Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
    2582 research outputs found

    PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN BERBASIS PENDIDIKAN EKOPESANTREN DI PONDOK PUTRI 1 AL-AMIEN PRENDUAN SUMENEP MADURA

    Full text link
    Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia play a strategic role in shaping the identity of Muslims through education and the dissemination of Islamic values, but they face challenges in achieving economic independence due to their dependence on external funding. To increase economic independence, Islamic boarding schools can leverage existing potential, such as human resources, land, and collaboration with communities or institutions outside the school. An environmentally friendly eco-boarding school program is one solution for creating independent funding sources, as exemplified by the Al-Amien Prenduan 1 Girls\u27 Islamic Boarding School, which manages land for agriculture and livestock farming as an effort to improve welfare and independence. As a pesantren-based educational institution, Al-Amien Prenduan 1 Girls\u27 Islamic Boarding School is expected to be able to manage its natural resources. The purpose of this study is to analyze and develop economic independence at the Al-Amien Prenduan 1 Girls\u27 Islamic Boarding School through eco-boarding school education. The method used in this research is a qualitative approach with a case study approach. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation. The results of the study show that the implementation of eco-boarding school education at Pondok Putri 1 Al-Amien Prenduan can improve the economy of the boarding school, develop the entrepreneurial skills of students, facilitate the development of micro-enterprises, and increase awareness of the importance of economic sustainability through eco-boarding school education.Pesantren di Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk identitas umat Islam melalui pendidikan dan penyebaran nilai-nilai Islam, namun menghadapi tantangan kemandirian ekonomi akibat ketergantungan pada dana eksternal. Untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, pesantren dapat memanfaatkan potensi yang ada, seperti sumber daya manusia, lahan, dan kerja sama dengan masyarakat atau lembaga di luar pesantren. Program ekopesantren yang ramah lingkungan menjadi salah satu solusi untuk menciptakan sumber pendanaan mandiri, seperti contoh yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Putri 1 Al-Amien Prenduan yang mengelola lahan untuk pertanian dan peternakan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian. Pondok Pesantren Putri 1 Al-Amien Prenduan sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren diharap mampu mengelola sumber daya alam yang dimiliki. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengembangkan kemandirian ekonomi di Pesantren Pondok Putri 1 Al-Amien Prenduan melalui pendidikan ekopesantren. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dihasilkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan ekopesantren di Pondok Putri 1 Al-Amien Prenduan dapat meningkatkan perekonomian pesantren, mengembangkan keterampilan kewirausahaan santri, memfasilitasi pengembangan usaha mikro, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan ekonomi melalui pendidikan ekopesantre

    ENHANCHING THE INTERNAL QUALITY AUDIT (AMI) AT UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR THROUGH THE CIPP EVALUATION MODEL: A QUALITATIVE ASSESSMENT

    Full text link
    This study examines the implementation of the 2024 Internal Quality Audit (AMI) at the State University of Makassar (UNM) using the Context, Input, Process, Product (CIPP) evaluation model to assess the effectiveness of the implementation of quality assurance in eleven faculties. Using a qualitative descriptive method, data was collected from audit reports, Management Review Meeting (RTM) results, and institutional documents. The analysis shows that all faculties have implemented the PPEPP cycle consistently, although the depth and integration of practice varies. Faculties such as FMIPA and FIKK demonstrate superior practices, including infrastructure support and human resource readiness, while other faculties such as FIP face challenges in strategic documentation and integration of the MBKM curriculum. This study identifies a number of aspects that need to be improved, such as stakeholder engagement, the use of tracer studies, and more systematic follow-up to audit recommendations. This study recommends the digitization of the audit system, periodic auditor training, and the formal involvement of alumni and graduate users in the quality assurance process. The findings of the study confirm the relevance of the CIPP model as an effective evaluation framework in assessing and improving the internal audit function in universities. By providing a comprehensive understanding of audit performance and institutional gaps, this research contributes to the development of sustainable quality assurance practices at UNM and similar institutionsPenelitian ini mengkaji pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) tahun 2024 di Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan menggunakan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP) untuk menilai efektivitas penerapan penjaminan mutu di sebelas fakultas. AMI, yang diamanatkan dalam regulasi nasional melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), memegang peran penting dalam menjaga akuntabilitas dan kinerja institusi. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari laporan audit, hasil Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), dan dokumen institusional. Analisis menunjukkan bahwa seluruh fakultas telah menerapkan siklus PPEPP secara konsisten, meskipun kedalaman dan integrasi praktiknya bervariasi. Fakultas seperti FMIPA dan FIKK menunjukkan praktik yang unggul, termasuk dukungan infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia, sementara fakultas lain seperti FIP menghadapi tantangan dalam dokumentasi strategis dan integrasi kurikulum MBKM. Penelitian ini mengidentifikasi sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, seperti keterlibatan pemangku kepentingan, pemanfaatan tracer study, dan tindak lanjut yang lebih sistematis terhadap rekomendasi audit. Studi ini merekomendasikan digitalisasi sistem audit, pelatihan auditor secara berkala, serta pelibatan formal alumni dan pengguna lulusan dalam proses penjaminan mutu. Temuan penelitian menegaskan relevansi model CIPP sebagai kerangka evaluasi yang efektif dalam menilai dan meningkatkan fungsi audit internal di perguruan tinggi. Dengan memberikan pemahaman komprehensif tentang kinerja audit dan kesenjangan institusional, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan praktik penjaminan mutu yang berkelanjutan di UNM dan institusi sejenis. Kata kunci: Audit Mutu Internal, CIPP, Mutu Pendidikan Tinggi, SPMI, Universitas Negeri Makassar

    Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Penggunaan Media Boneka Tangan Di Kelompok A (4-5 Tahun) TK Aisiyah Bustanul Atval Ukui–Pelalawan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media boneka tangan pada anak Kelompok A di TK Aisiyah Bustanul Atval. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif yang menggunakan model Kemmis dan dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini sebanyak 13 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Objek penelitian ini adalah kemampuan berbicara melalui media boneka tangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (lembar observasi), dan dokumentasi (catatan-catatan selama proses kegiatan berlangsung, video, gambar atau foto, dan RPP). Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini apabila kemampuan berbicara anak telah mencapai 80% dengan kriteria sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan berbicara melalui media boneka tangan pada anak Kelompok A di TK Aisiyah Bustanul Atval. Hasil observasi yang dilakukan pada saat Siklus I mencapai 58,11%, Siklus II mencapai 91,02%. Hal tersebut telah mencapai kriteria keberhasilan penelitian sebesar 90% dengan kriteria sangat baik. Langkah-langkah yang ditempuh untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui media boneka tangan yaitu sebagai berikut: 1) Peneliti bercerita menggunakan boneka tangan; 2) Peneliti mengelompokkan anak, tiap kelompok terdiri dari dua atau tiga anak; 3) Anak-anak mengulang kembali cerita yang telah disampaikan oleh peneliti; serta 4) Peneliti memberikan motivasi dan reward berupa “Tanda BintangPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media boneka tangan pada anak Kelompok A di TK Aisiyah Bustanul Atval. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif yang menggunakan model Kemmis dan dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini sebanyak 13 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Objek penelitian ini adalah kemampuan berbicara melalui media boneka tangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (lembar observasi), dan dokumentasi (catatan-catatan selama proses kegiatan berlangsung, video, gambar atau foto, dan RPP). Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini apabila kemampuan berbicara anak telah mencapai 80% dengan kriteria sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan berbicara melalui media boneka tangan pada anak Kelompok A di TK Aisiyah Bustanul Atval. Hasil observasi yang dilakukan pada saat Siklus I mencapai 58,11%, Siklus II mencapai 91,02%. Hal tersebut telah mencapai kriteria keberhasilan penelitian sebesar 90% dengan kriteria sangat baik. Langkah-langkah yang ditempuh untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui media boneka tangan yaitu sebagai berikut: 1) Peneliti bercerita menggunakan boneka tangan; 2) Peneliti mengelompokkan anak, tiap kelompok terdiri dari dua atau tiga anak; 3) Anak-anak mengulang kembali cerita yang telah disampaikan oleh peneliti; serta 4) Peneliti memberikan motivasi dan reward berupa “Tanda Bintang”

