Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
    2582 research outputs found

    PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM INOVASI, TANTANGAN, DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMAHAMAN KEAGAMAAN : PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM INOVASI, TANTANGAN, DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMAHAMAN KEAGAMAAN

    No full text
    The utilization of artificial intelligence (AI) in Islamic Religious Education (PAI) learning has become a promising innovation in enhancing students\u27 religious understanding in the digital era. This research aims to explore how AI is used in PAI learning, the challenges faced in its implementation, and its impact on students\u27 religious understanding. This research uses a qualitative approach with a literature study method and descriptive analysis of various studies and practices that have been implemented in technology-based Islamic education. The research results show that AI can provide a more interactive, adaptive, and personalized learning experience according to students\u27 needs. However, there are several challenges that need to be addressed, such as dependence on technology, lack of understanding of ethics in the use of AI, and limitations in adapting learning content to Islamic values. Although there are positive impacts such as the increased understanding of religious concepts through interactive media, we must also be wary of the risk of reduced direct interaction between teachers and students. This can affect the affective aspect of Islamic Religious Education (PAI) learning. Therefore, the use of AI in Islamic Religious Education (PAI) must be balanced with appropriate policies, so that it remains in line with Islamic values and provides maximum benefits for students

    REVOLUSI PEMBELAJARAN PAI: OPTIMALISASI TEKNOLOGI DAN MEDIA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN MODERN: REVOLUSI PEMBELAJARAN PAI: OPTIMALISASI TEKNOLOGI DAN MEDIA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN MODERN

    No full text
    Technology and digital media have transformed the world of education, including PAI learning. The purpose of this research is to examine how the utilization of technology and media in PAI learning in the modern era. This research conducted a literature review using a descriptive qualitative approach. The research shows that although technology and media can enhance the quality of learning, they can also present problems such as a shortage of educators and infrastructure imbalances. The use of technology in Islamic Education (PAI) can be an innovative way to improve the quality of Islamic education by optimizing the right strategies

    KONSEP MUTU DAN MUTU PENDIDIKAN

    No full text
    A multifaceted strategy is essential to enhance education quality. This includes initiatives like bolstering teacher professionalism, creating a curriculum that meets the needs of learners, upgrading facilities and infrastructure, promoting community involvement, and maximizing technology use in educational settings. Through implementing these strategies, the goal is to continually advance the quality of education, producing superior and competitive human resources. Keywords: Quality, Quality of Education, Education Quality FactorsMutu pendidikan merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan sistem pendidikan suatu negara. Konsep mutu sendiri mencakup kesesuaian dengan standar yang ditetapkan, kepuasaan pemangku kepentingan serta peningkatan berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan, mutu pendidikan mencerminkan efektivitas proses pembelajara, kualitas tenaga pendidik, serta hasil belajar peserta didik. Berbagai faktor mempengaruhi mutu pendidikan di antaranya kebijakan pemerintah, kurikulum, kompetensi pendidik, sarana dan prasarana serta teknologi dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, diperluhkan strategi yang komprehensif, seperti penguatan profesionalisme guru, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan, peningkatan sarana dan prasarana, partisipasi masyarakat serta optimalisasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dengan menerapkan startegi tersebut, diharapkan mutu pendidikan dapat terus berkembang sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi. Kata Kunci: Mutu, Mutu Pendidikan, Faktor Mutu Pendidika

    DINAMIKA KONFLIK SOSIAL SISWA BARU DAN PERAN GURU DALAM MENGATASINYA : STUDI KASUS SISWA KELAS 7 DI SMP ZAMZAM INTEGRATED ISLAMIC SCHOOL

    Get PDF
    This study aims to examine the role of teachers in overcoming conflicts that occur in new students, especially grade 7 students at Zamzam Integrated Islamic School (ZIIS). Using a descriptive-qualitative approach, this study reveals various types of conflicts experienced by students, such as individual conflicts, between individuals, and between individuals and groups. Factors that trigger conflict include emotional immaturity and family background (broken home). The research shows that teachers play an important role as mediators, non-judgmental companions, teachers of problem-solving skills, and communicators between schools and parents. These strategies are strengthened by the synergy between teachers, the support of the principal, and the involvement of parents through the “parent teaching” program. The results confirm that effective conflict management contributes to the creation of a comfortable, conducive learning environment that supports students\u27 character development. This study is expected to be a reference for other educational institutions in managing student conflicts constructively. Keywords: teacher role, conflict management, new studentsPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam mengatasi konflik yang terjadi pada siswa baru, khususnya siswa kelas 7 di SMP Zamzam Integrated Islamic School (ZIIS). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengungkapkan berbagai jenis konflik yang dialami siswa, seperti konflik individu, antar individu, dan antara individu dengan kelompok. Faktor-faktor pemicu konflik di antaranya ketidakdewasaan emosional dan latar belakang keluarga (broken home). Penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting sebagai penengah, pendamping tanpa menghakimi, pengajar keterampilan pemecahan masalah, serta komunikator antara sekolah dan orang tua. Strategi-strategi ini diperkuat oleh sinergi antar guru, dukungan kepala sekolah, dan keterlibatan orang tua melalui program “parent teaching”. Hasil penelitian menegaskan bahwa manajemen konflik yang efektif berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, kondusif, dan mendukung perkembangan karakter siswa. Studi ini diharapkan menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan lain dalam mengelola konflik siswa secara konstruktif. Kata Kunci: peran guru, manajemen konflik, siswa baru

