Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
    2582 research outputs found

    Filsafat Pendidikan Al-Ghazali: (Memahami Hakikat Manusia sebagai Pencari Ilmu)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filsafat pendidikan Al-Ghazali dengan fokus pada hakikat manusia sebagai pencari ilmu, serta relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui analisis literatur terhadap karya-karya Al-Ghazali dan sumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan integrasi ilmu, moralitas, dan spiritualitas dalam pendidikan, di mana pencarian ilmu tidak hanya bersifat intelektual tetapi juga spiritual dan moral. Konsep ini relevan dengan pendidikan modern yang membutuhkan pendekatan holistik untuk membentuk karakter siswa. Dengan demikian, pemikiran Al-Ghazali dapat menjadi landasan dalam pengembangan sistem pendidikan yang seimbang antara aspek akademik dan nilai-nilai moral-spiritual. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan pentingnya pendekatan pendidikan holistik berbasis nilai-nilai spiritual dan etis dalam kurikulum modern, serta memberikan perspektif filosofis yang dapat memperkaya wacana pendidikan Islam dan praktik pendidikan kontemporer

    KOMPETENSI SOSIAL GURU PENDIDIKAN AGAMA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEAKRABAN PESERTA DIDIK DI MTS INTEGRAL HIDAYATULLAH KOTA GORONTALO

    Get PDF
    This research was conducted at MTs Integral Hidayatullah, Gorontalo City to examine the social competence of Religious Education teachers and its impact on student intimacy. The main problems found were teacher dominance in learning, a less conducive environment, and minimal interaction between teachers and students, as well as between students, which were caused by weak teacher social competence. This study aims to determine the level of social competence of Religious Education teachers and describe its impact on student intimacy. Theoretically, this research is expected to improve teacher social competence, and practically provide input to create better social relationships and a more enjoyable learning atmosphere. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, which aims to understand in depth the social competence of Religious Education teachers and its impact on student intimacy at MTs Integral Hidayatullah, Gorontalo City. Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers and students, and relevant documentation. Data analysis techniques were carried out inductively by reducing data, presenting data, and drawing conclusions to obtain a clear picture of the relationship between teacher social competence and the quality of student social interactions. The results of the study indicate that the social competence of Religious Education teachers has a significant impact on student intimacy at MTs Integral Hidayatullah, Gorontalo City. Teachers who possess good communication skills, empathy, and skills in managing social interactions are able to build closer and more respectful relationships with students. The intimacy formed between teachers and students strengthens students\u27 sense of comfort and self-confidence, so they are more open and actively involved in learning activities. Furthermore, this positive relationship contributes to a more conducive social climate, which not only encourages good cooperation among students but also reduces the potential for social problems in the madrasah environment.Penelitian ini dilakukan di MTs Integral Hidayatullah Kota Gorontalo untuk meneliti kompetensi sosial guru Pendidikan Agama dan dampaknya terhadap keakraban peserta didik. Masalah utama yang ditemukan adalah dominasi guru dalam pembelajaran, lingkungan yang kurang kondusif, dan minimnya interaksi antara guru dan peserta didik, serta sesama peserta didik, yang disebabkan oleh lemahnya kompetensi sosial guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kompetensi sosial guru pendidikan agama dan mendeskripsikan dampaknya terhadap keakraban peserta didik. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sosial guru, dan secara praktis memberikan masukan untuk menciptakan hubungan sosial yang lebih baik dan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam kompetensi sosial guru Pendidikan Agama dan dampaknya terhadap keakraban peserta didik di MTs Integral Hidayatullah Kota Gorontalo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara induktif dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan sehingga diperoleh gambaran nyata tentang hubungan antara kompetensi sosial guru dan kualitas interaksi sosial peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial guru Pendidikan Agama memiliki dampak yang signifikan terhadap keakraban peserta didik di MTs Integral Hidayatullah Kota Gorontalo. Guru yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, empati, serta keterampilan dalam mengelola interaksi sosial, mampu membangun hubungan yang lebih dekat dan saling menghargai dengan peserta didik. Keakraban yang terbentuk antara guru dan siswa memperkuat rasa kenyamanan dan kepercayaan diri peserta didik, sehingga mereka lebih terbuka dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, hubungan yang positif ini turut menciptakan iklim sosial yang lebih kondusif, yang tidak hanya mendorong kerja sama yang baik di antara peserta didik, tetapi juga mengurangi potensi permasalahan sosial di lingkungan madrasah.  Kata Kunci : Kompetensi Sosial, Guru Pendidikan Agama, Keakraban Peserta Didik, MTs Integral Hidayatullah Kota Gorontalo.   &nbsp

    MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN FIQIH

    Get PDF
    Student activity is one of the important aspects in supporting the achievement of learning objectives. However, based on the results of field observations, it shows that student learning motivation in fiqh lessons is low. There needs to be a change in the learning model that can increase student activity in learning. The purpose of this study was to analyze the effect of the Snowball Throwing method in increasing student activity, especially in fiqh learning. The type of research used was a quasi-experimental study with a posttest-only control group design. The research sample used was 46 students divided into 2 classes, 25 students in the experimental class and 21 students in the control class. The sampling technique used random sampling. Data collection techniques were carried out using questionnaires and observation sheets to measure student activity. The data analysis used was descriptive analysis to analyze student activity. The results of the study showed that the level of student activity at MA Matholiul Huda who studied using the Snowball Throwing model was higher than students who studied with conventional learning models.Keaktifan siswa menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi lapangan menunjukkan jika motivasi belajar siswa pada pelajaran fiqih termasuk rendah. Perlu adanya perubahan pada model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari metode Snowball Throwing dalam meningkatkan keaktifan siswa utamanya pada pembelajaran fiqih. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain posttest-only control group. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 46 siswa yang dibagi pada 2 kelas, 25 siswa di kelas eksperimen dan 21 siswa di kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar angket dan lembar observasi untuk mengukur keaktifan siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menganalisis keaktifan siswa. Hasil penelitian menunjukkan jika tingkat keaktifan siswa di MA Matholiul Huda yang belajar menggunakan model Snowball Throwing lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional

    PERAN GURU PAI DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SPRITUAL SISWA DI SMP NEGERI 1 TIKUNG

    Get PDF
    The Islamic Education (PAI) teachers play a crucial role in fostering students’ spiritual intelligence at SMP Negeri 1 Tikung, which helps them understand the meaning of life, distinguish between right and wrong, and develop positive behaviors. This study employs a qualitative descriptive approach, focusing primarily on PAI teachers as the main subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with sources including teachers, the school principal, students, as well as references from books and journals. Data analysis was conducted through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The study revealed several key findings: (1) supporting factors for the teachers’ roles include collaboration with the principal and fellow teachers, as well as support from regulations and the school’s vision and mission. Conversely, inhibiting factors consist of low parental awareness and limited school programs focused on developing students’ spiritual intelligence; (2) students’ spiritual intelligence is relatively high in terms of socializing and adapting, yet remains low in self-awareness and in formulating personal vision and mission; (3) PAI teachers perform various functions, including as instructors, class leaders, mentors, classroom managers, motivators, and evaluators. However, students’ awareness in applying the learning to daily life still requires improvement. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing.Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Kecerdasan Spritual Peserta Didik di SMP Negeri 1 Tikung. Kecerdasan spiritual membantu seseorang untuk menemukan makna hidup dan kebahagiaan. Karena itu kecerdasan spiritual dianggap sebagai kecerdasan yang paling penting dalam kehidupan. Kebahagaian dan menemukan makna kehidupan merupakan tujuan utama setiap orang. Kecerdasan seseorang dapat ditunjukkan dalam tingkah lakunya sehari-hari. Dengan memiliki kecerdasan spiritual siswa dapat mengetahui mana yang baik dan buruk. Kecerdasan ini mengarahkan seseorang pada prilaku yang baik. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk menelti sejau mana guru PAI dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik di SMP Negeri 1 Tikung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu dari guru PAI, kepala sekolah serta peserta didik dan sumber data sekunder yaitu dari bubu-buku, jurnal. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1), faktor pendukung dan penghambat peran guru dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik yaitu faktor pendukung terdiri dari adanya kerja sama antara guru pendidikan agama Islam dengan kepala sekolah, guru-guru mata pelajaran yang lain serta undang-undang dan visi misi sekolah. Faktor penghambat kurangnya kesadaran orang tua dalam memberikan pengawasan maupun bimbingan kepada anaknya dan kurangnya program sekolah yang langsung menekankan pada pengembangan kecerdasan spiritual peserta didik. (2),Tingkat kecerdasan spiritual peserta didik di SMP Negeri 1 Tikung cukup tinggi dilihat dari cara mereka bersosialisasi atau beradaptasi dengan teman-temannya maupun dengan guru, respon mereka terhadapi persoalan yang terjadi disekitarnya sangat baik. Namun ketika dilihat dari sisi kemampuan untuk mengenali dirinya apalagi memiliki visi misi hidup untuk masa yang akan datang maka bisa dikatan masih rendah. (3), peran yang dilakukan oleh guru PAI dalam mengembangkan kecerdasan spiritual pada peserta didik di SMP Negeri 1 tikung terdiri dari peran sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengelola kelas, motivator dan evaluator semua sudah dilakukan tinggal kesadaran dari peserta didik untuk mengaplikasikan apa yang sudah diterimah dari guru-gurunya disekolah

