Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
    2582 research outputs found

    PENGARUH DIALEKTOLOGI DAN CAMPUR KODE MELALUI KAJIAN SOSIO DAN EKOLINGUISTIK TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA ARAB MAHASISWA

    No full text
    Background: The phenomenon of code mixing at Student Entrepreneur Islamic Boarding School of Nurul Islam 2 (PPME Nuris 2), especially in the AIQ program in which students are required to speak Arabic although they have not mastered all the vocabularies yet, so that the mixing code between Arabic and regional languages, including Javanese or Madurese, influences the dialect of every University student of this program. Aims: This research is expected to answer the questions about what influences the appearance of code mixing and dialectology, the process of forming code mixing and dialectology, and the influence of dialectology and code mixing on students. Methods: This research used a qualitative approach with a case study as its research type. The data collection techniques used were observation, interviews, and triangulation around the Student Entrepreneur Islamic Boarding School of Nuris 2 using participatory observation, guided interviews, data triangulation, and sources. Results: This study revealed that the emergence of code-mixing and dialectology among students is influenced by internal and external factors, including their environment and personal experiences. This process is shaped by the diverse regional backgrounds of the students, their social interactions, and academic demands. Dialectology and code-mixing contribute positively to students\u27 Arabic-speaking proficiency, as code-mixing is part of language acquisition, helping students develop confidence in speaking a second language fluently and accurately. However, it also challenges Arabic grammar, as excessive code-mixing can disrupt linguistic structures, making the language appear less formal and potentially hindering proper learning. Implications: This study makes significant contributions to socio-linguistic and ecolinguistic studies, especially regarding how social interactions and environmental factors influence the students’ use of Arabic. It deepens understanding of social dynamics that influence language, such as code-mixing usage in multilingual conversation.Fenomena campur kode di Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur Nurul Islam 2 (PPME Nuris 2), khususnya dalam program AIQ dimulai dari santri yang diwajibkan berbicara dalam Bahasa Arab meski belum menguasai semua kosakata sehingga terjadi campur kode antara Bahasa Arab dengan bahasa daerah, termasuk Jawa atau Madura, yang memengaruhi dialek masing-masing mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas hal-hal yang mempengaruhi terjadinya campur kode dan dialektologi, proses terbentuknya campur kode dan dialektologi, hingga pengaruh dialektologi dan campur kode terhadap mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan triangulasi di lingkungan Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur Nuris 2 dengan observasi partisipatif, wawancara terpimpin, triangulasi data dan sumber. Berdasarkan analisis tersebut, hal-hal yang mempengaruhi terbentuknya campur kode dan dialektologi adalah adanya factor intenal dan eksternal santri, yaitu dari lingkungan dan diri santri itu sendiri. Adapun proses terbentuknya dipengaruhi oleh asal daerah yang berbeda-beda, interaksi satu sama lain, dan tuntutan belajar. Dialektologi dan campur kode berpengaruh positif terhadap perkembangan kemampuan santri dalam berbahasa Arab, karena campur kode merupakan bagian dari belajar berbahasa untuk melatih berani berbicara bahasa kedua sehingga terbiasa dan lancar. Dan berpengaruh negatif terhadap susunan gramatikal Bahasa Arab, karena menjadikan rusaknya tatanan Bahasa yang akan berdampak pada pembelajaran ataupun di luar pembelajaran yang menjadi kurang formal. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kajian sosio-linguistik dan ekolinguistik, khususnya dalam hal bagaimana interaksi sosial dan faktor lingkungan mempengaruhi cara mahasiswa menggunakan bahasa Arab. Hal ini dapat memperdalam pemahaman tentang dinamika sosial yang memengaruhi bahasa, seperti penggunaan campur kode dalam percakapan multibahasa

    Thematic Interpretation of Qur\u27an Deliberation as the Basis of Social Reconciliation

