Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
    2582 research outputs found

    PENGGUNAAN MEDIA WAYANG FANTASI DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI

    Full text link
    This research aims to develop the language skills of children aged 4-5 years through the use of fantasy puppet media in Al-Fajri Early Childhood Education (PAUD), East Tanjung Jabung. This Classroom Action Research (PTK) was carried out in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation and reflection. The data collected includes children\u27s ability to retell fairy tales and name the puppets. The results showed significant improvements in both abilities. At the end of Cycle II, 75% of children reached the BSB category in retelling fairy tales, and 83% of children reached the BSB category in naming puppets. These findings indicate that fantasy puppet media is effective in improving children\u27s language skills through interactive and fun learning. This research supports the theories of constructivism and multiple intelligences, and provides an important contribution to the development of creative learning media based on local culture. The conclusion of this study shows that the use of fantasy puppet media is effective in improving the language skills of early childhood. Therefore, it is recommended that teachers and parents be more active in using creative media such as puppets to support children\u27s language development, so that they can communicate better and build the social skills needed in everyday lifePenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun melalui penggunaan media wayang fantasi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Fajri, Tanjung Jabung Timur. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan meliputi kemampuan anak dalam menceritakan kembali dongeng dan menyebutkan kata- kata yang dikenal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua kemampuan. Pada akhir Siklus II, sebanyak 75% anak mencapai kategori BSB dalam menceritakan kembali dongeng, dan 83% anak mencapai kategori BSB dalam menyebutkan kata-kata yang dikenal. Temuan ini menunjukkan bahwa media wayang fantasi efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa anak melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini mendukung teori konstruktivisme dan kecerdasan majemuk, serta memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan media pembelajaran kreatif berbasis budaya lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media wayang fantasi efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini. Oleh karena itu, disarankan agar guru dan orang tua lebih aktif dalam menggunakan media kreatif seperti wayang untuk mendukung perkembangan bahasa anak, sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan lebih baik dan membangun keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari

    PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH INDONESIA KOTA KINABALU (SIKK) SABAH MALAYSIA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah, Malaysia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru penggerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SIKK menjalankan perannya secara optimal pada tujuh indikator utama, yaitu: (1) Educator, membimbing guru dalam pembelajaran berdiferensiasi dan mendukung pengembangan profesional; (2) Manajer, menyusun program kerja, mengelola sumber daya, dan membagi tugas secara jelas; (3) Administrator, mengelola administrasi kurikulum dan dokumentasi pembelajaran; (4) Supervisor, melakukan supervisi kelas serta memberikan umpan balik; (5) Leader, menjadi teladan, membangun visi bersama, dan menumbuhkan kerja kolektif; (6) Innovator, mendorong pembelajaran berbasis proyek dan menciptakan lingkungan belajar inovatif; serta (7) Motivator, memberikan dukungan moral dan penghargaan untuk meningkatkan kinerja guru. Temuan ini menegaskan bahwa peran adaptif dan kolaboratif kepala sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di SIKK. Kata Kunci : Peran kepala sekolah, Kurikulum Merdeka, Sekolah Indonesia Kota Kinabal

    STRATEGI PTKI DALAM MEMBANGUN GENERASI BERWAWASAN MODERAT: URGENSI PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA MENUJU INDONESIA EMAS 2045

