Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
2582 research outputs found
Sort by
POTRET MODEL MANAJEMEN SATUAN PENDIDIKAN BERBASIS BOARDING SCHOOL DI SMA ISLAM TERPADU AL QALAM GOWA
Penelitian ini mengkaji implementasi sistem boarding school di SMA Islam Terpadu Al Qalam Gowa Boarding School yang berlokasi di Jl. Tamanyeleng, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan baru di dirikan pada tahun 2023. Dengan fokus pada pertanyaan penelitian tentang model Boarding School yang diterapkan di SMAIT Al Qalam Gowa, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah dan wakil kesiswaan serta observasi lapangan selama dua hari pada Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Islam Terpadu Al Qalam Gowa dengan model Boarding School yang mengimplementasikan delapan program unggulan yang mengintegrasikan pendidikan akademik dengan nilai-nilai Islam, yang diantaranya meliputi Leadership Development Program, Islamic Studies & Dormitory Program, Computer Based Learning, Enterpreneusihip, Research Culture, Study Tour, Bilingual, dan Hifdzul Mutun Class Of Nabawi Al Munawarrah. Sistem ini didukung oleh struktur organisasi yang komprehensif dan tenaga pendidik berkualifikasi minimal S1. Penelitian ini memberikan wawasan tentang model Boarding School yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan sekolah berasrama serupa
Implementasi Program Literasi dalam Pembelajaran PAI di Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program literasi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung dan dampaknya terhadap mutu pembelajaran. Literasi berperan penting dalam membangun keterampilan membaca, berpikir kritis, dan menulis yang relevan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai agama dan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi berbasis tahapan pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran telah berhasil meningkatkan keterampilan literasi, motivasi belajar, dan pemahaman konsep-konsep agama siswa. Strategi seperti kegiatan membaca tambahan, ceramah berbasis literasi, dan evaluasi berbasis membaca mampu mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi sebagai landasan pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai moral siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah terus mengembangkan program literasi yang inovatif dan melibatkan berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan program.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program literasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, serta memberikan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Literasi berperan penting dalam membangun kemampuan membaca, berpikir kritis, dan menulis yang relevan dengan peningkatan pemahaman nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi berdasarkan tahapan pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran berhasil meningkatkan kemampuan literasi siswa, motivasi belajar, serta pemahaman konsep keagamaan. Strategi seperti kegiatan membaca tambahan, ceramah berbasis literasi, dan evaluasi berbasis bacaan mampu mendorong keterlibatan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Temuan ini menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai moral peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan bagi sekolah untuk terus mengembangkan program literasi yang inovatif dan melibatkan berbagai pihak untuk mendukung keberlangsungan program tersebut
Penerapan Prinsip Manajemen Kurikulum Islam: Kajian Sosial Budaya Berdasarkan Hadits Nabi
Manajemen kurikulum Islam memegang peranan penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan beramal dengan ilmu yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana prinsip-prinsip manajemen kurikulum Islam yang berlandaskan Hadits Nabi diterapkan dari perspektif sosial budaya. Penelitian ini menganalisis pentingnya nilai-nilai Islam dalam konteks manajemen kurikulum di lembaga pendidikan, khususnya dalam membangun keselarasan antara ajaran Islam dengan dinamika sosial. Pendekatan sosial budaya digunakan untuk memahami bagaimana interaksi antara nilai-nilai Islam dengan konteks sosial mempengaruhi implementasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertumpu pada pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur Hadits dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti keadilan, keseimbangan, koherensi dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran memberikan kontribusi yang signifikan untuk membangun sistem pendidikan yang komprehensif. Di samping itu, pendekatan sosial budaya menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum Islam dengan kondisi, tradisi, dan tantangan masyarakat setempat, sehingga tercipta sinergi antara pendidikan berbasis Islam dengan perubahan sosial yang dinamis dan memberikan kontribusi positif untuk membangun masyarakat yang harmonis dan adil.Manajemen kurikulum Islam memegang peranan penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana prinsip-prinsip manajemen kurikulum Islam yang berlandaskan hadis Nabi diterapkan dari perspektif sosial budaya. Penelitian ini betapa pentingnya nilai-nilai Islam dalam konteks manajemen kurikulum di lembaga pendidikan, khususnya dalam membangun keselarasan antara ajaran Islam dengan dinamika sosial. Pendekatan sosial budaya digunakan untuk memahami bagaimana interaksi antara nilai-nilai Islam dengan konteks sosial yang mempengaruhi implementasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertumpu pada pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur hadis dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti keadilan, keseimbangan, koherensi dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran memberikan kontribusi yang signifikan untuk membangun sistem pendidikan yang komprehensif. Selain itu, pendekatan sosial budaya menyoroti pentingnya mengadaptasi kurikulum Islam dengan kondisi lokal, tradisi dan tantangan masyarakat, sehingga tercipta sinergi antara pendidikan berbasis Islam dengan perubahan sosial yang dinamis dan memberikan kontribusi positif untuk membangun masyarakat yang harmonis dan adil