    Get PDF
    The purpose of this research is to examine the concept of syūrā deliberation in the Qur\u27an as the foundation of social ethics and reconciliation in contemporary society, which faces a crisis of dialogue and religious polarization. The method used is the tafsīr maudhūʿī approach (thematic interpretation combined with contextual hermeneutic analysis). The focus of the study is directed to three main verses: QS Āli ʿImrān 3:159, QS Ash-Shūrā 42:38, and QS Al-Baqarah 2:233. In the analysis, the author integrates the views of the classical mufassir alṬabarī, Ibn Kathīr, al-Qurṭubī and the modern thinker M. Quraish Shihab, alṬabāṭabāʾī to interpret the deliberative value of the Qur\u27an in a broader socio-ethical context. The study\u27s findings reveal that the value of syūrā encompasses three primary dimensions: recognition and acceptance of taʿāruf, diversity, tolerance of tasāmuh and mutual respect, and islāḥ (reconciliation and social restoration). These three dimensions form the conceptual framework of the "Qur\u27anic Ethics of Reconciliation," which has relevance to John Paul Lederach\u27s transformative theory of reconciliation and Jürgen Habermas\u27s concept of communicative action, but is enriched by a spiritual dimension derived from divine revelation. Conceptually, this study concludes that the Qur\u27an is not only a moral-theological guideline, but also an epistemological source for the development of modern Islamic social theories oriented towards peace, spirituality, and inclusivity

    The Effect of Teaching Kitab of Hadith al-Arba’in al-Nawawiyah on Improving the Character of MAPK Makassar Students

    Get PDF
    This quantitative study explores the novel effect of teaching al-Arba\u27in al-Nawawiyah on character development among MAPK students in Makassar. By employing linear regression analysis on a sample of 92 students, we show that student motivation is the primary predictor of character development, explaining 23% of the variance. The data were collected through a questionnaire. While teaching methods and teacher qualifications were not significant predictors, the findings offer new insights into motivation-driven character formation in Islamic education. This study contributes to the growing body of literature by providing empirical evidence for the role of intrinsic motivation in enhancing moral and social behaviors among secondary school students, particularly in the context of hadith-based learning. Although the regression model used explained 23% of the variation in student character, student motivation was proven to be the main factor in better character formation  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengajaran kitab Hadis al-Arba’in al-Nawawiyah terhadap pembentukan karakter siswa di MAPK Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear. Sampel penelitian terdiri dari 92 siswa yang memilih untuk mengikuti pelajaran kitab hadis al-Arba’in al-Nawawiyah. Data dikumpulkan melalui angket yang mengukur variabel metode pengajaran, kualifikasi guru, motivasi siswa, dan karakter siswa. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengajaran kitab hadis al-Arba’in al-Nawawiyah memiliki dampak positif terhadap karakter siswa. Berdasarkan analisis korelasi dan regresi menunjukkan bahwa motivasi siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan karakter siswa (p < 0,05), sementara metode pengajaran (p-value = 0,44) dan kualifikasi guru (p-value = 0,722 tidak memberikan pengaruh signifikan. Meskipun model regresi yang digunakan menjelaskan 23% variasi karakter siswa, motivasi siswa terbukti sebagai faktor utama dalam pembentukan karakter yang lebih bai

    Dialektika al-Qur’an dalam al-Urf: Studi Kritis Pergeseran Makna Budaya Mappasikarawa pada Perkawinan Bugis di Era Modern