    No full text
    To support the vision of Indonesia Emas 2045, Islamic Higher Education Institutions (PTKI) play a crucial role in shaping a generation with a moderate worldview. This study aims to examine the strategic role of PTKI in instilling the values of tolerance, balance, and justice in students. Additionally, religious moderation education is essential in addressing the challenges of religious extremism, intolerance, and cultural plurality. This research employs a literature study approach, focusing on PTKI\u27s role in integrating religious moderation into the education curriculum, institutional collaboration, and character and multicultural education development. The findings indicate that PTKI serves as a key agent of change in transforming the education system. Religious moderation education helps counter religious extremism and fosters social stability amidst Indonesia’s religious and cultural diversity. The religious moderation education programs implemented by PTKI have successfully instilled the values of tolerance, diversity, and solidarity, contributing to the realization of Indonesia Emas 2045.Untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045, Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sangat penting dalam membentuk generasi dengan wawasan moderat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari peran strategis PTKI dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, dan keadilan kepada siswa. Selain itu, pendidikan moderasi beragama sangat penting untuk mengatasi tantangan ekstremisme agama, intoleransi, dan pluralitas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur yang berfokus pada peran PTKI dalam mengintegrasikan moderasi agama ke dalam kurikulum pendidikan, kolaborasi kelembagaan, dan pengembangan karakter dan pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTKI memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam membawa perubahan ke dalam sistem pendidikan. Pendidikan moderasi beragama membantu menangkal ekstremisme agama dan menciptakan stabilitas sosial di tengah pluralitas agama dan budaya Indonesia. Program pendidikan moderasi beragama yang diterapkan oleh PTKI telah berhasil menanamkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan kebersamaan dalam pembentukan generasi yang akan berkontribusi pada tujuan Indonesia Emas 2045

    WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA IMPLIKASI TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI DALAM KELUARGA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara tematik ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga serta menganalisis implikasinya terhadap pembentukan pendidikan karakter Islami dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir maudhu‘i (tematik) yang menelusuri ayat-ayat relevan seperti Q.S. al-Nisā’ [4]:19, al-Rūm [30]:21, dan al-Mā’idah [5]:8. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dari kitab tafsir klasik dan kontemporer serta literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikologis, dengan menegaskan nilai rahmah (kasih sayang), ‘adl (keadilan), dan mu‘āsyarah bil ma‘rūf (pergaulan yang baik) sebagai fondasi relasi keluarga. Kekerasan dalam rumah tangga dipandang bukan sekadar persoalan sosial, tetapi kegagalan dalam pendidikan moral dan spiritual. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki tanggung jawab epistemologis untuk membangun kesadaran nilai dan menanamkan budaya non-kekerasan dalam keluarga. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keluarga Qur’ani adalah entitas pendidikan pertama yang harus mencerminkan nilai kasih, kesetaraan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Dengan demikian, pendidikan karakter Islami berbasis Al-Qur’an tidak hanya berfungsi membentuk individu berakhlak, tetapi juga menjadi sarana pencegahan kekerasan dalam rumah tangga melalui penanaman spiritualitas, dialog, dan keteladanan.   Kata kunci: Wawasan Al-Qur’an, Kekerasan Rumah Tangga, Pendidikan Karakter Islami &nbsp

