Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
    2582 research outputs found

    Salat Jumat Perempuan di Gorontalo dalam Konstelasi Agama, Budaya, dan Ruang Publik: Analisis Filsafat Sosial

    No full text
    This research focuses on the controversy of women\u27s Friday prayers in Gorontalo which arises from differences in ideological views, worship practices, and dynamics of socio-religious relations. The purpose of this research is to uncover the root of the conflict, explain the causative factors, and examine its social impact through the lens of social philosophy, especially related to power relations, the structure of religious authority, and the formation of religious public spaces. The research methods used are qualitative with theological-normative, sociological, religious, and social philosophy analysis approaches through observation, interviews, and documentation. The analysis was carried out inducively through reduction, verification, and data presentation by utilizing the concept of Stuart Hall reception. The results of the study show that there is a diversity of interpretations of QS. al-Jumu\u27ah verse 9 and hadith related to Friday obligations that result in dominant reception, negotiation, and opposition. These differences affect the configuration of religious power, strengthen gender boundaries in the worship space, and cause disharmony.Penelitian ini berfokus pada kontroversi salat Jumat perempuan di Gorontalo yang muncul dari perbedaan pandangan ideologis, praktik ibadah, dan dinamika relasi sosial-keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap akar pertentangan tersebut, menjelaskan faktor penyebabnya, serta menelaah dampak sosialnya melalui kacamata filsafat sosial, khususnya terkait relasi kekuasaan, struktur otoritas keagamaan, dan pembentukan ruang publik religius. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teologis-normatif, sosiologis, religius, dan analisis filsafat sosial melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara induktif melalui reduksi, verifikasi, dan penyajian data dengan memanfaatkan konsep resepsi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman penafsiran terhadap QS. al-Jumu‘ah ayat 9 dan hadis terkait kewajiban Jumat yang menghasilkan resepsi dominan, negosiasi, dan oposisi. Perbedaan tersebut memengaruhi konfigurasi kekuasaan religius, memperkuat batas-batas gender dalam ruang ibadah, serta menimbulkan disharmon

    METODE SMALL GROUP DISCUSSION DALAM MEMBENTUK KOMPETENSI KOMPETENSI CRITICAL THINKING DAN COMMUNICATION PESERTA DIDIK

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Small Group Discussion dalam membentuk kompetensi critical thinking dan communication peserta didik, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan metode ini dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan metode Small Group Discussion di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak telah berkontribusi positif dalam membentuk kemampuan critical thinking dan communication skills siswa, meskipun masih menghadapi tantangan. Guru telah merancang pembelajaran berbasis kolaborasi, namun tujuan yang kurang spesifik dan panduan diskusi yang belum terstruktur menjadi hambatan. Metode ini meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah dan menyampaikan pendapat, tetapi partisipasi sering terhambat oleh dominasi siswa tertentu dan dinamika diskusi yang tidak merata. Evaluasi menunjukkan kemajuan dalam analisis informasi dan penyampaian ide, meskipun keterampilan mendengarkan aktif dan pola pikir logis masih perlu ditingkatkan. Kendala seperti keterbatasan waktu, minimnya teknologi, dan rendahnya kepercayaan diri siswa dapat diatasi dengan pelatihan intensif, media pembelajaran inovatif, dan integrasi tugas kelompok. Perbaikan menyeluruh pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dapat mengoptimalkan metode ini untuk membangun kompetensi abad ke-21. Kata Kunci: Small Group Discussion, critical thinking, communicatio

    Provocative Preaching and the Ethics of the Qur\u27an: Critical Study of Surah An-Nahl 125

