Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
2582 research outputs found
Sort by
ACADEMIC EXTRACURRICULAR PROGRAM MANAGEMENT IN A MADRASAH: A STUDY AT MIT AL ISHLAH GORONTALO
This study aims to describe the implementation, innovative value, and benefits of academic extracurricular programs at MIT Al Ishlah Gorontalo, covering supplementary classes in Mathematics, Languages, Qur’anic Studies, and Digital Literacy. A descriptive approach was employed, with data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that all aspects of the activities from planning and implementation to evaluation, were carried out very effectively. Innovation is evident in the use of digital media (interactive videos, Qur’anic recitation murottal applications, and online quizzes) and the adoption of student-centered active learning methods. The novelty of this study lies in the integration of digital literacy and Islamic education within academic extracurricular activities in a madrasah ibtidaiyah. Practically, the program can serve as an integrated instructional model that strengthens students’ academic, spiritual, and technological competencies. Theoretically, the study contributes to broadening the understanding of contextual pedagogical innovation at the primary level and provides a foundation for developing madrasah curricula grounded in digital integration and Islamic character
PENDIDIKAN BERKARAKTER PESERTA DIDIK SDN 10 TALANG UBI MELALUI PROGRAM IMTAQ
ABSTRACT
This study aims to analyze the role of the Faith and Piety Program (IMTAQ) in character building of students at SD Negeri 10 Talang Ubi. Using a qualitative descriptive method, this study collected data through literature studies, observations, interviews, and questionnaires. The survey results showed that the implementation of the IMTAQ Program contributed to improving students\u27 discipline, responsibility, and social attitudes. However, there are challenges in implementing the program, such as limited facilities and infrastructure and the need to increase parental and community involvement. This study recommends increasing support for facilities, teacher training, and periodic evaluations to optimize the effectiveness of the program.
Keywords: IMTAQ Program, character education, elementary school, moral development.ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Iman dan Taqwa (IMTAQ) dalam pembentukan karakter peserta didik di SD Negeri 10 Talang Ubi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil survei menunjukkan bahwa implementasi Program IMTAQ berkontribusi dalam meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap sosial peserta didik. Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam pelaksanaan program, seperti keterbatasan sarana dan prasarana serta perlunya peningkatan keterlibatan orang tua dan masyarakat. Studi ini merekomendasikan peningkatan dukungan fasilitas, pelatihan guru, serta evaluasi berkala guna mengoptimalkan efektivitas program.
Kata kunci: Program IMTAQ, pendidikan karakter, sekolah dasar, pengembangan moral.
 
KOMPETENSI TENAGA TATA USAHA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN ADMINISTRASI DI SMA NEGERI 3 TAKALAR KABUPATEN TAKALAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi tenaga tata usaha di SMA Negeri 3 Takalar yang mencakup aspek kepribadian, sosial, dan teknis, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam peningkatan kualitas layanan administrasi sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, tenaga tata usaha, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga tata usaha memiliki kompetensi kepribadian dan sosial yang baik, seperti integritas, disiplin, serta kemampuan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak di sekolah. Dari sisi teknis, tenaga tata usaha telah menguasai pengelolaan dokumen dan penggunaan teknologi informasi, meskipun masih terdapat perbedaan kemampuan dalam penggunaan aplikasi digital. Faktor pendukung utama mencakup latar belakang pendidikan, pelatihan rutin, fasilitas yang memadai, serta lingkungan kerja yang kondusif. Sementara itu, hambatan utama adalah keterbatasan sarana teknologi, pelatihan yang belum merata, dan jaringan internet yang belum stabil. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar sekolah dan Dinas Pendidikan meningkatkan pelatihan teknis, pengadaan perangkat teknologi, serta sistem informasi terintegrasi guna mendukung kinerja tenaga tata usaha dan meningkatkan kualitas layanan administrasi secara signifikan