    No full text
    This study examines the transformation of meaning in the Bugis society’s mappasikarawa culture, which has undergone significant shifts in values due to modernity. It employs a dialectical approach between the Qur’an and local cultural context as al-urf to map the dynamic relationship between universal Islamic values and local wisdom. Using a qualitative analytical-critical method, data was gathered through in-depth interviews, participant observation, and document analysis in Bugis regions. Findings show that mappasikarawa serves not only as a symbolic ritual but also integrates Qur’anic values sakinah, mawaddah, and rahmah. Thus, a contextual reinterpretation based on maqaṣid al-shariah and hifz al-nafs is essential to maintain its relevance and harmony with Islamic law.Kajian ini mengkaji transformasi makna budaya mappasikarawa pada masyarakat Bugis, yang telah mengalami pergeseran nilai signifikan akibat modernitas. Studi ini menggunakan pendekatan dialektika antara Al-Qur’an dan konteks budaya lokal as al-\u27urf  untuk memetakan hubungan dinamis antara nilai-nilai Islam universal dan kearifan lokal. Dengan metode kualitatif analitis-kritis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen di wilayah Bugis. Temuan menunjukkan bahwa mappasikarawa tidak hanya berfungsi sebagai ritual simbolis, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani sakinah, mawaddah, dan rahmah. Oleh karena itu, reinterpretasi kontekstual berdasarkan maqasid al-shariah dan hifz al-nafs penting untuk menjaga relevansinya dan keselarasan dengan hukum Islam

    PENGUATAN KETERAMPILAN ABAD 21 MELALUI PENGABDIAN BERBASIS PELATIHAN INTERNET OF THINGS (IOT) DAN SAINS BAGI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk: (1) Menggambarkan kondisi awal keterampilan abad 21 siswa MI; (2) Mengimplementasikan pelatihan IoT dan Sains dengan metode Service Learning; (3) Menganalisis efektivitas pelatihan dalam meningkatkan keterampilan abad 21 siswa. Metode yang digunakan adalah Service Learning, dilaksanakan di salah satu MI di Kabupaten Gorontalo dengan 18 siswa kelas V sebagai partisipan. Pendekatan kuantitatif (pre-test dan post-test) dan kualitatif (observasi, wawancara, FGD) diterapkan. Intervensi berupa modul kontekstual, kit IoT sederhana, dan skenario pembelajaran berbasis proyek. Hasil menunjukkan analisis statistik menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan (sig. 0,000) pada keterampilan abad 21 siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 48,89 (pre-test) menjadi 129,17 (post-test). Observasi kualitatif mengkonfirmasi peningkatan pada aspek critical thinking, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Kapasitas guru juga mengalami transformasi positif menjadi fasilitator pembelajaran inovatif. Kesimpulan dan Implikasi yakni Pelatihan IoT dan Sains berbasis Service Learning terbukti efektif memperkuat keterampilan abad 21 siswa MI dan kapasitas guru. Program ini merekomendasikan integrasi model serupa ke dalam kurikulum, pendampingan berkelanjutan bagi guru, serta penguatan kemitraan multipihak untuk menjamin keberlanjutan dan replikasi inovasi pembelajaran di jenjang pendidikan dasarTujuan penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menggambarkan kondisi awal keterampilan abad 21 siswa MI; (2) Mengimplementasikan pelatihan IoT dan Sains dengan metode Service Learning; (3) Menganalisis efektivitas pelatihan dalam meningkatkan keterampilan abad 21 siswa. Metode yang digunakan adalah Service Learning, dilaksanakan di salah satu MI di Kabupaten Gorontalo dengan 18 siswa kelas V sebagai partisipan. Pendekatan kuantitatif (pre-test dan post-test) dan kualitatif (observasi, wawancara, FGD) diterapkan. Intervensi berupa modul kontekstual, kit IoT sederhana, dan skenario pembelajaran berbasis proyek. Hasil menunjukkan analisis statistik menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan (sig. 0,000) pada keterampilan abad 21 siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 48,89 (pre-test) menjadi 129,17 (post-test). Observasi kualitatif mengkonfirmasi peningkatan pada aspek critical thinking, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Kapasitas guru juga mengalami transformasi positif menjadi fasilitator pembelajaran inovatif. Kesimpulan dan Implikasi yakni Pelatihan IoT dan Sains berbasis Service Learning terbukti efektif memperkuat keterampilan abad 21 siswa MI dan kapasitas guru. Program ini merekomendasikan integrasi model serupa ke dalam kurikulum, pendampingan berkelanjutan bagi guru, serta penguatan kemitraan multipihak untuk menjamin keberlanjutan dan replikasi inovasi pembelajaran di jenjang pendidikan dasa