    No full text
    This study criticizes the phenomenon of provocative da\u27wah on social media through the perspective of Qur\u27anic ethics in Surah An-Nahl verse 125. With the qualitative method of content analysis and thematic hermeneutics, the results of the study show that: (1) Provocative da\u27wah theologically deviates from the principles of Qur\u27anic da\u27wah and ethically violates Islamic moral values such as al-ḥilm (politeness) and ar-raḥmah (compassion); (2) The three pillars in Surah An-Nahl verse 125 offer a comprehensive communication ethics framework for digital da\u27wah, which is integrated with digital literacy and moral responsibility; (3) The implementation of this framework has academic implications for the development of thematic interpretation studies and digital communication science, as well as practical implications in the form of operational guidelines for dai to create a calming, unifying, and dignified digital da\u27wah ecosystem (rahmatan lil \u27alamin).Penelitian ini mengkritisi fenomena dakwah provokatif di media sosial melalui perspektif etika Qur’ani dalam Surah An-Nahl ayat 125. Dengan metode kualitatif analisis konten dan hermeneutika tematik, Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dakwah provokatif secara teologis menyimpang dari prinsip dakwah Qur’ani dan secara etis melanggar nilai-nilai akhlak Islam seperti al-ḥilm (kesantunan) dan ar-raḥmah (kasih sayang); (2) Tiga pilar dalam Surah An-Nahl ayat 125 menawarkan kerangka etika komunikasi yang komprehensif untuk dakwah digital, yang terintegrasi dengan literasi digital dan tanggung jawab moral; (3) Implementasi kerangka ini memiliki implikasi akademis bagi pengembangan kajian tafsir tematik dan ilmu komunikasi digital, serta implikasi praktis berupa pedoman operasional bagi para dai untuk menciptakan ekosistem dakwah digital yang menyejukkan, mempersatukan, dan bermartabat (rahmatan lil ‘alamin)

    Pengaruh kemampuan berfikir kritis siswa dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 tanjung pura tahun pelajaran 2024-2025

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Tanjung Pura Tahun Pelajaran 2024–2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 65 siswa kelas X yang telah menerima pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Instrumen pengumpulan data berupa angket berpikir kritis dengan 31 item pernyataan yang mencakup empat indikator, yaitu mencari informasi, menilai informasi, membuat kesimpulan, dan membuat keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori tinggi, dengan skor rata-rata 64,52 atau setara dengan 41,63% dari skor ideal. Secara spesifik, indikator mencari informasi dan membuat keputusan termasuk dalam kategori tinggi, sementara indikator menilai informasi dan membuat kesimpulan masih tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka telah memberikan ruang bagi penguatan kemampuan berpikir kritis, diperlukan upaya strategis dari guru dan pihak sekolah untuk meningkatkan kemampuan siswa, khususnya pada aspek menilai informasi dan membuat kesimpulanPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkankemampuan berpikir kritis siswa dalammengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Tanjung Pura Tahun Pelajaran 2024–2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatifdengan sampel sebanyak 65 siswa kelas X yang telahmenerima pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Instrumen pengumpulan data berupa angket berpikir kritisdengan 31 item pernyataan yang mencakup empatindikator, yaitu mencari informasi, menilai informasi, membuat kesimpulan, dan membuat keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhankemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategoritinggi, dengan skor rata-rata 64,52 atau setara dengan41,63% dari skor ideal. Secara spesifik, indikator mencariinformasi dan membuat keputusan termasuk dalamkategori tinggi, sementara indikator menilai informasidan membuat kesimpulan masih tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun KurikulumMerdeka telah memberikan ruang bagi penguatankemampuan berpikir kritis, diperlukan upaya strategisdari guru dan pihak sekolah untuk meningkatkankemampuan siswa, khususnya pada aspek menilai informasi dan membuat kesimpulan

    H HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN ILMU PENDIDIKAN: AKAR FILOSOFIS DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI QURAN HADITS

    No full text
    This study aims to examine the relationship between philosophy and educational science as the philosophical roots of Islamic religious education practices, particularly in the context of the Quran and Hadith. This study highlights the importance of understanding philosophical values ​​in improving the quality of learning and instilling profound spiritual and ethical meaning in students. The methods used were literature study and conceptual analysis to explore the philosophical foundations relevant to the practice of Islamic religious education. The results of the study indicate that the integration of philosophical principles into educational science can enrich teaching methods, so that learning the Quran and Hadith is not merely rote, but also fosters authentic character and understanding, as well as moral responsibilityPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara filsafat dan ilmu pendidikan sebagai akar filosofis dalam praktik pendidikan agama Islam, khususnya pada materi Al-Quran dan Hadits. Kajian ini menyoroti pentingnya pemahaman nilai-nilai filosofis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta menanamkan makna spiritual dan etis yang mendalam pada peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konseptualisasi untuk menggali landasan filsafat yang relevan dengan praktik pendidikan agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi prinsip-prinsip filsafat dalam ilmu pendidikan mampu memperkaya metode pengajaran, sehingga pembelajaran materi Al-Quran dan Hadits tidak hanya bersifat hafalan, tetapi juga membentuk karakter dan pemahaman yang autentik dan bertanggung jawab secara moral

