Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
2582 research outputs found
Sort by
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Loyalitas Melalui Kepuasan Pelanggan Dalam Menggunakan Layanan PLN Mobile
This study aims to determine the direct effect of marketing mix variables and the direct effect of customer satisfaction on customer loyalty and the indirect effect of marketing mix variables on customer loyalty with customer satisfaction as an intervening variable at PT PLN (Persero) UP3 Makassar Utara. The population in this study were 172,313 customers. The results of the questionnaire have been tested for validity and reliability using the PLS model scheme and model evaluation, have also been tested for inner model evaluation with the determinant coefficient test, model goodness test and hypothesis testing both directly and indirectly. The results of this data processing use SmartPLS version 4. The results of the study directly show that the marketing mix has a positive and significant effect on customer loyalty, then the customer satisfaction variable has a positive and significant effect on customer loyalty. While the indirect research results show that the marketing mix has a positive and significant effect on customer loyalty, then the customer satisfaction variable has a positive and significant effect on customer loyalty.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung variabel bauran pemasaran dan pengaruh langsung kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan dan pengaruh tidak langsung variabel bauran pemasaran terhadap loyalitas pelanggan dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening pada PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Utara. Populasi dalam penelitian ini yaitu 172,313 orang pelanggan. Hasil kusioner tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan skema model PLS dan evaluasi model, juga telah diuji evaluasi inner model dengan uji koefisien determinan, uji kebaikan model dan uji hipotesis baik secara langsung maupun tidak langsung. Hasil olah data ini menggunakan SmartPLS versi 4. Hasil penelitian secara langsung menunjukkan bahwa bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, kemudian variabel kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Sedangkan Hasil penelitian secara tidak langsung menunjukkan bahwa bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening
Pengaruh Strategi Pemasaran terhadap Loyalitas Pelanggan dan Volume Penjualan Melalui Kepuasan Pelanggan : (Studi Kasus pada PT. PLN (Persero) UP3 Bulukumba)
This study aims to analyze the impact of marketing strategy on customer satisfaction, customer loyalty, and sales volume, with customer satisfaction acting as a mediating variable. The study employed the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method to examine the relationships between variables. Data were collected through surveys using questionnaires distributed to 106 customers selected using the purposive sampling method, targeting customers who had used energy sector services and possessed relevant experience with these services. Data collection was conducted directly, ensuring that respondents met the criteria aligned with the research objectives. The results show that marketing strategy has a positive and significant effect on customer satisfaction, customer loyalty, and sales volume. Additionally, customer satisfaction positively and significantly influences both loyalty and sales volume, and it is proven to mediate the relationship between marketing strategy and customer loyalty, as well as sales volume. These findings affirm that well-designed marketing strategies, such as relevant promotions, competitive pricing, and quality services, play a crucial role in enhancing customer satisfaction, which ultimately strengthens customer loyalty and drives sales growth. This study contributes to the theoretical framework by expanding the literature on marketing in the energy sector, particularly regarding the role of customer satisfaction as a mediator. Practically, the findings recommend that companies focus more on customer-centric marketing strategies to build sustainable long-term relationships. However, the limitations of this study include its restricted geographical scope and its lack of exploration of other variables, such as the role of digital technology. Future research is encouraged to expand the study area and incorporate additional variables for a more comprehensive analysis.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pemasaran terhadap kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, dan volume penjualan, dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Studi ini menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar variabel. Data diperoleh melalui survei menggunakan kuesioner yang didistribusikan kepada 106 pelanggan yang dipilih dengan metode purposive sampling, yaitu pelanggan yang telah menggunakan layanan di sektor energi dan memiliki pengalaman relevan terhadap layanan tersebut. Pengumpulan data dilakukan secara langsung, dengan memastikan bahwa responden memiliki kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, dan volume penjualan. Selain itu, kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas dan volume penjualan, dan terbukti memediasi hubungan antara strategi pemasaran dengan loyalitas pelanggan dan volume penjualan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran yang dirancang dengan baik, seperti promosi yang relevan, penetapan harga yang kompetitif, dan pelayanan berkualitas, memainkan peran penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, yang pada akhirnya memperkuat loyalitas pelanggan dan mendorong pertumbuhan volume penjualan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas literatur tentang pemasaran di sektor energi, khususnya terkait peran kepuasan pelanggan sebagai mediator. Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan perusahaan untuk lebih fokus pada strategi pemasaran berbasis pelanggan guna menciptakan hubungan jangka panjang yang berkelanjutan. Namun, keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan geografis yang terbatas dan belum mengeksplorasi peran variabel lain seperti teknologi digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas wilayah studi dan memasukkan variabel tambahan untuk analisis yang lebih komprehensif
Banking Company Value Through Company Size, Growth Assets and Profitability
This study aims to test the influence of company size,growth assetsand profitability on company value.This type of research is quantitative research. The population used in this study are all banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2020-2024 period taken from its official website totaling 40. The sample used in this study is banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). according to the sample selection criteria up to 34. The data collection technique used in this study is documentary research by collecting and studying documents related to the research obtained from the Indonesia Stock Exchange (IDX) or other websites (www.idx.co.id and the company website). financial reports (annual reports) that have been published by the company. This study uses descriptive statistical analysis and multiple linear regression analysis. The results of the study found that company size and asset growth did not have a significant effect on company value, while profitability had a significant effect on company value
Pengembangan Ekonomi Digital di Provinsi Gorontalo: Analisis Potensi dan Tantangan
This study aims to analyze the potential and challenges of developing a digital economy in Gorontalo Province, particularly in the tourism sector. Using a qualitative method through interviews and observations of tourism SMEs and communities, this research found that Gorontalo has significant potential in digital economy development, with 70% of tourism SMEs already utilizing social media for promotion. However, several challenges were identified, including limited digital infrastructure with internet penetration below 40% in rural areas, low digital literacy with 65% of SMEs struggling to operate digital platforms, and security concerns with 72% of respondents expressing worries about data security and fraud risks in digital transactions. The results suggest the need for collaborative efforts from government, community, and business actors in strengthening digital infrastructure, enhancing digital literacy, and developing reliable digital security systems to maximize the potential of the digital economy in Gorontalo
The Style of Criminal Act Verses in The Quran and Its Implications for Legal Status Determinationits Implications for Legal Status Determination
One aspect of law in the Quran is criminal act (jinayat). This law aims to protect, prevent, and avoid criminal acts (jinayat) that may threaten a person\u27s life, property, and honor. Muslims have acknowledged and accepted Islamic law as an absolute truth that must be implemented with the principle of sami‘na wa ata‘na (we hear and we obey), as part of religious practice aimed at achieving well-being in this world and the hereafter. To implement Islamic law properly, a careful understanding and observation of the objectives of sharia, both explicit and implicit, is necessary. This study has two goals: (a) to identify, categorize, and describe the linguistic styles of al-amr (command) and al-nahyu (prohibition) in jinayat verses and their legal implications; and (b) to map and elaborate on the implications of jinayat verses in determining legal status. The styles used in conveying commands and prohibitions in jinayat verses include: (1) commands; a) passive past tense verbs (fi‘il madhi majhul) that contain obligatory demands; b) verbal nouns (masdar), such as "let the one who forgives follow," where the previous imperative form is replaced with compensation; c) imperative sentences using commands verb (fi‘il amr); (2) prohibitions; a) forms that mean “do not”; b) declarative sentences (khabariyah); c) commands (al-amr) that require abstaining from self-harming acts; d) negating expressions. If the divinely prescribed commands and prohibitions are not enforced, perpetrators of crimes will never be deterred, as human-made laws have many weaknesses. Furthermore, if murderers and thieves are merely imprisoned, it could lead to increased hatred.Salah satu aspek hukum dalam Alquran adalah hukum jinayat. Hukum ini bertujuan menjaga dan mencegah serta menghindari terjadinya perbuatan jinayat (pidana) yang dapat mengancam jiwa, harta dan kehormatan seseorang. Umat Islam telah mengakui dan menerima syariat Islam sebagai suatu kebenaran mutlak yang harus diberlakukan dengan prinsip sami’na wa ‘at}a‘na> sebagai bagian dari pengamalan religius, yang bertujuan untuk membangun kemaslahatan di dunia dan di akhirat kelak. Dalam mengamalkan hukum Islam tersebut perlu pengenalan dan pengamatan secara cermat terhadap maksud-maksud syariah baik yang tersirat maupun yang tersurat. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu (a) untuk menemukan, mengelompokkan, dan mendeskripsikan gaya bahasa al-amr (perintah) dan al-nahyu (larangan) dalam ayat-ayat jinayat dan implikasi hukumnya; dan (b) untuk memetakan dan mengembangkan implikasi ayat-ayat jinayat dalam penetapan status hukumnya. Gaya bahasa dalam menyampaikan perintah dan larangan yang terdapat di dalam ayat-ayat jinayat berupa: (1) perintah; a) fi’l madhi majhul perintah yang memuat tuntutan yang wajib; b) masdar “hendaklah (yang memaafkan) mengikuti”, shigat sebelumnya wajib berubah menjadi denda; c) kalimat perintah shigat amr-nya menggunakan fi’il amr; (2) larangan; a) shgat yang bermakna jangan; b) khabariah; c) al-amru (perintah), shigat perintah meninggalkan perbuatan merugikan diri sendiri; d) shigat meniadakan. Jika perintah dan larangan yang telah disyariatkan tidak ditetapkan untuk dibelakukan maka pelaku jarimah tidak akan pernah jera, karena produksi undang-undang yang dibuat oleh manusia mempunyai banyak sisi kelemahannya. Kemudian jika pelaku pembunuhan dan pencurian hanya tahanan maka akan berdampak pada kebencian
Tradisi Begalan dalam Pernikahan Adat Banyumasan di Sidareja Cilacap: Studi Filosofis dan Perspektif ‘Urf
The Begalan tradition is a distinctive ceremonial practice in traditional Banyumasan weddings, particularly preserved in Sidareja District, Cilacap Regency. More than a ritual, Begalan conveys philosophical, moral, and religious values transmitted across generations. This study aims to examine the symbolic meanings and social functions of the tradition using a qualitative ethnographic approach, supported by philosophical analysis and the Islamic legal concept of ‘urf. Data were collected through direct observation of begalan ceremonies, in-depth interviews with cultural figures, and a review of relevant literature. The findings reveal that each item used in the ritual, such as the kukusan (steamer), muthu (pestle), and kendil (clay pot), embodies symbolic messages promoting responsibility, patience, and harmony within marriage. The tradition also serves as a medium for moral education and cultural communication to the wider community. From the perspective of ‘urf, begalan is recognized as a local custom that aligns with Islamic principles. Rather than contradicting religious norms, it reinforces Islamic values through culturally rooted expressions. The tradition demonstrates the adaptive capacity of local culture in responding to social change while maintaining its essential meaning. Accordingly, Begalan is not merely a cultural relic, but a living epistemological system and a collective identity that continues to thrive within Banyumasan societyAbstrak: Tradisi begalan merupakan prosesi khas dalam pernikahan adat masyarakat Banyumasan, khususnya di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap. Tradisi ini tidak sekadar ritual seremonial, melainkan mengandung nilai-nilai filosofis, moral, dan religius yang diwariskan lintas generasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji simbolisme dan fungsi sosial tradisi begalan dengan pendekatan kualitatif etnografis serta analisis filosofis dan perspektif ‘urf dalam hukum Islam. Data dikumpulkan melalui observasi langsung prosesi begalan, wawancara dengan tokoh adat, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap peralatan rumah tangga yang digunakan—seperti kukusan, muthu, dan kendil—memiliki makna simbolik yang mengajarkan tanggung jawab, kesabaran, dan kebersamaan dalam rumah tangga. Tradisi ini juga menjadi sarana edukasi moral dan media komunikasi nilai-nilai sosial kepada masyarakat luas. Melalui perspektif ‘urf, tradisi begalan dipandang sebagai kebiasaan lokal yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Sebaliknya, ia memperkuat nilai-nilai keislaman melalui bentuk budaya yang kontekstual dan komunikatif. Tradisi ini juga mencerminkan kemampuan budaya lokal dalam beradaptasi dengan perubahan sosial tanpa kehilangan esensi. Dengan demikian, begalan bukan hanya bagian dari warisan budaya, melainkan juga sistem pengetahuan dan identitas kolektif yang hidup dalam masyarakat Banyumasan
PENGARUH PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PEMENUHAN HAK ANAK DI SMA NEGERI 5 BUKITTINGGI
Program Sekolah Ramah Anak di SMA Negeri 5 Bukittinggi menghadapi beberapa permasalahan yang menghambat efektivitas pelaksanaannya. Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya pemahaman dan komitmen dari seluruh pihak sekolah, termasuk guru, siswa, dan staf administrasi, terhadap konsep dan implementasi sekolah ramah anak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Program Sekolah Ramah Anak dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Pemenuhan Hak Anak di SMAN 5 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui angket. Berdasarkan hasil uji simultan melalui model ANOVA menunjukkan nilai F hitung sebesar 24,654 dengan signifikansi 0,000 lebih besar dari F tabel 3,10, mengindikasikan bahwa Program Sekolah Ramah Anak dan Kepemimpinan Kepala Sekolah secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Pemenuhan Hak Anak. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,971 menunjukkan bahwa 97,1% variasi dalam Pemenuhan Hak Anak dapat dijelaskan oleh Program Sekolah Ramah Anak dan Kepemimpinan Kepala Sekolah, sedangkan 2,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
PENDEKATAN INOVATIF DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN MUTU BERBASIS SEKOLAH