    Sistematika Tinjauan Pustaka Pemikiran As-Syaibani: Implementasi Al-Kasb (Kerja) di Zaman Kontemporer

    No full text
    This study aims to systematically examine Muhammad bin al-Hasan as-Syaibani’s thought on the concept of al-kasb (work) and its relevance in the contemporary economic context, particularly in Islamic economic and banking practices. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) method using the PRISMA approach to analyze literature related to al-kasb, Islamic work ethics, and their application in modern economic systems. The findings indicate that al-kasb, according to As-Syaibani, is not merely an economic activity but a moral and social obligation that emphasizes lawful work, justice, and social responsibility. In the contemporary era, the principles of al-kasb are reflected in Islamic banking practices through real-sector-based contracts such as mudarabah, musyarakah, murabahah, and ijarah, as well as in strengthening Islamic work ethics and entrepreneurship. Ethical values such as trustworthiness, honesty, and social responsibility serve as essential foundations for economic stability and equitable distribution of wealth. However, challenges remain in its implementation, particularly regarding public literacy and the optimization of productive, Sharia-compliant financing.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran As-Syaibani mengenai konsep al-kasb (kerja) serta implementasinya pada praktik ekonomi dan perbankan syariah di era kontemporer. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep al-kasb menurut As-Syaibani menekankan bahwa kerja merupakan sumber utama perolehan harta yang sah dan menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi umat. Di era modern, prinsip al-kasb banyak diterapkan dalam sistem perbankan syariah yang mengedepankan aktivitas usaha riil melalui akad-akad syariah seperti mudarabah, musyarakah, murabahah, dan ijarah. Nilai-nilai etis yang terkandung dalam konsep kerja, seperti amanah, kejujuran, dan tanggung jawab sosial, turut menjadi dasar operasional lembaga keuangan syariah. Secara praktis, penerapan konsep ini mendukung terwujudnya stabilitas ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan penguatan sektor produktif. Namun, tantangan tetap muncul dalam penerapan, terutama terkait literasi masyarakat dan optimalisasi pembiayaan berbasis usaha produktif

    ANALISIS PENURUNAN NILAI KEJUJURAN DAN AMANAH DALAM BISNIS ERA DIGITAL: URGENSI PENDIDIKAN ETIKA DIGITAL BERBASIS KETELADANAN RASULULLAH SAW

    Get PDF
    This study aims to analyze the decline in honesty and trustworthiness in digital business practices and emphasize the relevance of the Prophet Muhammad\u27s (PBUH) exemplary conduct as a foundation for business ethics. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR) with a library research approach, through the collection and analysis of secondary data from journals, books, research reports, and trusted academic sources relevant to Islamic business ethics. The results of the study indicate that the digital era presents a shift in business orientation towards instant profits, thereby eroding the values of honesty and trustworthiness, which are reflected in advertising practices, review manipulation, exploitation and commodification of personal data, non-transparent algorithms, and unethical competition based on attention competition. Weak direct interaction, minimal digital literacy, and algorithmic systems that prioritize engagement. This study also found that digital trustworthiness has undergone a transformation in meaning from merely fulfilling promises to systemic responsibility, the use of technology, algorithm transparency, and business model integrity. The conclusion of the study emphasizes that strengthening ethics is not only moral-individual, but also systemic by using the Prophet Muhammad\u27s (PBUH) exemplary conduct as a business operational framework that emphasizes proactive transparency, ethical consent, digital ethics education, and sharia-based regulations. The structural integration of sidq and amanah values ​​in digital is considered capable of creating businesses that are not only economically profitable, but also fair, sustainable, and blessed. Keywords: Amanah; Digital Business Ethics; SidqPenelitian ini bertujuan menganalisis penurunan kejujuran dan amanah dalam praktik bisnis digital serta menegaskan relevansi keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan etika bisnis. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan library research, melalui pengumpulan dan analisis data sekunder dari jurnal, buku, laporan penelitian, serta sumber akademik terpercaya yang relevan dengan etika bisnis Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital menghadirkan pergeseran orientasi bisnis ke arah keuntungan instan sehingga mengikis nilai kejujuran dan amanah, yang tercermin dalam praktik iklan, manipulasi ulasan, eksploitasi dan komodifikasi data pribadi, algoritma yang tidak transparan, serta persaingan tidak etis berbasis attention competition. Lemahnya interaksi langsung, minimnya literasi digital, dan sistem algoritmik yang lebih mengutamakan engagement. Penelitian ini juga menemukan bahwa amanah digital mengalami transformasi makna dari sekadar pemenuhan janji menjadi tanggung jawab sistemik, penggunaan teknologi, transparansi algoritma, dan integritas model bisnis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa  penguatan etika tidak hanya bersifat moral-individual, tetapi juga sistemik dengan menjadikan teladan Rasulullah  SAW sebagai kerangka operasional bisnis yang menekankan proactive transparency, ethical consent, edukasi etika digital, dan regulasi berbasis syariah. Integrasi nilai sidq dan amanah secara struktural dalam  digital dinilai mampu menciptakan bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga adil, berkelanjutan, dan bernilai keberkahan. Kata Kunci: Amanah; Etika Bisnis Digital; Sid

