Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
2582 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI MEDIA PANGGUNG BONEKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dimana belum berkembangnya aspek perkembangan nilai agama dan moral anak. Berdasarkan observasi awal di TK Buah Hati Kota Jambi Jambi pada 15-17 Mei 2025 terlihat bahwa masih terdapat anak yang belum sigap dalam mengerjakan praktik beribadah, anak belum dapat menjaga sikap dan cara berhubungan dengan orang lain, seperti bagaimana cara anak menyapa kepada orang yang lebih besar, orang yang lebih kecil maupun teman sebayanya, bukan hanya itu sikap anak saat bersalaman dan berbicara dengan teman juga menjadi cerminan dari perkembangan nilai agama dan moral anak. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui kegiatan penelitian yang berkonteks kelas yang dilaksanakan untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru. Subjek penelitian ini berjumlah 12 anak yang dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan masing-masing 3 pertemuan. Setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pada perkembangan nilai agama dan moral anak setelah diberi tindakan pada siklus I pertemuan I namun belum memenuhi kriteria dengan persentase 34,02%. Selanjutnya, setelah diberikan tindakan kembali dengan dengan media panggung boneka dan meningkat menjadi 66,67% pada pertemuan III siklus I. Kemudian, pada siklus II perkembangan nilai agama dan moral anak sudah berkembang sesuai harapan dilihat dari persentase peningkatan hingga 75%. Pada siklus II pertemuan III perkembangan nilai agama dan moral anak sudah berkembang sangat baik dilihat dari hasil penelitian dengan persentase peningkatan hingga 82,64%. Kesimpulan penelitian ini adalah Media Panggung Boneka dapat meningkatkan perkembangan nilai agama dan moral anak 5-6 tahun di TK Buah Hati Kota Jambi
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERMAIN PERAN
Penelitian ini berfungsi meningkatkan kerja sama anak usia 5-6 tahun. Dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 18 Juni 2025 di TK Al-Muttaqin Kota Jambi, dengan jumlah anak 17 orang anak, dari 17 anak masih ada yang belum berkembang kemampuan bekerja sama dengan teman. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan merekadalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap kondisi di mana praktek pembelajaran dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian Pra Siklus mengenai kemampuan kerja sama anak sebelum diberi tindakan lingkup perkembangan bermain dengan teman sebaya belum berkembang sebanyak 10 anak dengan presentase 59% dan anak mulai berkembang 7 anak dengan presentase 41%. Pada lingkup perkembangan merespon pembicaran anak belum berkembang sebanyak 7 anak dengan presentase 41% dan mulai berkembang sebanyak 10 anak dengan prsentase 59%. Siklus I mengenai kemampuan kerja sama anak sebelum diberi tindakan lingkup perkembangan bermain dengan teman sebaya belum berkembang sebanyak 8 anak dengan presentase 47% dan anak mulai berkembang 9 anak dengan presentase 53%. Pada lingkup perkembangan merespon pembicaran anak belum berkembang sebanyak 6 anak dengan presentase 35% dan mulai berkembang sebanyak 11 anak dengan prsentase 65%. Dan siklus II lingkup perkembangan bermain dengan teman sebaya belum berkembang sebanyak 0 anak dengan presentase 0%, anak mulai berkembang 2 anak dengan presentase 12%, Berkembang sesuai harapan sebanyak 2 anak dengan presentase 12% dan berkembang sangat baik sebanyak 13 anak dengan presentase 76%. Pada lingkup perkembangan merespon pembicaran anak belum berkembang sebanyak 0 anak dengan presentase 0%, mulai berkembang sebanyak 1 anak dengan prsentase 6%, Berkembang sesuai harapan sebanyak 2 anak dengan presentase 12%. Dan berkembang sangat baik sebanyak 14 dengan presentase 82%