The main objective of this research is to analyze and evaluate the innovative approaches applied in improving school-based quality management at SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak. This research uses a qualitative approach with a case study method to explore in depth the application of innovative approaches in improving school-based quality management at SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak. The case study was chosen to contextually understand the specific dynamics that occur in this school, focusing on innovative management practices. The results of this study show that SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak implements an innovative and adaptive school-based quality management model by involving all stakeholders in decision-making. Although the use of technology in learning provides benefits, challenges such as limited infrastructure and teacher skills still exist. The principal\u27s visionary leadership and community support are supporting factors while resistance to change and limited resources are barriers. The school creates a conducive educational environment through transparency and teacher training, but for sustainability, more investment in technology infrastructure and collaboration with external parties is needed
STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN ISLAM UNTUK MENINGKATKAN MUTU, BRAND IMAGE, DAN DAYA SAING PERGURUAN TINGGI ISLAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pemasaran jasa pendidikan Islam di perguruan tinggi Islam guna meningkatkan mutu, brand image, dan daya saing kelembagaan. Dalam konteks persaingan global dan tuntutan masyarakat terhadap pendidikan berkualitas, perguruan tinggi Islam dituntut untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah yang relevan dari Google Scholar, dengan rentang publikasi antara tahun 2020 hingga 2025. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan untuk menjamin kualitas dan relevansi data. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi bauran pemasaran jasa (7P) yang mencakup produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik, menjadi pendekatan dominan yang digunakan oleh perguruan tinggi Islam. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan jumlah pendaftar, memperkuat citra lembaga, dan membangun daya saing di tengah persaingan antar perguruan tinggi. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital, media sosial, serta sinergi antara tim pemasaran internal dan eksternal menjadi faktor kunci keberhasilan strategi promosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar dapat memperkuat posisi lembaga pendidikan Islam sebagai penyedia layanan pendidikan berkualitas. Rekomendasi penelitian ini mencakup perlunya inovasi berkelanjutan, evaluasi strategi secara berkala, dan kolaborasi lintas unit dalam pelaksanaan promosi pendidikan. Kata kunci : strategi pemasaran ; jasa Pendidikan islam ; mutu ; brand image ; daya sain
THE PARADOX OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE USAGE IN HIGHER EDUCATION: BETWEEN ENHANCING LEARNING EFFECTIVENESS AND THE DECLINE OF STUDENTS CRITICAL THINKING SKILLS
This study explores the impact of artificial intelligence (AI) utilization in learning among students from diverse backgrounds, involving two subject groups: 15 Indonesian students analyzed through their academic assignments and 70 international students from Indonesia, China, Malaysia, and Tunisia surveyed via questionnaire. Task analysis employed an AI checker to measure AI’s contribution, while the questionnaire assessed students’ perceptions of AI’s impact. Results indicate that students in both high AI use (>60%) and low AI use (<60%) groups consistently achieved high academic grades (A and A-). The average scores for learning effectiveness across all countries were in the high category (Indonesia 3.03, China 3.05, Malaysia 3.16, Tunisia 3.01). However, there were signs of declining critical thinking skills, with scores ranging from 2.3 to 2.68. These findings underscore the need for balanced policies in AI adoption to enhance both learning quality and students’ critical thinking competencies, ensuring that technological advancement supports, rather than diminishes, essential academic skills.Keywords: Artificial intelligence, learning effectiveness, critical thinking, cognitive offloading, higher educationStudi ini menyelidiki dampak penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan di antara siswa dari berbagai latar belakang. Studi ini melibatkan dua kelompok: 15 siswa Indonesia yang analisis tugas akademiknya dilakukan, dan 70 siswa internasional dari Indonesia, China, Malaysia, dan Tunisia yang disurvei menggunakan kuesioner. Sebuah alat pemeriksa AI digunakan untuk analisis tugas guna mengevaluasi kontribusi AI, sementara kuesioner mengukur persepsi siswa tentang pengaruh AI. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa dalam kategori penggunaan AI tinggi (>60%) dan rendah (<60%) secara konsisten mencapai nilai akademik yang tinggi (A dan A-). Skor rata-rata untuk efektivitas pembelajaran di semua negara berada dalam kategori tinggi, dengan Indonesia mencetak 3,03, China 3,05, Malaysia 3,16, dan Tunisia 3,01. Namun, terdapat indikasi penurunan keterampilan berpikir kritis, dengan skor berkisar antara 2,3 hingga 2,68. Temuan ini menyoroti perlunya kebijakan yang seimbang terkait adopsi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis siswa, memastikan bahwa kemajuan teknologi mendukung, bukan mengurangi, keterampilan akademik yang esensial.
Kata kunci: Kecerdasan buatan, efektivitas pembelajaran, berpikir kritis, pengalihan kognitif, pendidikan tinggi