    Prospek Pendidikan Islam Di Indonesia: (Tantangan dan Peluang)

    Get PDF
    Pendidikan Islam di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral umat, serta memperkuat identitas keagamaan di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prospek pendidikan Islam di Indonesia dengan mempertimbangkan tantangan dan peluang yang ada. Tantangan yang dihadapi meliputi permasalahan terkait dengan kualitas pendidikan, kurikulum yang belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan zaman, serta keterbatasan fasilitas dan tenaga pendidik yang berkualitas. Sementara itu, peluang untuk pengembangan pendidikan Islam di Indonesia sangat terbuka lebar, terutama dengan kemajuan teknologi, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam memperkuat sistem pendidikan Islam. Melalui pendekatan yang inovatif dan adaptif, pendidikan Islam dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam membentuk generasi yang kompeten secara akademik dan kuat dalam nilai-nilai agama. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan perlunya reformasi dalam kurikulum, peningkatan kualitas pengajaran, dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses belajar mengajar di lembaga pendidikan Islam di Indonesia

    Relevansi Pendidikan Agama Islam Dengan Moderasi Beragama dan Radikalisme

    Get PDF
    The phenomenon of radicalism has become a significant issue in Indonesia, as it can disrupt the harmonious order of life in a diverse society. Radicalism not only occurs in the wider community but has also begun to penetrate the school environment. This study aims to analyze the relevance of Islamic Religious Education (PAI) to religious moderation and radicalism. This research is conducted through a literature review. This study will analyze related literature by identifying research gaps that need to be examined in Islamic education. The results show that Islamic Religious Education plays a crucial role in instilling values ​​based on religious moderation in the school environment. Islamic Religious Education also plays a significant role in preventing radicalism, namely by actualizing the Ministry of Religious Affairs\u27 programs with the values ​​of religious moderation. This research contributes by providing a new perspective on the relevance of Islamic Religious Education to religious moderation and radicalism in Indonesia.Fenomena radikalisme menjadi isu penting yang terjadi di Indonesia, karena dapat merusak tatanan keharmonisan kehidupan masyarakat yang berkeanekaragam. Radikalisme tidak saja terjadi pada lingkup masyarakat luas, akan tetapi juga sudah mulai masuk ke dalam ruang lingkup lingkungan sekolah. Penelian ini bertujuan menganalisis relevansi PAI (Pendidikan Agama Islam) dengan moderasi beragama dan radikalisme. Penelitian ini dikaji melalui studi kepustakaan, penelitian ini akan  menganalisis literatur terkait dengan cara mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang perlu dikaji dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai berbasis moderasi beragama di lingkungan sekolah. Nilai-nilai yang dapat ditanamkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menangkal radikalisme seperti  1) ta’addub, 2) qudwah, 3) muwatanah, 4) tawassut, 5) tawazun, 6) I’tidal, 7) musawah, 8) Syura, 9) Tasamuh, dan 10) tathawwur wa ibtikar. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan perpekstif baru, bagaimana relevansi Pendidikan Agama Islam dengan moderasi beragama dan radikalisme yang terjadi di Indonesia

    STIMULASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI ISTIMA DAN TIKRAR UNTUK MENINGKATKAN PEMEROLEHAN KOSAKATA DI LPQ MANSYAUT THULAB MAJALENGKA