MODEL PEMBIAYAAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN: ANALISIS TERHADAP PENERAPAN MODEL BUILD-OPERATE-TRANSFER (BOT) PADA INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI
ABSTRACT
The implementation of the Build-Operate-Transfer (BOT) model in educational infrastructure development at Indonesian universities has had a significant impact on the quality of educational facilities and resource management. This model involves the private sector in the financing, construction, operation, and management of educational facilities, aiming to reduce dependence on government funding. This study aims to analyze the mechanisms of implementing the BOT model in Indonesian universities, the challenges faced, and its impact on the quality of educational infrastructure and student learning experiences. The method used in this study was a qualitative approach using in-depth interviews and document analysis from various parties involved in BOT projects at universities. The results indicate that the BOT model is effective in improving educational infrastructure by reducing the burden on the public budget and improving the quality of facilities that support learning activities. However, key challenges in implementing this model include financing, risk management, and coordination between relevant parties. The successful implementation of the BOT model depends on careful planning, clear communication between the private sector, the government, and universities, and stable regulations that support private investment. In addition, careful risk management and the use of educational technology such as a Learning Management System (LMS) contribute positively to the student learning experience. This study concludes that implementing the BOT model can provide a long-term solution to address educational infrastructure deficiencies in Indonesia. However, its success requires close collaboration between the public and private sectors. Transparent management and proper planning will ensure that the BOT model can contribute to improving the quality of higher education in Indonesia, supporting the development of student competencies in this digital era
PENGEMBANGAN E-MODUL QIRAAT SAB’AH KOMBINASI VIDIO PEMBELAJARAN MELALUI PENDEKATAN NAGHOM AL QUR’AN BERBASIS APLIKASI CANVA
Pembelajaran Qiraat Sab’ah di pesantren umumnya dilakukan secara konvensional melalui hafalan dan bimbingan langsung dari guru. Meskipun metode ini mengakar kuat dalam tradisi, namun kurang menarik bagi santri di era digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas e-modul Qiraat Sab’ah berbasis video dengan pendekatan naghom Al-Qur’an menggunakan aplikasi Canva. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), melibatkan ahli bahasa, media, materi, serta guru dan santri kelas 10 sebagai subjek uji coba. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor rata-rata 96,77%. Praktikalitas media dinilai sangat baik oleh guru (97,77%) dan santri (98,43%). Uji efektivitas menunjukkan peningkatan hasil belajar sebesar 14,12 poin antara pretest dan posttest, dengan signifikansi 0,000. Minat belajar santri juga meningkat, dengan rata-rata skor 94,66% dalam kategori “sangat baik”. Dengan demikian, e-modul ini dinyatakan sangat valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan minat serta hasil belajar santri pada materi Qiraat Sab’ah, khususnya Qiraat Imam Nafi’. Media ini menunjukkan potensi besar untuk diintegrasikan dalam pembelajaran Al-Qur’an berbasis pesantren yang menggabungkan nilai-nilai tradisional dan teknologi digital
PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF BOWLING RAINBOW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun melalui media permainan Bowling Rainbow di TK Al-Anshor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan berbasis siklus, yang terdiri dari pratindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan tindakan, kemampuan sosial emosional anak belum berkembang dengan optimal, dengan persentase sebesar 28,89%. Setelah penerapan media Bowling Rainbow, terjadi peningkatan yang signifikan pada kemampuan prososial anak, mencakup tiga indikator utama. Pada tahap pratindakan, nilai awal menunjukkan persentase sebesar 32,08%. Selanjutnya, pada siklus I pertemuan I, persentase meningkat menjadi 38%, lalu berturut-turut menjadi 60,04% pada pertemuan II, dan 66,67% pada pertemuan III. Peningkatan berlanjut pada siklus II dengan hasil 76,25% pada pertemuan I, 79,58% pada pertemuan II, dan mencapai puncaknya sebesar 82,50% pada pertemuan III. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media permainan Bowling Rainbow secara efektif dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Peningkatan yang konsisten pada setiap siklus menunjukkan bahwa metode ini layak digunakan sebagai salah satu strategi pengembangan kemampuan sosial emosional di pendidikan anak usia din