    RELEVANSI FILSAFAT AKHLAK DAN MANUSIA PARIPURNA DALAM PEMIKIRAN MURTADHA MUTHAHHARI

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis moral di era modern yang menuntut pemahaman etika secara lebih mendalam dan holistik. Murtadha Muthahhari menawarkan konsep filsafat akhlak yang terintegrasi dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu mencapai kesempurnaan atau insan kamil. Bagi Muthahhari, akhlak bukan sekadar kumpulan aturan, melainkan sarana pembentukan manusia seutuhnya. Dengan demikian, kajian ini menelusuri relasi antara filsafat akhlak dan konsep manusia paripurna dalam pemikiran Muthahhari serta relevansinya dalam menjawab problem kemanusiaan kontemporer. Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), menggunakan karya-karya orisinil Muthahhari dan kajian akademik terkait sebagai sumber utama. Analisis difokuskan pada penelaahan konsep filsafat akhlak dan insan kamil serta evaluasi kelebihan dan kekurangannya dalam memahami teks keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Muthahhari memiliki relevansi yang kuat dalam memahami hubungan antara akhlak dan manusia paripurna (manusia sempurna). Konsep insan kamil bukan hanya idealisme teoretis, tetapi dapat menjadi jawaban praktis terhadap tantangan moral masyarakat modern. Di tengah kondisi kontemporer yang sering kehilangan arah dan nilai-nilai kebaikan, pembentukan manusia berakhlak sempurna menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun peradaban yang lebih beradab, adil, dan bermaknaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis moral di era modern yang menuntut pemahaman etika secara lebih mendalam dan holistik. Murtadha Muthahhari menawarkan konsep filsafat akhlak yang terintegrasi dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu mencapai kesempurnaan atau insan kamil. Bagi Muthahhari, akhlak bukan sekadar kumpulan aturan, melainkan sarana pembentukan manusia seutuhnya. Dengan demikian, kajian ini menelusuri relasi antara filsafat akhlak dan konsep manusia paripurna dalam pemikiran Muthahhari serta relevansinya dalam menjawab problem kemanusiaan kontemporer. Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), menggunakan karya-karya orisinil Muthahhari dan kajian akademik terkait sebagai sumber utama. Analisis difokuskan pada penelaahan konsep filsafat akhlak dan insan kamil serta evaluasi kelebihan dan kekurangannya dalam memahami teks keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Muthahhari memiliki relevansi yang kuat dalam memahami hubungan antara akhlak dan manusia paripurna (manusia sempurna). Konsep insan kamil bukan hanya idealisme teoretis, tetapi dapat menjadi jawaban praktis terhadap tantangan moral masyarakat modern. Di tengah kondisi kontemporer yang sering kehilangan arah dan nilai-nilai kebaikan, pembentukan manusia berakhlak sempurna menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun peradaban yang lebih beradab, adil, dan bermakna

    Pengaruh Lifestyle dan Green Knowledge Terhadap Green Purchase Behavior yang Dimediasi Good Purchase Intention

    Full text link
    This study aims to analyze the influence of Lifestyle and Green Knowledge on Green Purchase Behaviour with Green Purchase Intention as a mediating variable. The study is motivated by the growing public awareness of environmental issues and the importance of understanding the factors that drive environmentally friendly purchasing behavior. A quantitative approach was used, employing Structural Equation Modeling (SEM) as the analytical technique. Data were collected through a questionnaire distributed to 100 respondents with experience in purchasing eco-friendly products. The results show that lifestyle does not have a direct effect on green purchase behaviour but has a positive effect on green purchase intention. Green knowledge has a positive effect on green purchase behaviour but does not influence green purchase intention. Furthermore, green purchase intention is found to significantly mediate the relationship between lifestyle and green purchase behaviour, but not the relationship between green knowledge and green purchase behaviour. These findings reinforce the importance of building environmentally friendly purchase intentions through consumer lifestyle in order to enhance green purchasing behavior.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Gaya Hidup dan Pengetahuan Hijau terhadap Perilaku Pembelian Hijau dengan Niat Pembelian Hijau sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dimotivasi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan pentingnya memahami faktor-faktor yang mendorong perilaku pembelian ramah lingkungan. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) sebagai teknik analisis. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden dengan pengalaman dalam pembelian produk ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup tidak memiliki efek langsung pada perilaku pembelian hijau tetapi memiliki efek positif pada niat pembelian hijau. Pengetahuan hijau memiliki efek positif pada perilaku pembelian hijau tetapi tidak memengaruhi niat pembelian hijau. Lebih lanjut, niat pembelian hijau ditemukan memediasi hubungan antara gaya hidup dan perilaku pembelian hijau secara signifikan, tetapi bukan hubungan antara pengetahuan hijau dan perilaku pembelian hijau. Temuan ini memperkuat pentingnya membangun niat pembelian ramah lingkungan melalui gaya hidup konsumen untuk meningkatkan perilaku pembelian hijau

    Makna Loyalitas Konsumen Brand Lokal di Era Digital : Studi Fenomenologi terhadap Pengguna Media Sosial

