Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
    2582 research outputs found

    Holistic Trauma Healing After Earthquake In Islamic Boarding School: A Case Study Of Al-Bahjah Cianjur

    Get PDF
    Earthquakes can occur anywhere, anytime, and affect anyone. One of them is Islamic boarding schools known as Pondok Pesantren. They are known as institutions that focus on providing educational services to students. But how do they deal with earthquake disasters? This research aims to understand the impact of the earthquake disaster in the form of trauma for students and recovery efforts in the Islamic boarding school environment. The research started with collecting secondary data about Islamic boarding schools. Next is the primary data collection stage, through in-depth interviews with Islamic boarding school managers and Islamic boarding school students who are earthquake survivors. The interviews focused on their experiences during and after the earthquake and the efforts made by the Islamic boarding school management to carry out trauma healing. The research results concluded that holistic trauma healing carried out at the Al Bahjah Cianjur Islamic boarding school was an integration of spiritual and recreational trauma healing. Holistic trauma healing activities have succeeded in overcoming earthquake trauma, both short and long term. This activity provided new enthusiasm for the students so that the post-earthquake trauma recovery process could run more quickly

    Pendidikan Islam Inklusif dan Bermakna: Telaah Tafsir Tarbawi Q.S ‘Abasa 1-10 atas Upaya Pembentukan Karakter Anak Berkebutuhan Khusus di SD Roushon Fikr Jombang

    No full text
    This study aims to explore the implementation of Islamic character education for students with special needs (ABK) at SD Islam Roushon Fikr Jombang based on the tafsir tarbawi perspective of Surah ‘Abasa [80]: 1–10. These verses serve as a significant theological foundation emphasizing the value of honoring every human being regardless of physical or mental limitations. This research employs a qualitative descriptive approach through field study methods. Data were collected through observation, in-depth interviews with special education teachers (GPK), the school principal, and analysis of school curriculum documents. The findings reveal that the school integrates Islamic character values such as patience, compassion, sincerity, empathy, responsibility, and tolerance into the learning process for ABK students. Each of the 13 students with special needs is accompanied by a dedicated teacher who applies an individualized and need-based approach. The inclusive and humanistic learning environment is supported by regular religious activities such as salat dhuha, communal dhikr, and daily gratitude reflections. Islamic storytelling and the delegation of small responsibilities to ABK students also help foster trustworthiness and independence. The tafsir tarbawi interpretation of Surah ‘Abasa reinforces a fair and inclusive pedagogical orientation, placing human dignity at the core of Islamic education. As a result, SD Islam Roushon Fikr has successfully developed a model of character education that is not only religiously grounded but also inclusive and appreciative of diversity, in alignment with the spirit of rahmatan lil ‘alamin. This study contributes to the development of applicable Islamic character education models for other inclusive educational institutions.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan karakter Islami bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD Islam Roushon Fikr Jombang berdasarkan perspektif tafsir tarbawi terhadap QS \u27Abasa [80]: 1–10. Ayat tersebut menjadi dasar teologis penting dalam menegaskan nilai yang diberikan kepada setiap manusia tanpa diskriminasi fisik, mental, maupun sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru pendamping khusus (GPK), kepala sekolah, serta dokumentasi kurikulum sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menginternalisasikan nilai-nilai karakter Islami seperti kesabaran, kasih sayang, keikhlasan, empati, tanggung jawab, dan toleransi dalam proses pembelajaran anak ABK. Setiap dari 13 peserta didik ABK didampingi oleh satu guru khusus yang memahami pendekatan individu berdasarkan kebutuhan spesifik anak. Pembelajaran bersifat inklusif dan humanis, didukung oleh aktivitas keagamaan seperti salat dhuha, zikir bersama, serta pembiasaan syukur dan doa harian. Pendidikan karakter juga diperkuat melalui cerita Islami dan tanggung jawab sederhana yang diberikan kepada ABK untuk menumbuhkan amanah dan kemandirian. Perspektif tafsir tarbawi terhadap QS \u27Abasa memperkuat orientasi pembelajaran yang adil dan inklusif, menjadikan nilai kemanusiaan sebagai inti dari pendidikan Islam. Dengan demikian, SD Islam Roushon Fikr berhasil mengembangkan praktik pendidikan karakter yang tidak hanya religius tetapi juga menghargai keberagaman, sesuai dengan semangat rahmatan lil \u27alamin. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model pendidikan karakter Islami yang aplikatif bagi institusi pendidikan inklusif lainnya. Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Anak Berkebutuhan Khusus, Tafsir Tarbawi, QS \u27Abasa 1-10, Inklus