ECOLOGICAL EDUCATION IN THE PERSPECTIVE OF THE QUR’AN: ISLAMIC SOLUTIONS TO ENVIRONMENTAL CRISIS AND CLIMATE CHANGE
The phenomenon of ecological damage and climate change has developed into a multidimensional crisis that threatens the sustainability of human life on earth. This crisis is not only ecological, but also reflects a moral and spiritual crisis due to the loss of human awareness of the Divine mandate in preserving nature. This research aims to examine the concept of ecological education in the perspective of the Qur\u27an as an Islamic solution to the global environmental crisis. The focus of research is directed at the values of monotheism, the principle of balance (mīzān), and the prohibition of damage (fasād) as the basis for the development of ecological awareness oriented towards responsibility and sustainability.Using a qualitative approach based on thematic interpretation (maudhu\u27i), this study analyzes the verses of the Qur\u27an that discuss the earth (ardh) and the relationship between humans and nature. The results of the study show that the Qur\u27an places the earth as a Divine mandate that must be maintained through the principles of responsibility, balance, and sustainability. These findings led to the construction of a Qur\u27anic ecological education model that emphasizes the spiritual and ethical dimensions in human interaction with the environment. The implications of the study affirm the importance of integrating ecotheological education into the Islamic curriculum as well as the formulation of global environmental policies based on Qur\u27anic values as a preventive step in dealing with contemporary ecological crises
PERAN STAKEHOLDER DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN (STUDI KASUS: MI. BAHRUL ULUM WATUPANJANG – KRUCIL)
Kualitas pengelolaan pendidikan sangat ditentukan oleh peran kunci semua pihak, mulai dari guru dan kepala sekolah hingga orang tua, tetangga, dan pemerintah setempat. Penyatuan langkah antara unsur internal dan eksternal jadi syarat supaya suasana belajar jadi ramah, kreatif, dan pas untuk kebutuhan siswa. Bila mereka aktif merancang, menjalankan, dan mengukur program, dukungan moral, dana, dan keahlian yang diberi dapat membantu semua target pendidikan tercapai. Keterlibatan bersama itu tampak pada banyak hal, seperti pelatihan dan pengembangan profesional guru, partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah, serta bantuan masyarakat untuk penyediaan sarana belajar. Keberhasilan sering muncul bila komunikasi jelas, rasa memiliki tinggi, dan semua orang berkolaborasi menyusun serta menjalankan visi dan misi pendidikan. Meski begitu, tantangan tetap ada, antara lain lemahnya partisipasi, terbatasnya sumber daya, dan sikap coba-coba yang muncul saat perubahan dimulai. Pendidikan yang baik dan tahan lama hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang sinergis dari semua pihak yang peduli-pemerintah, sekolah, keluarga, serta masyarakat. Apabila setiap pihak mau memberdayakan satu sama lain dan berkolaborasi secara nyata, sistem pendidikan akan menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berkualitas. Singkatnya, keberhasilan peningkatan mutu pendidikan bergantung pada komitmen dan partisipasi aktif setiap orang yang terlibat di ekosistem sekolah.