    Get PDF
    Many non-formal religious educational institutions, such as madrasah diniyah, Islamic boarding school, and Quranic Education Institution (LPQ), have made Arabic as a mandatory subject. However, the methods commonly used, such as memorizing, tend to be conservative. It made the learning process monotonous and less effective for vocabulary building. To address this, a community service program was conducted at LPQ Mansyaut Thulab Rajagaluh, Majalengka, using istima (listening) and tikrar (repetition) methods to improve vocabulary learning. The program employed a learning service approach to identify challenges and propose practical solutions, including the development of cost-effective learning media to support vocabulary and interactive games to reinforce learned vocabulary. Games, like HTST (Count, Clap, Speak, and Translate), throw the ball, and puzzles, were integrated to make learning enjoyable while accommodating auditory, visual, and kinesthetic learning styles. As a result, students found it easier and faster to grasp new vocabulary, and their enthusiasm for learning increased due to the fun and engaging activities. This initiative not only improved students’ vocabulary acquisition, but also created a dynamic, creative, and effective learning environment tailored to their needs and characteristics.Sudah lama bahasa Arab diajarkan di berbagai lembaga pendidikan nonformal, salah satunya di Lembaga Pendidikan Quran, sayangnya metode yang digunakan cenderung masih konserfatif.  Maka diperlukannya upaya untuk memberikan stimulasi pembelajaran bahasa Arab yang lebih menarik dan efektif dengan menggunakan metode istima (mendengarkan) dan tikrar (pengulangan) dalam rangka meningkatkan pemerolehan kosakata siswa di LPQ Mansyaut Thulab Rajagaluh, Majalengka, melalui pendekatan community service. Adapun, bentuk pendampingan yang dilakukan, meliputi pembuatan media pembelajaran yang murah dan praktis sebagai alat peraga dalam mendukung proses stimulasi yang diberikan melalui metode istima serta perancangan beberapa permainan interaktif yang dapat digunakan untuk memperkuat (tikrar) pemerolehan kosakata yang sudah diajarkan. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menunjukkan beberapa perkembangan positif, yaitu 1) kemudahan dan kecepatan belajar, para siswa merasa lebih mudah dan cepat dalam belajar bahasa Arab karena adanya media pembelajaran yang digunakan saat mengenalkan kosakata baru; dan 2) pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, para siswa lebih antusias dalam belajar karena mereka bisa belajar sambil melakukan permainan edukatif, seperti HTST (Hitung, Tepuk, Sebutkan, & Terjemahkan), lempar bola, dan puzzles. Permainan ini dirancang agar siswa tidak hanya belajar secara audiotoris, tetapi juga memanfaatkan kemampuan visual dan kinestetik. Dengan demikian, pendampingan yang dilakukan tidak hanya membantu dalam meningkatkan penguasaan kosakata, namun dapat menciptakan suasana pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, sesuai dengan kabutuhan dan karakteristik siswa

    KOTAK LITERASI SEBAGAI ALAT PERMAINAN EDUKATIF DALAM MENINGKATKAN LITERASI ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN TER DIFERENSIASI

    Get PDF
    This research is motivated by the problem of literacy skills of children aged 5-6 years at Roudhotu Ash Shibyan Kindergarten, Jambi City. The number of students at Roudhotu Ash Shibyan Kindergarten is 15 children, 5 boys and 10 girls. Based on the results of initial observations, it was found that the development of children\u27s literacy skills had not developed well. The research method used in this study is PTK, the purpose of Classroom Action Research (PTK) is to improve the quality and learning outcomes practically. Classroom action research focuses on the class or on the learning process that occurs in the classroom. The results of the study showed that the literacy skills of children aged 5-6 years at Roudhotu Ash Shibyan Kindergarten in Jambi City increased using educational literacy box game tools with differentiated learning, this is evidenced by the end of cycle II action III that the scope of development of the basics of literacy with a description of the achievements of children\u27s development is able to listen, have awareness of text messages, alphabets, and phonemics, are able to express questions and ideas, are able to use their language for cooperation skills, so there are no children who are BB (Not Yet Developing), there are no children who are MB (Starting to Develop), children who are BSH (Developing According to Expectations) are 20%, children who are BSB (Developing Very Well) are 80%Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kemampuan literasi anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Roudhotu Ash Shibyan Kota Jambi. Jumlah peserta didik di TK Roudhotu Ash Shibyan adalah 15 anak, 5 laki-laki dan 10 perempuan. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa perkembangan kemampuan literasi anak belum berkembang dengan baik. Metode penelitian yang digunakan didalam penelitian ini adalah PTK, tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar secara praktis. Penelitian tindakan kelas berfokus pada kelas atau pada proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Roudhotu Ash Shibyan Kota Jambi meningkat menggunakan alat permainan edukatif kotak literasi dengan pembelajaran terdiferensiasi, hal ini dibuktikan dengan akhir siklus II tindakan III bahwa lingkup perkembangan dasar-dasar literasi dengan deskripsi capaian perkembangan anak mampu menyimak, memiliki kesadaran akan pesan teks, alfabet, dan fonemik, mampu mengutarakan pertanyaan dan gagasannya, mampu menggunakan bahasanya untuk kemampuan kerjasama, maka tidak ada anak yang BB (Belum Berkembang), tidak ada anak anak yang MB (Mulai Berkembang), anak yang BSH (Berkembang Sesuai Harapan) ada 20%, anak yang BSB (Berkembang Sangat Baik) ada 80%

    PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MODEL SUPERVISI JARAK JAUH UNTUK GURU DI DAERAH TERPENCIL

    Get PDF
    This study aims to analyze the effectiveness of technology-based remote supervision in improving the quality of teacher training in remote areas. The method used is qualitative with a combination of library research and survey approaches. The research subjects consisted of 60 teachers and principals involved in technology-based supervision. Data were collected through a Likert scale questionnaire to measure respondents\u27 perceptions of the use of technology in educational supervision. The results of the study indicate that remote supervision has advantages in improving accessibility, time and cost efficiency, and more systematic supervision documentation. However, there are challenges such as limited technological infrastructure, variations in teachers\u27 digital skills, and a lack of personal interaction compared to conventional supervision. The survey results showed an average response of 78.19 from teachers and school principals, indicating that the majority of respondents had a positive perception of the implementation of technology-based remote supervision. Therefore, supervision strategies that integrate remote methods need to be developed to optimize the effectiveness of educational supervision and enhance teacher professionalism, especially in areas with limited access.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas supervisi jarak jauh berbasis teknologi dalam meningkatkan kualitas pembinaan guru di daerah terpencil. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kombinasi library research dan survei. Subjek penelitian terdiri dari 60 guru dan kepala sekolah yang terlibat dalam supervisi berbasis teknologi. Data dikumpulkan melalui angket berbasis Skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap pemanfaatan teknologi dalam supervisi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi jarak jauh memiliki keunggulan dalam meningkatkan aksesibilitas, efisiensi waktu dan biaya, serta dokumentasi supervisi yang lebih sistematis. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, variasi keterampilan digital guru, serta kurangnya interaksi personal dibandingkan supervisi konvensional. Dari hasil survei, diperoleh rata-rata respon guru dan kepala sekolah sebesar 78,19 yang menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi positif terhadap implementasi supervisi jarak jauh berbasis teknologi. Oleh karena itu, strategi supervisi yang mengintegrasikan metode jarak jauh perlu dikembangkan untuk mengoptimalkan efektivitas supervisi pendidikan dan meningkatkan profesionalisme guru, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses

    P PENGERTIAN, KEDUDUKAN, CAKUPAN, TUJUAN PERBANDINGAN PENDIDIKAN DAN HISTORI SERTA LANDASAN HISTORI PENDIDIKAN DI INONESIA

    No full text
    Comparative education studies examine the similarities, differences, and factors influencing the education systems of various countries. This study is crucial for understanding the dynamics of global education and supporting national policy development. The primary focus is on identifying similarities and differences in education systems and understanding the historical and contextual factors that shape these policies. This research analyzes relevant national and international literature and journals, including the history of education in Indonesia. The results demonstrate that comparative education is not only analytical but also helps adapt best practices to Indonesia\u27s social, cultural, and political context. Aspects examined include educational philosophy, curriculum, learning methods, policies, educational structures, and external factors such as economics and culture. From pre-colonial times to the reform era, education plays a role in strengthening cultural values, developing human resources, and shaping national identity. This study emphasizes the importance of integrating lessons from other countries while maintaining Indonesia\u27s distinctive characteristics for effective and sustainable policy.Kajian perbandingan pendidikan mempelajari persamaan, perbedaan, dan faktor yang mempengaruhi sistem pendidikan di berbagai negara. Kajian ini penting untuk memahami dinamika pendidikan global sekaligus mendukung penyusunan kebijakan nasional. Fokus utama adalah mengidentifikasi persamaan dan perbedaan sistem pendidikan serta memahami faktor historis dan kontekstual yang membentuk kebijakan tersebut. Penelitian ini menganalisis literatur dan jurnal nasional serta internasional yang relevan, termasuk sejarah pendidikan di Indonesia. Hasilnya menunjukkan pendidikan tidak hanya untuk analisis, tetapi juga membantu mengadaptasi praktik terbaik sesuai konteks sosial, budaya, dan politik Indonesia. Aspek yang dikaji meliputi filosofi pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, kebijakan, struktur pendidikan, serta faktor eksternal seperti ekonomi dan budaya. Dari masa prakolonial hingga era reformasi, pendidikan berperan dalam memperkuat nilai budaya, pembangunan sumber daya manusia, dan pembentukan identitas nasional. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan pelajaran dari negara lain dengan mempertahankan ciri khas Indonesia untuk kebijakan yang efektif dan berkelanjuta

    2,210

    full texts

    2,582

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