    INOVASI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI MELALUI INTEGRASI LITERASI MULTIBAHASA DAN KEARIFAN LOKAL

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh inovasi pembelajaran Islam anak usia dini yang diterapkan di PPIT Lukmanul Hakim Kabupaten Gorontalo, dengan mengintegrasikan  literasi multibahasa dan kearifan lokal dalam pembelajaran hafalan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, yang bertujuan untuk menelaah secara mendalam  model integrasi literasi multibahasa dan kearifan lokal dalam pembelajaran hafalan di PPIT Lukmanul Hakim Gorontalo, sebagai inovasi pedagogis yang memperkuat literasi dini, nilai religius, serta identitas budaya anak dalam kerangka pendidikan Islam kontekstual. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria peran dan keterlibatannya dalam implementasi literasi multibahasa dan kearifan lokal, sebanyak 10 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, orang tua, dan tokoh agama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi pada modul ajar, teks hafalan; ayat pendek dan asmaul husna serta teks tuja’i, kemudian dianalisis berdasarkan bahasa yang digunakan , integrasi nilai kearifan lokal, strategi guru, respon siswa , interaksi sosial budaya, lingkungan literasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi empat bahasa (Arab, Indonesia, Inggris, dan Gorontalo) dan kearifan lokal seperti perapalan teks Tuja’i mampu membentuk kesadaran fonologis, pemahaman makna religius, dan nilai moral anak pada teks yang dihafalkan. Guru berperan sebagai fasilitator budaya melalui strategi translanguaging, gerak-lagu, dan storytelling. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis terhadap pengembangan model pembelajaran Islam berbasis budaya lokal serta secara praktis memberi dasar bagi kebijakan PAUD kontekstual berbasis bahasa ibu dan kearifan lokal

    PENGETAHUAN (TEKNOLOGI, PEDAGOGIK DAN KONTEN) PEMBELAJARAN DITINJAU DARI FAKTOR GAMESECAF GURU

    Full text link
    This study aims to produce a valid and reliable instrument of Knowledge (technology, pedagogic and content), to analyze the relationship between variable values of Knowledge (technology, pedagogic and content) of teachers in learning, to analyze Knowledge (technology, pedagogic and content) of teachers in learning based on GAMESECAF factors. This research uses Survey research with Cross Sectional Survey technique. This research was conducted at 7 Madrasah Aliyah in Gorontalo city. A population of 185 teachers was taken as a sample of 127 respondents. Data collection techniques in the form of questionnaires and the results of the questionnaire analyzed the validity and reliability of the instrument using the Rasch Model. Analysis of the relationship between variables is described from the results of the SPSS formulation. The results of the study are (1) All questionnaire items meet the valid and reliable requirements. (2) The correlation between TPACK dimensions is in the moderately strong (5 correlations) and strong (16 correlations) categories. (3) The average percentage values are all above 80%, which proves that the respondent teachers of Madrasah Aliyah in Gorontalo city have TPACK skills in the good and very good categoriesPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrument Pengetahuan (teknologi, pedagogic dan konten) yang valid dan reliabel, ntuk menganalisis hubungan antar nilai variabel Pengetahuan (teknologi, pedagogic dan konten) guru dalam pembelajaran, untuk menganalisis Pengetahuan (teknologi, pedagogic dan konten) guru dalam pembelajaran berdasarkan faktor GAMESECAF. Penelitian ini menggunakan penelitian Survei dengan teknik Cross Sectional Survey. Penelitian ini dilaksanakan pada 7 Madrasah Aliyah se-kota Gorontalo. Populasi sebanyak 185 orang guru diambil sampel sebanyak 127 orang reponden. Teknik Pengumpulan Data berupa Kuesioner dan hasil dari kuesioner dianalisis validitas dan reliabilitas instrument menggunakan Rasch Model. Analisis hubungan antar variabel dideskripsikan dari hasil formulasi SPSS. Hasil penelitian yakni (1) Seluruh item kuesioner memenuhi syarat valid dan reliabel. (2) Korelasi antar dimensi TPACK berada pada kategori cukup kuat (5 korelasi) dan kuat (16 korelasi). (3) Nilai rata-rata persentase semua berada di atas 80% yang membuktikan bahwa responden guru Madrasah Aliyah se-kota Gorontalo memiliki kemampuan TPACK pada kategori baik dan sangat bai