    Full text link
    The rise of social media has fundamentally transformed how consumers build loyalty toward brands, particularly local brands. Loyalty is no longer limited to repeat purchases but has expanded into emotional, social, and participatory engagement manifested on digital platforms such as Instagram and TikTok. This study aims to explore and understand the meaning of consumer loyalty toward local brands on social media using a qualitative phenomenological approach. Informants were selected purposively, consisting of eight active users aged 18–35 residing in South Sulawesi who have consistently interacted with local brands through social media. Data collection techniques included in-depth interviews, participatory observation, and digital documentation. Thematic analysis was employed to identify the essential meanings embedded in participants’ experiences. The findings revealed three main themes: loyalty as digital togetherness, value identification with local brands, and social interaction as a form of emotional attachment. The study concludes that consumer loyalty in the digital era is a construction of experience that is reflective, affective, and social in nature. This research contributes to the development of an experience-based perspective on loyalty and offers practical implications for digital strategies of local brands in Indonesia.Perkembangan media sosial telah mengubah secara mendasar cara konsumen membangun loyalitas terhadap merek, khususnya brand lokal. Loyalitas tidak lagi sebatas pada pembelian ulang, tetapi meluas ke dalam bentuk keterlibatan emosional, sosial, dan partisipatif yang terwujud di platform digital seperti Instagram dan TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memahami makna loyalitas konsumen terhadap brand lokal di media sosial dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Informan dipilih secara purposive, terdiri atas delapan pengguna aktif berusia 18–35 tahun yang berdomisili di Sulawesi Selatan dan telah berinteraksi secara konsisten dengan brand lokal melalui media sosial. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi digital. Analisis data dilakukan secara tematik dengan memerhatikan esensi pengalaman partisipan. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama: loyalitas sebagai kebersamaan digital, identifikasi nilai terhadap brand lokal, dan interaksi sosial sebagai bentuk keterikatan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa loyalitas konsumen di era digital merupakan konstruksi pengalaman yang bersifat reflektif, afektif, dan sosial. Studi ini memberikan kontribusi dalam pengembangan perspektif loyalitas berbasis pengalaman serta menawarkan implikasi praktis bagi strategi digital brand lokal di Indonesia.  &nbsp

    Determinasi Nilai Perusahaan: Peran Akuntansi Lingkungan, Leverage, dan Kebijakan Dividen pada Perusahaan Pertambangan di Indonesia

    Full text link
    This study aims to analyze the effect of environmental accounting, leverage, and dividend policy on firm value, both partially and simultaneously, in mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. A quantitative approach was employed using multiple linear regression analysis on secondary data from 2017 to 2022. The results show that, partially, environmental accounting and dividend policy have a positive and significant effect on firm value. Leverage displays varied effects depending on the individual company’s capital structure. Simultaneously, the three independent variables explain 57.8% of the variability in firm value (R² = 0.578), indicating a strong predictive model. These findings support stakeholder theory and signaling theory, offering significant implications for corporate management, investors, and regulators in formulating sustainable and financial strategies for mining companies.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuntansi lingkungan, leverage, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan, baik secara parsial maupun simultan, pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda terhadap data sekunder periode 2017–2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, akuntansi lingkungan dan kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Leverage menunjukkan hasil yang bervariasi tergantung pada struktur keuangan masing-masing perusahaan. Secara simultan, ketiga variabel independen mampu menjelaskan 57,8% variabilitas nilai perusahaan (R² = 0,578), yang berarti model ini memiliki daya prediktif yang cukup kuat. Temuan ini mendukung teori stakeholder dan teori sinyal, serta memberikan implikasi penting bagi manajemen, investor, dan regulator dalam menyusun strategi keberlanjutan dan keuangan perusahaan pertambangan

    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS KOMUNITAS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MAPEL BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR KECAMATAN DUMBO RAYA

