalangan tanpa batasan usia. Namun bisa juga digunakan sebagai media dakwah. Salah satu Da’i yang eksis dalam menggunakan media sosial Instagram adalah ustadzah Putri Ramadhona pada akun @sister.fillah. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana isi pesan dakwah pada akun @sister.fillah di instagram dalam tinjauan analisis isi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui isi pesan dakwah pada akun @sister.fillah di Instagram dalam tinjauan analisis isi. nelitian ini merupakan penelitian analisis kualitatif deskriptif.  Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Reseach) yaitu dengan menggunakan buku, catatan maupun hasil laporan terdahulu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik documenter atau dokumentasi, data online, observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis isi yang diperoleh kemudian di analisis secara deskriptif dengan cara penyajian data, pengolahan data dan penarikan kesimpulan.  Temuan dari penelitian ini dapat diketahui bahwa pesan dakwah yang di sampaikan oleh Putri Ramadhona dalam akun Instagram  akun sister.fillah secara keseluruhan mengandung tiga kategori pesan dakwah yaitu pesan akhlak yang meliputi  pesan Aqidah yang meliputi kepercayaan atas ketentuan Allah, pesan syariah yang meliputi sholat, berdoa dan berzikir kepada Allah, dan pesan akhlak yang meliputi akhlak terhadap diri sendiri,akhlak terhadap orang tua dan orang lain.&nbsp

    TATA USAHA NEGARA YANG DIBATALKAN KARENA BERTENTANGAN DENGAN HAK ASASI MANUSIA

    Get PDF
    Tujuan penelitian dalam studi ini menemukan pemahaman tentang Keputusan Tata Usaha Negara yang Dibatalkan Karena Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia  dan menganalisis akibat hukum Keputusan Tata Usaha Negara yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia serta bagaimana prosedur pembatalan keputusan Tata Usaha Negara tersebut. Secara umum, fungsi dan kedudukan Pengadilan Tata Usaha Negara adalah memberikan perlindungan hukum terhadap para pencari keadilan dan melakukan pengawasan hukum terhadap badan atau pejabat tata usaha negara. Karena besarnya kekuasaan yang diberikan kepada negara oleh badan atau pejabat tata usaha negara untuk mengatur negara dan untuk kepentingan warga negaranya, maka warga negara harus mendapat jaminan perlindungan hukum yang memadai terhadap kekuasaan negara tersebut. Jenis HAM ada banyak, namun semua mengacu pada tiga prinsip ini. Pertama, hak bersifat universal dan tidak pernah bisa dicabut dari setiap orang. Namun, jika seseorang melakukan kesalahan, seperti mencuri maka sedikit hak kebebasannya terganggu. Kedua, antara satu HAM dengan lainnya saling ketergantungan misalnya ada hak mendapatkan pendidikan, setelah lulus memiliki kewenangan mendapatkan pekerjaan, dan seterusnya. Ketiga, tidak ada kasta dalam penegakan HAM, semua sama di mata hukum karena memiliki keistimewaan yang seragam. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal usul sosial, dan bangsa.Tujuan penelitian dalam studi ini menemukan pemahaman tentang Keputusan Tata Usaha Negara yang Dibatalkan Karena Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia  dan menganalisis akibat hukum Keputusan Tata Usaha Negara yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia serta bagaimana prosedur pembatalan keputusan Tata Usaha Negara tersebut. Secara umum, fungsi dan kedudukan Pengadilan Tata Usaha Negara adalah memberikan perlindungan hukum terhadap para pencari keadilan dan melakukan pengawasan hukum terhadap badan atau pejabat tata usaha negara. Karena besarnya kekuasaan yang diberikan kepada negara oleh badan atau pejabat tata usaha negara untuk mengatur negara dan untuk kepentingan warga negaranya, maka warga negara harus mendapat jaminan perlindungan hukum yang memadai terhadap kekuasaan negara tersebut. Jenis HAM ada banyak, namun semua mengacu pada tiga prinsip ini. Pertama, hak bersifat universal dan tidak pernah bisa dicabut dari setiap orang. Namun, jika seseorang melakukan kesalahan, seperti mencuri maka sedikit hak kebebasannya terganggu. Kedua, antara satu HAM dengan lainnya saling ketergantungan misalnya ada hak mendapatkan pendidikan, setelah lulus memiliki kewenangan mendapatkan pekerjaan, dan seterusnya. Ketiga, tidak ada kasta dalam penegakan HAM, semua sama di mata hukum karena memiliki keistimewaan yang seragam. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal usul sosial, dan bangsa