    PENGARUH KEPEMIMPINAN KARISMATIK TUAN GURU TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI DI LINGKUNGAN PESANTREN

    Get PDF
    Kepemimpinan kharismatik Tuan Guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri, namun belum banyak diteliti secara empiris dalam konteks lembaga pendidikan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kharismatik Tuan Guru terhadap pembentukan karakter santri di Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 27 orang guru dan kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan bantuan software JASP melalui uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kharismatik Tuan Guru terhadap pembentukan karakter santri dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,428 dan signifikansi p=0,010. Temuan ini mengimplikasikan bahwa keteladanan dan kharisma Tuan Guru dapat menjadi faktor kunci dalam membentuk karakter santri yang unggul, sehingga pendekatan kepemimpinan spiritual-karismatik perlu diperkuat dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam

    STRATEGI PENGUATAN NILAI-NILAI BUDAYA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 33 MAKASSAR

    Get PDF
    Strengthening Strategy of School Cultural Values in Improving the Quality of Education at SMP Negeri 33 Makassar. The focus of this research is (1) Strengthening Strategy of School Cultural Values, (2) Supporting & Inhibiting Factors. The purpose of this research is to identify and analyze the values and strategies applied, as well as the supporting and inhibiting factors in their implementation. This research approach is qualitative with descriptive research type. The research data sources are the Principal, Vice Principal, and Teachers. The data collection procedures used are interviews, observation and documentation. Checking the validity of the data uses the triangulation method, data analysis is carried out by data reduction, data presentation to drawing conclusions. The results of the research show that (1) Strengthening strategy of values is through (a) Establishing shared norms, (b) Effective communication between school residents, (c) Leadership oriented towards cultural values, (d) Policies that support a positive culture. (2) Supporting & Inhibiting Factors (a) Supporting factors include leadership, teacher cooperation, parental participation, and good communication that strengthen school culture. (b) Inhibiting factors include miscommunication, lack of understanding of cultural values, and low teacher discipline that require coaching. Overall, the strategy for strengthening school cultural values is carried out systematically by strengthening values through shared norms, effective communication, value-based leadership, and positive policies. In implementing this strategy, it can strengthen the values of discipline, integrity, mutual cooperation, nationalism, creativity, and innovation. The main supporting factors include the role of the principal, teacher cooperation, and parental participation, while the obstacles are miscommunication, low cultural understanding, and lack of teacher discipline.Strategi Penguatan Nilai - Nilai Budaya Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di SMP Negeri 33 Makassar. Fokus Penelitian ini ialah (1) Strategi Penguatan nilai – nilai budaya sekolah, (2) Faktor Pendukung & Penghambat. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui dan menganalisis nilai - nilai dan strategi yang diterapkan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Pendekatan Penelitian ini kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.  Sumber data penelitian yaitu Kepala Sekolah, Wakasek Umum, dan Guru. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan metode triangulasi, analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi penguatan nilai yaitu melalui (a) Pembentukan norma bersama, (b) Komunikasi efektif antarwarga sekolah, (c) Kepemimpinan yang berorientasi pada nilai budaya, (d) Kebijakan yang mendukung budaya positif.  (2) Faktor Pendukung & Penghambat (a) Faktor Pendukung mencakup Kepemimpinan, kerja sama guru, partisipasi orang tua, dan komunikasi baik memperkuat budaya sekolah., (b) Faktor Penghambat mencakup Miskomunikasi, kurangnya pemahaman nilai budaya, dan rendahnya disiplin guru perlu pembinaan. Secara keseluruhan strategi penguatan nilai-nilai budaya sekolah dilakukan secara sistematis dengan penguatan nilai dilakukan lewat norma bersama, komunikasi efektif, kepemimpinan berbasis nilai, dan kebijakan positif. Dalam penerapan strategi tersebut dapat memperkuat Nilai kedisiplinan, Nilai integritas, Nilai gotong royong, Nilai nasionalisme, Nilai kreativitas dan inovasi. Faktor pendukung utama meliputi peran kepala sekolah, kerja sama guru, dan partisipasi orang tua, sementara hambatannya adalah miskomunikasi, rendahnya pemahaman budaya, dan kurangnya kedisiplinan guru