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN AWAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BERDIFERENSIASI ANAK USIA DINI
This research aims to develop an early assessment instrument that can be used to improve differentiated learning outcomes in early childhood, especially the age group of 5-6 years old in PAUD Dengilo District. The method used is research and development (R&D) with a mix-method approach, which combines qualitative and quantitative approaches. The research procedure includes needs analysis, product development, expert validation, limited trials, revisions, and extensive trials. Qualitative data was obtained through observation and interviews, while quantitative data was obtained from the results of pretest and posttest children\u27s learning outcomes. The results of the study showed that the initial assessment instruments developed were valid (validity score of 92%), practical, and effective in identifying children\u27s early abilities. After the application of the instrument in differentiated learning, there was a significant improvement in children\u27s learning outcomes, which was shown by an increase in the average score from 67.8 to 83.2. The t-test showed a significance value of p < 0.05, which indicates a statistically significant difference. Thus, this initial assessment instrument can be used as a strategic tool for PAUD teachers in designing learning that suits the needs and potential of each child.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen awal yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar berdiferensiasi pada anak usia dini, khususnya kelompok usia 5–6 tahun di PAUD Kecamatan Dengilo. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan pendekatan mix-method, yaitu menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Prosedur penelitian meliputi analisis kebutuhan, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba terbatas, revisi, dan uji coba luas. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest hasil belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen awal yang dikembangkan valid (skor validitas 92%), praktis, dan efektif digunakan dalam mengidentifikasi kemampuan awal anak. Setelah penerapan instrumen dalam pembelajaran berdiferensiasi, terjadi peningkatan signifikan pada hasil belajar anak, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari 67,8 menjadi 83,2. Uji-t menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik. Dengan demikian, instrumen asesmen awal ini dapat digunakan sebagai alat bantu yang strategis bagi guru PAUD dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing anak
THE INFLUENCE OF SPIRITUAL COMPETENCE AND LEADERSHIP ON THE RELIGIOUS CULTURE OF STUDENTS IN PAI-BP LEARNING IN GRADE VIII SMP NEGERI 2 TAKALAR
The declining religious character among students today is a concern that calls for serious attention from educational institutions. Teachers of Islamic Religious Education and Character Development (PAI and BP) are expected not only to deliver subject content but also to become role models with strong spiritual awareness and leadership. Unfortunately, these two essential competencies are still not fully reflected in daily school practices. This study aims to examine how the spiritual competence and leadership competence of PAI and BP teachers influence the religious culture of eighth-grade students at SMP Negeri 2 Takalar. A quantitative approach was employed using an ex post facto design. Data were gathered through Likert-scale questionnaires and documentation from 171 student respondents and analyzed using descriptive and inferential statistics, including simple and multiple linear regression. Findings reveal that both the spiritual and leadership competencies of teachers are perceived as low by the majority of students. Likewise, the students\u27 religious culture is also categorized as low. Statistically, spiritual competence contributes 23.2%, leadership competence 32.5%, and both combined contribute 34.5% to students\u27 religious culture. The study concludes that teachers play a vital role in shaping students\u27 religious character. Therefore, strategic efforts are needed to strengthen these competencies through teacher training and school-based development programs.Fenomena menurunnya karakter religius di kalangan peserta didik saat ini menjadi keprihatinan bersama dan memerlukan perhatian khusus dari dunia pendidikan. Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP) diharapkan tidak hanya sekadar menyampaikan materi ajar, tetapi juga mampu menjadi teladan spiritual dan pemimpin moral yang hidup di lingkungan sekolah. Sayangnya, hasil observasi awal menunjukkan bahwa kompetensi spiritual dan kepemimpinan guru belum sepenuhnya tercermin dalam praktik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi spiritual dan kepemimpinan guru PAI dan BP terhadap budaya religius peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto, data diperoleh melalui angket skala Likert dan dokumentasi dari 171 responden. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial melalui regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kompetensi guru dinilai rendah oleh mayoritas siswa, dan budaya religius peserta didik juga tergolong rendah. Secara statistik, kompetensi spiritual menyumbang 23,2%, kepemimpinan guru 32,5%, dan secara simultan keduanya berkontribusi 34,5% terhadap budaya religius siswa. Kesimpulannya, peran guru sangat krusial dalam membentuk karakter religius peserta didik. Oleh karena itu, penguatan spiritualitas dan kepemimpinan guru perlu menjadi prioritas dalam pengembangan profesi guru PAI dan BP