    PEMETAAN SKEMA SPIN OFF (UUS) UNIT USAHA SYARIAH BUK

    No full text
    Abstrak kewajiban spin off (pemisahan) UUS BUK (Bank umum konvensional) yang awalnya memiliki tenggat waktu hinga pertengahan 2023 terjadi penyesesuaian melalui UU PPSK. UU tersebut melimpahkan ketentuan pemisahan UUS kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK no. 12 Tahun 2023. Inti pemisahaan UUS pada POJK tersebut adalah, UUS yang memiliki aset 50% dari BUK atau telah mencapai aset 50 triliun, maka wajib dipisahkan. Secara historisnya, kehadiran Bank Umum Syariah baik melalui pemisahan maupun lainnya telah berlangsung beberapa kali yang hingga saat ini telah mencapai 13 Bank Umum Syariah. Yang demikian ini  dapat dirangkum setidaknya 5 (lima) skema. Skema yang dimaksud pada artikel ini ialah suatu model, pilihan maupun rancangan untuk mencapai tujuan yaitu membentuk Bank Umum Syariah. Skema pertama,  yaitu konversi BUK menjadi BUS (Bank Umum Suariah), skema ini sebagaimana yang dilakukan oleh Bank Mandiri Syariah yang saat ini telah bersalin rupa menjadi Bank Syariah Indonesia, Bank Mavbank Syariah yang kini menjadi Bank Aladin Syariah. Adapun Skema kedua, Konversi BUK yang memiliki UUS menjadi BUS sebagaimana dilakukan oleh Bank Aceh Syariah, Bank NTB Syariah dan Bank Riau Kepri Syariah. Skema ketiga, yaitu BUK atau afiliasinya mengakuisisi BUK lain dan diubah menjadi BUS, skema ini dilakukan oleh Bank mega Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, Bank Victoria Syariah dan Bank BCA Syariah. Selanjutnya skema keempat yaitu akuisisi BUK dan dikonversi menjadi BUS kemudian digabung dengan UUS sebagaimana BRI Syariah yang kini telah melebur kedalam Bank Syariah Indonesia. Disamping BRI Syariah, skema ini juga digunakan oleh Bank Syariah Bukopin dan BTPN Syariah. Dan terakhir, skema kelima, yang dilakukan oleh Bank BJB Syariah. Kata Kunci: Aset, pemisahan, Bank&nbsp

    Pengolahan Ikan Bandeng Menjadi Snack Kekinian Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Aramiyah

    No full text
    Aramiyah is one of the villages in East Aceh with the majority of people working in oil palm plantations, making bricks and cultivating fish ponds. The current problem is that the selling price of palm oil and bricks is decreasing so that people are experiencing an economic downturn. An alternative solution that can be implemented is by optimizing the processing of one of the results of community ponds. Milkfish is one of the potentials that exist in Aramiyah village, Birem Bayeun district, which is only used as a side dish to accompany rice. The potential of milkfish can be optimized by making it into marketable processed products such as meatballs. The aim of this service is to increase the knowledge and skills of the community by exploiting regional potential that exists but has not been utilized optimally, namely creating milkfish into contemporary snacks. The activity methods carried out include preparation, counseling and demonstration. The results achieved were that the community, especially housewives in Aramiyah village, gained new experience in using the results of milkfish ponds to make homemade meatballs to improve family nutrition that were cheap, easy and suitable for sale.Aramiyah merupakan salah satu desa di Aceh Timur dengan mayoritas masyarakat yang bekerja di perkebunan sawit, pencetakan batu bata dan budidaya tambak ikan.  Permasalahan yang terjadi saat ini yaitu harga jual sawit dan batu bata menurun sehingga masyarakat mengalami penurunan ekonomi. Solusi alternatifnya yang dapat dilakukan yaitu dengan optimalisasi pengolahan salah satu hasil tambak masyarakat. Ikan bandeng merupakan salah satu potensi yang ada di desa Aramiyah Kecamatan Birem Bayeun yang hanya dijadikan sebagai lauk pendamping nasi. Potensi ikan bandeng bisa dioptimalkan dengan mngkreasikan menjadi  produk olahan layak jual seperti bakso. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada tetapi belum termanfaatkan secara optimal yaitu mengkreasikan ikan bandeng menjadi snack kekinian. Metode kegiatan yang di lakukan meliputi persiapan, penyuluhan, dan peragaan. Hasil yang dicapai adalah masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga desa Aramiyah  mendapatkan pengalaman baru memanfaatkan hasil tambak ikan bandeng menjadi olahan bakso buatan sendiri untuk peningkatan gizi keluarga yang murah, mudah dan layak untuk dijual