    Pelatihan LINTAH (Lilin Aromaterapi dari Jelantah) di Desa Sumberdadi sebagai Inisiatif Menuju Desa Ramah Lingkungan

    Get PDF
    Abstract: The LINTAH (Aromatherapy Candles from Used Cooking Oil) training was conducted in response to the problem of household used cooking oil waste that is often disposed of without being processed. The background of this activity stems from the need of the community in Sumberdadi Village to find a creative solution that is not only environmentally friendly but also economically viable. The primary objective of the training is to equip the village women\u27s group with the skills to process used cooking oil waste into aromatherapy candles that have market potential while also promoting productive consumption patterns. The method used is based on Asset-Based Community Development (ABCD) combined with a project-based learning approach. Participants not only received theoretical explanations but also directly practiced the production process, from oil filtration, mixing aromatherapy ingredients, to candle molding. Evaluation was conducted through participatory observation, interviews, and group discussions during the reflection phase. The results of the activity showed a significant increase in participants\u27 knowledge and skills, particularly regarding the utilization of waste as an economically valuable resource. Participants reported gaining meaningful learning experiences, where hands-on practice strengthened understanding compared to conventional learning. Additionally, a paradigm shift was observed, where used cooking oil is no longer merely waste but a productive asset that can support the circular economy and environmental sustainability

    Encountering The Syariah Law in Contemporary Era: The Concept of Ijtihād Intiqāiy and Ijtihād Insyāiy

    Get PDF
    This article elaborates on the role of ijtihād in addressing the many problems facing Muslims today. To find solutions, the Muslim community is naturally required to return to the texts of the Qur\u27an and Sunnah or to examine the results of the ijtihād of previous jurists. However, many of the problems that arise today cannot be solved within classical jurisprudence. Therefore, the door of ijtihād must always be open to realize Islamic law as a law appropriate for every era and place. This study shows that ijtihad is both an obligation that must be carried out and an unavoidable emergency. The author believes that, first, ijtihād intiqāiy is a process of seeking legal certainty regarding a problem. Second, ijtihād intiqāiy is carried out by weighing and comparing opinions from various schools of thought, then examining the basis of their evidence, whether based on the texts of the Qur\u27an or the Sunnah, or the ijtihad of the companions, and so on. Furthermore, ijtihad on newly emerging problems for which there is no legal determination yet and which are illuminated by shariah arguments is called ijtihād insyāiy. It may even be that ijtihād insyāiy is carried out on problems that existed during the time of the imams of the sect and for which there were legal provisions. However, today\u27s mujtahids can formulate new legal provisions that are more in line with the times, more useful for humans, and closer to realizing the maqāshid al-sharīyah.Artikel ini mengelaborasi peran ijtihad dalam menghadapi banyak permasalahan yang dihadapi umat Islam pada masa sekarang. Untuk mendapatkan solusinya, tentu umat dituntut untuk kembali kepada Nash al-Qur’an dan Sunnah atau dengan melihat hasil ijtihad para fuqaha terdahulu. Hanya saja, banyak di antara masalah-masalah yang timbul pada masa sekarang ini tidak didapati solusinya pada khasanah fikih klasik. Oleh karena itu, pintu ijtihad harus senantiasa dibuka dalam rangka merealisasikan syariat Islam sebagai syariat yang sesuai untuk tiap zaman dan tempat. Studi ini menunjukkan bahwa ijtihad merupakan suatu keharusan yang mesti dilakukan sekaligus merupakan hal darurat yang tidak bisa dihindari. Penulis berpandangan bahwa, pertama, ijtihad intiqāiy merupakan suatu proses dalam mencari kepastian hukum terhadap suatu masalah. Kedua, Ijtihad intiqāiy dilakukan dengan cara menimbang serta membandingkan pendapat-pendapat dari berbagai mazhab, kemudian meneliti sandaran dalilnya, baik itu sandarannya berupa nash al-Qur’an atau al-sunnah maupun berupa ijtihad para sahabat dan lain-lain sebagainya. Selanjutnya, Ijtihad pada masalah-masalah yang baru muncul yang belum ada ketetapan hukumnya dan disinari oleh dalil-dalil syar’i disebut dengan ijtihad insyāiy. Bahkan boleh jadi ijtihad insyāiy dilakukan pada masalah-masalah yang telah ada pada masa imam-imam mazhab dan telah ada ketetapan hukumnya. Namun, oleh para mujtahid saat sekarang ini mampu merumuskan ketetapan hukum baru yang lebih sesuai dengan zaman, lebih bermanfaat buat manusia dan lebih dekat untuk merealisasikan maqāshid al-syar’iah