IMPLEMENTATION OF INSTRUCTIONAL LEADERSHIP WITH TOTAL QUALITY MANAGEMENT: BRIDGE NODES IN EDUCATIONAL COMMUNICATION NETWORKS
The era of global educational transformation demands integration of instructional leadership with Total Quality Management (TQM). The research gap lies in the limited qualitative studies exploring critical bridge nodes as leverage points for organizational transformation. This study aims to explore the implementation of instructional leadership integrated with TQM through the identification of bridge nodes in Indonesian educational organizational communication networks. The research uses a qualitative approach with a single case study design in a senior high school. Data were collected through in-depth interviews with eight informants using purposive sampling. Analysis used ATLAS.ti with a qualitative network analysis approach to identify bridge nodes and communication network patterns. The research identified three main findings: universal consensus (100%) on the effectiveness of principal feedback; significant conceptual divergence (57.1%) in educational quality definitions reflecting organizational maturity; and three critical bridge nodes, namely open communication culture, constructive feedback, and holistic quality, as vital coordination mechanisms. TQM principles can be effectively applied in the Indonesian educational context through responsive adaptation to local cultural characteristics. The identified bridge nodes become strategic leverage points for sustainable organizational transformation
Mendiagnosis Gugus Konsonan dalam Bahasa Gorontalo: Revitalisasi Bahasa Daerah di Kawasan Teluk Tomini
Background: The term "diagnosis" is used in this study to reflect the careful and systematic approach needed to investigate the phonological features of Gorontalo Language (GL). This research study investigates the consonant clusters of the GL covering the phonetic, phonological, and phonotactic approaches focusing on the sounds of /mb/, /nt/, and /ngg/.
Aims: The research aims to clarify whether these sounds are single consonant or consonant clusters, contributing to both linguistic theory and the revitalization efforts for the GL in the Tomini Bay region.
Methods: The qualitative methodology utilized in this research is an analytical method associated with simultaneous data collection and analysis. The study assesses the phonological characteristics of GL with an emphasis on consonant clusters using a thorough literature analysis and real-world sources, including social media and interviews. A comprehensive description of GL\u27s sound system can be obtained by applying phonetical, phonological, and phonotactical analyses of sound, phoneme, and syllable structures.
Results: Based on Gorontalo\u27s phonetics, phonology, and phonotactics rules, the sounds /mb/, /nt/, and /ngg/ function as consonant clusters rather than a single consonant. Each sound in /mb/, /nt/, and /ngg/ is created uniquely, according to phonetic, phonological, and phonotactical analysis verifies that they function as independent phonemes that alter the meaning of words. Additionally, their classification as consonant clusters rather than a single consonant is supported by Gorontalo\u27s phonotactic rules, which forbid consonants at syllable endings.
Implications: These clusters can find utility within educational resources, thereby reinforcing linguistic sustainability. This work contributes not only to linguistic knowledge regarding Gorontalo phonetical, phonological, and phonotactic but also has applications to inform the design of revitalization programs for endangered languages.Kajian ini mengkaji gugus konsonan dalam Bahasa Gorontalo (BG), khususnya yang berfokus pada bunyi /mb/, /nt/, dan /ngg/, dalam kerangka analisis fonetik, fonologis, dan fonotaktik. Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas apakah bunyi-bunyi tersebut merupakan konsonan tunggal atau gugus konsonan, sehingga berkontribusi terhadap teori linguistik dan upaya revitalisasi GL di wilayah Teluk Tomini. Metodologi kualitatif digunakan, mengumpulkan data dari kamus, media sosial, dan penutur asli. Temuan ini menunjukkan bahwa bunyi /mb/, /nt/, dan /ngg/ adalah gugus konsonan dan bukan fonem tunggal, hal ini sejalan dengan kaidah fonotaktik BG. Kelompok-kelompok ini memiliki potensi untuk dimasukkan dalam materi pendidikan, sehingga memperkuat pelestarian bahasa. Penelitian ini tidak hanya memperkaya pengetahuan linguistik tentang fonotaktik BG tetapi juga memberikan wawasan praktis untuk mengembangkan program revitalisasi bahasa-bahasa yang terancam punah
Navigating Tolerance: An Analysis of Public Responses on Social Media to the MUI Fatwa on Interfaith Greetings
This study aims to analyze people\u27s responses in social media as a space of social interaction to the fatwa of the Indonesian Ulema Council (MUI) on interfaith greetings that has been considered controversial. The fatwa asserts that using interfaith greetings is not in line with Islamic principles of legitimate tolerance. Given the urgency to discuss this debate in Indonesia\u27s pluralistic society, this study utilized a mixed-methods approach. Data was collected using crawling techniques from X social media platform and analysed with R and Python to perform topic modelling and sentiment analysis, then related tweets were qualitatively analysed. In the various topics discussed, the analysis shows that, despite the controversy and its diminishing regulative authority, MUI\u27s role as a charismatic, traditional and ethical religious authority is still widely recognized. This research contributes to the understanding of how fatwas are perceived and debated in social media spaces, highlighting the need for MUI to constantly offer religious guidance that observes Islamic tradition while being socially relevant. The study underscores the importance of MUI\u27s active participation in the ongoing discourse on religious tolerance and moderation in Indonesian society
MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF KEPALA PAUD UNGGULAN EL-WAHIED DALAM PENGUATAN KARAKTER ISLAMI PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan transformatif kepala sekolah PAUD Unggulan El-Wahied dalam memperkuat karakter keislaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi peserta, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformatif yang diterapkan mencakup empat dimensi utama: pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan melalui nilai-nilai Islam yang patut dicontoh, mengembangkan visi pendidikan karakter, mendorong inovasi dalam pembelajaran, dan memperhatikan kebutuhan individu siswa dan pendidik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformatif ini efektif dalam memperkuat karakter Islam melalui program pembiasaan, integrasi nilai-nilai agama dalam kurikulum, dan menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori kepemimpinan dalam pendidikan Islam anak usia dini dan memberikan implikasi praktis untuk peningkatan kualitas pendidikan karakter di lembaga PAUDPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan transformatif kepala sekolah PAUD Unggulan El-Wahied dalam memperkuat karakter keislaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi peserta, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformatif yang diterapkan mencakup empat dimensi utama: pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan melalui nilai-nilai Islam yang patut dicontoh, mengembangkan visi pendidikan karakter, mendorong inovasi dalam pembelajaran, dan memperhatikan kebutuhan individu siswa dan pendidik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformatif ini efektif dalam memperkuat karakter Islam melalui program pembiasaan, integrasi nilai-nilai agama dalam kurikulum, dan menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori kepemimpinan dalam pendidikan Islam anak usia dini dan memberikan implikasi praktis untuk peningkatan kualitas pendidikan karakter di lembaga PAU
Hak atas Citra Diri dalam Perdagangan Foto Digital: Studi tentang Batas Perlindungan Hukum Perdata
The development of digital technology has introduced a new phenomenon in the form of photo trading on various online platforms such as Fotoyu, Shutterstock, and iStock. Through these systems, photographs featuring human faces can be bought and sold without the knowledge of the individuals depicted. This situation raises legal issues concerning the boundary between a photographer’s copyright and an individual’s personality rights over their own image. This study aims to analyze the Indonesian civil law framework related to the protection of the right to one’s image and to examine the urgency of expanding legal protection for individuals in the digital era. Using a normative legal research method with statutory and conceptual approaches, this study finds that the Indonesian legal system does not explicitly recognize the right to image as a personality right. Existing protections remain scattered across provisions on tort (Article 1365 of the Indonesian Civil Code), the Copyright Law, and the Personal Data Protection Law, all of which are not yet sufficient to address the complexities of digital image trading. Therefore, it is necessary to reform Indonesian civil law to recognize the right to one’s image as part of personality rights, as well as to establish effective oversight mechanisms to ensure the practical implementation of such protections. The results of this study are expected to contribute conceptually to the development of a civil law system that is adaptive to technological advancements and that upholds human dignity in the digital era.Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan fenomena baru berupa perdagangan foto di berbagai platform daring seperti Fotoyu, Shutterstock, dan iStock. Melalui sistem ini, foto yang menampilkan wajah manusia dapat diperjualbelikan tanpa sepengetahuan individu yang menjadi objeknya. Kondisi ini menimbulkan persoalan hukum mengenai batas antara hak cipta fotografer dan hak kepribadian individu atas citra dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum perdata Indonesia terkait perlindungan hak atas citra diri serta mengkaji urgensi perluasan perlindungan hukum terhadap individu di era digital. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, kajian ini menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia belum secara eksplisit mengakui right to image sebagai hak kepribadian. Perlindungan yang ada masih tersebar dalam ketentuan perbuatan melawan hukum (Pasal 1365 KUH Perdata), Undang-Undang Hak Cipta, dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, yang belum sepenuhnya mampu menjawab kompleksitas perdagangan citra diri secara digital. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan hukum perdata Indonesia untuk mengakui hak atas citra diri sebagai bagian dari hak kepribadian, serta pembentukan mekanisme pengawasan yang efektif agar perlindungan tersebut dapat diimplementasikan secara nyata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan hukum perdata yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan penghormatan terhadap martabat manusia di era digital