    Strategi Kepala Desa Menanggulangi Kemiskinan di Desa Along Kabupaten Simeulue

    Get PDF
    Kemiskinan merupakan masalah yang masih menjadi garapan pemerintah di Indonesia. Sudah berbagai kebijakan dan program yang dilakukan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan, seperti BLT, charity dan lain sebagainya. Tetapi permasalahan tentang kemiskinan belum terselesaikan. Dengan adanya dana desa kemudian desa bisa lebih melakukan pembangunan dan pemberdayaan masyarakatnya agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan asli desa. Strategi yang dilakukan Pemerintah Desa Along  adalah menjalankan proses dengan sistematis, dan lebih mementingkan keinginan dan  kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat melalui dana desa sebagai upaya mengatasi kemiskinan di Desa Along Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue. Metode penelitian ini menggunakan  kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Along melalui pemberdayaan masyarakat dengan adanya dana desa mampu mengatasi kemiskinan yang ada di Desa Along melalui Pelayanan Pendidikan, Bantuan Langsung Tunai(BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), BUMdes, dan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni.  Dibuktikan dengan perubahan status Desa Along dari sebelum adanya dana desa adalah desa tertinggal, kemudian setelah adanya dana desa menjadi desa berkembang dan optimis untuk menjadi desa mandiri

    Lahirnya Intelegensia di Aceh dan Posisinya dalam Kontestasi Formasi Sosial Pasca Formalisasi Agama

    Get PDF
    This article aims to analyze the emergence of intellectual movements in Aceh after the occurrence of Dutch colonialism and the start of modernization. As with the phenomena that emerged in the Dutch East Indies in general, the presence of the Dutch in Aceh caused traditional intellectual movements based in Islamic boarding schools to respond to modern public schools which were indicated to carry the spirit of secularism which was considered to endanger the identity of the Acehnese people. The responses that emerged were resistance, negotiation, and accommodation. The research method of this article uses a historical approach based on literature review. The author conducted a review of the literature related to research. The collected data is verified, analyzed, and reconstructed narratively. The research findings show that the intellectual group is divided into three variants, namely the resistant group, namely the traditional intellectual party based on Islamic boarding school education, the negotiative group, namely the modernist intellectual party based on madrasah education, and the accommodative group, namely the secular party based on school education. These three intellectual variants continue to play their role in the formation of social formations in Aceh. After the conflict, due to pressure from social formations, between dayah groups, madrasahs and schools, there was a contestation for dominance. As a result, modernist groups win over discourses and ideas, traditional groups become fighters for modernist ideas and discourse, and secular groups follow the wishes of traditional groups.Artikel ini bertujuan menganalisis lahirnya gerakan-gerakan intelektual di Aceh pasca terjadinya Kolonialisme Belanda dan dimulainya modernisasi. Sebagaimana fenomena yang muncul di Hindia Belanda secara umum, kehadiran Belanda di Aceh menyebabkan gerakan intelektual tradisional yang berbasis di dayah memberikan respon terhadap sekolah umum modern yang diindikasi mengusung semangat sekularisme yang dianggap membahayakan identitas masyarakat Aceh. Respon-respon yang muncul adalah resistensi, negosiasi, dan akomodasi. Metode penelitian artikel ini menggunakan pendekatan historis berbasis kajian kepustakaan. Penulis melakukan kajian terhadap literatur-literatur terkait penelitian. Data yang dikumpulkan diverifikasi, dianalisis, dan direkonstruksi secara naratif. Temuan penelitian menunjukkan, kelompok intelektual terbagi kepada tiga varian yakni kelompok resisten yakni pihak intelektual tradisional yang berbasis pendidikan dayah, kelompok negosiatif yakni pihak intelektual modernis yang berbasis pendidikan madrasah, dan kelompok akomodatif yakni pihak sekuler yang berbasis pendidikan sekolah. Tiga varian intelektual ini terus menerus memainkan perannya dalam pembentukan formasi sosial di Aceh. Pasca konflik, akibat desakan formasi sosial, antara kelompok dayah, madrasah, dan sekolah, terjadi kontestasi untuk memperebutkan dominasi. Hasilnya, kelompok modernis memenangkan wacana dan ide, kelompok tradisional menjadi pejuang ide dan wacana modernis, dan kelompok sekuler mengikut kepada kehendak kelompok tradisional