    PENGEMBANGAN KURIKULUM PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PESERTA DIDIK

    No full text
    This study discusses the development of a project-based learning curriculum as a strategy to improve students\u27 skills in facing the challenges of the 21st century. Project-based learning emphasizes the active involvement of students through the completion of real projects that encourage the development of critical thinking skills, creativity, collaboration, and communication. This approach is designed so that the curriculum focuses on projects as the core of learning, and emphasizes constructive investigation, student autonomy, and the contextual relevance of the project. The study uses a literature study method to analyze the principles, design, implementation, and evaluation of project-based learning. The results of the study indicate that this model is effective in improving students\u27 motivation, problem-solving skills, and active participation. Despite challenges such as limited resources and uneven distribution of work, project-based learning provides great opportunities in shaping students\u27 character and connecting learning with social reality.  Penelitian ini membahas pengembangan kurikulum pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) sebagai strategi untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menghadapi tantangan abad 21. Pembelajaran berbasis proyek menekankan pada keterlibatan aktif siswa melalui penyelesaian proyek nyata yang mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Pendekatan ini dirancang agar kurikulum berfokus pada proyek sebagai inti pembelajaran, serta menekankan investigasi konstruktif, otonomi peserta didik, dan relevansi kontekstual proyek. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis prinsip, desain, implementasi, serta evaluasi pembelajaran berbasis proyek. Hasil kajian menunjukkan bahwa model ini efektif dalam meningkatkan motivasi, kemampuan problem solving, dan partisipasi aktif siswa. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan distribusi kerja yang tidak merata, pembelajaran berbasis proyek memberikan peluang besar dalam membentuk karakter siswa dan menghubungkan pembelajaran dengan realitas sosial

    PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS APRESIASI DAN SANKSI: TELAAH KONSEPTUAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

    Get PDF
    ABSTRACT Character education is a fundamental pillar in shaping the personalities of young generations with noble morals, preparing them to face global challenges. This article explores character education based on appreciation and sanction from the perspective of the Qur’an through a conceptual study employing a library research approach. The method utilized is qualitative with thematic analysis techniques applied to Qur’anic verses, classical and modern tafsir, as well as relevant Islamic education literature. The findings reveal that the Qur’an provides appreciation for positive behavior through promises of reward and spiritual motivation, while also emphasizing the importance of sanctions as an educative moral control. The integration of appreciation and sanction is proven to foster the development of disciplined, responsible character aligned with universal values. The implication of this research underscores the necessity of implementing proportional and humanistic appreciation and sanction models in character education within schools or madrasahs. Keywords: Character education, Appreciation, SanctionABSTRAK Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk kepribadian generasi muda yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan global. Artikel ini membahas pendidikan karakter berbasis apresiasi dan sanksi dalam perspektif Al-Qur’an melalui kajian konseptual berbasis studi pustaka. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, tafsir, dan literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan penghargaan (apresiasi) terhadap perilaku positif melalui janji pahala dan motivasi spiritual, serta menegaskan pentingnya sanksi sebagai kontrol moral yang edukatif. Integrasi apresiasi dan sanksi terbukti mampu mendorong terbentuknya karakter disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada nilai-nilai luhur. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penerapan model apresiasi dan sanksi yang proporsional dan humanis dalam pendidikan karakter di sekolah atau madrasah. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Apresiasi, Sanks

    PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN HADIS DI MADRASAH ALIYAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran hadis di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa problematika dalam proses pembelajaran hadis, antara lain metode pengajaran yang masih tradisional, keterbatasan kompetensi pedagogis guru, minimnya pemanfaatan teknologi, rendahnya motivasi siswa, dan kurangnya relevansi kurikulum dengan konteks sosial-budaya lokal dimana Problematika ini berdampak pada kurangnya pemahaman siswa terhadap hadis dan minimnya aktualisasi nilai-nilai hadis dalam kehidupan sehari-hari yang lebih kontekstual. Selanjutnya Upaya yang bisa dilakukan ialah dengan melakukan inovasi metode pembelajaran dengan pendekatan berbasis proyek dan kolaboratif, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, optimalisasi penggunaan teknologi pendidikan, serta penguatan kurikulum berbasis kontekstual yang relevan dengan budaya lokal. Dengan demikian, diharapkan pembelajaran hadis di madrasah dapat menjadi lebih dinamis, menarik, dan mampu menghasilkan siswa yang tidak hanya memahami hadis secara teoritis tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam realitas kehidupan