    Islamic Mysticism of Wali Songo

    No full text
    This research explores the mystical dimension in the da\u27wah (Islamic missionary) strategy of Wali Songo, a group of prominent Islamic figures in the history of Islamization in Java. The study investigates how Sufi elements and mysticism were integrated into cultural expressions to support the dissemination of Islamic teachings. The research was motivated by the need to understand the success of Wali Songo\u27s inclusive approach, especially in engaging local belief systems and cultural traditions. This study employed a qualitative approach using descriptive-analytical methods. Data were collected from classical texts, folklore, and previous research on Wali Songo. The findings show that Wali Songo\u27s da\u27wah extensively adopted Sufi practices such as dhikr, wirid, and the use of spiritual symbols. They reinterpreted local cultural expressions—like wayang performances, gamelan, and traditional ceremonies—as Islamic mediums. The cultural accommodation strategy, especially by figures such as Sunan Kalijaga, reveals a sophisticated understanding of local wisdom and the effective contextualization of Islamic teachings.Penelitian ini mengeksplorasi dimensi mistik dalam strategi dakwah Wali Songo, sekelompok tokoh Islam terkemuka dalam sejarah Islamisasi di Jawa. Studi ini menelusuri bagaimana unsur-unsur tasawuf dan mistisisme diintegrasikan ke dalam ekspresi budaya guna mendukung penyebaran ajaran Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami keberhasilan pendekatan inklusif Wali Songo, khususnya dalam merangkul sistem kepercayaan lokal dan tradisi budaya masyarakat. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan dari teks-teks klasik, folklor, dan hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai Wali Songo. Temuan menunjukkan bahwa dakwah Wali Songo secara luas mengadopsi praktik sufistik seperti dzikir, wirid, serta penggunaan simbol-simbol spiritual. Mereka mereinterpretasi ekspresi budaya lokal—seperti pertunjukan wayang, gamelan, dan upacara tradisional—sebagai medium dakwah Islam. Strategi akomodasi budaya, khususnya yang dilakukan oleh tokoh seperti Sunan Kalijaga, mencerminkan pemahaman yang mendalam terhadap kearifan lokal dan kontekstualisasi ajaran Islam yang efektif

    Pendekatan Pedagogis dalam Pengajaran Hadis di Era Pendidikan Islam Kontemporer

    Full text link
     This study explores the effectiveness of innovative pedagogical approaches in hadith instruction at Athirah 2 Islamic School Makassar. The research focuses on how interactive methods, technological integration, and contextual approaches enhance students’ comprehension, participation, and motivation in internalizing hadith values. Employing a qualitative case study design, data were collected through semi-structured interviews and classroom observations, and analyzed using thematic techniques to identify key patterns and themes. The findings reveal that the use of learning technologies, group discussions, and contextual material development significantly strengthen student engagement and the relevance of hadith to everyday life. The contribution of this research lies in proposing a new pedagogical model that integrates cognitive, moral, and spiritual dimensions, while also highlighting challenges such as human resource limitations and teacher readiness as critical factors in implementation. Penelitian ini mengkaji efektivitas pendekatan pedagogis inovatif dalam pengajaran hadis di Sekolah Islam Athirah 2 Makassar. Fokus utama penelitian adalah bagaimana metode interaktif, integrasi teknologi, dan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman, partisipasi, serta motivasi belajar siswa dalam menginternalisasi nilai-nilai hadis. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kasus, data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi kelas, kemudian dianalisis dengan teknik tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pembelajaran, diskusi kelompok, serta pengembangan materi kontekstual mampu memperkuat keterlibatan siswa dan relevansi hadis dengan kehidupan sehari-hari. Kontribusi penelitian ini terletak pada tawaran model pedagogi baru yang mengintegrasikan dimensi kognitif, moral, dan spiritual, sekaligus menyoroti keterbatasan sumber daya manusia dan kesiapan guru sebagai tantangan utama

    STUDI KORELASI: PERSEPSI, KESIAPAN MENGAJAR, DAN KINERJA GURU DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMAN KOTA BUKITTINGGI