    Penerapan Metode Bernyanyi dengan Kartu Huruf untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Tunas Bangsa Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Tunas Bangsa Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan. Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) dilaksanakan di kelas B TK Tunas Bangsa pada April-Mei 2025, melibatkan 14 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa penerapan metode bernyanyi dengan kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca awal anak. Hasil awal menunjukkan bahwa anak-anak mulai menunjukkan ketertarikan, keinginan untuk bernyanyi dengan kartu huruf, dan menjadi lebih kohesif, menciptakan suasana belajar yang lebih ceria dan tertib. Berdasarkan analisis data, tindakan yang dilakukan peneliti menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi awal sebelum tindakan menunjukkan persentase rata-rata kelas sebesar 36,35 %. Pada Siklus I pertemuan 1 persentase meningkat menjadi 40,43 %, Siklus I pertemuan 2 meningkat 45,79% dan pada Siklus II pertemuan 1 terjadi peningkatan yang sangat signifikan mencapai 71,43 %, selanjutnya pada Siklus II pertemuan 2 yang menunjukkan tercapainya ketuntasan klasikal yaitu 85,71 %. Ini menunjukkan bahwa penerapan metode bernyanyi dengan kartu huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahunPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Tunas Bangsa Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan, yang sebelumnya menunjukkan kemampuan membaca yang masih rendah, seperti kesulitan menyebutkan dan menggabungkan suku kata. Metode konvensional yang kurang menarik membuat anak-anak cenderung pasif dalam belajar. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan metode bernyanyi dengan kartu huruf sebagai pendekatan yang inovatif dan menyenangkan. Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) dilaksanakan di kelas B TK Tunas Bangsa pada April-Mei 2025, melibatkan 14 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa penerapan metode bernyanyi dengan kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca awal anak. Hasil awal menunjukkan bahwa anak-anak mulai menunjukkan ketertarikan, keinginan untuk bernyanyi dengan kartu huruf, dan menjadi lebih kohesif, menciptakan suasana belajar yang lebih ceria dan tertib. Berdasarkan analisis data, tindakan yang dilakukan peneliti menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi awal sebelum tindakan menunjukkan persentase rata-rata kelas sebesar 36,35 %. Pada Siklus I pertemuan 1 persentase meningkat menjadi 40,43 %, Siklus I pertemuan 2 meningkat 45,79% dan pada Siklus II pertemuan 1 terjadi peningkatan yang sangat signifikan mencapai 71,43 %, selanjutnya pada Siklus II pertemuan 2 yang menunjukkan tercapainya ketuntasan klasikal yaitu 85,71 %. Ini menunjukkan bahwa penerapan metode bernyanyi dengan kartu huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun

    Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Sanksi Pajak, dan Insentif Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak PBB-P2 Kota Surabaya

    Full text link
    This reasearch intends to investigate the effects of taxation knowledge, tax penalties, and tax incentives on compliance with land and building taxes in Surabaya. The research methodology employed is quantitative in nature. The population under scrutiny consists of all taxpayers of PBB-P2 in Surabaya, totaling 645,140 individuals registered with the Surabaya City Regional Revenue Agency in 2024. Through probability sampling, specifically simple random sampling, a sample of 100 taxpayers was selected, with sample size intend to the Slovin. Data collected by through a questionnaire distributed to respondents, who are PBB-P2 taxpayers in Surabaya City. The questionnaire will be administered via an online platform using Google Form through social media channels, allowing respondents flexibility in providing their responses. The collected data underwent analysis using multiple regression analysis, processed using SPSS Version 29. The findings of the study reveal that taxion knowledge and tax penalties exert a significant impcat on compliance with land and building taxes, while tax incentives do not impact compliance with these taxes.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak atas pengetahuan perpajakan, sanksi pajak, dan insentif pajak terhadap kepatuhan WP PBB-P2 di Kota Surabaya. Jenis metode penelitian mengaplikasikan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dianalisis yaitu seluruh WP PBB-P2 Kota surabaya sejumlah 645.140 WP yang terdaftar di BAPENDA Kota Surabaya di tahun 2024, serta menggunakan sampel sebanyak 100 WP yang dipilih dengan probability sampling dengan pendekatan simple random sampling dan sampel ditentukan berdasarkan rumus slovin.  Teknik Pengumpulan dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh responden yaitu WP PBB-P2 Kota Surabaya. Kuesioner tersebut akan menggunakan formulir online menggunakan Google Form melalui media sosial untuk memberikan fleksibilitas kepada responden untuk menjawab. Analisis data menggunakan resgresi berganda dan diolah menggunakan bantuan aplikasi SPSS Versi 29. Hasil penelitian mengahasilkan bahwa pengetahuan perpajakan dan sanksi pajak memiliki dampak secara individu pada kepatuhan wajib pajak PBB-P2, sementara insentif pajak tidak memiliki dampak pada kepatuhan wajib pajak PBB-P2