    H HUBUNGAN PENGUASAAN MUFRADAT DAN QUWAID TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARAB SISWA MAN 2 PALEMBANG

    No full text
    Arabic plays an important role in education, but many students have difficulty writing due to their weak mastery of basic grammar. This research aims to analyze the relationship between mastery of mufradat (vocabulary) and qawaid (grammar) on students\u27 ability to write Arabic. This study was quantitative with a correlational design. The sample consisted of 31 students who answered a questionnaire containing 30 statements and a test to measure mastery of vocabulary, qawaid, and writing skills. Data analysis was conducted using validity, reliability (Cronbach\u27s alpha), and Pearson correlation. All questionnaire items were declared valid. The results showed that 74.2% of students had good vocabulary mastery, 83.9% had a good understanding of qawaid, and 61.3% had good writing skills. The correlation test produced a correlation coefficient of 0.691, indicating a positive and significant relationship between vocabulary and qawaid mastery and writing ability. These findings emphasize the importance of mastering understanding and grammar as the basis for learning Arabic. This research is expected to contribute to teachers in developing effective learning strategies, as well as encouraging students to actively broaden their horizons and understand qawaid, in order to improve their Arabic writing skills accurately and communicatively.Bahasa Arab memegang peranan penting dalam pendidikan, tetapi banyak siswa mengalami kesulitan menulis akibat lemahnya penguasaan tata bahasa dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penguasaan mufradat (kosakata) dan qawaid (tata bahasa) terhadap kemampuan siswa menulis bahasa Arab. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 31 siswa yang menjawab angket yang berisi 30 pernyataan dan tes untuk mengukur penguasaan kosakata, qawaid, dan keterampilan menulis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas (Cronbach\u27s alpha), dan korelasi Pearson. Semua item angket dinyatakan valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74,2% siswa memiliki penguasaan kosakata yang baik, 83,9% memiliki pemahaman qawaid yang baik, dan 61,3% memiliki keterampilan menulis yang baik. Uji korelasi menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,691 yang menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara penguasaan kosakata dan qawaid dengan kemampuan menulis. Temuan ini menegaskan pentingnya penguasaan pemahaman dan tata bahasa sebagai dasar pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif, serta mendorong siswa untuk aktif memperluas wawasan dan memahami qawaid, sehingga dapat meningkatkan kemampuan menulis bahasa Arab secara akurat dan komunikatif

    KESEHATAN MENTAL SEBAGAI FONDASI PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI

    Get PDF
    Penelitian ini membahas urgensi integrasi konsep kesehatan mental dalam pendidikan agama Islam di era disrupsi. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana pendidikan agama Islam yang umumnya hanya menekankan nilai spiritual dapat turut serta mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui literatur, buku, jurnal, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara konsep kesehatan mental dan pendidikan agama Islam berpotensi menciptakan keseimbangan antara aspek spiritual dan psikologis siswa, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih holistik dan berbasis kesejahteraan mental di lembaga pendidikan. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Pendidikan Agama Islam, Era Disrups

    EFIKASI MANAJERIAL PEMIMPIN DALAM MENGEMBANGKAN LEMBAGA BARU DI MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL KARANG RINGIN II MUBA