    STRATEGI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU

    Get PDF
    The main problem facing education today is the low quality of human resources and the inability of educational actors to keep up with the progress of science and technology in the era of globalization. Quality competition is something that is very urgent that must be met by schools, therefore what needs to be done is to improve the quality of human resources. The quality of human resources can be seen from the intellectual, spiritual, creativity, morality and responsibility aspects. Writing this article aims to find out the principal's strategy in improving teacher competence in terms of pedagogical, professional, personal and social competence. This article uses the literature study method. The results of the research show that the principal's strategy is to improve teacher competence through empowerment carried out by educational supervisors

    MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN FATIH BILLINGUAL SCHOOL ACEH

    Get PDF
    Improving the quality of education is a must to meet the needs of the school and community. This study aims to determine the planning, implementation, monitoring and evaluation of programs to improve education. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques: observation, interviews and documentation study. Subjects were Principal, Vice Principal, committees and supervisors. The results of the study will describe how Planning, Implementation, and Evaluation of education quality improvement programs are carried out by Fatih Billingual School in Aceh every year, but also conducted on a monthly and semester basis. includes internal evaluation and external evaluation as a reference for improving the quality of schools in Aceh

    PERSEPSI NASABAH TERHADAP PEMBIAYAAN KUR SETELAH MERGER TIGA BANK SYARIAH DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA

    Get PDF
    Salah satu bentuk dukungan beberapa bank konvensional terhadap kebijakan Qanun No. 11 Tahun 2018 dengan melaksanakan kegiatan secara syariah secara bertahap yang akhirnya menggabungkan bank konvensional menjadi bank syariah. Salah satu konsekuensi yang patut diperhitungkan akibat adanya merger adalah dampak yang dirasakan oleh nasabah yaitu pengguna jasa dari pihak perbankan, salah satunya nasabah KUR. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji tentang bagaimana persepsi nasabah terhadap pembiayaan KUR setelah merger tiga bank syariah di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara sebagai teknik pengumpulan datanya. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa persepsi nasabah menunjukkan pendapat yang positif dan negatif terhadap pembiayaan KUR setelah merger tiga bank syariah baik dari nasabah eks bank-bank sebelumnya maupun nasabah yang baru bergabung.  Kemudian, ada beberapa kendala yang ditemukan, 1)  kurangnya penanganan mengenai pembiayaan KUR yang masih bermasalah, 2) untuk nasabah yang sudah menyelesaikan pelunasan pembiayaan KUR kurang mendapat sosialisasi dari pihak bank., dan 3) bank yang baru beroperasi rawan mengalami gangguan sehingga masyarakat terkadang enggan beralih ke Bank BSI

    903

    full texts

    1,236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