    KONSTRUK TAKSONOMI SOLO DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    Get PDF
    This article aims to explore the potential of the SOLO Taxonomy (Structure of Observed Learning Outcomes) as a framework to improve the quality of learning and assessment of Natural Sciences (IPA), especially in encouraging deep conceptual understanding (deep learning) and high-level thinking skills (HOTS). Using narrative literature review with a qualitative approach to analyze three dimensions: (1) The epistemological relevance of SOLO to the complexity of science, (2) Evidence of implementation in learning/assessment design, and (3) Operational challenges of its implementation. The synthesis of data is sourced from scientific journals, textbooks, and the latest empirical studies. The results are that SOLO (based on five levels: Pre-Structural to Abstract Extended) has proven to be effective in Authentic Assessment, i.e. Measuring students\u27 cognitive structure and HOTS more accurately than conventional assessments. The Instructional Guide i.e. Scaffolding (e.g., concept map, analogy) successfully guides students towards systemic thinking (Relational-Abstract level). Implementation challenges, namely the subjectivity of teacher assessment and the difficulty of applying abstract levels, are overcome through collaborative training, SOLO templates, and technology (e-rubric, AI). The implication is that SOLO shifts the focus of learning from the product (correct answer) to the process of knowledge construction.Artikel ini bertujuan mengeksplorasi potensi Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) sebagai kerangka kerja untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penilaian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya dalam mendorong pemahaman konseptual mendalam (deep learning) dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Menggunakan narrative literature review dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis tiga dimensi: (1) Relevansi epistemologis SOLO dengan kompleksitas IPA, (2) Bukti implementasi dalam desain pembelajaran/penilaian, dan (3) Tantangan operasional penerapannya. Sintesis data bersumber dari jurnal ilmiah, buku teks, dan studi empiris terkini. Hasil yakni SOLO (berbasis lima tingkat: Pra-Struktural hingga Abstrak Diperluas) terbukti efektif dalam Penilaian Otentik yakni Mengukur struktur kognitif siswa dan HOTS lebih akurat daripada penilaian konvensional. Panduan Instruksional yakni Scaffolding (e.g., peta konsep, analogi) berhasil memandu siswa menuju pemikiran sistemik (tingkat Relasional-Abstrak). Tantangan Implementasi yakni Subjektivitas penilaian guru dan kesulitan menerapkan level abstrak diatasi melalui pelatihan kolaboratif, template SOLO, dan teknologi (e-rubric, AI).Implikasinya, SOLO menggeser fokus pembelajaran dari produk (jawaban benar) ke proses konstruksi pengetahuan

    2,210

    full texts

    2,582

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