    Get PDF
    ABSTRACT   This article examines "Managerial Efficacy of Leaders in Developing New Institutions in Muhammadiyah Boarding School Karang Ringin II Muba" with the aim of understanding the role of managerial efficacy of leaders in the development of new educational institutions in the midst of contemporary educational challenges. Using a qualitative approach with the type of case study, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The results show that leaders with high managerial effectiveness are able to manage their own potential and resources, improve teacher skills, adapt to changes in the environment, and implement flexible and adaptive leadership strategies. The implications of these findings underscore the importance of developing the capacity of leaders in the management of educational institutions and implementing innovative strategies to overcome existing challenges. The proposed suggestions include the need for ongoing training and professional development programs for leaders and teachers to improve the efficacy and quality of education in institutions. This research is expected to provide valuable insights for stakeholders in the world of education to create a quality and sustainable institution.   Keywords: Managerial Efficacy, Education, Leadership, Boarding SchoolABSTRAK   Artikel ini mengkaji "Efikasi Manajerial Pemimpin Dalam Mengembangkan Lembaga Baru Di Muhammadiyah Boarding School Karang Ringin II Muba" dengan tujuan untuk memahami peran efikasi manajerial pemimpin dalam pengembangan lembaga pendidikan baru di tengah tantangan pendidikan kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin dengan efikasi manajerial yang tinggi mampu mengelola potensi diri dan sumber daya, meningkatkan keterampilan guru, beradaptasi dengan perubahan lingkungan, serta menerapkan strategi kepemimpinan yang fleksibel dan adaptif. Implikasi dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan kapasitas pemimpin dalam pengelolaan lembaga pendidikan dan penerapan strategi inovatif untuk mengatasi tantangan yang ada. Saran yang diusulkan mencakup perlunya program pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi pemimpin dan guru untuk meningkatkan efikasi dan kualitas pendidikan di lembaga. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan berharga bagi pemangku kepentingan di dunia pendidikan untuk menciptakan lembaga yang berkualitas dan berkelanjutan.   Kata Kunci: Efikasi Manajerial, Pendidikan, Kepemimpinan, Boarding School &nbsp

    POLA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN NEGARA BERKEMBANG DAN MAJU DI ASIA TENGGARA

    Get PDF
    This paper discusses a comparative study of educational systems between developing and developed countries, focusing on differences in system design, quality, and management strategies. Education serves as a key indicator of national progress because it plays a crucial role in developing qualified human resources. Developing countries often face challenges such as limited educational facilities, low teacher quality, and unequal access to education. In contrast, developed countries possess well-planned, technology-based education systems that balance theory and practice. Singapore is presented as an example of a developed country that has successfully built an effective education system through curriculum alignment with labor market needs, an emphasis on STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), and teacher development through institutions like the National Institute of Education (NIE). The study reveals that education quality depends on management effectiveness, teacher professionalism, and strong government policy support. Thus, education plays a vital role as a determinant of a nation\u27s advancement and societal welfare.Penelitian ini membahas pola penyelenggaraan pendidikan di negara berkembang dan negara maju, di ASIA Tenggara dengan fokus terhadap sistem, kualitas, dan strategi manajemen pendidikan yang digunakan. Pendidikan adalah komponen  penting kemajuan suatu bangsa yang berkontribusi besar pada pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Negara berkembang umumnya menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya mutu tenaga pendidik, serta ketimpangan akses terhadap pendidikan. Sebaliknya, negara maju memiliki sistem pendidikan yang terencana dengan baik, berbasis teknologi, dan menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. Singapura menjadi contoh negara maju yang berhasil membangun sistem pendidikan efektif melalui penerapan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), dan pembinaan guru berkualitas oleh lembaga pelatihan seperti National Institute of Education (NIE). Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Negara berkembang dan maju sangat bergantung pada efektivitas manajemen, profesionalisme guru, serta dukungan kebijakan pemerintah

    IMPLEMENTATION OF PROJECT BASED LEARNING IN THE COMPILATION OF STUDENTS\u27 SCIENTIFIC ARTICLES: A CASE STUDY

    Get PDF
    The ability to write scientific articles is an essential competence for university students, yet many still encounter difficulties due to limited research experience and theory-oriented instructional approaches. This study aims to examine the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in the Research and Scientific Publication course and its role in facilitating the production of students’ scientific articles. Using a qualitative case study design, the research involved 17 sixth-semester students of the Mathematics Education Department at the State Islamic Institute (IAIN) Kerinci. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and documentation of students’ scientific articles, and analyzed using an interactive model of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that PjBL was generally implemented effectively, particularly in the stages of problem orientation and article writing, while project planning, data collection, and reflection were implemented at a moderate level. Most students perceived PjBL as a meaningful and authentic learning experience that enhanced their understanding of research processes and scientific article structure. Furthermore, the majority of students were able to produce complete IMRaD-structured articles with adequate to good quality. These results suggest that PjBL is a promising instructional approach for improving students’ scientific writing skills in higher educatio

    2,210

    full texts

    2,582

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