    EFEKTIFITAS VIDEO PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN APLIKASI EDPUZZLE PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS 7

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi pada saat ini yaitu kurangnya variasi guru dalam penggunaan media pembelajaran, terutama pada mata pelajaran PAI, sehingga perlu inovasi baru dalam penggunaan media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas penggunaan video pembelajaran interaktif berbasis aplikasi Edpuzzle terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas VII di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Jenis eksperimen yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji independent sample t-test dan N-Gain Score untuk melihat perbedaan peningkatan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,019 < 0,05, yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan video interaktif Edpuzzle dengan yang menggunakan metode konvensional. Selanjutnya, hasil analisis N-Gain Score menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh skor 0,61141, sedangkan kelas kontrol memperoleh skor 0,48997. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan video pembelajaran interaktif berbasis Edpuzzle terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata Pelajaran PAI kelas 7 di SM

    PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK KECAMATAN MARISA

    Get PDF
    This research aims to develop and implement digital-based interactive media that can improve the gross motor skills of early childhood in Marisa District Kindergarten. The method used is Research and Development (R&D) with a mix-method approach, which is a combination of qualitative and quantitative approaches. The research stages include needs analysis, media design, validation by experts, limited trials, and field trials. The research subjects consisted of teachers and kindergarten children involved in the media implementation process. The results of the study show that the interactive media developed is very feasible to use, based on the validation of media and PAUD experts with a feasibility score of more than 85%. Field trials showed a significant improvement in children\u27s gross motor skills, from pretest results to posttest, with a significance value (p) < 0.05. Qualitatively, children look more active, enthusiastic, and motivated during the learning process. This media also received a positive response from teachers because it was easy to use and able to create an interesting learning atmosphere. In conclusion, this digital interactive media is effective in improving early childhood gross motor and can be used as an innovative alternative in technology-based learning in early childhood education.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media interaktif berbasis digital yang dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK Kecamatan Marisa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan mix-method, yakni gabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan media, validasi oleh ahli, uji coba terbatas, dan uji coba lapangan. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak-anak TK yang terlibat dalam proses implementasi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif yang dikembangkan sangat layak digunakan, berdasarkan validasi ahli media dan PAUD dengan skor kelayakan lebih dari 85%. Uji coba lapangan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan motorik kasar anak, dari hasil pretest ke posttest, dengan nilai signifikansi (p) < 0,05. Secara kualitatif, anak-anak terlihat lebih aktif, antusias, dan termotivasi selama proses pembelajaran berlangsung. Media ini juga mendapat respon positif dari guru karena mudah digunakan dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Kesimpulannya, media interaktif digital ini efektif dalam meningkatkan motorik kasar anak usia dini dan dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran berbasis teknologi di PAUD