PERAN PENGAWAS DI UPT SMP NEGERI 2 BINAMU KABUPATEN JENEPONTO
This research aims to describe the implementation of academic supervision by school supervisors at UPT SMP Negeri 2 Binamu. The study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observation, and documentation, involving informants such as the school supervisor, the principal, and teachers. The results of the study show that: 1. The supervisor serves as a partner for teachers in enhancing the quality of the teaching and learning process and student achievement. Teachers act as pioneers in disseminating best practices and innovations in student-centered learning, employing differentiated instruction tailored to students’ needs, interests, and learning styles, while also integrating character education, 21st-century learning, and the school literacy movement in a holistic manner. 2. Innovators at SMP Negeri 2 Binamu, including the principal and proactive teachers, play a crucial role as drivers of change and developers of creative and adaptive learning models, actively seeking new ideas and designing innovative teaching strategies that align with students’ needs and contemporary demands. 3. The supervisor acts as an educator, mentor, and educational consultant who guides and motivates, fosters a positive school climate, and encourages teachers’ professional growth as well as overall educational quality. As a mentor, the supervisor provides ongoing assistance to teachers in implementing teaching practices and guidance services, supporting students both academically and non-academically. 4. Motivators at UPT SMP Negeri 2 Binamu, often the principal or other school leaders, play a significant role in inspiring and maintaining the work spirit of all school staff so they can perform optimally and contribute fully to achieving the school’s vision and mission by providing consistent direction, support, and appreciation, ensuring that staff feel valued and motivated to improve their performance.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik pengawas sekolah di UPT SMP Negeri 2 Binamu, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdirii atas pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Mitra Guru dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran dan bimbingan sekolah binaanya meningkatkan mutu proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Mitra guru berperan sebagai pionir penyebar praktik baik dan inovasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Mereka juga mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter, pembelajaran abad 21, dan gerakan literasi sekolah secara terpadu. 2. Inovator dan Pelopor dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dan bimbingan sekolah binaany Inovator di SMP Negeri 2 Binamu berperan penting sebagai penggerak perubahan dan pengembangan model pembelajaran yang kreatif dan adaptif. Inovator, seperti kepala sekolah maupun guru yang berinisiatif, aktif mencari gagasan baru serta mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tuntutan zaman.3. Pembina, Pembimbing, dan Konsultan Pendidikan di sekolah binaan SMP Negeri 2 Binamu: Pembina berperan sebagai pengarah dan motivator yang menciptakan iklim sekolah positif serta mendorong pengembangan profesionalisme guru dan mutu pendidikan. Pembimbing aktif mendampingi guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan layanan bimbingan konseling untuk membantu siswa secara akademik dan nonakademik4.Motivator untuk meningkatkan kinerja semua staf sekolah di UPT SMP Negeri 2 Binamu adalah sebagai berikut: Motivator di UPT SMP Negeri 2 Binamu memiliki peran penting dalam mendorong dan memelihara semangat kerja seluruh staf sekolah agar dapat bekerja secara optimal dan berkontribusi maksimal dalam mencapai visi misi sekolah. Motivator, yang biasanya adalah kepala sekolah atau pemimpin lain di sekolah, memberikan arahan, dukungan, dan apresiasi yang konsisten sehingga staf merasa dihargai dan termotivasi untuk meningkatkan kinerja.