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi dengan banyak tantangan yang dihadapi guru saat menerapkan kurikulum merdeka  di SMA Negeri Kota Bukittinggi. Guru-guru mengakui adanya kebingungan saat implementasi kurikulum merdeka. Terdapat sekitar 40% guru yang belum sepenuhnya memahami tujuan, filosofi, dan metodologi Kurikulum Merdeka. Karena jumlah buku referensi yang sangat terbatas, guru menghadapi kesulitan dalam menyusun materi pelajaran untuk modul ajar. Selain itu, banyak guru yang tidak memahami konsep kurikulum belajar mandiri, sehingga proses pembelajaran tetap berpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan keterkaitan antara persepsi dan kesiapan dengan kinerja guru dalam penerapan kurikulum merdeka. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru SMAN Bukittinggi yang berjumlah 247 dengan sampel berjumlah 151 responden. Data dikumpulkan melalui angket dan di analisis dengan uji prasyarat, korelasi bivariate pearson dan korelasi berganda. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi guru dengan kinerja guru yang dibuktikan dengan nilai sig 0.000 < 0.05 dan besar hubungannya yaitu hubungan yang cukup dengan nilai pearson correlation  0.428. Di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Bukittinggi, ada korelasi antara kesiapan guru dan kinerja mereka dalam menerapkan Kurikulum merdeka yang dibuktikan dengan nilai sig uji korelasi bivariate person 0.000 < 0.05 dan besar hubungannya yaitu hubungan yang kuat dengan nilai pearosn correlation sebesar 0.693. Di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Bukittinggi, ada korelasi antara persepsi dan kesiapan guru dan kinerja mereka dalam menerapkan Kurikulum merdeka yang dibuktikan dengan nilai sig uji korelasi berganda 0.000 < 0.05 dan besar hubungannya yaitu hubungan yang kuat dengan nilai sebesar 0.693

    PENDIDIKAN KARAKTER ANAK MELALUI TRADISI ANGON PUTU PADA MASYARAKAT DESA SOWAN LOR KEDUNG JEPARA

    Full text link
    Tradition is one of the ways in which Javanese society conveys its norms and values. This is also true of the angon putu tradition, which is preserved by the community of Sowan Lor Kedung Jepara Village. This tradition holds many noble values that are worthy of development for character education, particularly for children. Therefore, this article aims to identify the meaning behind the angon putu tradition and the character education values for children embedded within it. This study is a descriptive-qualitative research. In data collection, the researcher used observation techniques by observing the implementation of the tradition, interviews with those involved, and documentation. The data analysis in this study used descriptive analysis techniques with the stages of reduction, display, and verification. The results of this study indicate that the angon putu tradition is a symbol of the love of grandparents for all their grandchildren and an expression of gratitude for the gift of long life. Meanwhile, the values that can be derived from this tradition include cooperation, independence, democracy, and social care.Tradisi menjadi salah satu media bagi masyarakat Jawa untuk menyampaikan norma atau nilai yang dianut. Demikian pula dengan tradisi angon putu yang dilestarikan oleh masyarakat Desa Sowan Lor Kedung Jepara. Tradisi ini menyimpan banyak nilai luhur yang patut dikembangkan untuk pendidikan karakter, khususnya karakter anak-anak. Karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna di balik tradisi angon putu dan nilai-nilai pendidikan karakter anak di baliknya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi dengan mengamati pelaksanaan tradisi tersebut, wawancara dengan orang yang terlibat, dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan tahapan reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi angon putu merupakan simbol kasih sayang kakek atau nenek semua cucunya dan ungkapan rasa syukur atas anugerah umur panjang. Sementara nilai-nilai yang dapat digali dari tradisi tersebut antara lain nilai kerjasama, kemandirian, demokratis, dan peduli sosial

    KEPEMIMPINAN TUANKU DALAM MENGELOLA PONDOK PESANTREN DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan signifikan dalam dunia pendidikan pada era 5.0 yang menuntut integrasi teknologi digital dengan kehidupan manusia, termasuk dalam sistem pendidikan pesantren yang berbasis nilai-nilai Islam tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kepemimpinan Tuanku mampu mengadaptasi kemajuan teknologi secara efektif dalam konteks pendidikan tradisional, guna tetap menjamin mutu pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Tuanku sebagai pimpinan dan para tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tuanku menerapkan kepemimpinan adaptif yang mengintegrasikan nilai tradisional dengan inovasi teknologi secara bijak, melalui pembelajaran digital terbatas tanpa mengabaikan adab, serta pengembangan kurikulum terpadu yang menjamin lulusan berakhlak dan berdaya saing. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan Tuanku berhasil menjaga relevansi dan mutu pendidikan pesantren di era digital tanpa kehilangan identitasnya

    2,210

    full texts

    2,582

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