    RELEVANSI PAI DALAM KEHIDUPAN MODERN DI SMA PLUS PARIWISATA BANDUNG

    No full text
    This study aims to examine the application of the relevance of Islamic Religious Education (PAI) in the modern lives of students at Bandung Tourism High School. In the era of globalization and technological advancement, the younger generation faces significant challenges in maintaining religious values ​​amidst the currents of modernization, especially in a tourism education environment that is open to cultural and lifestyle diversity. This study uses a descriptive qualitative approach. This approach was chosen because it is appropriate for exploring and understanding the meaning, experiences, and interpretations of informants regarding the application of Islamic Religious Education (PAI) in the context of modern life in a tourism-based high school environment. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation of PAI teachers, students, and school officials. The results of the study indicate that PAI teachers have a contextual understanding of the challenges of modern life. Teachers not only teach PAI normatively, but also align the material with contemporary issues relevant to the students\u27 world, such as technology, adolescent lifestyles, and ethics in the tourism workplace. This builds students\u27 understanding that Islamic teachings remain relevant and necessary in facing the challenges of the modern era. Students respond positively to the application of Islamic values ​​in the context of modern life. Most students found it helpful to understand religious values ​​through a contextual approach. They stated that Islamic Religious Education is not just a theory, but a guide to lifePenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan relevansi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam kehidupan modern siswa di SMA Plus Pariwisata Bandung. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, generasi muda menghadapi tantangan besar dalam menjaga nilai-nilai religius di tengah arus modernisasi, terutama di lingkungan pendidikan kepariwisataan yang terbuka terhadap keberagaman budaya dan gaya hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk mengeksplorasi dan memahami makna, pengalaman, serta interpretasi para informan terhadap penerapan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks kehidupan modern di lingkungan sekolah menengah atas berbasis kepariwisataan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru PAI, siswa, serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki pemahaman yang kontekstual terhadap tantangan kehidupan modern. Guru tidak hanya mengajarkan PAI secara normatif, tetapi juga menyelaraskan materi dengan isu-isu kontemporer yang relevan dengan dunia siswa, seperti teknologi, gaya hidup remaja, hingga etika di dunia kerja pariwisata. Hal ini membangun pemahaman siswa bahwa ajaran Islam tetap relevan dan dibutuhkan dalam menghadapi tantangan zaman modern. Siswa merespons positif penerapan nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan modern. Sebagian besar siswa merasa terbantu memahami nilai-nilai agama melalui pendekatan kontekstual. Mereka menyatakan bahwa PAI bukan hanya teori, melainkan panduan hidup

    KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENGEMBANGKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG POSITIF DI SD NEGERI 7 TALANG UBI

    Get PDF
    This research is motivated by the essential role of the school principal as a transformational leader in creating a conducive, collaborative, and character-oriented learning environment. The purpose of this study is to analyze how the principal’s transformational leadership contributes to developing a positive learning environment at SD Negeri 7 Talang Ubi, Penukal Abab Lematang Ilir Regency. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and school staff. The findings reveal that transformational leadership is implemented through four key dimensions: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. The principal successfully fosters a culture of mutual respect, encourages teacher innovation, and nurtures a collective spirit in learning. The impact of this leadership is evident in increased discipline, motivation, and a more positive school climate. These findings are expected to contribute theoretically to educational leadership development and serve as a practical reference for principals to create a harmonious and productive learning environment. Keywords: Transformational leadership; Learning environment; Teacher motivation.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin transformasional dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan transformasional kepala sekolah berkontribusi terhadap pengembangan lingkungan belajar yang positif di SD Negeri 7 Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional diterapkan melalui empat dimensi utama, yaitu pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Kepala sekolah mampu membangun budaya kerja yang saling menghargai, mendorong inovasi guru, serta menumbuhkan semangat kolektif dalam pembelajaran. Dampak dari kepemimpinan ini terlihat dari meningkatnya disiplin, motivasi, serta iklim belajar yang positif di sekolah. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan kepemimpinan pendidikan serta menjadi acuan praktis bagi kepala sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang harmonis dan produktif. Kata kunci : kepemimpinan transformasional; lingkungan belajar; motivasi guru

    2,210

    full texts

    2,582

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