Kata kunci: Peran Pengawas Sekolah, Supervisi Akademik, Supervisi Manajerial, Peningkatan Mutu Pendidika
IMPLEMENTASI KURIKULUM MU’ADALAH (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN RAFAH)
This research aims to find out how the Mu’adalah curriculum is implemented at the Rafah Islamic boarding school, to find out what types of curriculums there are and the impact of the implementation of the Mu’adalah curriculum itself. The methodology used is a qualitative descriptive method by collecting data through interviews, observation and documentation. The informants in this research were the Director of Mu’adalah, Curriculum Staff, Santri Care, and teachers. The results of the research found that The implementation of the Mu’adalah curriculum at the Rafah Islamic boarding school does not only focus on intra-curricular activities, but also focuses on extra- curricular and co-curricular activities, and the impact of implementing the mu\u27dalam curriculum is that the mu\u27dalam curriculum is maximally integrated both intracurricular, extracurricular and co- curricular at the three educational centers, namely Islamic boarding schools as school education, family education and community education.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Imlementasi kurikulum mu’adalah di pondok pesantren Rafah, untuk mengetahui apa saja Macam kurikulum maupun dampak dari implementasi kurikulum mu’adalah itu sendiri. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan pada penelitian ini adalah Direktur Mu’adalah, Staff Kurikulum, Pengasuhan Santri, dan guru. Hasil penelitian menemukan bahwa: Implementasi kurikulum mu’adalah di pondok pesantren Rafah ini tidak hanya berfokus pada Kegiatan intrakurikuler saja, akan tetapi juga berfokus pada Extrakurikuler dan Ko-kurikuler, dan dampak dari implementasi kurikulum mu’adalah yaitu terintegrasinya kurikulum muadalah secara maksimal baik intrakurikuler, extrakurikuler maupun ko-kurikuler pada tri pusat pendidikan yaitu pesantren sebagai pendidikan sekolah, pendidikan keluarga dan pendidikan masyarakat
ANALISIS KELAYAKAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS GUIDED INQUIRY PADA MTS NEGERI 1 LUBUKLINGGAU
The purpose of this study was to determine the feasibility of guided inquiry-based student worksheets on the topics of temperature, heat, and expansion. The approach used in this study was the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Feasibility was tested by asking experts in the fields of subject matter, media, and language to fill out a questionnaire designed to determine the feasibility of the product being developed. The subject matter expert validation scored 43 in the excellent category, the media expert validation scored 48 in the excellent category, and the language expert validation scored 69 in the excellent category, so that this guided inquiry-based student worksheet is considered very feasible and can be used as teaching material by students and teachers.
Keywords: Student Worksheet, Guided Inquiry, ADDIE ModelTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan lembar kerja peserta didik berbasis guided inquiry pada materi suhu, kalor, dan pemuaian. Metode pendekatan pada penelitian ini adalah model ADDIE (Analisiz, Design, Developmen, Implementation, and Evaluation). Uji kelayakan didapatkan dengan meminta pakar pada bidang materi, media, dan bahasa untuk mengisi angket yang dibutuhkan untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan. Validasi ahli materi mendapatkan skor 43 dengan kategori sangat baik, validasi ahli media mendapatkan skor 48 dengan kategori sangat baik, dan validasi ahli bahasa mendapatkan skor 69 dengan kategori sangat baik, sehingga lembar kerja peserta didik berbasis guided inquiry ini dikatakan sangat layak dan dapat digunakan sebagai bahan ajar oleh siswa dan guru.
Kata kunci : Lembar Kerja Peserta Didik, Guided Inquiry, Model ADDIE
Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Kerja terhadap Kepatuhan Pegawai dalam Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Inspektorat : (Studi pada Unit Kerja Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara)
This study aims to determine the effect of education level, employee work experience on employee compliance in completing follow-Up on audit findings in the North Gorontalo Regency government work unit. The study used a quantitative approach with descriptive methods. The sample in this study were 44 respondents. Data collection using questionnaires and documentation and data analysis techniques using descriptive analysis, instrument testing, multiple linear regression analysis in testing hypotheses. The results of data analysis, it shows that; The level of education has a positive influence on employee compliance in completing follow-up supervision results; work experience has a positive and significant effect on employee compliance in completing follow-up supervision results, and The combination of education level and work experience shows a positive influence on employee compliance in completing follow-up supervision resultsThis study aims to determine the effect of education level, employee work experience on employee compliance in completing TLHP in the North Gorontalo Regency government work unit. The study used a quantitative approach with descriptive methods. The sample in this study were 44 respondents. Data collection using questionnaires and documentation and data analysis techniques using descriptive analysis, instrument testing, multiple linear regression analysis in testing hypotheses. The results of data analysis, it shows that; 1) The level of education has a positive influence on employee compliance in completing follow-up supervision results; and 2) work experience has a positive and significant effect on employee compliance in completing follow-up supervision results, and 3) The combination of education level and work experience shows a positive influence on employee compliance in completing follow-up supervision results