    Pelatihan Teknologi Microsite sebagai Edukasi Pencegahan Stunting Dan Kemiskinan di Desa Tanah Putih Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo

    Full text link
    Community service activities in Tanah Putih Village aim to strengthen the village information system to improve understanding and education among health agents or cadres in the village, as they are the backbone of stunting and extreme poverty prevention through microsite-based digital technology training (mini web). The method used to achieve this goal includes internal training, community socialization, and mini web digital technology training (microsite). The results of community service activities in Tanah Putih Village, through digital technology training and socialization aimed at reducing stunting and extreme poverty, received a positive response from beneficiaries. In this case, the beneficiary families contributed to reducing and preventing stunting, while the beneficiary community worked towards reducing extreme poverty and aimed to develop this mini website into a large permanent website with the domain of the Tanah Putih Village government

    Implementasi Metode Drill dalam Program Pendampingan Bahasa Inggris bagi siswa TPQ di Desa Maleo

    Full text link
    This study aims to implement the drill method in an English teaching assistance program for TPQ (Qur\u27anic Elementary School) students in Maleo Village, Pohuwato Regency, Gorontalo, utilizing the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The teaching assistance was carried out by students from IAIN Sultan Amai Gorontalo as part of the Thematic Social Work Program (KKS-T). The study followed the four core stages of the ABCD framework: Discovery, Dream, Design, and Delivery. The findings indicate that this approach successfully optimized local assets, including the active participation of TPQ teachers, youth organizations, and parents. The drill method was implemented over a 12-day period, focusing on pronunciation, basic vocabulary, and simple conversations, and was enriched with songs and games. Based on the pre-test and post-test results, the students\u27 average scores increased significantly from 5.1 to 70.0. In addition to improving students’ English proficiency, the program also fostered students’ social awareness and contributed to the empowerment of the local community. This study recommends the integration of community asset-based learning models and the drill method as effective strategies for basic English instruction in non-formal educational settings

    LITERASI DIGITAL DALAM ETIKA KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL DI ERA POST-TRUTH PADA GURU MA SEKABUPATEN GORONTALO UTARA

    Full text link
    This study aims to analyze the level of digital literacy and communication ethics on social media among Madrasah Aliyah (MA) teachers in North Gorontalo Regency in the post-truth era. Using a qualitative approach, data was collected through in-depth interviews, observations, and analysis of related documents. The results show that although the term "digital literacy" is less familiar, teachers have understood the concept and importance of digital literacy in managing information. They demonstrate the ability to identify valid information and double-check it before disseminating it on social media. In addition, teachers\u27 communication ethics are well considered, including accuracy and responsibility in sharing information. However, the study also found challenges related to the lack of formal training and supportive policies. Therefore, it is necessary to increase training programs and awareness of the importance of digital literacy and communication ethics to strengthen the role of teachers as role models in managing information in the digital era. The conclusion of this study emphasizes that with the right support, digital literacy and communication ethics can be an important foundation in facing information challenges in societyPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital dan etika komunikasi di media sosial di kalangan guru Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Gorontalo Utara di era post-truth. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun istilah "literasi digital" kurang familiar, guru-guru telah memahami konsep dan pentingnya literasi digital dalam mengelola informasi. Mereka menunjukkan kemampuan untuk mengidentifikasi informasi yang valid dan melakukan pemeriksaan ulang sebelum menyebarkannya di media sosial. Selain itu, etika komunikasi guru diperhatikan dengan baik, mencakup akurasi dan tanggung jawab dalam membagikan informasi. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan terkait kurangnya pelatihan formal dan kebijakan yang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan program pelatihan dan kesadaran akan pentingnya literasi digital dan etika komunikasi untuk memperkuat peran guru sebagai teladan dalam mengelola informasi di era digital. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa dengan dukungan yang tepat, literasi digital dan etika komunikasi dapat menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan informasi di masyarakat

    2,210

    full texts

    2,582

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