 
Pengaruh Digitalisasi Pembelajaran, Kompetensi Profesional dan Komitmen Kerja dimoderasi oleh Budaya Organisasi terhadap Prestasi Siswa pada SMP Negeri 4 Makassar
This study aims to analyze the influence of learning digitalization, teachers\u27 professional competence, and work commitment on student achievement with organizational culture as a moderation variable. This study was conducted at SMP Negeri 4 Makassar by involving a randomly selected sample of students. This study uses a quantitative method with path analysis to test the hypothesis proposed. The results show that the digitization of learning has a significant effect on student achievement, especially when supported by a strong organizational culture. Teachers\u27 professional competence has also been shown to significantly improve student achievement, with influence amplified by a supportive organizational culture. Teachers\u27 work commitment has a significant effect on student achievement, and a positive organizational culture reinforces this influence. These findings emphasize the importance of the role of organizational culture in maximizing the positive influence of learning digitalization, teacher professional competence, and work commitment to student achievement. The recommendations of this study include strengthening organizational culture in schools, improving teachers\u27 professional competence through continuous training, and integrating technology in the learning process to improve overall student achievement.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi pembelajaran, kompetensi profesional guru, dan komitmen kerja terhadap prestasi siswa dengan budaya organisasi sebagai variabel moderasi. Studi ini dilakukan di SMP Negeri 4 Makassar dengan melibatkan sampel siswa yang dipilih secara acak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis jalur untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap prestasi siswa, terutama ketika didukung oleh budaya organisasi yang kuat. Kompetensi profesional guru juga terbukti secara signifikan meningkatkan prestasi siswa, dengan pengaruh yang diperkuat oleh budaya organisasi yang mendukung. Komitmen kerja guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi siswa, dan budaya organisasi yang positif memperkuat pengaruh ini. Temuan ini menegaskan pentingnya peran budaya organisasi dalam memaksimalkan pengaruh positif dari digitalisasi pembelajaran, kompetensi profesional guru, dan komitmen kerja terhadap prestasi siswa. Rekomendasi penelitian ini mencakup penguatan budaya organisasi di sekolah, peningkatan kompetensi profesional guru melalui pelatihan berkelanjutan, dan integrasi teknologi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan prestasi siswa secara keseluruhan
Peran Karakter Individu dan Lingkungan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja dan Kepuasan Layanan Rumah Sakit Aloe Saboe Gorontalo
This study aims to explore the impact of individual characteristics and work environment on service performance and user satisfaction at Aloe Saboe Hospital, Gorontalo. The subjects of this study were healthcare workers and patients at the hospital. The research method employed a quantitative approach with data analysis using Partial Least Squares - Path Modeling (PLS-PM). Data were collected through observation, questionnaires, and literature review. The findings indicate that individual characteristics, such as empathy and communication skills, along with a supportive work environment, significantly contribute to improved service performance and user satisfactionPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh karakteristik individu dan lingkungan kerja terhadap kinerja pelayanan serta kepuasan pengguna layanan di Rumah Sakit Aloe Saboe, Gorontalo. Objek penelitian ini adalah pasien di rumah sakit Aloe Saboe. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan Partial Least Squares - Path Modeling (PLS-PM). Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu, seperti empati dan kemampuan komunikasi, serta lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja pelayanan dan kepuasan pengguna layanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor-faktor interpersonal dan kondisi kerja yang baik sangat penting dalam menentukan kualitas pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk fokus pada pengembangan karakteristik individu tenaga kesehatan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.
Kata Kunci: Karakteristik Individu; Lingkungan Kerja; Kinerja Pelayanan; Kepuasan Layanan; PLS-P
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai PAM Tirta Mangkaluku Kota Palopo
This study aims to analyze the influence of leadership style and work motivation on employee performance at PAM Tirta Mangkaluku, Palopo City. A quantitative approach was employed, with data collected through questionnaires distributed to selected employees as respondents. The data were analyzed to examine the relationship between the variables studied. The results indicate that both leadership style and work motivation have a positive influence on employee performance. These two factors collectively contribute to improving performance in the workplace. The implication of these findings suggests that implementing a participative leadership style and providing well-directed work motivation can serve as effective strategies to enhance employee productivity and support the achievement of organizational goalsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di PAM Tirta Mangkaluku Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 118 pegawai dan sampel yang diambil sebanyak 91 responden menggunakan teknik probability sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS.hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien regresi sebesar 0,442, Motivasi kerja juga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien regresi sebesar 0,571, Secara simultan, kedua variabel ini memberikan kontribusi sebesar 52,9%, terhadap kinerja pegawai, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang partisipatif dan pemberian motivasi kerja yang terarah dapat meningkatkan produktivitas pegawai. Hasil ini menjadi dasar bagi organisasi untuk merancang kebijakan pelatihan kepemimpinan dan program penghargaan guna meningkatkan efektivitas kerja pegawai.
Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Kinerja Pegawa
Barang Rongsokan dan Peluang Bisnis Berbasis Ekonomi Sirkular Di Sulawesi Selatan: Tinjauan Literatur Kualitatif
This study aims to analyze the potential and challenges of scrap-based business practices within the framework of the circular economy in South Sulawesi Province. The method employed is a qualitative approach using a systematic literature review. Data sources were obtained from relevant national and international academic publications, policy documents, and institutional reports related to waste management, the informal sector, and circular economy implementation in Indonesia, particularly in South Sulawesi. The literature analyzed spans the past five years (2020–2025) and was selected based on thematic relevance, source credibility, and its contribution to theoretical and policy development. The findings indicate that the most dominant types of scrap materials within the informal supply chain include ferrous metals, PET and HDPE plastics, and electronic waste. Informal actors such as waste pickers, local collectors, and micro-enterprises play a central role in the collection and distribution of these materials. However, they face various structural barriers, including limited access to technology, finance, legal recognition, and persistent social stigma. The study also finds that the lack of institutional synergy and spatial mapping hinders the logistical efficiency of local recycling systems. This research highlights the need for integrating affirmative policies, enhancing environmental literacy, and fostering community-based social innovations as foundational strategies to build an inclusive, resilient, and sustainable circular economy ecosystem in South Sulawesi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan bisnis barang rongsokan berbasis ekonomi sirkular di Provinsi Sulawesi Selatan melalui pendekatan tinjauan literatur kualitatif. Dengan menelusuri publikasi akademik dan institusional terkait pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular, studi ini mengidentifikasi kontribusi penting sektor informal seperti pemulung, pengepul, dan UMKM dalam menciptakan nilai ekonomi dari barang rongsokan. Temuan menunjukkan bahwa jenis limbah seperti besi tua, plastik, dan limbah elektronik mendominasi rantai pasok informal, namun masih dihadapkan pada berbagai hambatan struktural seperti keterbatasan akses teknologi, regulasi, dan pembiayaan. Studi ini menyoroti pentingnya integrasi kebijakan afirmatif, pendidikan lingkungan, dan inovasi sosial sebagai fondasi untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular yang tangguh dan inklusif di tingkat lokal
Analisis Kinerja Usaha Jasa Olahraga Gorontalo Dengan Pendekatan Balanced Scorecard
This study aims to evaluate the performance of the TS Futsal sports service business in Gorontalo using the Balanced Scorecard approach. The methodology used in this study was to distribute questionnaires to 95 customers and 4 employees which were carried out from February to September 2024. The results of the study showed that the financial performance of TS Futsal was in good condition with an average Net Profit Margin (NPM) of around 83.75%. From a customer perspective, the level of satisfaction showed positive results, especially in terms of service and ease of ordering. The internal business perspective shows that technological innovation has improved operational efficiency, although there is still a need for improvement in terms of teamwork. From a learning and growth perspective, employees feel involved in decision making, but communication between management and employees still needs to be improved. Overall, the implementation of the Balanced Scorecard provides a comprehensive picture of TS Futsal\u27s performance and can be a strong foundation for future strategic planning. This study is expected to be a reference for other service businesses in improving performance and competitiveness
Edukasi Hukum Positif dan Hukum Islam tentang Pernikahan Tanpa Perceraian Sah bagi Masyarakat Desa Laut Biru, Kecamatan Kabila Bone
This community service program aims to enhance the legal understanding and awareness of the people in Laut Biru Village, Kabila Bone District, regarding the importance of marriage registration and lawful divorce procedures based on positive law and Islamic law. The implementation methods included lectures, group discussions, case simulations, and legal consultations involving religious leaders, village officials, and the general public. The results indicate a significant increase in participants\u27 knowledge about the necessity of marriage registration, lawful divorce procedures, and the protection of women\u27s and children\u27s rights. Prior to the program, most community members believed that physical separation was sufficient to end a marriage; however, after the educational sessions, their understanding shifted to appreciate the importance of formal legal processes. The involvement of religious leaders and village officials also strengthened the local legal advocacy network. Although there are still challenges such as administrative and cultural barriers, the participatory and collaborative approach has proven effective in fostering a sustainable legal awareness culture. This community service experience is expected to serve as a model for other villages in developing a law-abiding, just, and dignified society in accordance with positive law and Islamic principles