    Full text link
    This research aims to develop differentiated teaching modules based on learning communities to improve student learning outcomes. The research uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model which includes five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The approach used is a mix-method, which is a combination of qualitative and quantitative approaches. The results of the study show that the teaching modules developed have gone through a validation process by material and media experts with "very feasible" results. The implementation of the module in the experimental classroom for four weeks showed a significant improvement in student learning outcomes compared to the control class. The involvement of the learning community (teachers, students, and parents) in the process of developing and implementing the modules also plays an important role in creating a collaborative learning environment, responsive to student needs, and encouraging active involvement in learning. Thus, community-based differentiated teaching modules are effectively implemented as a solution to accommodate student diversity in learning and can improve the quality of education as a whole.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berdiferensiasi berbasis komunitas belajar guna meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pendekatan yang digunakan adalah mix-method, yakni gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan telah melalui proses validasi oleh ahli materi dan media dengan hasil “sangat layak”. Implementasi modul di kelas eksperimen selama empat minggu menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan dibandingkan kelas kontrol. Keterlibatan komunitas belajar (guru, siswa, dan orang tua) dalam proses pengembangan dan pelaksanaan modul turut berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif, responsif terhadap kebutuhan siswa, dan mendorong keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, modul ajar berdiferensiasi berbasis komunitas belajar efektif diterapkan sebagai solusi untuk mengakomodasi keragaman siswa dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh

    Eksplorasi Penggunaan Media Lagu sebagai Inovasi Pembelajaran Fonetik untuk Mahasiswa

    No full text
    Background: First-semester students in the Arabic Language Education program often struggle with pronouncing complex Arabic phonemes in the al-Ashwat wa al-Lahjat course. Aims: This study aims to identify the phonemes that pose pronunciation difficulties, examine the effectiveness of song-based media in enhancing students\u27 phonetic accuracy, and explore students\u27 perceptions of using songs in learning. Methods: A qualitative case study approach was employed, involving 35 first-semester students from Class C of the Arabic Language Education Program at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Data were collected through participant observation and focus group discussions (FGDs). Results: The findings revealed that integrating song media, including hijaiyyah letter songs to identify problematic phonemes and Asmaul Husna songs to facilitate pronunciation practice, significantly enhances students\u27 phonetic articulation. The most challenging phonemes identified were ع (\u27ain), ص (shad), ض (dhad), غ (ghin), ظ (dhadz), خ (kha), ث (tsa), ح (ha), ق (qaf), ش (shin), and ط (tha). Furthermore, song-based learning fosters an engaging and enjoyable learning environment, enhances motivation, and promotes collaborative learning. Implications:  These findings indicate that song media can be an effective pedagogical tool for enhancing Arabic phonetic instruction by improving students’ pronunciation accuracy, fostering engagement, and creating a more interactive and enjoyable learning environment.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa mahasiswa semester satu program studi Pendidikan Bahasa Arab mengalami kesulitan dalam melafalkan fonem-fonem bahasa Arab yang rumit pada mata kuliah al-Ashwa>t wa al-Lahja>t. Penggunaan media lagu sebagai inovasi untuk meningkatkan kemampuan artikulasi fonetik mahasiswa yang mengintegrasikan aspek audio dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fonem-fonem yang sulit diucapkan oleh mahasiswa, mengeksplorasi dampak media lagu dalam meningkatkan fonetik mahasiswa, dan mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan lagu tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah metode studi kasus kualitatif. Subjek penelitian adalah 35 mahasiswa semester satu kelas C Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dan wawancara focus group discussion (FGD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media lagu, yang meliputi lagu huruf hija>iyyah untuk mengidentifikasi fonem-fonem yang sulit dilafalkan, dan lagu asma>ul husna untuk membantu mahasiswa dalam mengatasi kesulitan melafalkan fonem-fonem yang telah diidentifikasi sebelumnya, ع (\u27ain), ص (shad), ض (dhad), dan غ (ghin), ظ (dhadz), خ (kha), ث (tsa), ح (ha), ق (qaf), ش (syin), dan ط (tha) dapat meningkatkan kemampuan artikulasi fonetik siswa. Selain itu, media lagu dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan motivasi belajar, dan mendukung pembelajaran kolaboratif. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa media lagu dapat digunakan sebagai salah satu alternatif yang efektif dalam pembelajaran fonetik bahasa Arab

    2,210

    full texts

    2,582

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